KOMUNIKASI KONTEMPORER DI ERA DIGITAL: Isu, Strategi, dan Tantangan di Ruang Publik

Judul: KOMUNIKASI KONTEMPORER DI ERA DIGITAL: Isu, Strategi, dan Tantangan di Ruang Publik

Editor: Ujang Rusdianto

Kata Pengantar : Prof. Dr. Andi Faisal Bakti, MA., Ph.D.

Tim Penulis :

  1. Achmad
  2. Adhi Gurmilang
  3. Agustin Diana Wardaningsih
  4. Ani Purwati
  5. Arie Prasetio
  6. Djudjur Luciana Rajagukguk
  7. Fatkhul Manan
  8. Gita Ruslita
  9. Graha Wira Krida
  10. Intan Fuji Lestari
  11. Lusiana Indira Isni
  12. Martin Suharto
  13. Rose Emmaria Tarigan
  14. Shofira Pertiwi
  15. Stenus Jacub
  16. Ujang Rusdianto
  17. Wisnu Wardana.


Penerbit: Urways Indonesia Corpora
Tahun Terbit: 2025
Tebal: 597 halaman

Buku ini hadir di tengah derasnya arus transformasi komunikasi di era digital, di mana isu-isu sosial, politik, ekonomi, dan budaya semakin berkelindan di ruang publik. Karya ini merupakan bunga rampai dari berbagai penulis, sebagian besar berkolaborasi dengan Prof. Dr. Andi Faisal Bakti, MA., Ph.D., yang menjadi pengampu mata kuliah dan pembimbing penelitian para kontributor. Dengan format multi-bab yang memadukan pendekatan akademik dan empiris, buku ini menyajikan beragam perspektif tentang komunikasi kontemporer dalam konteks isu-isu aktual—mulai dari crowdfunding sosial hingga keamanan digital, dari populisme politik hingga propaganda narkotika, dari hoaks Rohingya hingga inovasi pemasaran digital.

Kekuatan buku ini terletak pada keragaman topik dan sudut pandang yang dikaji. Setiap bagian mewakili kluster isu yang spesifik, namun saling terkait dalam kerangka besar studi komunikasi kontemporer. Pembagian menjadi lima bagian tematik—yakni Akuntabilitas, Kepercayaan Publik, dan Pemberdayaan Masyarakat; Politik Digital, Populisme, dan Representasi Gender; Isu Radikalisme, Hoaks, dan Propaganda; Kejahatan Siber, Perdagangan Ilegal, dan Keamanan Digital; serta Komunikasi, Olahraga, dan Inovasi Pemasaran Digital—membantu pembaca menavigasi kerumitan topik dengan lebih terstruktur.

Uraian Isi Buku

Bagian 1: Akuntabilitas, Kepercayaan Publik, dan Pemberdayaan Masyarakat
Bagian ini membuka buku dengan empat tulisan yang menyoroti peran komunikasi dalam memperkuat kepercayaan publik dan memberdayakan masyarakat. Tulisan Achmad dan Andi Faisal Bakti membahas crowdfunding sosial sebagai instrumen membangun kepercayaan berdonasi, menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam ekosistem digital. Adhi Gurmilang dan Andi Faisal Bakti mengeksplorasi pelatihan kompetensi komunikasi antarbudaya bagi mahasiswa, menyoroti keterampilan lintas budaya sebagai modal sosial di era global. Selanjutnya, Djudjur Luciana Rajagukguk dan Andi Faisal Bakti memaparkan pemanfaatan Internet of Things untuk digitalisasi pemasaran UMKM, menunjukkan keterkaitan inovasi teknologi dan pertumbuhan usaha kecil. Terakhir, Rose Emmaria Tarigan dan Andi Faisal Bakti meneliti jurnalisme investigatif dalam mengungkap praktik korupsi, menegaskan pentingnya peran pers sebagai pilar transparansi.

Bagian 2: Politik Digital, Populisme, dan Representasi Gender
Kluster ini memuat empat penelitian yang berfokus pada dinamika politik di media sosial. Agustin Diana Wardaningsih dan Andi Faisal Bakti mengulas konten humor Partai Gerindra sebagai strategi komunikasi politik demokratis. Ani Purwati dan Andi Faisal Bakti membedah strategi populisme kandidat 02 dalam kampanye pemilu untuk pemilih pemula, mengaitkan temuan dengan konstruksi citra di media sosial. Lusiana Indira Isni dan Andi Faisal Bakti meneliti representasi gender kandidat perempuan petahana di Pilkada 2024 melalui Instagram, sementara Shofira Pertiwi dan Andi Faisal Bakti membahas proxy war dan teknologi canggih dalam perang era digital—isu yang memadukan geopolitik dan komunikasi strategis.

Bagian 3: Isu Radikalisme, Hoaks, dan Propaganda
Bagian ini mengangkat isu keamanan dan polarisasi wacana publik. Arie Prasetio dan Andi Faisal Bakti menggunakan social network analysis untuk memetakan akun yang membicarakan terorisme dan Islamofobia di media sosial X, menemukan simpul-simpul utama yang memengaruhi arus narasi. Graha Wira Krida dan Andi Faisal Bakti meneliti hoaks Rohingya di media sosial X yang memicu konflik sosial, mengingatkan pentingnya literasi digital. Wisnu Wardana dan Andi Faisal Bakti membongkar strategi propaganda jaringan perdagangan narkotika di Jakarta, menyoroti teknik rekrutmen dan penyebaran informasi ilegal.

Bagian 4: Kejahatan Siber, Perdagangan Ilegal, dan Keamanan Digital
Fokus pada keamanan siber dan kriminalitas lintas batas menjadi sorotan di bagian ini. Fatkhul Manan dan Andi Faisal Bakti membahas perdagangan narkoba sebagai tantangan kerja sama regional ASEAN. Gita Ruslita dan Andi Faisal Bakti mengulas jaringan komunikasi dalam modus money laundering, mengaitkan teori komunikasi dengan praktik kejahatan keuangan. Intan Fuji Lestari dan Andi Faisal Bakti mengeksplorasi pengawasan digital untuk pencegahan perdagangan manusia di Indonesia. Menutup bagian ini, Ujang Rusdianto dan Andi Faisal Bakti membahas peran keamanan siber dalam menjaga privasi komunikasi digital di platform e-commerce Tokopedia, menguraikan implementasi perlindungan data dan kepercayaan konsumen.

Bagian 5: Komunikasi, Olahraga, dan Inovasi Pemasaran Digital
Dua tulisan menutup buku ini dengan perspektif yang segar. Stenus Jacub dan Andi Faisal Bakti membahas hate speech dalam dunia olahraga, khususnya studi nyanyian “Yid” di Tottenham Hotspur, untuk memahami hubungan antara identitas, kebencian, dan respon komunitas olahraga. Martin Suharto dan Andi Faisal Bakti membahas inovasi pemasaran digital mobil bekas di YouTube, menunjukkan potensi media video sebagai saluran promosi kreatif dan interaktif.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Hello
Ada yang bisa kami bantu?