Strategic Communication for Brand Building
Level: Intermediate
Durasi: 2 Hari | 12–14 Jam Pembelajaran
Format: Public Training, In-House Training, dan Online Training
Komposisi: 40% Konsep | 60% Praktik
Fokus: Brand Communication, Strategic Communication, Brand Positioning, Brand Storytelling, dan Brand Experience
Mengapa Mengikuti Pelatihan Ini
Brand yang kuat membutuhkan komunikasi yang konsisten, relevan, dan mudah dikenali oleh audiens. Karena itu, perusahaan perlu menghubungkan identitas brand, pesan, kanal komunikasi, dan pengalaman audiens dalam satu arah komunikasi yang jelas.
Dalam praktiknya, perusahaan sering menghadapi tantangan ketika menyampaikan brand melalui berbagai kanal. Perbedaan pesan, gaya komunikasi, visual, dan pengalaman pelanggan dapat membuat persepsi terhadap brand berkembang secara tidak konsisten. Selain itu, perubahan perilaku audiens membuat perusahaan perlu menyesuaikan cara berkomunikasi tanpa kehilangan identitas brand.
Pelatihan ini membantu peserta memahami cara menggunakan komunikasi strategis untuk membangun dan memperkuat brand. Peserta mempelajari cara menentukan posisi brand, memahami audiens, menyusun pesan, mengembangkan cerita brand, memilih kanal komunikasi, serta membangun pengalaman yang mendukung persepsi brand.
Selanjutnya, peserta menerapkan materi melalui studi kasus, workshop, brand communication exercise, dan simulasi. Dengan pendekatan tersebut, peserta dapat menghasilkan Strategic Brand Communication Plan yang dapat menjadi dasar pengembangan komunikasi brand perusahaan.
Sasaran dan Tujuan Pelatihan
Pelatihan ini ditujukan bagi profesional yang terlibat dalam pengelolaan brand dan komunikasi perusahaan, khususnya:
- Brand Manager.
- Marketing Communication.
- Corporate Communication.
- Public Relations.
- Digital Marketing.
- Social Media dan Content Team.
- Advertising dan Creative Team.
- Product Marketing.
- Business Development.
- Pemilik bisnis dan profesional yang bertanggung jawab terhadap brand.
Setelah mengikuti pelatihan, peserta mampu:
- Memahami hubungan antara komunikasi strategis dan pembangunan brand.
- Mengidentifikasi karakteristik dan kebutuhan audiens.
- Menentukan posisi brand secara lebih jelas.
- Mengembangkan pesan utama yang konsisten.
- Menyusun brand story yang relevan dengan audiens.
- Memilih kanal komunikasi berdasarkan tujuan dan karakteristik audiens.
- Mengintegrasikan komunikasi online dan offline.
- Membangun pengalaman audiens yang mendukung brand.
- Mengelola konsistensi komunikasi di berbagai titik interaksi.
- Menyusun strategi komunikasi untuk membangun brand secara berkelanjutan.
Materi Pelatihan
Hari 1 — Brand Strategy dan Strategic Brand Communication
Sesi 1. Memahami Brand dan Strategic Communication
Pelatihan dimulai dengan memahami bagaimana komunikasi membentuk persepsi audiens terhadap sebuah brand. Peserta melihat hubungan antara identitas perusahaan, nilai brand, pesan, dan pengalaman yang diterima audiens.
Selanjutnya, peserta mengidentifikasi berbagai faktor yang memengaruhi persepsi brand. Pembahasan ini membantu peserta memahami mengapa perusahaan perlu mengelola komunikasi secara terarah.
Materi:
- Pengertian brand dan brand building.
- Peran komunikasi dalam membangun brand.
- Identitas dan persepsi brand.
- Nilai dan karakter brand.
- Hubungan brand dengan audiens.
- Brand touchpoint.
- Konsistensi komunikasi brand.
- Tantangan komunikasi brand di era digital.
Praktik:
Peserta menganalisis komunikasi sebuah brand dan menemukan kekuatan serta masalah komunikasinya.
Output:
Brand Communication Issue Map.
Sesi 2. Audience Analysis dan Brand Positioning
Setelah memahami hubungan antara brand dan komunikasi, peserta mempelajari audiens secara lebih mendalam. Peserta mengidentifikasi kebutuhan, motivasi, persepsi, dan karakteristik audiens yang menjadi sasaran brand.
Kemudian, peserta menentukan posisi brand yang ingin dibangun dalam benak audiens. Proses ini membantu peserta menyusun komunikasi yang memiliki arah dan pembeda yang jelas.
Materi:
- Identifikasi target audience.
- Segmentasi audiens.
- Kebutuhan dan motivasi audiens.
- Audience insight.
- Analisis persepsi audiens.
- Brand positioning.
- Points of difference.
- Competitive positioning.
Praktik:
Peserta menyusun audience profile dan brand positioning statement.
Output:
Audience & Brand Positioning Map.
Sesi 3. Brand Message dan Communication Framework
Brand membutuhkan pesan yang dapat dipahami dan diingat oleh audiens. Karena itu, peserta mempelajari cara menentukan pesan utama dan mengembangkan pesan pendukung berdasarkan tujuan komunikasi.
Selanjutnya, peserta menghubungkan pesan dengan karakteristik audiens dan konteks komunikasi. Dengan cara ini, perusahaan dapat menjaga arah pesan ketika menggunakan berbagai kanal.
Materi:
- Brand message.
- Key message.
- Message hierarchy.
- Brand promise.
- Value proposition.
- Message adaptation.
- Konsistensi pesan.
- Communication framework.
Praktik:
Peserta mengembangkan pesan utama dan pesan pendukung untuk sebuah brand.
Output:
Brand Message Framework.
Sesi 4. Brand Storytelling dan Content Strategy
Pesan brand menjadi lebih mudah dipahami ketika perusahaan menyampaikannya melalui cerita yang relevan. Oleh sebab itu, peserta mempelajari cara membangun cerita yang menghubungkan brand dengan kebutuhan dan pengalaman audiens.
Kemudian, peserta mengembangkan ide konten berdasarkan cerita dan pesan brand. Pendekatan ini membantu perusahaan menjaga hubungan antara strategi brand dan aktivitas konten.
Materi:
- Konsep brand storytelling.
- Struktur cerita brand.
- Brand narrative.
- Karakter dan sudut pandang cerita.
- Emotional connection.
- Content pillar.
- Content theme.
- Pengembangan ide konten.
Praktik:
Workshop penyusunan brand story dan content pillar.
Output:
Brand Story & Content Framework.
Hari 2 — Brand Experience, Channel Integration, dan Evaluation
Sesi 5. Strategic Brand Communication Channel
Setelah pesan dan cerita tersusun, peserta menentukan kanal yang paling sesuai untuk menjangkau audiens. Setiap kanal memiliki karakter, pola interaksi, dan kekuatan yang berbeda.
Karena itu, peserta belajar menghubungkan tujuan komunikasi dengan pilihan kanal. Selanjutnya, peserta menyusun kombinasi kanal yang dapat menciptakan pengalaman komunikasi yang lebih konsisten.
Materi:
- Kanal komunikasi brand.
- Website dan digital platform.
- Social media.
- Advertising.
- Public Relations.
- Event dan aktivitas langsung.
- Owned, earned, and paid media.
- Pemilihan kanal berdasarkan audiens.
- Integrasi komunikasi online dan offline.
Praktik:
Peserta menyusun brand communication channel strategy.
Output:
Strategic Communication Channel Plan.
Sesi 6. Brand Experience dan Customer Touchpoint
Brand terbentuk melalui berbagai pengalaman yang diterima audiens. Karena itu, peserta mempelajari cara mengidentifikasi titik interaksi yang dapat memengaruhi persepsi terhadap brand.
Selanjutnya, peserta memetakan perjalanan audiens dari tahap mengenal brand hingga melakukan interaksi lebih lanjut. Hasil pemetaan membantu peserta menemukan peluang untuk memperkuat pengalaman brand.
Materi:
- Konsep brand experience.
- Customer touchpoint.
- Customer journey.
- Pengalaman sebelum, selama, dan setelah pembelian.
- Interaksi digital dan langsung.
- Konsistensi pengalaman brand.
- Pain point dan moment of truth.
- Pengembangan pengalaman brand.
Praktik:
Peserta membuat brand experience journey.
Output:
Brand Touchpoint & Experience Map.
Sesi 7. Brand Consistency dan Reputation Management
Komunikasi yang konsisten membantu audiens mengenali dan memahami karakter brand. Karena itu, peserta mempelajari cara menjaga keselarasan pesan, identitas, konten, dan pengalaman di berbagai titik interaksi.
Selain itu, peserta memahami hubungan antara komunikasi brand dan reputasi. Peserta kemudian berlatih mengidentifikasi potensi kesenjangan antara pesan yang disampaikan perusahaan dan persepsi yang berkembang di masyarakat.
Materi:
- Brand consistency.
- Konsistensi identitas visual dan verbal.
- Konsistensi pesan.
- Konsistensi pengalaman.
- Brand reputation.
- Persepsi stakeholder.
- Monitoring percakapan publik.
- Respons terhadap isu komunikasi brand.
Praktik:
Peserta menganalisis konsistensi komunikasi sebuah brand.
Output:
Brand Consistency & Reputation Checklist.
Sesi 8. Strategic Brand Communication Plan
Pada sesi terakhir, peserta mengintegrasikan seluruh materi menjadi satu rencana komunikasi brand. Rencana tersebut menghubungkan tujuan, audiens, positioning, pesan, cerita, kanal, aktivitas, dan indikator keberhasilan.
Selanjutnya, peserta mempresentasikan strategi yang telah mereka susun. Fasilitator memberikan umpan balik agar peserta dapat memperbaiki strategi dan menyesuaikannya dengan kebutuhan organisasi.
Materi:
- Menentukan tujuan komunikasi brand.
- Menentukan target audiens.
- Menetapkan brand positioning.
- Menyusun pesan utama.
- Menentukan kanal komunikasi.
- Menyusun aktivitas komunikasi.
- Menentukan communication KPI.
- Menyusun jadwal komunikasi.
- Evaluasi dan perbaikan strategi.
Praktik:
Workshop penyusunan dan presentasi Strategic Brand Communication Plan.
Output:
Strategic Brand Communication Plan.
Metode Pelatihan
Pelatihan menggunakan komposisi 40% konsep dan 60% praktik. Fasilitator menyampaikan konsep melalui interactive presentation, diskusi, dan studi kasus yang relevan dengan kebutuhan komunikasi brand.
Selanjutnya, peserta menerapkan konsep melalui workshop, analisis brand, simulasi, role play, problem solving, dan presentasi. Setiap latihan menghasilkan bagian dari strategi komunikasi yang peserta kembangkan selama pelatihan.
Metode yang digunakan meliputi:
- Interactive presentation.
- Studi kasus.
- Analisis brand.
- Diskusi kelompok.
- Workshop.
- Simulasi.
- Role play.
- Problem solving.
- Peer review.
- Presentasi hasil kerja.
Outcome Pelatihan
Setelah mengikuti pelatihan, peserta mampu menghubungkan strategi komunikasi dengan proses pembangunan brand secara lebih terarah. Peserta juga memiliki perangkat kerja untuk memahami audiens, menentukan positioning, menyusun pesan, mengembangkan cerita, memilih kanal, dan mengevaluasi komunikasi brand.
Peserta menghasilkan:
- Brand Communication Issue Map.
- Audience & Brand Positioning Map.
- Brand Message Framework.
- Brand Story & Content Framework.
- Strategic Communication Channel Plan.
- Brand Touchpoint & Experience Map.
- Brand Consistency & Reputation Checklist.
- Strategic Brand Communication Plan.
Dengan demikian, peserta memiliki kerangka kerja yang dapat digunakan untuk membangun komunikasi brand secara konsisten, relevan, dan terintegrasi.









Ulasan
Belum ada ulasan.