- Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan karyawan FIF Group dalam menyampaikan data dan pesan bisnis secara visual dan naratif. Peserta dibekali pendekatan praktis agar komunikasi lebih mudah dipahami dan berdampak.
- Program pelatihan menghadirkan Ujang Rusdianto, S.I.Kom., M.IKom., sebagai trainer. Materi disampaikan secara aplikatif dan relevan dengan kebutuhan komunikasi korporasi modern.
- Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan FIF Group dalam memperkuat kompetensi karyawan. Urways Indonesia berperan sebagai lembaga pelatihan yang merancang program sesuai kebutuhan industri.
BSD — Urways Indonesia menyelenggarakan pelatihan Digital Visualization dan Storytelling bagi karyawan FIF Group pada 17–18 Desember 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Sapphire Sky, BSD, dan diikuti oleh peserta dari berbagai unit kerja FIF Group.
Pelatihan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan perusahaan terhadap kemampuan komunikasi digital yang semakin strategis. Di era berbasis data, penyampaian informasi tidak hanya dituntut akurat, tetapi juga harus menarik dan mudah dipahami oleh pemangku kepentingan internal maupun eksternal.
Visualisasi Digital
Pada sesi ini, peserta diperkenalkan dengan konsep dasar visualisasi informasi dalam konteks bisnis. Materi difokuskan pada cara mengubah data kompleks menjadi tampilan visual yang ringkas dan informatif. Dengan demikian, pesan utama dapat diterima lebih cepat oleh audiens.
Selain itu, peserta mempelajari prinsip pemilihan elemen visual yang tepat. Warna, grafik, dan tata letak dibahas secara praktis agar selaras dengan tujuan komunikasi. Pendekatan ini membantu peserta menghindari visual yang berlebihan dan tidak relevan.
Melalui latihan langsung, peserta diajak menyusun visualisasi data berbasis kasus nyata. Hasilnya, peserta dapat memahami bagaimana visual yang tepat mampu memperkuat pesan bisnis.
Teknik Storytelling
Sesi storytelling menekankan pentingnya narasi dalam komunikasi korporasi. Peserta dilatih menyusun alur cerita yang logis dan persuasif, khususnya dalam presentasi dan laporan digital. Storytelling diposisikan sebagai alat untuk membangun pemahaman dan keterlibatan audiens.
Trainer pelatihan, Ujang Rusdianto, menyampaikan bahwa data yang kuat perlu didukung oleh cerita yang tepat. “Visual yang baik akan lebih bermakna jika disertai narasi yang jelas dan terarah. Storytelling membantu audiens memahami konteks dan tujuan pesan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa storytelling bukan sekadar bercerita. Sebaliknya, storytelling adalah strategi komunikasi yang membantu perusahaan menyampaikan nilai, pesan, dan keputusan secara lebih efektif.
Kolaborasi Strategis
Pelatihan ini menjadi wujud kolaborasi strategis antara FIF Group dan Urways Indonesia dalam pengembangan sumber daya manusia. Program dirancang agar peserta dapat langsung mengaplikasikan materi dalam aktivitas kerja sehari-hari. Dengan begitu, hasil pelatihan tidak berhenti pada tataran konseptual.
Urways Indonesia sebagai lembaga pelatihan menegaskan komitmennya dalam menghadirkan program yang relevan dengan tantangan komunikasi bisnis saat ini. Pelatihan ini disusun berdasarkan kebutuhan organisasi yang menghadapi percepatan transformasi digital.
Salah satu peserta menilai bahwa pelatihan ini memberikan sudut pandang baru dalam menyampaikan informasi. Menurutnya, pendekatan visual dan storytelling membantu pesan bisnis menjadi lebih jelas dan mudah diterima.
Nisa Dwi Saputri
Business Operation Manager
Urways Indonesia
📧 urwaysindonesia@gmail.com
📞 +62 819 1534 6688
📍 Ruko Layan No. R8, Villa Rizki Insaani,
Jl. H. Samaun, Pagedangan, Tangerang,
Banten 15820



