Stakeholder Assessment and Mapping

Rentang harga: Rp4,000,000 hingga Rp6,500,000

Persoalan komunitas terus berkembang mengikuti perubahan ekonomi, sosial, teknologi, dan lingkungan. Karena itu, pendekatan pembangunan komunitas membutuhkan kemampuan untuk memahami persoalan secara kontekstual serta menemukan solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Dalam praktiknya, program komunitas sering menghadapi tantangan ketika organisasi menentukan solusi tanpa memahami pengalaman dan kapasitas masyarakat secara memadai. Kondisi tersebut dapat membatasi partisipasi, mengurangi rasa memiliki, dan menyulitkan keberlanjutan program. Oleh sebab itu, inovasi sosial perlu menempatkan komunitas sebagai bagian penting dalam proses identifikasi masalah, pengembangan solusi, implementasi, dan evaluasi.

Pelatihan ini membantu peserta memahami proses pengembangan inovasi sosial yang berorientasi pada kebutuhan komunitas. Selanjutnya, peserta mempraktikkan pemetaan masalah, identifikasi stakeholder, co-creation, pengembangan solusi, perancangan model program, serta pengukuran dampak sosial. Melalui workshop, diskusi, simulasi, dan studi kasus, peserta menghasilkan rancangan inovasi sosial yang dapat dikembangkan dalam konteks organisasi maupun komunitas.

Stakeholder Assessment and Mapping

Durasi: 2 Hari | 8 Sesi
Level: Intermediate to Advanced
Komposisi: 40% Konsep | 60% Praktik
Metode: Interactive Presentation, Case Study, Workshop, Stakeholder Mapping, Role Play, Simulation

Mengapa Mengikuti Pelatihan Ini?

Stakeholder memiliki tingkat kepentingan, pengaruh, kebutuhan, ekspektasi, dan sikap yang berbeda terhadap organisasi maupun proyek. Perbedaan tersebut memengaruhi dukungan, keputusan, akses informasi, potensi konflik, serta keberlanjutan hubungan organisasi dengan stakeholder.

Melalui Stakeholder Assessment and Mapping, peserta mempelajari cara mengubah informasi stakeholder menjadi analisis yang dapat digunakan untuk menentukan prioritas dan strategi engagement. Peserta juga berlatih menggunakan berbagai perangkat analisis sehingga hasil assessment dapat digunakan dalam pengambilan keputusan dan penyusunan strategi komunikasi.

Sasaran Peserta

  • Project Manager dan Project Coordinator
  • Project Management Office
  • Corporate Communication
  • Corporate Affairs
  • Public Relations
  • Government Relations
  • Community Relations
  • CSR atau TJSL
  • Sustainability
  • External Relations
  • Business Development
  • Partnership
  • Public Affairs
  • Manager dan Supervisor yang mengelola hubungan stakeholder

Tujuan Pelatihan

Setelah mengikuti pelatihan, peserta mampu:

  1. Mengidentifikasi stakeholder yang relevan dengan organisasi, proyek, atau program.
  2. Mengumpulkan informasi stakeholder secara sistematis.
  3. Menilai tingkat kepentingan, pengaruh, kekuatan, dan kebutuhan stakeholder.
  4. Menganalisis ekspektasi, persepsi, dan sikap stakeholder.
  5. Menggunakan berbagai teknik stakeholder mapping.
  6. Menentukan tingkat prioritas stakeholder berdasarkan hasil assessment.
  7. Menganalisis hubungan antarpihak dan potensi konflik kepentingan.
  8. Mengidentifikasi risiko yang berkaitan dengan stakeholder.
  9. Menyusun strategi engagement berdasarkan hasil pemetaan.
  10. Menghasilkan Stakeholder Assessment and Mapping Report.

Materi Hari 1

Sesi 1. Stakeholder Assessment Fundamentals

Materi

  • Konsep stakeholder assessment
  • Peran stakeholder dalam organisasi dan proyek
  • Stakeholder internal dan eksternal
  • Kepentingan stakeholder terhadap organisasi
  • Pengaruh stakeholder terhadap keputusan
  • Kebutuhan dan ekspektasi stakeholder
  • Persepsi dan sikap stakeholder
  • Dukungan, netralitas, dan resistensi
  • Informasi yang diperlukan dalam assessment
  • Prinsip objektivitas dalam stakeholder assessment

Praktik

Stakeholder Assessment Exercise

Peserta mengidentifikasi stakeholder dari kasus organisasi atau proyek yang diberikan, kemudian menentukan informasi utama yang perlu dikumpulkan.

Output

Initial Stakeholder Assessment Sheet

Sesi 2. Stakeholder Identification and Profiling

Materi

  • Teknik identifikasi stakeholder
  • Stakeholder Register
  • Stakeholder profiling
  • Identifikasi stakeholder langsung dan tidak langsung
  • Struktur organisasi dan rantai pengaruh
  • Brainstorming
  • Document review
  • Interview dan observasi
  • Informasi formal dan informal
  • Validasi data stakeholder
  • Pembaruan profil stakeholder

Praktik

Stakeholder Identification Workshop

Peserta menyusun daftar stakeholder berdasarkan studi kasus yang diberikan dan mengembangkan profil setiap stakeholder.

Output

Stakeholder Register and Profile

Sesi 3. Stakeholder Power, Interest and Influence Assessment

Materi

  • Stakeholder power
  • Stakeholder interest
  • Stakeholder influence
  • Hubungan antara kekuatan dan pengaruh
  • Power Interest Grid
  • Interest Influence Matrix
  • Influence Impact Matrix
  • Stakeholder dengan pengaruh tinggi
  • Stakeholder dengan kepentingan tinggi
  • Stakeholder dengan pengaruh tidak langsung
  • Perubahan posisi stakeholder sepanjang siklus proyek

Praktik

Power, Interest and Influence Mapping Workshop

Peserta memetakan stakeholder berdasarkan tingkat power, interest, dan influence.

Output

Stakeholder Power and Influence Map

Sesi 4. Stakeholder Needs, Expectations and Attitude Assessment

Materi

  • Analisis kebutuhan stakeholder
  • Analisis ekspektasi stakeholder
  • Persepsi stakeholder
  • Sikap stakeholder terhadap organisasi atau proyek
  • Supportive, neutral, dan resistant stakeholders
  • Expectation Gap
  • Needs Gap
  • Teknik stakeholder interview
  • Active listening
  • Pertanyaan eksploratif
  • Identifikasi informasi eksplisit dan implisit
  • Interpretasi hasil assessment

Praktik

Stakeholder Needs and Attitude Assessment

Peserta melakukan simulasi interview stakeholder untuk menggali kebutuhan, ekspektasi, persepsi, dan sikap.

Output

Stakeholder Needs and Attitude Profile

Materi Hari 2

Sesi 5. Stakeholder Mapping and Prioritization

Materi

  • Konsep stakeholder mapping
  • Tujuan pemetaan stakeholder
  • Stakeholder prioritization
  • Stakeholder Salience
  • Power
  • Legitimacy
  • Urgency
  • Salience Model
  • Stakeholder Priority Matrix
  • Penentuan tingkat perhatian
  • Perubahan prioritas stakeholder
  • Hubungan antara assessment, mapping, dan engagement

Praktik

Stakeholder Mapping and Prioritization Workshop

Peserta menggabungkan hasil assessment hari pertama untuk menentukan posisi dan prioritas stakeholder.

Output

Stakeholder Priority and Mapping Matrix

Sesi 6. Stakeholder Relationship and Conflict Mapping

Materi

  • Analisis hubungan antarpihak
  • Tingkat kedekatan stakeholder
  • Hubungan dukungan dan resistensi
  • Stakeholder relationship mapping
  • Identifikasi kelompok dan koalisi stakeholder
  • Kepentingan yang saling beririsan
  • Kepentingan yang berpotensi bertentangan
  • Sumber potensi konflik
  • Pengaruh langsung dan tidak langsung
  • Conflict mapping
  • Analisis dinamika hubungan stakeholder

Praktik

Stakeholder Relationship and Conflict Mapping

Peserta membuat peta hubungan stakeholder dan mengidentifikasi potensi konflik berdasarkan kepentingan serta pengaruh masing-masing pihak.

Output

Stakeholder Relationship and Conflict Map

Sesi 7. Stakeholder Risk Assessment and Engagement Priorities

Materi

  • Konsep stakeholder risk
  • Identifikasi risiko yang berasal dari stakeholder
  • Resistensi stakeholder
  • Perubahan ekspektasi
  • Konflik kepentingan
  • Keterlambatan keputusan
  • Risiko komunikasi
  • Risiko reputasi yang berkaitan dengan stakeholder
  • Likelihood and impact assessment
  • Stakeholder Risk Matrix
  • Early warning signals
  • Prioritas mitigasi
  • Hubungan risiko dengan strategi engagement

Praktik

Stakeholder Risk Assessment Workshop

Peserta mengidentifikasi risiko stakeholder, menilai tingkat risikonya, menentukan prioritas, dan menyusun respons engagement.

Output

Stakeholder Risk and Engagement Matrix

Sesi 8. Integrated Stakeholder Assessment and Mapping Simulation

Materi

  • Integrasi hasil stakeholder identification
  • Integrasi stakeholder profiling
  • Integrasi power-interest analysis
  • Integrasi influence analysis
  • Integrasi needs dan attitude assessment
  • Integrasi salience analysis
  • Integrasi relationship mapping
  • Integrasi conflict mapping
  • Integrasi stakeholder risk assessment
  • Penentuan stakeholder priorities
  • Penyusunan Stakeholder Assessment Report
  • Pemanfaatan hasil assessment untuk pengambilan keputusan

Praktik

Integrated Stakeholder Assessment and Mapping Simulation

Peserta menyelesaikan satu kasus secara menyeluruh mulai dari identifikasi stakeholder hingga penyusunan prioritas engagement.

Peserta mempresentasikan hasil pemetaan dan menjelaskan dasar analisis setiap keputusan.

Output

Integrated Stakeholder Assessment and Mapping Report

Metode Pelatihan

Pelatihan menggunakan pendekatan learning by doing agar peserta langsung menerapkan konsep pada situasi organisasi atau proyek.

Metode yang digunakan:

  • Interactive Presentation
  • Case Study
  • Stakeholder Identification Workshop
  • Stakeholder Assessment Workshop
  • Stakeholder Mapping
  • Power and Interest Analysis
  • Influence Analysis
  • Relationship Mapping
  • Conflict Mapping
  • Role Play
  • Simulation
  • Group Discussion
  • Peer Review
  • Facilitator Feedback
  • Action Planning

Evaluasi Peserta

Evaluasi dilakukan melalui:

  • Pre-Test
  • Stakeholder Identification Exercise
  • Stakeholder Assessment
  • Stakeholder Mapping Workshop
  • Power and Influence Analysis
  • Relationship and Conflict Mapping
  • Stakeholder Risk Assessment
  • Integrated Simulation
  • Group Presentation
  • Post-Test
  • Action Plan

Output Pelatihan

Peserta menghasilkan perangkat kerja:

  1. Stakeholder Assessment Sheet
  2. Stakeholder Register and Profile
  3. Stakeholder Power and Influence Map
  4. Stakeholder Needs and Attitude Profile
  5. Stakeholder Priority and Mapping Matrix
  6. Stakeholder Relationship and Conflict Map
  7. Stakeholder Risk and Engagement Matrix
  8. Integrated Stakeholder Assessment and Mapping Report

Hasil yang Diharapkan

Setelah mengikuti program, peserta memiliki kemampuan untuk melakukan stakeholder assessment secara sistematis, membaca posisi setiap stakeholder, memahami pola pengaruh dan kepentingannya, serta menerjemahkan hasil pemetaan menjadi dasar pengambilan keputusan.

Peserta juga memiliki seperangkat stakeholder mapping tools yang dapat digunakan untuk proyek, program CSR atau TJSL, komunikasi perusahaan, community engagement, government relations, sustainability, dan pengelolaan hubungan stakeholder lainnya.

LOKASI

TANGERANG, JAKARTA, ONLINE

TANGGAL

6–7 Oktober, 3–4 November, 8–9 Desember

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Stakeholder Assessment and Mapping”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *