, ,

Strategic Map for Crisis Communication

Rentang harga: Rp3,750,000.00 hingga Rp5,950,000.00

Pelatihan Strategic Map for Crisis Communication untuk meningkatkan kemampuan menyusun peta strategis komunikasi krisis, stakeholder management, crisis communication planning, risk communication, dan crisis recovery management.

Guaranteed Safe Checkout

Tentang Program

Strategic Map for Crisis Communication Training membantu organisasi membangun sistem komunikasi krisis yang terintegrasi dengan manajemen risiko, strategi bisnis, dan tujuan organisasi. Seiring meningkatnya kompleksitas risiko, percepatan arus informasi, serta tingginya ekspektasi stakeholder, organisasi memerlukan pendekatan yang mampu menghubungkan kesiapsiagaan, respons komunikasi, proses pemulihan, dan pengukuran kinerja dalam satu kerangka strategis. Oleh karena itu, program ini mengadopsi pendekatan Balanced Scorecard dan Strategic Mapping dengan komposisi 40% konsep dan 60% praktik sehingga peserta mampu menyusun strategic map yang dapat diterapkan sebagai dasar pengambilan keputusan, pengelolaan stakeholder, serta peningkatan kesiapsiagaan organisasi.

Mengapa Mengikuti Pelatihan Ini?

Komunikasi krisis berperan penting dalam menjaga stabilitas organisasi ketika menghadapi situasi yang berpotensi mengganggu reputasi, operasional, maupun keberlangsungan bisnis. Selain membantu organisasi merespons krisis secara cepat, komunikasi yang terencana juga memperkuat kepercayaan stakeholder, mengurangi dampak reputasi, serta mempercepat proses pemulihan. Di sisi lain, banyak organisasi telah memiliki prosedur manajemen risiko, namun belum menghubungkan komunikasi krisis dengan sasaran strategis organisasi. Oleh sebab itu, perusahaan memerlukan strategic map yang mampu mengintegrasikan perspektif keuangan, stakeholder, proses internal, serta pembelajaran organisasi dalam satu kerangka kerja yang terukur.

Melalui pelatihan ini, peserta akan mampu:

  • Mengembangkan Strategic Map for Crisis Communication yang selaras dengan tujuan organisasi.
  • Menghubungkan komunikasi krisis dengan manajemen risiko dan business continuity.
  • Menentukan sasaran strategis berdasarkan perspektif keuangan, stakeholder, proses, serta pembelajaran organisasi.
  • Menyusun crisis stakeholder mapping berdasarkan tingkat risiko dan prioritas komunikasi.
  • Mengembangkan strategi komunikasi pada fase persiapan, respons, dan pemulihan krisis.
  • Menentukan Key Performance Indicators (KPI) untuk mengukur efektivitas komunikasi krisis.
  • Mengembangkan communication dashboard sebagai dasar evaluasi dan pengambilan keputusan.
  • Membangun strategi pemulihan kepercayaan stakeholder setelah krisis.
  • Menyusun action plan peningkatan kesiapsiagaan komunikasi krisis di organisasi.

Siapa yang Harus Mengikuti?

Program ini sesuai bagi pimpinan maupun profesional yang memiliki tanggung jawab dalam pengelolaan risiko, komunikasi organisasi, keberlangsungan bisnis, dan reputasi perusahaan, antara lain:

  • Corporate Communication Manager
  • Public Relations Manager
  • Corporate Secretary
  • Risk Management Officer
  • Business Continuity Officer
  • Tim Crisis Management
  • Human Capital Manager
  • Internal Communication Officer
  • Stakeholder Relations Officer
  • CSR Manager
  • Project Director
  • General Manager
  • Profesional yang terlibat dalam pengelolaan risiko, reputasi, dan komunikasi organisasi.

Apa yang Akan Anda Pelajari?

Pelatihan berlangsung selama 2 hari dengan pendekatan 40% konsep dan 60% praktik. Selama program berlangsung, peserta mengembangkan strategic map melalui studi kasus, simulasi, diskusi, analisis stakeholder, serta penyusunan strategi yang dapat langsung diterapkan di organisasi.

Hari Pertama – Strategic Foundation of Crisis Communication

Pada hari pertama, peserta membangun fondasi komunikasi krisis sebagai bagian dari strategi organisasi. Selanjutnya, peserta mempelajari hubungan antara manajemen risiko, komunikasi, dan keberlangsungan bisnis. Selain itu, peserta mulai menyusun kerangka strategic map yang menjadi dasar pengelolaan komunikasi krisis.

Peserta akan mempelajari cara:

  • Menganalisis peran komunikasi krisis dalam menjaga keberlangsungan organisasi.
  • Menghubungkan komunikasi krisis dengan manajemen risiko dan stabilitas organisasi.
  • Mengidentifikasi dampak krisis terhadap reputasi, operasional, dan kinerja organisasi.
  • Memahami konsep Strategic Map dan penerapannya dalam komunikasi krisis.
  • Mengadaptasi pendekatan Balanced Scorecard untuk pengelolaan komunikasi krisis.
  • Menentukan sasaran strategis berdasarkan hubungan sebab-akibat dalam strategic map.
  • Menyusun crisis stakeholder mapping berdasarkan tingkat risiko dan prioritas komunikasi.
  • Menganalisis kebutuhan informasi stakeholder selama krisis.
  • Mengembangkan strategi komunikasi bagi stakeholder internal maupun eksternal.
  • Mengukur tingkat kepercayaan dan kepuasan stakeholder selama krisis.
  • Menganalisis praktik terbaik penanganan komunikasi krisis dari perusahaan nasional maupun global.

Hari Kedua – Building the Strategic Map for Crisis Communication

Pada hari kedua, peserta menyusun strategic map yang mengintegrasikan seluruh fase komunikasi krisis. Selain itu, peserta mengembangkan indikator kinerja, mengukur nilai strategis komunikasi, serta menyusun peta pengembangan kapasitas organisasi. Pada akhirnya, peserta menghasilkan strategic map yang siap diterapkan sebagai bagian dari sistem manajemen organisasi.

Peserta akan mempelajari cara:

  • Mengembangkan Crisis Communication Process Framework yang terstruktur.
  • Menyusun strategi komunikasi pada fase persiapan (Preparatory Phase).
  • Mengembangkan crisis communication protocol dan sistem kesiapsiagaan organisasi.
  • Menyusun strategi komunikasi pada fase respons (Implementation Phase).
  • Mengelola informasi dan koordinasi lintas fungsi selama krisis.
  • Mengembangkan strategi komunikasi pada fase pemulihan (Recovery Phase).
  • Menyusun strategi pemulihan kepercayaan stakeholder setelah krisis.
  • Mengukur kontribusi komunikasi terhadap stabilitas organisasi melalui perspektif keuangan.
  • Mengembangkan Crisis Communication Value Dashboard sebagai alat evaluasi.
  • Menyusun Learning and Growth Roadmap untuk meningkatkan kapabilitas komunikasi krisis.
  • Mengembangkan Strategic Map for Crisis Communication yang terintegrasi dengan strategi organisasi.

Durasi Pelatihan

Program berlangsung selama 2 hari (16 jam pembelajaran). Selama pelatihan, peserta mengikuti pembelajaran melalui presentasi interaktif, studi kasus, simulasi, diskusi, serta praktik penyusunan strategic map. Dengan pendekatan tersebut, peserta memperoleh pengalaman belajar yang aplikatif sehingga mampu mengembangkan sistem komunikasi krisis yang lebih terstruktur dan terukur.

Lokasi dan Format Pelatihan

Kami menyediakan beberapa pilihan pelaksanaan pelatihan agar organisasi dapat menyesuaikannya dengan kebutuhan peserta.

Tatap Muka

Pelatihan tatap muka tersedia di:

  • Jakarta – Hotel Amaris Mampang Prapatan
  • Tangerang – Hotel Amaris BSD Serpong

Online Training

Selain pelaksanaan tatap muka, peserta juga dapat mengikuti Online Training melalui platform virtual interaktif. Dengan format tersebut, peserta tetap memperoleh pengalaman belajar yang setara, termasuk diskusi, simulasi, analisis studi kasus, dan penyusunan strategic map.

Di samping itu, kami juga menyediakan In-House Training dan Corporate Training yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan organisasi.

Metode Pelatihan

Agar proses pembelajaran berlangsung secara efektif, program memadukan berbagai metode pembelajaran. Dengan demikian, peserta memperoleh pemahaman strategis sekaligus pengalaman praktis yang mendukung implementasi komunikasi krisis di organisasi.

Metode yang digunakan meliputi:

  • Presentasi interaktif.
  • Studi kasus krisis perusahaan nasional dan internasional.
  • Diskusi kelompok.
  • Simulasi komunikasi krisis.
  • Role play pengambilan keputusan.
  • Workshop penyusunan Strategic Map for Crisis Communication.
  • Action learning.
  • Pre-test dan post-test.
  • Presentasi hasil implementasi.

Apa yang Akan Anda Dapatkan?

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta memperoleh kompetensi, framework, dan perangkat kerja yang dapat langsung digunakan untuk memperkuat sistem komunikasi krisis organisasi. Selain itu, peserta juga memperoleh berbagai template yang mendukung proses perencanaan, implementasi, serta evaluasi komunikasi krisis secara berkelanjutan.

Kompetensi

  • Mengembangkan Strategic Map for Crisis Communication yang selaras dengan strategi organisasi.
  • Menghubungkan komunikasi krisis dengan manajemen risiko dan business continuity.
  • Mengembangkan strategi komunikasi berdasarkan fase persiapan, respons, dan pemulihan.
  • Mengelola komunikasi stakeholder selama krisis.
  • Mengukur efektivitas komunikasi menggunakan KPI dan dashboard.
  • Mengembangkan sistem pembelajaran organisasi untuk meningkatkan kesiapsiagaan krisis.

Deliverables

Peserta akan memperoleh:

  • Strategic Map Framework.
  • Crisis Communication Objective Matrix.
  • Crisis Stakeholder Mapping Matrix.
  • Stakeholder Communication Priority Framework.
  • Crisis Communication Process Map.
  • Strategic Map for Crisis Communication.
  • Crisis Communication Value Dashboard.
  • Crisis Communication Capability Roadmap.

Fasilitas Pelatihan

  • Modul pelatihan.
  • Sertifikat pelatihan.
  • Strategic Map Template.
  • Crisis Communication Toolkit.
  • Dokumentasi pelatihan.
  • Laporan pelatihan untuk HR atau perusahaan.
  • Coffee break dan makan siang untuk kelas tatap muka.

Hubungi Kami Jika Anda Memerlukan Bantuan

Apabila Anda memerlukan informasi mengenai jadwal Public Training, In-House Training, maupun Corporate Training, tim Urways Indonesia siap membantu memberikan rekomendasi program yang sesuai dengan kebutuhan organisasi. Selain itu, kami juga dapat menyesuaikan materi pelatihan berdasarkan tingkat risiko, karakteristik industri, maupun kebutuhan pengembangan sistem komunikasi krisis sehingga hasil pelatihan memberikan manfaat yang lebih optimal bagi organisasi.

WhatsApp
0819-1534-6688

Email
urwaysindonesia@gmail.com

LOKASI

JAKARTA, TANGERANG, ONLINE

TANGGAL

21–22 Juli 2026, 18–19 Agustus 2026, 15–16 September 2026, 20–21 Oktober 2026, 17–18 November 2026, 15–16 Desember 2026

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Strategic Map for Crisis Communication”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *