Strategic Map for Crisis Communication Training
Kode: CC-CR05
Durasi: 2 Hari | 16 Jam Pembelajaran
Lokasi: Jakarta / Tangerang / Online Training
Level: Advanced
A. Tentang Program
Strategic Map for Crisis Communication Training membantu organisasi mengintegrasikan komunikasi krisis dengan manajemen risiko, strategi bisnis, dan tujuan organisasi.
Kompleksitas risiko terus berkembang. Pada saat yang sama, arus informasi bergerak semakin cepat dan stakeholder menuntut respons yang semakin responsif. Karena itu, organisasi membutuhkan kerangka strategis yang menghubungkan kesiapsiagaan, respons komunikasi, pemulihan, dan evaluasi kinerja.
Program ini menggunakan pendekatan Balanced Scorecard dan Strategic Mapping. Peserta mempelajari konsep sekaligus mengembangkan perangkat kerja melalui komposisi 40% konsep dan 60% praktik.
Selama pelatihan, peserta menganalisis risiko dan stakeholder. Selanjutnya, peserta menyusun sasaran strategis, Crisis Communication Process Map, Strategic Map, Key Performance Indicators (KPI), serta communication dashboard.
Dengan demikian, peserta dapat mengembangkan Strategic Map for Crisis Communication sebagai dasar pengambilan keputusan, pengelolaan stakeholder, dan peningkatan kesiapsiagaan organisasi.
B. Mengapa Mengikuti Pelatihan Ini?
Komunikasi krisis membantu organisasi menjaga stabilitas ketika krisis mengancam reputasi, operasional, atau keberlangsungan bisnis. Karena itu, organisasi perlu menempatkan komunikasi sebagai bagian dari strategi manajemen krisis.
Komunikasi yang terencana membantu organisasi merespons informasi secara cepat dan konsisten. Selain itu, strategi komunikasi yang tepat dapat memperkuat kepercayaan stakeholder dan mendukung proses pemulihan.
Di sisi lain, organisasi sering memiliki prosedur manajemen risiko tanpa menghubungkannya dengan strategi komunikasi krisis. Kondisi tersebut dapat menciptakan kesenjangan antara risk management, crisis response, dan kebutuhan informasi stakeholder.
Program ini membantu peserta membangun hubungan tersebut melalui Strategic Map for Crisis Communication. Peserta menghubungkan perspektif keuangan, stakeholder, proses internal, serta learning and growth dalam satu kerangka strategis.
Melalui pelatihan ini, peserta mampu:
- Mengembangkan Strategic Map for Crisis Communication yang selaras dengan tujuan organisasi
- Menghubungkan komunikasi krisis dengan manajemen risiko dan business continuity
- Menentukan sasaran strategis berdasarkan perspektif keuangan, stakeholder, proses internal, serta pembelajaran organisasi
- Menyusun crisis stakeholder mapping berdasarkan tingkat risiko dan prioritas komunikasi
- Mengembangkan strategi komunikasi pada fase persiapan, respons, dan pemulihan krisis
- Menentukan Key Performance Indicators (KPI) untuk mengukur efektivitas komunikasi krisis
- Mengembangkan communication dashboard sebagai dasar evaluasi dan pengambilan keputusan
- Menyusun strategi pemulihan kepercayaan stakeholder setelah krisis
- Mengembangkan action plan untuk meningkatkan kesiapsiagaan komunikasi krisis
C. Siapa yang Harus Mengikuti?
Program Strategic Map for Crisis Communication Training sesuai bagi pimpinan dan profesional yang menangani risiko, komunikasi, reputasi, serta keberlangsungan bisnis.
- Corporate Communication Manager
- Corporate Affairs Manager
- Public Relations Manager
- Corporate Secretary
- Risk Management Officer
- Business Continuity Officer
- Tim Crisis Management
- Human Capital Manager
- Internal Communication Officer
- Stakeholder Relations Officer
- CSR Manager
- Project Director
- General Manager
- Profesional yang terlibat dalam pengelolaan risiko, reputasi, dan komunikasi organisasi
D. Apa yang Akan Anda Pelajari?
Program berlangsung selama 2 hari dengan komposisi 40% konsep dan 60% praktik. Selama pelatihan, peserta mengembangkan strategic map melalui case study, simulasi, diskusi, analisis stakeholder, dan strategy workshop.
DAY 1 — Strategic Foundation of Crisis Communication
Hari pertama membangun fondasi komunikasi krisis sebagai bagian dari strategi organisasi. Peserta mempelajari hubungan antara manajemen risiko, komunikasi, dan business continuity.
Selanjutnya, peserta mulai menyusun kerangka strategic map. Peserta juga menganalisis kebutuhan stakeholder dan menentukan prioritas komunikasi.
Module 1 — Crisis Communication & Strategic Context
Peserta mempelajari posisi komunikasi krisis dalam sistem manajemen organisasi.
- Menganalisis peran komunikasi krisis dalam menjaga keberlangsungan organisasi
- Menghubungkan komunikasi krisis dengan manajemen risiko dan stabilitas organisasi
- Mengidentifikasi dampak krisis terhadap reputasi, operasional, dan kinerja organisasi
- Mengidentifikasi strategic communication challenges dalam situasi krisis
- Menganalisis hubungan antara risiko, krisis, komunikasi, dan keputusan manajemen
Praktik: Crisis Communication Context Analysis
Output: Crisis Communication Strategic Context Matrix
Module 2 — Strategic Map & Balanced Scorecard for Crisis Communication
Setelah memahami konteks, peserta mempelajari cara menggunakan Strategic Mapping untuk komunikasi krisis. Peserta kemudian mengadaptasi perspektif Balanced Scorecard sesuai kebutuhan organisasi.
- Memahami konsep Strategic Map dan penerapannya dalam komunikasi krisis
- Mengadaptasi pendekatan Balanced Scorecard untuk komunikasi krisis
- Menentukan sasaran strategis berdasarkan perspektif keuangan
- Menentukan sasaran berdasarkan perspektif stakeholder
- Menentukan sasaran berdasarkan proses internal
- Menentukan sasaran berdasarkan learning and growth
- Menyusun hubungan sebab-akibat antar sasaran strategis
Praktik: Strategic Objective Mapping Workshop
Output: Crisis Communication Objective Matrix
Module 3 — Crisis Stakeholder Mapping & Communication Priority
Selanjutnya, peserta memetakan stakeholder berdasarkan tingkat risiko dan kebutuhan komunikasi. Analisis ini membantu peserta menentukan prioritas komunikasi selama krisis.
- Mengidentifikasi stakeholder utama dalam situasi krisis
- Memetakan stakeholder berdasarkan tingkat risiko dan pengaruh
- Menganalisis kebutuhan informasi setiap stakeholder
- Menentukan stakeholder communication priorities
- Mengembangkan strategi komunikasi bagi stakeholder internal dan eksternal
- Mengukur kebutuhan kepercayaan dan informasi stakeholder selama krisis
Praktik: Crisis Stakeholder Mapping Workshop
Output: Crisis Stakeholder Mapping Matrix
Module 4 — Crisis Communication Strategy & Best Practice
Pada tahap berikutnya, peserta menganalisis strategi komunikasi krisis dari berbagai organisasi. Peserta kemudian menggunakan temuan tersebut untuk mengembangkan pendekatan yang sesuai dengan konteks organisasi.
- Menganalisis praktik komunikasi krisis perusahaan nasional dan global
- Mengidentifikasi pola strategi komunikasi dalam situasi krisis
- Membandingkan pendekatan komunikasi berdasarkan jenis krisis
- Mengidentifikasi faktor yang memengaruhi efektivitas respons komunikasi
- Menentukan pembelajaran yang relevan bagi organisasi
Praktik: Crisis Communication Case Analysis
Output: Crisis Communication Best Practice Matrix
DAY 2 — Building the Strategic Map for Crisis Communication
Hari kedua berfokus pada pengembangan strategic map secara menyeluruh. Peserta mengintegrasikan fase persiapan, respons, dan pemulihan ke dalam kerangka komunikasi krisis.
Selanjutnya, peserta mengembangkan KPI, value dashboard, dan capability roadmap. Pada akhir sesi, peserta menghasilkan Strategic Map for Crisis Communication yang dapat dikembangkan sesuai sistem manajemen organisasi.
Module 5 — Crisis Communication Process Framework
Peserta menyusun kerangka proses komunikasi krisis yang menghubungkan seluruh tahapan pengelolaan krisis.
- Mengembangkan Crisis Communication Process Framework
- Menyusun strategi komunikasi pada fase persiapan (Preparatory Phase)
- Mengembangkan crisis communication protocol
- Menentukan sistem kesiapsiagaan komunikasi
- Menentukan peran dan koordinasi lintas fungsi
- Menghubungkan komunikasi krisis dengan business continuity
Praktik: Crisis Communication Process Mapping Workshop
Output: Crisis Communication Process Map
Module 6 — Crisis Response & Recovery Communication
Selanjutnya, peserta mengembangkan strategi komunikasi untuk fase respons dan pemulihan. Peserta juga mempelajari koordinasi informasi selama situasi krisis.
- Menyusun strategi komunikasi pada fase respons (Response Phase)
- Mengelola informasi dan koordinasi lintas fungsi selama krisis
- Menentukan prioritas pesan pada situasi krisis
- Mengembangkan strategi komunikasi pada fase pemulihan (Recovery Phase)
- Menyusun strategi pemulihan kepercayaan stakeholder
- Menentukan prioritas komunikasi setelah krisis
Praktik: Crisis Response & Recovery Simulation
Output: Crisis Communication Response & Recovery Framework
Module 7 — Crisis Communication KPI & Value Dashboard
Setelah menyusun strategi, peserta menentukan indikator untuk mengukur kinerja komunikasi krisis. Selanjutnya, peserta mengembangkan dashboard sebagai alat evaluasi manajemen.
- Menentukan KPI komunikasi krisis
- Menghubungkan KPI dengan sasaran strategis
- Mengukur kontribusi komunikasi terhadap stabilitas organisasi
- Menentukan indikator berdasarkan perspektif Balanced Scorecard
- Mengembangkan Crisis Communication Value Dashboard
- Menggunakan dashboard sebagai dasar evaluasi dan pengambilan keputusan
Praktik: Crisis Communication Dashboard Workshop
Output: Crisis Communication Value Dashboard
Module 8 — Strategic Map & Crisis Communication Capability Roadmap
Pada tahap akhir, peserta mengintegrasikan seluruh hasil pembelajaran ke dalam Strategic Map. Peserta kemudian menyusun capability roadmap untuk meningkatkan kesiapsiagaan komunikasi krisis.
- Mengintegrasikan sasaran, proses, KPI, dan inisiatif ke dalam Strategic Map
- Menguji hubungan sebab-akibat antar sasaran strategis
- Mengidentifikasi strategic gaps dalam sistem komunikasi krisis
- Menyusun Learning and Growth Roadmap
- Menentukan prioritas pengembangan kapabilitas
- Mengembangkan Strategic Map for Crisis Communication yang selaras dengan strategi organisasi
Praktik: Strategic Map Development Workshop
Output: Strategic Map for Crisis Communication dan Crisis Communication Capability Roadmap
E. Outcome Pelatihan
Setelah mengikuti program, peserta mampu:
- Menganalisis hubungan komunikasi krisis dengan strategi organisasi
- Menghubungkan komunikasi krisis dengan manajemen risiko dan business continuity
- Menyusun sasaran strategis menggunakan pendekatan Balanced Scorecard
- Memetakan stakeholder berdasarkan risiko, pengaruh, dan kebutuhan komunikasi
- Mengembangkan strategi komunikasi pada fase persiapan, respons, dan pemulihan
- Menyusun Crisis Communication Process Map
- Menentukan KPI komunikasi krisis
- Mengembangkan Crisis Communication Value Dashboard
- Menyusun Strategic Map for Crisis Communication
- Mengembangkan Crisis Communication Capability Roadmap
F. Durasi Pelatihan
2 Hari | 16 Jam Pembelajaran
Hari pertama berfokus pada strategic foundation, manajemen risiko, Balanced Scorecard, strategic mapping, dan stakeholder analysis.
Selanjutnya, hari kedua berfokus pada crisis communication process, strategi respons dan pemulihan, KPI, communication dashboard, serta pengembangan Strategic Map for Crisis Communication.
Pembelajaran menggunakan komposisi 40% konsep dan 60% praktik. Karena itu, peserta memperoleh kesempatan untuk menguji setiap konsep melalui case study, simulasi, diskusi, dan workshop.
G. Format Pelatihan
Tatap Muka
Pelatihan tersedia di Jakarta dan Tangerang.
Jakarta: Hotel Amaris Mampang Prapatan
Tangerang: Hotel Amaris BSD Serpong
Peserta mengikuti case study, diskusi, simulasi, stakeholder mapping, dan strategic map workshop secara langsung.
Online Training
Peserta dapat mengikuti program secara live melalui platform virtual interaktif. Format ini tetap menyediakan diskusi, simulasi, analisis case study, dan penyusunan strategic map.
In-House Training
Untuk in-house training atau lokasi lainnya, silakan hubungi tim Urways Indonesia. Materi dapat disesuaikan dengan tingkat risiko, karakteristik industri, struktur organisasi, dan kebutuhan komunikasi krisis.
H. Metode Pelatihan dan Evaluasi
Metode Pelatihan
Program menggunakan pendekatan learning by doing. Peserta mengembangkan perangkat kerja melalui latihan dan simulasi yang relevan dengan situasi komunikasi krisis.
Metode pembelajaran meliputi:
- Presentasi interaktif
- Case Study krisis perusahaan nasional dan internasional
- Diskusi kelompok
- Simulasi komunikasi krisis
- Role Play pengambilan keputusan
- Strategic Map for Crisis Communication Workshop
- Action Learning
- Individual Exercise
- Group Exercise
- Presentasi hasil kerja
- Peer Review
Porsi praktik mencapai sekitar 60% dari keseluruhan pembelajaran.
Evaluasi
Bagian ini mengukur kemampuan peserta dalam menganalisis risiko, menyusun strategi, dan mengembangkan strategic map.
- Crisis Communication Case Analysis
- Crisis Stakeholder Mapping
- Strategic Objective Mapping
- Crisis Communication Process Mapping
- Crisis Communication Simulation
- Dashboard Development Workshop
- Presentasi Strategic Map
- Peer Review
I. Apa yang Akan Anda Dapatkan?
Peserta memperoleh kompetensi dan perangkat kerja yang dapat digunakan untuk mengembangkan sistem komunikasi krisis organisasi.
Kompetensi
- Mengembangkan Strategic Map for Crisis Communication yang selaras dengan strategi organisasi
- Menghubungkan komunikasi krisis dengan manajemen risiko dan business continuity
- Mengembangkan strategi komunikasi berdasarkan fase persiapan, respons, dan pemulihan
- Mengelola komunikasi stakeholder selama krisis
- Mengukur efektivitas komunikasi menggunakan KPI dan dashboard
- Mengembangkan sistem pembelajaran organisasi untuk meningkatkan kesiapsiagaan krisis
Deliverables
Peserta mengembangkan perangkat kerja berikut selama pelatihan:
- Strategic Map Framework
- Crisis Communication Objective Matrix
- Crisis Stakeholder Mapping Matrix
- Stakeholder Communication Priority Framework
- Crisis Communication Process Map
- Crisis Communication Response & Recovery Framework
- Strategic Map for Crisis Communication
- Crisis Communication Value Dashboard
- Crisis Communication Capability Roadmap
J. Fasilitas Pelatihan
Tatap Muka
- Meeting Room
- 2x Coffee Break
- 1x Lunch
- Modul Pelatihan
- Sertifikat Pelatihan
- Strategic Map Template
- Crisis Communication Toolkit
- Training Kits
- Souvenir
- Dokumentasi
- Laporan pelatihan untuk HR atau perusahaan
Online Training
- Modul Pelatihan
- Sertifikat Pelatihan
- Strategic Map Template
- Crisis Communication Toolkit
- Souvenir
- Dokumentasi
- Laporan pelatihan untuk HR atau perusahaan
Hubungi Kami Jika Anda Memerlukan Bantuan
Memerlukan informasi mengenai jadwal Public Training, In-House Training, atau Corporate Training? Tim Urways Indonesia siap membantu Anda memilih program sesuai kebutuhan organisasi.
Selain itu, kami dapat menyesuaikan materi dengan tingkat risiko, karakteristik industri, struktur organisasi, dan kebutuhan pengembangan sistem komunikasi krisis.
WhatsApp: 0819-1534-6688
Email: urwaysindonesia@gmail.com









Ulasan
Belum ada ulasan.