, ,

Project Communications Management

Rentang harga: Rp3,750,000.00 hingga Rp5,950,000.00

Pelatihan Project Communications Management untuk meningkatkan kemampuan stakeholder communications, project reporting, issue management, change communications, risk communications, dan keberhasilan proyek.

Guaranteed Safe Checkout

Tentang Program

Project Communications Management Training membantu organisasi mengembangkan strategi komunikasi proyek yang terstruktur, terukur, dan selaras dengan tujuan proyek. Seiring meningkatnya kompleksitas proyek, kolaborasi lintas fungsi, serta keterlibatan berbagai stakeholder, komunikasi menjadi faktor yang menentukan keberhasilan pelaksanaan proyek. Oleh karena itu, program ini memadukan 40% konsep dan 60% praktik agar peserta mampu mengelola komunikasi proyek secara efektif sejak tahap perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, hingga penyelesaian proyek.

Mengapa Mengikuti Pelatihan Ini?

Keberhasilan proyek tidak hanya bergantung pada perencanaan, anggaran, maupun kemampuan teknis tim. Sebaliknya, komunikasi yang tidak terkelola dengan baik sering memicu keterlambatan, konflik, perubahan ruang lingkup, hingga menurunkan kepercayaan stakeholder. Di sisi lain, komunikasi yang terencana membantu tim proyek menyelaraskan tujuan, mempercepat pengambilan keputusan, mengurangi risiko, serta meningkatkan kolaborasi selama siklus proyek berlangsung. Oleh sebab itu, setiap organisasi memerlukan strategi Project Communications Management yang mampu memastikan informasi tersampaikan kepada pihak yang tepat, pada waktu yang tepat, dan melalui saluran komunikasi yang tepat.

Melalui pelatihan ini, peserta akan mampu:

  • Menyusun strategi Project Communications Management yang selaras dengan tujuan proyek.
  • Mengembangkan stakeholder communications yang mendukung kolaborasi proyek.
  • Menyusun Project Communication Plan yang sistematis dan terukur.
  • Mengidentifikasi kebutuhan informasi setiap stakeholder proyek.
  • Mengembangkan strategi project reporting untuk mendukung pengambilan keputusan.
  • Mengelola komunikasi isu, perubahan, dan risiko proyek secara profesional.
  • Mengembangkan strategi komunikasi pada situasi kritis selama pelaksanaan proyek.
  • Meningkatkan koordinasi lintas fungsi dan lintas organisasi.
  • Mengukur efektivitas komunikasi proyek menggunakan Key Performance Indicators (KPI) dan dashboard.
  • Menyusun action plan implementasi komunikasi proyek yang dapat diterapkan di organisasi.

Siapa yang Harus Mengikuti?

Program ini sesuai bagi profesional yang memiliki tanggung jawab dalam pengelolaan proyek, koordinasi stakeholder, maupun komunikasi proyek, antara lain:

  • Project Manager
  • Program Manager
  • Project Coordinator
  • Project Officer
  • PMO Officer
  • Corporate Communication Officer
  • Stakeholder Relations Officer
  • Change Management Officer
  • Business Analyst
  • Engineering Project Leader
  • Supervisor dan Manager yang terlibat dalam pengelolaan proyek.
  • Profesional yang bertanggung jawab terhadap komunikasi proyek dan hubungan dengan stakeholder.

Apa yang Akan Anda Pelajari?

Pelatihan berlangsung selama 2 hari dengan pendekatan 40% konsep dan 60% praktik. Selama program berlangsung, peserta mempelajari strategi komunikasi proyek melalui studi kasus, simulasi, diskusi, role play, serta penyusunan dokumen yang dapat langsung diterapkan pada proyek yang sedang maupun akan dijalankan.

Hari Pertama – Strategic Project Communications

Pada hari pertama, peserta membangun fondasi komunikasi proyek yang mendukung koordinasi, kolaborasi, dan tata kelola proyek. Selanjutnya, peserta mempelajari cara merancang strategi komunikasi yang mampu menjaga keselarasan antara tim proyek, manajemen, dan stakeholder.

Peserta akan mempelajari cara:

  • Menganalisis peran komunikasi dalam keberhasilan proyek.
  • Memahami hubungan komunikasi dengan tata kelola (project governance) proyek.
  • Mengidentifikasi tantangan komunikasi pada proyek lintas fungsi dan lintas organisasi.
  • Menyusun Project Stakeholder Mapping berdasarkan tingkat pengaruh dan kepentingan stakeholder.
  • Mengembangkan strategi stakeholder engagement selama siklus proyek.
  • Mengidentifikasi kebutuhan informasi setiap stakeholder proyek.
  • Menyusun Project Communication Plan yang sistematis.
  • Merancang key messages untuk berbagai kelompok stakeholder.
  • Menentukan saluran komunikasi yang sesuai dengan kebutuhan proyek.
  • Mengembangkan project reporting dan executive communications yang mendukung pengambilan keputusan.
  • Menyusun dashboard komunikasi proyek untuk meningkatkan transparansi.
  • Menganalisis praktik terbaik komunikasi proyek dari berbagai sektor industri.

Hari Kedua – Issue, Change, and Risk Communications

Pada hari kedua, peserta mengembangkan strategi komunikasi yang mendukung pengelolaan isu, perubahan, dan risiko proyek. Selain itu, peserta mempelajari cara menjaga koordinasi pada situasi kritis sekaligus meningkatkan efektivitas komunikasi melalui proses evaluasi yang berkelanjutan. Pada akhirnya, peserta menyusun rencana implementasi yang dapat diterapkan dalam pengelolaan proyek.

Peserta akan mempelajari cara:

  • Mengidentifikasi dan memetakan isu strategis yang memengaruhi proyek.
  • Mengembangkan strategi project issue communications.
  • Menentukan prioritas komunikasi berdasarkan tingkat risiko proyek.
  • Mengelola komunikasi saat terjadi konflik proyek.
  • Menyusun strategi change communications untuk mendukung perubahan ruang lingkup proyek.
  • Mengelola resistensi stakeholder terhadap perubahan.
  • Mengembangkan risk communications dan early warning communications.
  • Menyusun strategi komunikasi pada situasi krisis proyek.
  • Mengembangkan komunikasi yang mendukung pemulihan kepercayaan stakeholder.
  • Mengukur efektivitas komunikasi proyek menggunakan KPI, dashboard, dan indikator kepuasan stakeholder.
  • Menyusun Project Communications Action Plan sebagai panduan implementasi di organisasi.

Durasi Pelatihan

Program berlangsung selama 2 hari (16 jam pembelajaran). Selama pelatihan, peserta mengikuti pembelajaran secara bertahap melalui presentasi interaktif, studi kasus, simulasi, role play, diskusi, dan praktik. Dengan pendekatan tersebut, peserta memperoleh pengalaman belajar yang aplikatif sehingga mampu meningkatkan kualitas komunikasi pada setiap tahapan proyek.

Lokasi dan Format Pelatihan

Kami menyediakan beberapa pilihan pelaksanaan pelatihan agar organisasi dapat memilih format yang paling sesuai dengan kebutuhan peserta.

Tatap Muka

Pelatihan tatap muka tersedia di:

  • Jakarta – Hotel Amaris Mampang Prapatan
  • Tangerang – Hotel Amaris BSD Serpong

Online Training

Selain kelas tatap muka, peserta juga dapat mengikuti Online Training melalui platform virtual interaktif. Dengan format tersebut, peserta tetap memperoleh materi, studi kasus, simulasi, diskusi, dan sesi praktik secara optimal.

Di samping itu, kami juga menyediakan In-House Training dan Corporate Training yang dapat disesuaikan dengan karakteristik proyek, kompleksitas organisasi, maupun kebutuhan kompetensi peserta.

Metode Pelatihan

Agar proses pembelajaran berlangsung lebih efektif, program memadukan berbagai metode pembelajaran. Dengan demikian, peserta memperoleh pemahaman konseptual sekaligus pengalaman praktis yang relevan dengan tantangan komunikasi proyek.

Metode yang digunakan meliputi:

  • Presentasi interaktif.
  • Studi kasus proyek nasional dan internasional.
  • Diskusi kelompok.
  • Simulasi komunikasi proyek.
  • Role play dan simulasi stakeholder engagement.
  • Action learning.
  • Pre-test dan post-test.
  • Presentasi hasil implementasi.

Apa yang Akan Anda Dapatkan?

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta memperoleh kompetensi, framework, dan perangkat kerja yang dapat langsung diterapkan dalam pengelolaan komunikasi proyek. Selain itu, setiap peserta juga memperoleh berbagai template yang membantu proses implementasi komunikasi secara lebih sistematis, terukur, dan berkelanjutan.

Kompetensi

  • Menyusun strategi Project Communications Management.
  • Mengembangkan komunikasi stakeholder selama siklus proyek.
  • Menyusun Project Communication Plan.
  • Mengembangkan strategi project reporting untuk manajemen.
  • Mengelola komunikasi isu, perubahan, dan risiko proyek.
  • Mengembangkan komunikasi pada situasi krisis proyek.
  • Mengukur efektivitas komunikasi menggunakan KPI dan dashboard.
  • Menyusun rencana implementasi komunikasi proyek yang berkelanjutan.

Deliverables

Peserta akan memperoleh:

  • Project Stakeholder Mapping Matrix.
  • Stakeholder Communication Framework.
  • Project Communication Plan Template.
  • Executive Project Reporting Framework.
  • Project Issue Management Matrix.
  • Project Change Communication Framework.
  • Risk Communication Toolkit.
  • Project Communications Dashboard.
  • Project Communication Measurement Framework.
  • Project Communications Action Plan.

Fasilitas Pelatihan

  • Modul pelatihan.
  • Sertifikat pelatihan.
  • Template dan worksheet.
  • Dokumentasi pelatihan.
  • Laporan pelatihan untuk HR atau perusahaan.
  • Coffee break dan makan siang untuk kelas tatap muka.

Hubungi Kami Jika Anda Memerlukan Bantuan

Apabila Anda memerlukan informasi mengenai jadwal Public Training, In-House Training, maupun Corporate Training, tim Urways Indonesia siap membantu memberikan rekomendasi program yang sesuai dengan kebutuhan organisasi. Selain itu, kami juga dapat menyesuaikan materi pelatihan berdasarkan jenis proyek, tingkat kompleksitas, maupun tantangan komunikasi yang dihadapi sehingga hasil pelatihan memberikan manfaat yang lebih optimal bagi organisasi.

WhatsApp
0819-1534-6688

Email
urwaysindonesia@gmail.com

LOKASI

JAKARTA, TANGERANG, ONLINE

TANGGAL

8–9 Juli 2026, 12–13 Agustus 2026, 9–10 September 2026, 14–15 Oktober 2026, 11–12 November 2026, 9–10 Desember 2026

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Project Communications Management”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *