Conflict Communication Skills
Kode: CS-26
Level: Intermediate
Durasi: 2 Hari | 12–14 Jam Pembelajaran
Komposisi: 40% Konsep | 60% Praktik
Tatap Muka: Rp5.950.000/peserta
Online Training: Rp4.000.000/peserta
Deskripsi Program
Program ini mengembangkan kemampuan peserta dalam mengelola komunikasi ketika muncul perbedaan kepentingan, persepsi, atau kebutuhan di lingkungan kerja. Peserta mempelajari conflict management, dialogue, negotiation, dan de-escalation untuk menjaga komunikasi tetap produktif.
Selanjutnya, peserta menganalisis sumber konflik, mengenali pola komunikasi yang memperbesar ketegangan, dan memilih pendekatan yang sesuai dengan situasi. Peserta juga mengikuti workshop, simulasi, dan role play untuk mempraktikkan teknik penyelesaian konflik.
Program menggunakan komposisi 40% konsep dan 60% praktik. Dengan demikian, peserta dapat menguji keterampilan komunikasi dalam berbagai skenario konflik profesional.
Tujuan Pelatihan
Setelah mengikuti program, peserta mampu:
- Menjelaskan prinsip dasar komunikasi konflik.
- Mengidentifikasi sumber dan jenis konflik.
- Membedakan fakta, persepsi, kepentingan, dan posisi.
- Menganalisis pola komunikasi yang memicu konflik.
- Mengelola respons emosional dalam percakapan sulit.
- Menggunakan teknik de-escalation.
- Membangun dialog yang konstruktif.
- Menggali kepentingan pihak yang terlibat.
- Menggunakan teknik negosiasi untuk mencari solusi.
- Menyusun kesepakatan dan tindak lanjut.
- Menyusun Conflict Resolution Worksheet.
Materi Pelatihan
Hari 1 — Conflict Analysis & De-escalation
Sesi 1 — Conflict Communication Fundamentals
Peserta memahami konflik sebagai bagian dari interaksi profesional. Instruktur membahas sumber konflik, pola komunikasi, dan faktor yang dapat meningkatkan atau menurunkan ketegangan.
Materi:
- Konsep dasar conflict communication
- Jenis konflik di tempat kerja
- Konflik tugas
- Konflik hubungan
- Konflik kepentingan
- Perbedaan persepsi
- Pola komunikasi dalam konflik
- Dampak konflik terhadap hubungan kerja
Praktik: Conflict Case Analysis
Output: Conflict Situation Analysis Sheet
Sesi 2 — Conflict Mapping & Interest Analysis
Peserta memetakan pihak yang terlibat dalam konflik. Kemudian, peserta mengidentifikasi posisi, kepentingan, kebutuhan, dan kekhawatiran setiap pihak.
Materi:
- Identifikasi pihak yang terlibat
- Position versus interest
- Kepentingan utama
- Kebutuhan pihak terkait
- Perbedaan persepsi
- Sumber ketegangan
- Area kepentingan bersama
Praktik: Conflict Mapping Workshop
Output: Conflict Interest Map
Sesi 3 — De-escalation Communication
Peserta mempelajari teknik untuk menurunkan ketegangan dalam percakapan konflik. Selanjutnya, peserta mempraktikkan cara merespons tanpa memperbesar masalah.
Materi:
- Konsep de-escalation
- Pemicu eskalasi
- Pengelolaan nada bicara
- Active listening
- Teknik klarifikasi
- Validasi perspektif
- Pemilihan kata
- Pengendalian respons
Praktik: De-escalation Role Play
Output: De-escalation Response Sheet
Sesi 4 — Constructive Dialogue
Peserta mengembangkan kemampuan membangun dialog ketika pihak yang terlibat memiliki pandangan berbeda. Peserta kemudian berlatih menyampaikan posisi tanpa menyerang pihak lain.
Materi:
- Prinsip constructive dialogue
- Penyampaian fakta
- Penyampaian perspektif
- Teknik bertanya
- Teknik mendengarkan
- Klarifikasi
- Reframing
- Membangun titik temu
Praktik: Constructive Dialogue Workshop
Output: Dialogue Practice Sheet
Hari 2 — Negotiation, Resolution & Conflict Practice
Sesi 5 — Conflict Negotiation
Peserta mempelajari cara menggunakan negosiasi untuk menemukan solusi yang dapat diterima pihak terkait. Selanjutnya, peserta memetakan kepentingan dan menyusun alternatif penyelesaian.
Materi:
- Prinsip negosiasi konflik
- Interest-based negotiation
- Identifikasi kebutuhan
- Penyusunan alternatif
- Trade-off
- Konsesi
- Penentuan batas
- Kesepakatan
Praktik: Conflict Negotiation Role Play
Output: Conflict Negotiation Sheet
Sesi 6 — Difficult Conversation
Peserta menghadapi percakapan yang membutuhkan ketegasan dan pengendalian emosi. Melalui role play, peserta berlatih menyampaikan masalah, mendengarkan respons, dan menjaga arah pembicaraan.
Materi:
- Persiapan percakapan sulit
- Penentuan tujuan
- Penyampaian fakta
- Penyampaian dampak
- Penyampaian kebutuhan
- Penanganan keberatan
- Pengelolaan emosi
- Tindak lanjut
Praktik: Difficult Conversation Role Play
Output: Difficult Conversation Script
Sesi 7 — Conflict Resolution & Agreement
Peserta mempelajari cara mengubah hasil dialog menjadi kesepakatan yang jelas. Peserta menentukan tindakan, tanggung jawab, dan mekanisme tindak lanjut.
Materi:
- Prinsip conflict resolution
- Penyusunan solusi
- Kesepakatan
- Pembagian tanggung jawab
- Komitmen pihak terkait
- Follow-up
- Monitoring kesepakatan
- Pencegahan konflik berulang
Praktik: Conflict Resolution Workshop
Output: Conflict Resolution Agreement Sheet
Sesi 8 — Conflict Resolution Simulation & Worksheet Workshop
Peserta mengintegrasikan seluruh materi melalui simulasi penyelesaian konflik. Setiap peserta menjalankan proses mulai dari analisis konflik hingga penyusunan kesepakatan.
Materi:
- Conflict analysis
- Interest mapping
- De-escalation
- Dialogue
- Negotiation
- Solution development
- Agreement
- Follow-up
Praktik: Conflict Resolution Simulation
Workshop: Conflict Resolution Worksheet Workshop
Output: Conflict Resolution Worksheet
Metode Pelatihan
- Interactive discussion
- Case study
- Individual exercise
- Group exercise
- Conflict communication workshop
- Role play
- Simulation
- Peer feedback
- Presentation
Praktik dan Workshop
Program memberikan porsi praktik yang dominan agar peserta dapat langsung menguji kemampuan komunikasi dalam situasi konflik.
Peserta mengikuti beberapa aktivitas utama:
- Conflict Case Analysis
- Conflict Mapping Workshop
- De-escalation Role Play
- Constructive Dialogue Workshop
- Conflict Negotiation Role Play
- Difficult Conversation Role Play
- Conflict Resolution Workshop
- Conflict Resolution Simulation
- Conflict Resolution Worksheet Workshop
Evaluasi Peserta
Instruktur mengevaluasi kemampuan peserta melalui proses latihan dan hasil simulasi. Evaluasi mencakup:
- Kemampuan mengidentifikasi sumber konflik
- Ketepatan memetakan kepentingan
- Kemampuan membedakan posisi dan kepentingan
- Kemampuan menggunakan teknik de-escalation
- Kemampuan membangun dialog
- Kemampuan mendengarkan secara aktif
- Kemampuan melakukan negosiasi
- Kemampuan mengelola percakapan sulit
- Kemampuan menyusun solusi
- Kemampuan membangun kesepakatan
- Kualitas Conflict Resolution Worksheet
Output Pelatihan
Pada akhir program, peserta menghasilkan:
- Conflict Situation Analysis Sheet
- Conflict Interest Map
- De-escalation Response Sheet
- Dialogue Practice Sheet
- Conflict Negotiation Sheet
- Difficult Conversation Script
- Conflict Resolution Agreement Sheet
- Conflict Resolution Worksheet
Fasilitas Pelatihan
Tatap Muka
- Meeting room
- 2x coffee break
- 1x lunch
- Modul pelatihan
- Sertifikat pelatihan
- Training kit
- Souvenir
- Dokumentasi
- Laporan kegiatan kepada HR
Online Training
- Modul pelatihan
- Sertifikat pelatihan
- Souvenir
- Dokumentasi
- Laporan kegiatan kepada HR
Hasil yang Diharapkan
Setelah menyelesaikan program, peserta mampu menghadapi konflik kerja melalui komunikasi yang terstruktur dan konstruktif. Peserta dapat menganalisis sumber konflik, memetakan kepentingan, menurunkan ketegangan, membangun dialog, dan menggunakan negosiasi untuk mencari solusi.
Selain itu, peserta memiliki Conflict Resolution Worksheet sebagai perangkat kerja untuk menangani konflik secara sistematis. Peserta juga memperoleh pengalaman langsung melalui workshop, simulasi, dan role play yang menggambarkan situasi konflik di lingkungan profesional.









Ulasan
Belum ada ulasan.