Strategic Communication for Public Relations

Rentang harga: Rp4,000,000 hingga Rp6,250,000

Public Relations membutuhkan strategi komunikasi yang mampu menghubungkan tujuan organisasi dengan kebutuhan publik dan stakeholder. Karena itu, praktisi PR perlu memahami cara menganalisis situasi, menentukan prioritas komunikasi, menyusun pesan, dan memilih kanal yang sesuai.

Melalui pelatihan ini, peserta mempelajari proses perencanaan komunikasi PR secara menyeluruh. Materi mencakup stakeholder mapping, message strategy, stakeholder engagement, issues management, media relations, digital PR, dan pengukuran komunikasi.

Selain memahami konsep, peserta mengikuti studi kasus, workshop, simulasi, dan role play. Pada akhir pelatihan, peserta menyusun Strategic PR Communication Plan sebagai hasil utama pembelajaran.

Strategic Communication for Public Relations

Level: Intermediate
Durasi: 2 Hari | 12–14 Jam Pembelajaran
Format: Public Training, In-House Training, dan Online Training
Komposisi: 40% Konsep | 60% Praktik
Fokus: Strategic Communication, Public Relations, Stakeholder Communication, Message Strategy, dan Communication Planning

Mengapa Mengikuti Pelatihan Ini

Public Relations memiliki peran penting dalam membantu organisasi membangun hubungan dengan publik dan stakeholder. Karena itu, praktisi PR perlu memahami cara menghubungkan aktivitas komunikasi dengan tujuan organisasi.

Dalam praktiknya, organisasi menghadapi publik yang semakin beragam. Setiap kelompok memiliki kebutuhan informasi, kepentingan, dan ekspektasi yang berbeda. Oleh sebab itu, praktisi PR perlu memilih pesan, kanal, dan pendekatan komunikasi yang sesuai dengan karakteristik setiap publik.

Pelatihan ini membantu peserta memahami cara merancang komunikasi PR secara strategis. Peserta mempelajari proses mulai dari analisis situasi, pemetaan stakeholder, penentuan tujuan, penyusunan pesan, pemilihan kanal, hingga evaluasi komunikasi.

Selanjutnya, peserta menerapkan konsep melalui studi kasus, workshop, simulasi, dan role play. Dengan pendekatan tersebut, peserta menghasilkan dokumen perencanaan yang dapat digunakan untuk mengembangkan program komunikasi PR di organisasi.

Sasaran dan Tujuan Pelatihan

Pelatihan ini ditujukan bagi profesional yang menjalankan fungsi komunikasi dan hubungan publik, khususnya:

  • Public Relations dan Corporate Communication.
  • External Communication.
  • Media Relations.
  • Government Relations.
  • Corporate Secretary.
  • Marketing Communication.
  • Brand Communication.
  • Community Relations.
  • Public Affairs.
  • Supervisor dan Manager yang menangani komunikasi organisasi.

Setelah mengikuti pelatihan, peserta mampu:

  1. Memahami prinsip komunikasi strategis dalam Public Relations.
  2. Menganalisis situasi dan isu yang memengaruhi organisasi.
  3. Mengidentifikasi dan memetakan stakeholder.
  4. Menentukan tujuan komunikasi PR.
  5. Menyusun pesan yang sesuai dengan karakteristik publik.
  6. Memilih kanal komunikasi berdasarkan kebutuhan komunikasi.
  7. Mengembangkan program komunikasi PR secara terintegrasi.
  8. Membangun hubungan komunikasi dengan stakeholder.
  9. Mengelola komunikasi pada situasi perubahan dan isu.
  10. Mengukur efektivitas program komunikasi PR.

Materi Pelatihan

Hari 1 — Strategic Communication Planning for Public Relations

Sesi 1. Memahami Strategic Communication dalam Public Relations

Pelatihan dimulai dengan memahami hubungan antara strategi organisasi dan aktivitas Public Relations. Peserta mempelajari bagaimana PR dapat membantu organisasi membangun pemahaman, hubungan, dan respons dari publik yang relevan.

Selanjutnya, peserta membedakan aktivitas komunikasi rutin dengan komunikasi yang memiliki tujuan strategis. Pemahaman tersebut membantu peserta menentukan arah komunikasi berdasarkan kebutuhan organisasi.

Materi:

  • Pengertian strategic communication.
  • Peran Public Relations dalam organisasi.
  • Hubungan strategi organisasi dan komunikasi PR.
  • Fungsi komunikasi dalam membangun hubungan publik.
  • Komunikasi internal dan eksternal.
  • Strategic communication objectives.
  • Tantangan komunikasi PR.
  • Prinsip komunikasi PR yang efektif.

Praktik:
Peserta menganalisis peran PR dalam sebuah situasi organisasi.

Output:
Strategic PR Communication Issue Map.

Sesi 2. Situation Analysis dan Stakeholder Mapping

Setelah memahami dasar komunikasi strategis, peserta mempelajari cara membaca situasi sebelum menentukan program komunikasi. Peserta mengidentifikasi isu, lingkungan komunikasi, publik, dan stakeholder yang memiliki hubungan dengan organisasi.

Kemudian, peserta menentukan tingkat kepentingan dan pengaruh setiap stakeholder. Hasil pemetaan membantu peserta memilih prioritas komunikasi secara lebih tepat.

Materi:

  • Situation analysis.
  • Identifikasi isu komunikasi.
  • Analisis lingkungan organisasi.
  • Identifikasi publik.
  • Stakeholder mapping.
  • Kepentingan dan pengaruh stakeholder.
  • Stakeholder priority.
  • Analisis kebutuhan informasi publik.

Praktik:
Peserta membuat analisis situasi dan peta stakeholder.

Output:
Situation & Stakeholder Map.

Sesi 3. Communication Objectives dan Message Strategy

Setelah menganalisis situasi, peserta menentukan perubahan komunikasi yang ingin dicapai. Peserta kemudian menyusun tujuan yang jelas dan menghubungkannya dengan pesan utama.

Selanjutnya, peserta belajar menyederhanakan informasi yang kompleks menjadi pesan yang mudah dipahami publik. Peserta juga menyesuaikan pesan dengan kebutuhan setiap kelompok stakeholder.

Materi:

  • Menentukan tujuan komunikasi.
  • Communication objectives.
  • Key message.
  • Message hierarchy.
  • Message framing.
  • Penyesuaian pesan berdasarkan publik.
  • Supporting message.
  • Call to action.
  • Konsistensi pesan.

Praktik:
Peserta menyusun pesan utama untuk kebutuhan komunikasi PR.

Output:
PR Message Strategy Framework.

Sesi 4. PR Channel dan Communication Program

Pesan yang tepat membutuhkan kanal yang sesuai. Karena itu, peserta mempelajari berbagai kanal PR dan menentukan penggunaannya berdasarkan karakteristik publik serta tujuan komunikasi.

Kemudian, peserta mengembangkan aktivitas komunikasi yang menghubungkan pesan, kanal, waktu, dan target publik. Dengan demikian, peserta memiliki dasar yang jelas untuk menjalankan program komunikasi.

Materi:

  • PR communication channels.
  • Media relations.
  • Digital PR.
  • Website dan media sosial.
  • Event dan forum publik.
  • Community communication.
  • Executive communication.
  • Pemilihan kanal berdasarkan publik.
  • Integrasi kanal komunikasi.

Praktik:
Peserta menyusun kombinasi kanal untuk sebuah program PR.

Output:
PR Communication Channel Plan.

Hari 2 — PR Engagement, Issues, dan Evaluation

Sesi 5. Stakeholder Engagement dan Relationship Management

Komunikasi PR membutuhkan hubungan yang berkelanjutan dengan stakeholder. Karena itu, peserta mempelajari cara membangun komunikasi yang relevan, terbuka, dan sesuai dengan kepentingan setiap kelompok stakeholder.

Selanjutnya, peserta merancang bentuk interaksi yang dapat membantu organisasi memahami kebutuhan publik. Pendekatan ini mendorong komunikasi yang lebih dialogis dan responsif.

Materi:

  • Stakeholder engagement.
  • Relationship management.
  • Komunikasi dua arah.
  • Dialog dengan stakeholder.
  • Stakeholder needs assessment.
  • Forum komunikasi.
  • Feedback stakeholder.
  • Pengelolaan hubungan jangka panjang.

Praktik:
Peserta merancang aktivitas stakeholder engagement.

Output:
Stakeholder Engagement Plan.

Sesi 6. Strategic PR Communication untuk Issues dan Perubahan

Organisasi dapat menghadapi isu yang berkembang dari perubahan lingkungan, kebijakan, perilaku publik, maupun dinamika media. Oleh karena itu, peserta mempelajari cara menyiapkan komunikasi ketika organisasi menghadapi isu yang membutuhkan perhatian.

Kemudian, peserta berlatih menyusun pesan, menentukan juru bicara, memilih kanal, dan mengatur respons komunikasi. Latihan tersebut membantu peserta menghadapi situasi yang membutuhkan kecepatan dan konsistensi.

Materi:

  • Identifikasi isu komunikasi.
  • Issues management.
  • Issue monitoring.
  • Komunikasi perubahan.
  • Key message untuk isu.
  • Spokesperson strategy.
  • Pemilihan kanal respons.
  • Koordinasi komunikasi.
  • Evaluasi respons publik.

Praktik:
Peserta melakukan simulasi pengelolaan komunikasi pada situasi isu.

Output:
Strategic Issues Communication Plan.

Sesi 7. Media Relations dan Digital Public Relations

Media tetap memiliki peran penting dalam membentuk perhatian publik. Pada saat yang sama, kanal digital memungkinkan organisasi berkomunikasi secara langsung dengan audiens.

Karena itu, peserta mempelajari cara menyesuaikan pesan untuk media dan kanal digital. Peserta juga berlatih mengembangkan pendekatan komunikasi yang konsisten di berbagai platform.

Materi:

  • Prinsip media relations.
  • Memahami kebutuhan media.
  • Media briefing.
  • Press release.
  • Media statement.
  • Digital PR.
  • Komunikasi melalui media sosial.
  • Online stakeholder engagement.
  • Konsistensi pesan lintas kanal.

Praktik:
Peserta menyusun media statement dan rancangan komunikasi digital.

Output:
Media & Digital PR Communication Kit.

Sesi 8. PR Measurement dan Strategic Communication Plan

Pada sesi terakhir, peserta mempelajari cara mengevaluasi keberhasilan komunikasi PR. Peserta menentukan indikator yang dapat menunjukkan jangkauan, keterlibatan, pemahaman, respons, dan hubungan dengan stakeholder.

Selanjutnya, peserta menggabungkan seluruh hasil pembelajaran menjadi satu rencana komunikasi PR strategis. Rencana tersebut menjadi hasil akhir yang menghubungkan analisis situasi, stakeholder, pesan, kanal, aktivitas, dan evaluasi.

Materi:

  • PR measurement.
  • Communication KPI.
  • Media coverage.
  • Audience reach.
  • Engagement measurement.
  • Stakeholder response.
  • Evaluasi pencapaian tujuan.
  • Communication evaluation.
  • Penyusunan Strategic PR Communication Plan.

Praktik:
Peserta menyusun dan mempresentasikan Strategic PR Communication Plan.

Output:
Strategic PR Communication Plan.

Metode Pelatihan

Pelatihan menggunakan komposisi 40% konsep dan 60% praktik. Fasilitator menyampaikan konsep melalui interactive presentation, diskusi, dan studi kasus yang relevan dengan aktivitas Public Relations.

Selanjutnya, peserta menerapkan konsep melalui workshop, simulasi, role play, analisis situasi, dan problem solving. Setiap latihan menghasilkan bagian dari dokumen strategis yang peserta kembangkan sepanjang pelatihan.

Metode pembelajaran meliputi:

  • Interactive presentation.
  • Studi kasus.
  • Diskusi kelompok.
  • Workshop.
  • Simulasi.
  • Role play.
  • Problem solving.
  • Peer review.
  • Presentasi hasil kerja.

Outcome Pelatihan

Setelah mengikuti pelatihan, peserta mampu merancang komunikasi Public Relations berdasarkan tujuan organisasi dan kebutuhan stakeholder. Peserta juga memiliki perangkat kerja untuk menganalisis situasi, menyusun pesan, memilih kanal, membangun hubungan, mengelola isu, dan mengevaluasi hasil komunikasi.

Peserta menghasilkan:

  • Strategic PR Communication Issue Map.
  • Situation & Stakeholder Map.
  • PR Message Strategy Framework.
  • PR Communication Channel Plan.
  • Stakeholder Engagement Plan.
  • Strategic Issues Communication Plan.
  • Media & Digital PR Communication Kit.
  • Strategic PR Communication Plan.

Dengan demikian, peserta memiliki kerangka kerja yang dapat digunakan untuk mengembangkan program PR yang lebih terarah, konsisten, relevan, dan terukur.

LOKASI

TANGERANG, JAKARTA, ONLINE

TANGGAL

19–20 Oktober, 16–17 November, 21–22 Desember

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Strategic Communication for Public Relations”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *