, ,

Brand Storytelling Strategy

Rentang harga: Rp4,000,000.00 hingga Rp6,250,000.00

Pelatihan Influencing & Persuasion Skills untuk meningkatkan kemampuan komunikasi persuasif, membangun pengaruh, memperoleh dukungan stakeholder, dan memperkuat kolaborasi di lingkungan kerja.

Guaranteed Safe Checkout

Brand Storytelling Strategy

Kode: CC-B03
Durasi: 2 Hari | 12–14 Jam Pembelajaran
Lokasi: Jakarta / Tangerang / Online Training *
Level: Professional
Tatap Muka: Rp6.250.000/peserta
Online Training: Rp4.000.000/peserta

* Untuk Lokasi Bandung / Batam / Yogyakarta biaya belum termasuk Akomodasi (Transportasi dan Penginapan Trainer dan Asisten)

A. Mengapa Mengikuti Pelatihan Ini?

Brand membutuhkan cerita yang mampu menjelaskan karakter, nilai, pengalaman, dan relevansinya kepada audiens. Karena itu, tim komunikasi perlu membangun narasi yang konsisten di berbagai kanal.

Setiap materi komunikasi juga perlu membawa arah cerita yang selaras. Jika setiap materi menggunakan cerita yang berbeda, audiens dapat menangkap identitas brand secara tidak konsisten. Oleh sebab itu, perusahaan membutuhkan Brand Storytelling Strategy yang memiliki struktur jelas.

Program ini membantu peserta menemukan brand narrative dan membangun story architecture. Selanjutnya, peserta mengembangkan alur cerita dan memilih elemen cerita yang relevan dengan audiens. Peserta juga menyusun Brand Story Framework yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan komunikasi.

B. Siapa yang Harus Mengikuti?

Program Brand Storytelling Training ini sesuai bagi profesional yang mengembangkan narasi, konten, identitas, dan komunikasi brand.

  • Corporate Communication Specialist
  • Corporate Branding Specialist
  • Brand Manager
  • Marketing Communication Specialist
  • Public Relations Specialist
  • Content Strategist
  • Copywriter
  • Supervisor atau profesional yang menangani komunikasi dan storytelling brand

C. Apa yang Akan Anda Pelajari?

Day 1 — Brand Narrative & Story Architecture

Module 1 — Brand Narrative Discovery

Peserta memulai proses dengan menggali bahan cerita yang relevan. Selanjutnya, peserta mengolah fakta dan pengalaman menjadi sumber narasi brand.

  • Mengidentifikasi bahan cerita yang relevan dengan brand
  • Menggali sejarah, values, milestone, people, dan pengalaman brand
  • Menentukan tema cerita yang relevan dengan audiens
  • Memilah fakta, pengalaman, dan pesan untuk pengembangan narasi

Praktik: Brand Story Discovery Workshop
Output: Brand Story Inventory

Module 2 — Brand Narrative Development

Setelah menemukan bahan cerita, peserta menyusun core narrative. Kemudian, peserta menghubungkan narrative dengan identity, values, purpose, dan pengalaman brand.

  • Menentukan core narrative
  • Menghubungkan brand identity, values, purpose, dan pengalaman
  • Menentukan sudut pandang cerita
  • Menyusun narrative direction yang konsisten

Praktik: Narrative Development Exercise
Output: Brand Narrative Framework

Module 3 — Story Architecture

Selanjutnya, peserta membangun struktur cerita yang terarah. Struktur ini membantu peserta mengembangkan cerita sesuai tujuan komunikasi.

  • Menentukan struktur dasar cerita
  • Menyusun story elements, character, context, tension, turning point, dan resolution
  • Mengembangkan alur cerita untuk kebutuhan brand
  • Menyesuaikan struktur cerita dengan tujuan komunikasi

Praktik: Story Architecture Workshop
Output: Brand Story Architecture

Module 4 — Story Angle & Audience Relevance

Setelah struktur cerita terbentuk, peserta menentukan story angle. Peserta kemudian menghubungkan cerita dengan kebutuhan dan pengalaman audiens.

  • Menentukan story angle berdasarkan karakter audiens
  • Menghubungkan cerita dengan kebutuhan dan pengalaman audiens
  • Menentukan emotional dan functional relevance
  • Menguji kekuatan cerita sebelum mengembangkannya menjadi konten

Praktik: Story Angle Exercise
Output: Audience–Story Relevance Matrix

Day 2 — Story Development, Application & Content Adaptation

Module 5 — Corporate & Brand Story Development

Pada hari kedua, peserta mengembangkan brand narrative menjadi cerita yang utuh. Peserta juga menggunakan pengalaman nyata untuk memperkuat cerita.

  • Mengembangkan brand narrative menjadi cerita yang utuh
  • Menentukan story hook, conflict, progression, dan resolution
  • Mengembangkan cerita berbasis pengalaman nyata
  • Menjaga kesesuaian cerita dengan identitas brand

Praktik: Brand Story Development Workshop
Output: Brand Story Draft

Module 6 — Storytelling for Different Communication Needs

Selanjutnya, peserta mengadaptasi cerita untuk berbagai kebutuhan komunikasi. Peserta mempertahankan core narrative saat menyesuaikan format dan sudut pandang.

  • Mengadaptasi cerita untuk kebutuhan komunikasi yang berbeda
  • Menyesuaikan panjang, sudut pandang, dan struktur cerita
  • Mengembangkan cerita untuk corporate profile, campaign, event, website, dan media
  • Menjaga core narrative dalam setiap adaptasi cerita

Praktik: Story Adaptation Exercise
Output: Story Adaptation Matrix

Module 7 — Story Consistency & Brand Alignment

Berikutnya, peserta menguji kesesuaian cerita dengan positioning dan brand identity. Proses ini membantu tim menemukan pesan yang belum konsisten.

  • Menguji kesesuaian cerita dengan positioning dan identity
  • Mengidentifikasi pesan yang tidak konsisten
  • Menilai relevansi cerita terhadap brand attributes
  • Menyusun prinsip untuk menjaga konsistensi narasi

Praktik: Story Consistency Review
Output: Brand Story Consistency Checklist

Module 8 — Brand Story Framework

Pada tahap akhir, peserta mengintegrasikan seluruh elemen storytelling. Peserta kemudian menyusun framework yang dapat digunakan oleh tim komunikasi.

  • Mengintegrasikan narrative, architecture, audience, story angle, dan application
  • Menentukan struktur pengembangan cerita untuk kebutuhan komunikasi berikutnya
  • Menetapkan story development workflow
  • Menyusun Brand Story Framework untuk tim komunikasi

Praktik: Brand Story Framework Workshop
Output: Brand Story Framework

D. Outcome Pelatihan

Setelah mengikuti program, peserta mampu:

  • Mengidentifikasi bahan cerita yang relevan dengan brand
  • Menentukan core narrative dan arah cerita
  • Menyusun story architecture
  • Mengembangkan cerita berdasarkan kebutuhan audiens
  • Menentukan story angle yang relevan
  • Mengadaptasi cerita untuk berbagai kebutuhan komunikasi
  • Menjaga konsistensi narasi dengan positioning dan identity
  • Menghasilkan Brand Story Framework untuk tim komunikasi

E. Durasi Pelatihan

2 Hari | 12–14 Jam Pembelajaran

Hari pertama berfokus pada penggalian narasi dan pengembangan story architecture. Peserta juga menentukan story angle berdasarkan karakter audiens.

Selanjutnya, hari kedua berfokus pada pengembangan cerita dan adaptasi konten. Peserta juga menguji konsistensi narasi dan menyusun Brand Story Framework.

F. Format Pelatihan

Tatap Muka

Pelatihan tersedia di Jakarta dan Tangerang. Peserta mengikuti case study, story workshop, story mapping, latihan penulisan, simulasi, dan presentasi hasil kerja.

Online Training

Pelatihan berlangsung secara live melalui platform konferensi daring. Peserta tetap mengikuti story discovery, narrative workshop, story architecture exercise, dan framework development.

In-House Training

Untuk in-house training atau kota lainnya, silakan hubungi tim Urways Indonesia. Tim dapat menyesuaikan materi dengan karakter brand dan industri.

Penyesuaian juga dapat mencakup kebutuhan komunikasi, karakter audiens, serta jenis konten yang dikembangkan perusahaan.

G. Metode Pelatihan dan Evaluasi

Metode Pelatihan

  • Interactive Discussion
  • Case Study
  • Storytelling Workshop
  • Story Mapping
  • Individual Exercise
  • Group Exercise
  • Peer Review
  • Presentation

Pembelajaran menggunakan pendekatan learning by doing. Porsi praktik mencapai sekitar 60–70% dari keseluruhan pembelajaran.

Evaluasi

Peserta mengikuti beberapa aktivitas evaluasi selama program. Setiap aktivitas menguji kemampuan peserta dalam mengembangkan dan menerapkan storytelling.

Evaluasi mencakup:

  • Brand Story Discovery Exercise
  • Story Architecture Workshop
  • Story Development Exercise
  • Story Adaptation Exercise
  • Story Consistency Review
  • Presentasi hasil kerja
  • Peer Review
  • Penilaian practical output

H. Apa yang Akan Anda Dapatkan?

Peserta memperoleh perangkat kerja yang dapat digunakan untuk mengembangkan komunikasi brand.

  • Brand Story Inventory
  • Brand Narrative Framework
  • Brand Story Architecture
  • Audience–Story Relevance Matrix
  • Story Adaptation Matrix
  • Brand Story Consistency Checklist
  • Brand Story Framework

I. Fasilitas Pelatihan

Tatap Muka

  • Meeting Room
  • 2x Coffee Break
  • 1x Lunch
  • Modul Pelatihan
  • Sertifikat Pelatihan
  • Training Kits
  • Souvenir
  • Dokumentasi
  • Laporan kegiatan kepada HR

Online Training

  • Modul Pelatihan
  • Sertifikat Pelatihan
  • Souvenir
  • Dokumentasi
  • Laporan kegiatan kepada HR

Hubungi Kami Jika Anda Memerlukan Bantuan

Memerlukan informasi mengenai Brand Storytelling Training? Tim Urways Indonesia siap membantu memberikan informasi sesuai kebutuhan organisasi.

Anda dapat menghubungi kami untuk informasi Public Training, In-House Training, maupun Corporate Training. Selain itu, tim dapat menyesuaikan materi berdasarkan karakter brand dan industri.

Penyesuaian juga dapat mencakup audiens, kebutuhan konten, serta kompetensi storytelling yang ingin dikembangkan.

WhatsApp: 0819-1534-6688
Email: urwaysindonesia@gmail.com

SEO PACK

SEO Title: Brand Storytelling Strategy | Urways Indonesia

Meta Description: Pelatihan Brand Storytelling Strategy 2 hari untuk mengembangkan brand narrative, story architecture, story angle, dan Brand Story Framework.

Focus Keyword: Brand Storytelling Strategy

Secondary Keywords:

  • Brand Storytelling Training
  • Brand Narrative Training
  • Brand Story Framework
  • Corporate Storytelling
  • Brand Communication Training

URL Slug: brand-storytelling-strategy

Search Intent: Commercial Investigation

Suggested Image Alt: Brand Storytelling Strategy training untuk profesional brand dan komunikasi

Konten Media Sosial

Bagaimana perusahaan membangun cerita brand yang konsisten, relevan, dan mudah dikembangkan?

Program Brand Storytelling Strategy membantu peserta menggali bahan cerita dan menyusun brand narrative. Selanjutnya, peserta membangun story architecture dan menentukan story angle yang relevan.

Peserta juga mengembangkan cerita untuk berbagai kebutuhan komunikasi. Kemudian, peserta menguji konsistensi narasi dan menyusun Brand Story Framework untuk tim komunikasi.

Selama 2 hari, peserta mengikuti story discovery workshop, story mapping, latihan pengembangan cerita, peer review, dan framework development.

Tatap Muka: Rp6.250.000/peserta
Online Training: Rp4.000.000/peserta
Level: Professional

Informasi jadwal dan in-house training:

WhatsApp: 0819-1534-6688
Email: urwaysindonesia@gmail.com

#BrandStorytelling #BrandStrategy #CorporateBranding #CorporateTraining #BrandCommunication

FORMAT

JAKARTA, TANGERANG, ONLINE TRAINING

TANGGAL

7–8 September, 5–6 Oktober, 2–3 November, 7–8 Desember

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Brand Storytelling Strategy”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *