Sustainable Mindset for Employees

Rentang harga: Rp4,000,000 hingga Rp6,500,000

Sustainability semakin memengaruhi cara perusahaan menjalankan bisnis, mengelola sumber daya, membangun hubungan dengan stakeholder, dan menciptakan nilai jangka panjang. Perubahan tersebut membutuhkan pemahaman yang dapat diterapkan hingga tingkat individu karena perilaku karyawan ikut menentukan bagaimana agenda sustainability berjalan dalam aktivitas sehari-hari.

Di lingkungan kerja, sustainability sering dikaitkan dengan kebijakan perusahaan, program lingkungan, atau pelaporan ESG. Padahal, penerapannya juga terlihat melalui keputusan sederhana seperti penggunaan energi, pengelolaan material, pola konsumsi, efisiensi proses, kolaborasi, serta cara karyawan mempertimbangkan dampak dari pekerjaannya. Karena itu, perusahaan membutuhkan karyawan yang mampu melihat hubungan antara pekerjaan, keputusan, dan dampak keberlanjutan.

Pelatihan ini membantu peserta membangun cara berpikir yang mempertimbangkan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam aktivitas profesional. Selanjutnya, peserta menghubungkan prinsip sustainability dengan peran dan tanggung jawab masing-masing. Melalui workshop, diskusi, simulasi, dan latihan reflektif, peserta menyusun rencana perubahan perilaku yang dapat diterapkan di tempat kerja.

Sustainable Mindset for Employees

Level: Basic–Intermediate
Durasi: 2 Hari | 12–14 Jam Pembelajaran
Format: Public Training, In-House Training, dan Online Training
Fokus: Sustainable Mindset, Employee Sustainability, ESG Awareness, Sustainable Workplace, dan Sustainable Behavior

Mengapa Mengikuti Pelatihan Ini

Sustainability semakin memengaruhi cara perusahaan menjalankan bisnis, mengelola sumber daya, membangun hubungan dengan stakeholder, dan menciptakan nilai jangka panjang. Perubahan tersebut membutuhkan pemahaman yang dapat diterapkan hingga tingkat individu karena perilaku karyawan ikut menentukan bagaimana agenda sustainability berjalan dalam aktivitas sehari-hari.

Di lingkungan kerja, sustainability sering dikaitkan dengan kebijakan perusahaan, program lingkungan, atau pelaporan ESG. Padahal, penerapannya juga terlihat melalui keputusan sederhana seperti penggunaan energi, pengelolaan material, pola konsumsi, efisiensi proses, kolaborasi, serta cara karyawan mempertimbangkan dampak dari pekerjaannya. Karena itu, perusahaan membutuhkan karyawan yang mampu melihat hubungan antara pekerjaan, keputusan, dan dampak keberlanjutan.

Pelatihan ini membantu peserta membangun cara berpikir yang mempertimbangkan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam aktivitas profesional. Selanjutnya, peserta menghubungkan prinsip sustainability dengan peran dan tanggung jawab masing-masing. Melalui workshop, diskusi, simulasi, dan latihan reflektif, peserta menyusun rencana perubahan perilaku yang dapat diterapkan di tempat kerja.

Sasaran dan Tujuan Pelatihan

Pelatihan ini ditujukan bagi karyawan dan profesional dari berbagai fungsi organisasi, terutama:

  • Karyawan dan staf profesional.
  • Supervisor dan Team Leader.
  • Human Resources dan Learning & Development.
  • General Affairs dan Facility Management.
  • Corporate Communication.
  • CSR dan Sustainability.
  • ESG dan Compliance.
  • Operations.
  • Marketing dan Sales.
  • Tim yang terlibat dalam program sustainability perusahaan.

Setelah mengikuti pelatihan, peserta mampu:

  1. Memahami konsep dasar sustainability dan relevansinya bagi organisasi.
  2. Memahami hubungan antara sustainability, bisnis, dan aktivitas pekerjaan.
  3. Mengenali dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan dari aktivitas kerja.
  4. Memahami prinsip dasar ESG dalam konteks organisasi.
  5. Mengidentifikasi perilaku kerja yang mendukung sustainability.
  6. Mengembangkan pola berpikir yang mempertimbangkan dampak jangka panjang.
  7. Mengidentifikasi peluang perbaikan sustainability di lingkungan kerja.
  8. Membangun kolaborasi untuk mendukung praktik kerja berkelanjutan.
  9. Mengembangkan sustainable workplace behavior.
  10. Menyusun rencana aksi sustainability sesuai dengan peran pekerjaan.

Materi Pelatihan

Hari 1 — Building Sustainable Mindset

Sesi 1. Sustainability dan Perubahan Dunia Kerja

Pelatihan dimulai dengan memahami perubahan lingkungan bisnis yang mendorong perusahaan memperhatikan sustainability. Peserta kemudian melihat bagaimana perubahan tersebut memengaruhi proses kerja, pengambilan keputusan, dan ekspektasi stakeholder.

Selanjutnya, peserta menghubungkan isu sustainability dengan pekerjaan sehari-hari. Dengan demikian, sustainability dapat dipahami sebagai bagian dari cara organisasi menciptakan nilai, mengelola dampak, dan menjaga keberlanjutan bisnis.

Materi:

  • Konsep sustainability.
  • Sustainable development.
  • Perubahan lingkungan bisnis.
  • Sustainability dan organisasi.
  • Triple bottom line.
  • Dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan.
  • Peran karyawan dalam sustainability.
  • Sustainability mindset.

Praktik:
Peserta mengidentifikasi isu sustainability yang berkaitan dengan pekerjaan dan organisasi.

Output:
Sustainability Workplace Mapping.

Sesi 2. ESG Awareness bagi Employees

Setelah memahami konteks sustainability, peserta mengenal konsep ESG dan relevansinya dalam aktivitas organisasi. Peserta melihat bagaimana aspek environmental, social, dan governance dapat muncul dalam berbagai keputusan operasional.

Kemudian, peserta memetakan hubungan antara ESG dengan fungsi pekerjaan masing-masing. Pendekatan ini membantu peserta memahami bahwa kontribusi terhadap sustainability dapat muncul dari berbagai posisi dan fungsi.

Materi:

  • Konsep ESG.
  • Environmental dimension.
  • Social dimension.
  • Governance dimension.
  • ESG dalam aktivitas bisnis.
  • ESG dan employee role.
  • ESG awareness.
  • ESG-related behavior.

Praktik:
Peserta melakukan pemetaan kontribusi fungsi kerja terhadap aspek ESG.

Output:
Employee ESG Contribution Map.

Sesi 3. Sustainable Thinking dan Sustainable Decision Making

Sustainability membutuhkan cara berpikir yang mempertimbangkan dampak keputusan dalam jangka panjang. Karena itu, peserta belajar melihat konsekuensi dari pilihan kerja terhadap sumber daya, manusia, lingkungan, dan organisasi.

Selanjutnya, peserta menggunakan pendekatan sustainable decision making untuk mengevaluasi beberapa pilihan. Latihan ini membantu peserta melihat hubungan antara keputusan individual dan dampak organisasi.

Materi:

  • Sustainable thinking.
  • Long-term thinking.
  • Dampak keputusan.
  • Sustainable decision making.
  • Efisiensi sumber daya.
  • Risiko sustainability.
  • Trade-off analysis.
  • Impact-oriented thinking.

Praktik:
Simulasi pengambilan keputusan dengan mempertimbangkan dampak sustainability.

Output:
Sustainable Decision-Making Worksheet.

Sesi 4. Sustainable Workplace Behavior

Pemahaman sustainability perlu diterjemahkan menjadi perilaku yang dapat diamati. Oleh sebab itu, peserta mengidentifikasi kebiasaan kerja yang dapat mendukung efisiensi sumber daya, tanggung jawab sosial, dan tata kelola yang baik.

Kemudian, peserta mengevaluasi kebiasaan kerja masing-masing dan menentukan perilaku yang perlu dipertahankan, dikurangi, atau dikembangkan. Proses ini membuat sustainability lebih dekat dengan aktivitas profesional sehari-hari.

Materi:

  • Sustainable workplace behavior.
  • Efisiensi energi.
  • Pengelolaan material.
  • Pengurangan pemborosan.
  • Responsible consumption.
  • Digital sustainability.
  • Etika dan tanggung jawab kerja.
  • Perilaku kerja berkelanjutan.

Praktik:
Self-assessment dan identifikasi peluang perubahan perilaku.

Output:
Sustainable Workplace Behavior Assessment.

Hari 2 — Applying Sustainability at Work

Sesi 5. Sustainable Collaboration dan Employee Engagement

Sustainability membutuhkan keterlibatan berbagai fungsi karena dampak pekerjaan sering saling berkaitan. Karena itu, peserta mempelajari cara membangun kolaborasi yang mendukung agenda sustainability di lingkungan kerja.

Selanjutnya, peserta mengeksplorasi faktor yang mendorong keterlibatan karyawan. Dengan pendekatan tersebut, peserta dapat memahami bagaimana ide, partisipasi, dan kepemilikan bersama dapat memperkuat penerapan sustainability.

Materi:

  • Sustainable collaboration.
  • Employee engagement.
  • Peran individu dan tim.
  • Kolaborasi lintas fungsi.
  • Shared responsibility.
  • Employee participation.
  • Sustainability communication.
  • Sustainability culture.

Praktik:
Simulasi kolaborasi lintas fungsi untuk menyelesaikan isu sustainability.

Output:
Employee Sustainability Collaboration Plan.

Sesi 6. Identifying Sustainability Opportunities

Setelah memahami perilaku dan kolaborasi, peserta belajar menemukan peluang perbaikan di lingkungan kerja. Peserta mengamati proses, penggunaan sumber daya, interaksi, serta aktivitas kerja yang memiliki potensi dampak sustainability.

Kemudian, peserta menentukan prioritas berdasarkan manfaat, kemudahan penerapan, dan dampak yang mungkin dihasilkan. Dengan demikian, peserta dapat mengubah kesadaran menjadi peluang perbaikan yang konkret.

Materi:

  • Sustainability opportunity identification.
  • Workplace observation.
  • Resource efficiency.
  • Waste reduction.
  • Process improvement.
  • Sustainable innovation.
  • Impact assessment.
  • Prioritas peluang perbaikan.

Praktik:
Workshop mengidentifikasi peluang sustainability di tempat kerja.

Output:
Sustainability Opportunity Map.

Sesi 7. Sustainability Communication dan Advocacy

Perubahan perilaku membutuhkan komunikasi yang dapat membangun pemahaman dan partisipasi. Oleh karena itu, peserta mempelajari cara menyampaikan pesan sustainability secara sederhana, relevan, dan sesuai dengan konteks pekerjaan.

Selanjutnya, peserta berlatih menyusun pesan yang dapat mendorong rekan kerja untuk memahami alasan di balik suatu perubahan. Pendekatan ini membantu sustainability menjadi bagian dari percakapan dan praktik kerja sehari-hari.

Materi:

  • Sustainability communication.
  • Internal sustainability communication.
  • Penyusunan pesan sustainability.
  • Audience awareness.
  • Employee advocacy.
  • Behavior change communication.
  • Sustainability storytelling.
  • Communication channel.

Praktik:
Peserta menyusun dan mempresentasikan pesan sustainability untuk lingkungan kerja.

Output:
Sustainability Communication Message.

Sesi 8. Sustainable Employee Action Plan

Pada sesi terakhir, peserta mengintegrasikan seluruh pembelajaran ke dalam rencana aksi individual. Peserta menentukan perilaku, aktivitas, dan kontribusi yang dapat dilakukan sesuai dengan peran masing-masing.

Selanjutnya, peserta menetapkan prioritas, indikator sederhana, dan langkah implementasi. Dengan demikian, pelatihan menghasilkan komitmen tindakan yang dapat diterapkan setelah peserta kembali ke lingkungan kerja.

Materi:

  • Employee sustainability action plan.
  • Prioritas perubahan perilaku.
  • Action planning.
  • Personal sustainability goals.
  • Indikator perilaku.
  • Implementation timeline.
  • Progress monitoring.
  • Continuous improvement.

Praktik:
Workshop penyusunan rencana aksi sustainability individual.

Output:
Sustainable Employee Action Plan.

Metode Pelatihan

Pelatihan menggunakan komposisi 40% konsep dan 60% praktik. Pendekatan ini membantu peserta memahami sustainability secara konseptual sekaligus menghubungkannya dengan pekerjaan dan perilaku profesional.

Pada tahap awal, fasilitator menggunakan interactive presentation, diskusi, refleksi, dan analisis fenomena di tempat kerja. Selanjutnya, peserta menerapkan pembelajaran melalui workshop, self-assessment, simulasi, role play, dan penyusunan rencana aksi.

Metode pembelajaran meliputi:

  • Interactive presentation.
  • Diskusi kelompok.
  • Studi kasus.
  • Self-assessment.
  • Refleksi individu.
  • Workshop.
  • Simulasi.
  • Role play.
  • Problem solving.
  • Presentasi hasil kerja.

Outcome Pelatihan

Pada akhir pelatihan, peserta memiliki pemahaman yang lebih kuat mengenai sustainability dan mampu menghubungkannya dengan aktivitas profesional. Peserta juga mampu mengenali dampak dari keputusan dan perilaku kerja terhadap aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Peserta menghasilkan perangkat kerja yang dapat digunakan untuk menerapkan sustainability di lingkungan kerja, yaitu:

  • Sustainability Workplace Mapping.
  • Employee ESG Contribution Map.
  • Sustainable Decision-Making Worksheet.
  • Sustainable Workplace Behavior Assessment.
  • Employee Sustainability Collaboration Plan.
  • Sustainability Opportunity Map.
  • Sustainability Communication Message.
  • Sustainable Employee Action Plan.
LOKASI

TANGERANG, JAKARTA, ONLINE

TANGGAL

29–30 September, 27–28 Oktober, 24–25 November, 29–30 Desember

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Sustainable Mindset for Employees”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *