Effective B2B Marketing Strategy

Rentang harga: Rp4,000,000 hingga Rp6,500,000

Strategi pemasaran B2B membutuhkan kemampuan untuk menghubungkan kondisi pasar, kebutuhan pelanggan, posisi kompetitif, proposisi nilai, kanal komunikasi, dan tujuan bisnis ke dalam satu kerangka yang koheren. Karena itu, perusahaan membutuhkan pemahaman strategis sebelum menentukan aktivitas pemasaran, kampanye, maupun kanal digital yang digunakan untuk menjangkau pelanggan.

Selanjutnya, karakteristik B2B membuat proses pemasaran berjalan melalui siklus pembelian yang lebih kompleks. Berbagai stakeholders, kebutuhan organisasi, risiko keputusan, proses evaluasi vendor, dan hubungan jangka panjang memengaruhi efektivitas strategi pemasaran. Oleh sebab itu, peserta perlu memahami bagaimana strategi B2B dibangun berdasarkan market insight, buyer behavior, customer value, dan business objectives.

Pelatihan ini membekali peserta dengan kerangka menyeluruh untuk merancang strategi pemasaran B2B dari analisis situasi sampai pengukuran kinerja. Peserta akan mengembangkan kemampuan untuk menentukan target market, membangun value proposition, menyusun positioning, memilih marketing channels, merancang demand generation, mengintegrasikan marketing dengan sales, serta mengukur efektivitas strategi.

Effective B2B Marketing Strategy

Level: Intermediate
Durasi: 2 Hari (12–14 Learning Hours)
Format: Public Training | In-House Training | Online Training
Fokus: B2B Marketing Strategy, Market Analysis, Customer Segmentation, Buyer Behavior, Value Proposition, Positioning, Marketing Mix, Demand Generation, Digital Marketing, Integrated Marketing, Marketing Performance

Mengapa Mengikuti Pelatihan Ini

Strategi pemasaran B2B membutuhkan kemampuan untuk menghubungkan kondisi pasar, kebutuhan pelanggan, posisi kompetitif, proposisi nilai, kanal komunikasi, dan tujuan bisnis ke dalam satu kerangka yang koheren. Karena itu, perusahaan membutuhkan pemahaman strategis sebelum menentukan aktivitas pemasaran, kampanye, maupun kanal digital yang digunakan untuk menjangkau pelanggan.

Selanjutnya, karakteristik B2B membuat proses pemasaran berjalan melalui siklus pembelian yang lebih kompleks. Berbagai stakeholders, kebutuhan organisasi, risiko keputusan, proses evaluasi vendor, dan hubungan jangka panjang memengaruhi efektivitas strategi pemasaran. Oleh sebab itu, peserta perlu memahami bagaimana strategi B2B dibangun berdasarkan market insight, buyer behavior, customer value, dan business objectives.

Pelatihan ini membekali peserta dengan kerangka menyeluruh untuk merancang strategi pemasaran B2B dari analisis situasi sampai pengukuran kinerja. Peserta akan mengembangkan kemampuan untuk menentukan target market, membangun value proposition, menyusun positioning, memilih marketing channels, merancang demand generation, mengintegrasikan marketing dengan sales, serta mengukur efektivitas strategi.

Sasaran dan Tujuan Pelatihan

Pelatihan ini ditujukan bagi:

  • Marketing Manager dan Marketing Executive
  • B2B Marketing Specialist
  • Sales Manager dan Sales Executive
  • Business Development Manager
  • Product Marketing
  • Digital Marketing Specialist
  • Brand Manager
  • Account Manager
  • Marketing Communication
  • Pemilik dan pengelola bisnis B2B

Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan mampu:

  1. Memahami karakteristik dan prinsip dasar B2B marketing strategy.
  2. Menganalisis kondisi pasar dan peluang pemasaran B2B.
  3. Mengidentifikasi target market dan segmen pelanggan.
  4. Mengembangkan Ideal Customer Profile dan buyer persona.
  5. Menganalisis B2B buying behavior dan buyer journey.
  6. Mengembangkan value proposition dan competitive positioning.
  7. Menentukan strategi pemasaran berdasarkan tujuan bisnis.
  8. Mengembangkan strategi content dan demand generation.
  9. Memilih kanal pemasaran B2B yang relevan.
  10. Mengintegrasikan marketing dan sales dalam proses akuisisi pelanggan.
  11. Menentukan KPI untuk mengukur efektivitas strategi.
  12. Menyusun Effective B2B Marketing Strategy Plan.

Materi Pelatihan

Hari 1 — B2B Market, Customer and Strategic Foundation

Sesi 1 — B2B Marketing Strategy Fundamentals

Strategi B2B dimulai dari kemampuan memahami hubungan antara tujuan bisnis dan keputusan pemasaran. Oleh karena itu, peserta mempelajari konsep dasar B2B marketing strategy, karakteristik pasar B2B, kompleksitas proses pembelian, serta peran marketing dalam membangun business growth.

Selanjutnya, peserta memetakan hubungan antara business objective, marketing objective, target customer, value proposition, channel, campaign, dan performance. Kerangka ini membantu peserta memahami bagaimana berbagai aktivitas pemasaran membentuk satu sistem strategis.

Materi:

  • Konsep B2B marketing strategy
  • B2B vs B2C marketing
  • Business market characteristics
  • Organizational buying
  • B2B marketing objectives
  • Business growth
  • Customer acquisition
  • Customer value
  • Marketing strategy framework
  • Marketing strategy vs marketing tactics

Praktik:
Menganalisis hubungan antara tujuan bisnis dan tujuan pemasaran.

Output:
B2B Marketing Strategy Framework.


Sesi 2 — B2B Market Analysis and Competitive Intelligence

Setelah memahami kerangka strategi, peserta menganalisis kondisi eksternal dan internal yang memengaruhi pemasaran. Karena itu, peserta mempelajari market trends, kebutuhan pelanggan, kompetitor, perubahan industri, market opportunity, dan faktor yang dapat memengaruhi posisi perusahaan.

Kemudian, peserta mengembangkan competitive intelligence untuk memahami kekuatan, kelemahan, diferensiasi, serta posisi kompetitor. Hasil analisis digunakan untuk menemukan peluang strategis yang dapat menjadi dasar pengambilan keputusan pemasaran.

Materi:

  • B2B market analysis
  • Market trends
  • Industry analysis
  • Customer demand
  • Market opportunity
  • Competitor analysis
  • Competitive intelligence
  • SWOT analysis
  • Market gap
  • Competitive advantage
  • Strategic opportunity

Praktik:
Menyusun B2B market and competitor analysis.

Output:
B2B Market & Competitive Intelligence Map.


Sesi 3 — Customer Segmentation, ICP and Buyer Persona

Strategi pemasaran membutuhkan fokus terhadap pelanggan yang memiliki tingkat relevansi dan potensi bisnis yang tinggi. Oleh sebab itu, peserta mempelajari cara melakukan segmentasi B2B berdasarkan industri, ukuran perusahaan, kebutuhan, perilaku, potensi bisnis, serta karakteristik pembelian.

Selanjutnya, peserta mengembangkan Ideal Customer Profile dan buyer persona untuk memahami organisasi serta individu yang terlibat dalam proses pembelian. Pendekatan ini membantu perusahaan menentukan siapa yang harus ditargetkan, kebutuhan apa yang harus direspons, dan pesan apa yang paling relevan.

Materi:

  • B2B market segmentation
  • Firmographic segmentation
  • Industry segmentation
  • Behavioral segmentation
  • Needs-based segmentation
  • Ideal Customer Profile
  • Buyer persona
  • Buying center
  • Decision maker
  • Influencer
  • User
  • Gatekeeper

Praktik:
Menyusun ICP dan B2B buyer persona.

Output:
B2B Customer Segmentation & ICP Profile.


Sesi 4 — B2B Buyer Behavior, Journey and Customer Insight

Keputusan pembelian B2B terbentuk melalui proses evaluasi yang melibatkan kebutuhan bisnis, risiko, manfaat, bukti, dan berbagai pihak dalam organisasi. Karena itu, peserta mempelajari buying behavior dan faktor yang memengaruhi keputusan pelanggan.

Kemudian, peserta memetakan buyer journey dari tahap awareness, consideration, evaluation, decision, hingga post-purchase. Peserta juga mengidentifikasi customer insight, pain points, buying triggers, dan decision criteria sebagai dasar pengembangan strategi.

Materi:

  • B2B buying behavior
  • Organizational buying behavior
  • Buyer journey
  • Awareness
  • Consideration
  • Evaluation
  • Decision
  • Post-purchase
  • Customer insight
  • Pain points
  • Buying triggers
  • Decision criteria
  • Customer needs

Praktik:
Menyusun B2B buyer journey map dan customer insight map.

Output:
B2B Buyer Journey & Customer Insight Map.

Hari 2 — B2B Strategy Development and Marketing Execution

Sesi 5 — Value Proposition and Competitive Positioning

Setelah memahami pelanggan, perusahaan perlu menentukan nilai yang membedakan solusi dari alternatif yang tersedia di pasar. Oleh karena itu, peserta mempelajari bagaimana membangun value proposition berdasarkan kebutuhan pelanggan, pain points, business outcomes, dan diferensiasi.

Selanjutnya, peserta mengembangkan competitive positioning dan marketing message yang mampu menyampaikan nilai secara jelas. Peserta juga menghubungkan positioning dengan kebutuhan komunikasi pada berbagai tahapan buyer journey.

Materi:

  • Value proposition
  • Customer value
  • Business outcomes
  • Pain points
  • Value drivers
  • Differentiation
  • Competitive positioning
  • Positioning statement
  • Marketing message
  • Message hierarchy
  • Proof points
  • Brand credibility

Praktik:
Menyusun value proposition dan competitive positioning statement.

Output:
B2B Value Proposition & Positioning Framework.


Sesi 6 — B2B Marketing Mix, Channel and Demand Generation

Strategi B2B perlu diterjemahkan ke dalam keputusan mengenai produk, harga, distribusi, komunikasi, dan kanal pemasaran. Karena itu, peserta mempelajari bagaimana memilih kombinasi marketing mix yang sesuai dengan karakteristik pasar dan kebutuhan pelanggan B2B.

Kemudian, peserta menyusun demand generation strategy melalui kombinasi kanal owned, earned, dan paid media. Pembahasan mencakup website, SEO, LinkedIn, email marketing, webinar, event, content marketing, digital advertising, dan aktivitas lain yang relevan dengan buyer journey.

Materi:

  • B2B marketing mix
  • Product strategy
  • Pricing strategy
  • Distribution strategy
  • Promotion strategy
  • Channel strategy
  • Owned media
  • Earned media
  • Paid media
  • Demand generation
  • Content marketing
  • SEO
  • LinkedIn marketing
  • Email marketing
  • Webinar
  • Event marketing

Praktik:
Menyusun B2B channel mix dan demand generation strategy.

Output:
B2B Marketing Channel & Demand Generation Plan.


Sesi 7 — Integrated B2B Marketing Campaign and Marketing-Sales Alignment

Aktivitas pemasaran akan memberikan hasil yang lebih kuat ketika berbagai kanal dan pesan bergerak menuju tujuan yang sama. Oleh sebab itu, peserta mempelajari konsep integrated B2B marketing campaign yang menghubungkan konten, kanal, buyer journey, lead generation, dan sales engagement.

Selanjutnya, peserta menyusun mekanisme koordinasi marketing dan sales agar aktivitas pemasaran dapat menghasilkan prospek yang relevan dan mendukung sales pipeline. Pendekatan ini mencakup lead handover, sales enablement, follow-up, dan integrasi informasi pelanggan.

Materi:

  • Integrated B2B marketing
  • Campaign strategy
  • Campaign objective
  • Content integration
  • Channel integration
  • Lead generation
  • Lead nurturing
  • Marketing-sales alignment
  • Sales enablement
  • Lead handover
  • Sales engagement
  • Customer acquisition

Praktik:
Membangun integrated B2B marketing campaign.

Output:
Integrated B2B Marketing Campaign Framework.


Sesi 8 — B2B Marketing Performance and Strategic Action Plan

Strategi pemasaran membutuhkan pengukuran untuk mengetahui apakah aktivitas yang dijalankan menghasilkan dampak sesuai tujuan. Karena itu, peserta mempelajari KPI pemasaran B2B yang menghubungkan aktivitas marketing dengan lead generation, sales pipeline, customer acquisition, dan pertumbuhan bisnis.

Kemudian, peserta mengintegrasikan seluruh materi ke dalam Effective B2B Marketing Strategy Plan. Rencana tersebut mencakup market insight, target market, ICP, positioning, value proposition, channel, campaign, KPI, prioritas aktivitas, dan 90-day action plan.

Materi:

  • B2B marketing KPI
  • Marketing performance
  • Reach
  • Engagement
  • Website traffic
  • Lead generation
  • MQL
  • SQL
  • Conversion rate
  • Customer acquisition cost
  • Pipeline contribution
  • Marketing ROI
  • Performance review
  • Continuous improvement
  • 90-day action plan

Praktik:
Workshop penyusunan Effective B2B Marketing Strategy Plan.

Output:
B2B Marketing Strategy Plan dan 90-Day Marketing Action Plan.

Metode Pelatihan

Pelatihan menggunakan pendekatan 40% konsep dan 60% praktik sehingga peserta dapat menerjemahkan konsep strategis menjadi keputusan pemasaran yang aplikatif.

Metode pembelajaran meliputi:

  • Interactive presentation
  • Facilitated discussion
  • Market analysis
  • Competitive intelligence exercise
  • Customer segmentation workshop
  • ICP workshop
  • Buyer persona workshop
  • Buyer journey mapping
  • Value proposition workshop
  • Positioning exercise
  • Channel strategy workshop
  • Campaign planning
  • Marketing-sales alignment exercise
  • KPI workshop
  • Peer review
  • Presentation dan feedback

Outcome Pelatihan

Setelah mengikuti pelatihan, peserta menghasilkan:

  1. B2B Marketing Strategy Framework.
  2. B2B Market & Competitive Intelligence Map.
  3. B2B Customer Segmentation Profile.
  4. Ideal Customer Profile.
  5. B2B Buyer Persona.
  6. B2B Buyer Journey & Customer Insight Map.
  7. B2B Value Proposition & Positioning Framework.
  8. B2B Marketing Channel & Demand Generation Plan.
  9. Integrated B2B Marketing Campaign Framework.
  10. B2B Marketing KPI Framework.
  11. Effective B2B Marketing Strategy Plan.
  12. 90-Day B2B Marketing Action Plan.
LOKASI

TANGERANG, JAKARTA, ONLINE

TANGGAL

6–7 Oktober, 3–4 November, 8–9 Desember

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Effective B2B Marketing Strategy”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *