Inventory Accounting & Stock Control

Rp6,200,000

Pelatihan Inventory Accounting & Stock Control membekali profesional akuntansi, keuangan, gudang, dan operasional dengan keterampilan mengelola nilai persediaan secara akurat. Peserta mempelajari metode valuasi FIFO dan weighted average, pencatatan work in process (WIP), pengendalian finished goods, serta pelaksanaan stock opname. Melalui simulasi dan studi kasus, program ini membantu peserta mengidentifikasi selisih stok, mengevaluasi persediaan usang, dan menghitung dampak perubahan nilai persediaan terhadap laba perusahaan.

Mengapa Mengikuti Pelatihan Ini?

Akurasi nilai persediaan memengaruhi harga pokok penjualan, laba kotor, dan nilai aset dalam laporan keuangan. Ketidaksesuaian antara catatan sistem dan stok fisik juga dapat mengganggu perencanaan pembelian, produksi, serta distribusi. Oleh karena itu, perusahaan memerlukan pengendalian persediaan yang menghubungkan pencatatan akuntansi dengan aktivitas gudang dan operasional.

Melalui pelatihan ini, peserta mengembangkan kemampuan untuk menentukan nilai persediaan, memeriksa konsistensi data stok, dan menelusuri penyebab selisih. Selain itu, latihan perhitungan membantu peserta mengevaluasi dampak persediaan usang terhadap harga pokok penjualan dan laba. Hasilnya, peserta memiliki pendekatan kerja yang lebih sistematis untuk menjaga keandalan informasi persediaan.

Sasaran dan Tujuan Pelatihan

Pelatihan ini ditujukan bagi staf akuntansi, staf keuangan, staf gudang, inventory controller, warehouse supervisor, tim produksi, serta profesional yang menangani pencatatan dan pengendalian persediaan.

Setelah mengikuti program, peserta diharapkan mampu:

  1. Mengklasifikasikan persediaan bahan baku, barang dalam proses, dan barang jadi sesuai karakteristik operasional.

  2. Menghitung nilai persediaan menggunakan metode FIFO dan weighted average.

  3. Menentukan komponen biaya persediaan sebagai dasar pencatatan akuntansi.

  4. Menyelaraskan catatan persediaan dengan hasil pemeriksaan fisik melalui stock opname.

  5. Menelusuri penyebab selisih stok dan menentukan langkah koreksi berdasarkan bukti yang tersedia.

  6. Mengevaluasi kondisi persediaan usang, rusak, dan bergerak lambat.

  7. Menghitung pengaruh perubahan nilai persediaan terhadap harga pokok penjualan dan laba.

  8. Menyusun laporan persediaan yang mendukung pengendalian biaya dan pengambilan keputusan.

Outline Materi yang Dibahas

Hari Pertama — Inventory Accounting & Valuation

1. Konsep Dasar Akuntansi Persediaan

  • Klasifikasi bahan baku, barang dalam proses (work in process atau WIP), dan barang jadi (finished goods).

  • Hubungan persediaan dengan aset lancar, harga pokok penjualan, dan laba.

  • Komponen biaya pembelian, biaya konversi, serta biaya lain yang relevan.

  • Alur pencatatan persediaan dari penerimaan hingga pengeluaran barang.

2. Metode Valuasi Persediaan

  • Prinsip penentuan biaya persediaan dan penerapannya dalam pencatatan.

  • Perhitungan nilai persediaan menggunakan metode FIFO.

  • Perhitungan biaya rata-rata menggunakan metode weighted average.

  • Perbandingan hasil valuasi berdasarkan perubahan harga pembelian.

  • Evaluasi pengaruh metode penilaian terhadap saldo persediaan dan harga pokok penjualan.

3. Akuntansi Persediaan dalam Proses Produksi

  • Pencatatan perpindahan biaya dari bahan baku ke WIP.

  • Penghitungan biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead produksi.

  • Penentuan biaya barang jadi setelah proses produksi selesai.

  • Pemeriksaan kesesuaian catatan produksi dengan data persediaan.

  • Identifikasi selisih biaya yang muncul selama proses produksi.

4. Praktik Perhitungan Nilai Persediaan

  • Pengolahan data transaksi pembelian dan pengeluaran barang.

  • Penyusunan kartu persediaan berdasarkan metode FIFO dan weighted average.

  • Penghitungan saldo kuantitas serta nilai persediaan akhir.

  • Perbandingan hasil perhitungan untuk menilai dampak perubahan harga.

  • Pemeriksaan akurasi perhitungan melalui rekonsiliasi sederhana.

Hari Kedua — Stock Control & Inventory Reconciliation

5. Stock Opname dan Rekonsiliasi Persediaan

  • Perencanaan jadwal serta pembagian tanggung jawab stock opname.

  • Pemeriksaan fisik dan pencocokan hasil penghitungan dengan catatan sistem.

  • Identifikasi selisih akibat kesalahan input, kehilangan, kerusakan, dan transaksi tertunda.

  • Penelusuran dokumen penerimaan, pengeluaran, retur, serta perpindahan barang.

  • Penyusunan laporan selisih stok beserta usulan koreksi.

6. Pengendalian Persediaan dan Akurasi Data

  • Penetapan prosedur penerimaan, penyimpanan, dan pengeluaran barang.

  • Pengendalian akses dan otorisasi transaksi persediaan.

  • Pemeriksaan konsistensi kode barang, satuan ukur, dan lokasi penyimpanan.

  • Pemantauan pergerakan stok untuk menemukan anomali transaksi.

  • Penyusunan indikator akurasi stok dan kepatuhan prosedur gudang.

7. Persediaan Usang, Rusak, dan Bergerak Lambat

  • Identifikasi persediaan dengan pergerakan rendah atau tanpa transaksi.

  • Evaluasi kondisi fisik dan kelayakan penggunaan barang.

  • Penentuan kebutuhan penurunan nilai berdasarkan kondisi serta nilai realisasi neto.

  • Pencatatan dampak penurunan nilai terhadap beban dan laba.

  • Penyusunan rekomendasi untuk mengurangi risiko penumpukan persediaan.

8. Dampak Persediaan terhadap Laporan Keuangan

  • Hubungan persediaan akhir dengan harga pokok penjualan.

  • Pengaruh kesalahan kuantitas dan valuasi terhadap laba kotor.

  • Evaluasi konsekuensi kesalahan pencatatan terhadap aset lancar.

  • Pemeriksaan konsistensi laporan persediaan dengan buku besar.

  • Penyusunan ringkasan temuan untuk mendukung keputusan manajemen.

9. Studi Kasus Inventory Accounting & Stock Control

  • Penghitungan nilai persediaan dari data transaksi pembelian dan pemakaian.

  • Perbandingan hasil metode FIFO dan weighted average.

  • Rekonsiliasi catatan stok dengan hasil stock opname.

  • Penentuan koreksi untuk selisih persediaan dan barang rusak.

  • Penghitungan dampak penyesuaian persediaan terhadap harga pokok penjualan dan laba.

10. Penyusunan Rencana Perbaikan Pengendalian Persediaan

  • Pemetaan titik rawan kesalahan pencatatan dan kehilangan stok.

  • Penetapan prosedur pemeriksaan serta rekonsiliasi berkala.

  • Pengembangan daftar periksa pengendalian persediaan.

  • Penentuan indikator kinerja untuk mengukur akurasi stok.

  • Perancangan tindakan perbaikan berdasarkan temuan studi kasus.

Metode Pelatihan

  • Presentasi dan Diskusi

  • Studi Kasus

  • Praktik dan Role Play

Hasil Praktik dan Evaluasi Kompetensi

Peserta menghasilkan kartu persediaan, perhitungan valuasi, laporan rekonsiliasi stock opname, serta simulasi dampak penyesuaian persediaan terhadap laba. Evaluasi mencakup ketepatan perhitungan, kemampuan menelusuri selisih stok, konsistensi pencatatan, dan kualitas rekomendasi pengendalian persediaan.

Informasi dan Pendaftaran

Untuk mendapatkan informasi jadwal, biaya investasi, dan pelaksanaan pelatihan Inventory Accounting & Stock Control, silakan menghubungi Urways Indonesia.

Mobile: 0819 1534 6688

Email: cs@urways-indonesia.co.id

LOKASI

JAKARTA

TANGGAL

20–21 Okt 2026, 24–25 Nov 2026, 22–23 Des 2026

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Inventory Accounting & Stock Control”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *