Applied Total Productive Maintenance (TPM)

Rp5,950,000

Pelatihan dua hari untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam mengelola persediaan, mencatat transaksi stok, melakukan stock opname, menganalisis selisih persediaan, dan memperkuat pengendalian stok perusahaan.

Mengapa Mengikuti Pelatihan Ini?

Sistem pemeliharaan mesin berperan penting dalam menjaga kelancaran produksi, kualitas produk, dan efisiensi biaya operasional. Ketika perusahaan tidak mengelola pemeliharaan secara terencana, kerusakan mesin, waktu henti produksi, serta biaya suku cadang dapat meningkat. Oleh sebab itu, perusahaan perlu mengevaluasi efektivitas sistem pemeliharaan sekaligus membangun pendekatan yang lebih produktif dan terukur.

Melalui pelatihan Applied Total Productive Maintenance (TPM), peserta mempelajari cara mengevaluasi sistem pemeliharaan, mengidentifikasi sumber kehilangan produktivitas, dan mengukur efektivitas peralatan menggunakan Overall Equipment Effectiveness (OEE). Selanjutnya, peserta mendalami penyusunan program pemeliharaan terencana, pengelolaan persediaan suku cadang, serta pemanfaatan sistem komputerisasi untuk mendukung kegiatan maintenance.

Selain itu, peserta berlatih menganalisis indikator kinerja pemeliharaan dan merumuskan langkah perbaikan berdasarkan data operasional. Dengan demikian, perusahaan dapat menggunakan hasil evaluasi tersebut untuk meningkatkan keandalan peralatan, mengoptimalkan biaya pemeliharaan, dan memperkuat pengendalian kinerja mesin.

Sasaran dan Tujuan Pelatihan

Sasaran Peserta

  • Manager dan supervisor maintenance.

  • Engineer dan teknisi pemeliharaan.

  • Supervisor dan staf produksi.

  • Planner pemeliharaan dan pengelola suku cadang.

  • Staf engineering, reliability, dan operational excellence.

  • Pimpinan unit yang bertanggung jawab atas kinerja peralatan produksi.

Tujuan Pelatihan

Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan mampu:

  • Mengevaluasi sistem pemeliharaan berdasarkan kondisi peralatan, proses kerja, dan indikator kinerja.

  • Mengidentifikasi kerugian produksi serta menghitung OEE berdasarkan data operasional.

  • Menyusun program pemeliharaan terencana sesuai kebutuhan dan prioritas peralatan.

  • Menganalisis indikator kinerja maintenance dan efektivitas pengelolaan suku cadang.

  • Menjelaskan kebutuhan dan tahapan penerapan Computerized Maintenance Management System (CMMS).

  • Menyusun rekomendasi perbaikan sistem pemeliharaan berdasarkan hasil evaluasi dan studi kasus.

Outline Materi yang Dibahas

Hari Pertama — Evaluasi Sistem Maintenance dan Pengukuran OEE

Pengantar Maintenance Management

  • Tujuan dan fungsi pemeliharaan dalam mendukung operasional perusahaan.

  • Klasifikasi sistem pemeliharaan: corrective, preventive, dan predictive maintenance.

  • Perancangan sistem pemeliharaan sesuai kebutuhan peralatan.

  • Peran operator dan petugas maintenance dalam menjaga kondisi mesin.

  • Permasalahan umum dalam pemeliharaan dan dampaknya terhadap biaya produksi.

  • Perkembangan sistem maintenance management menuju pemeliharaan yang produktif dan terukur.

Evaluasi Kinerja Sistem Pemeliharaan

  • Pemeriksaan kondisi awal sistem pemeliharaan perusahaan menggunakan company checklist.

  • Pemeriksaan aspek desain dan kesiapan peralatan menggunakan machinery design checklist.

  • Identifikasi kelemahan proses pemeliharaan dan pengelolaan peralatan.

  • Penilaian dokumentasi, pencatatan kerusakan, dan riwayat perawatan.

  • Identifikasi biaya akibat kerusakan dan rendahnya efektivitas peralatan.

  • Penentuan area prioritas untuk peningkatan sistem pemeliharaan.

Konsep Total Productive Maintenance dan Pengukuran OEE

  • Filosofi, prinsip, dan tujuan penerapan TPM.

  • Pengelolaan peralatan dan pengendalian kerusakan.

  • Identifikasi Six Big Losses dalam proses produksi.

  • Konsep dan komponen Overall Equipment Effectiveness (OEE).

  • Perhitungan availability, performance, dan quality rate.

  • Penentuan ideal cycle time atau waktu siklus ideal.

  • Interpretasi hasil OEE untuk menentukan prioritas perbaikan.

Studi Kasus dan Latihan Perhitungan OEE

  • Perhitungan OEE pada proses produksi dengan volume tinggi.

  • Analisis OEE pada proses perakitan manual (hand assembly).

  • Analisis OEE pada proses perakitan semiotomatis.

  • Analisis OEE pada sistem produksi berbasis proses (processing system).

  • Perbandingan hasil perhitungan dan identifikasi sumber kehilangan produktivitas.

Hari Kedua — Planned Maintenance, CMMS, dan Peningkatan Kinerja

Modern Maintenance Management

  • Prinsip efektivitas sistem pemeliharaan.

  • Perbedaan pemeliharaan reaktif dan pemeliharaan terencana.

  • Penetapan prioritas pemeliharaan berdasarkan kondisi dan tingkat kepentingan mesin.

  • Penyusunan program planned maintenance.

  • Penentuan jadwal pemeliharaan dan kebutuhan sumber daya.

  • Pengelolaan riwayat kerusakan serta dokumentasi pekerjaan maintenance.

  • Tahapan penerapan program pemeliharaan terencana.

Computerized Maintenance Management System (CMMS)

  • Pengertian, tujuan, dan fungsi sistem komputerisasi pemeliharaan.

  • Manfaat penggunaan CMMS dalam pencatatan dan pengendalian pekerjaan maintenance.

  • Pengelolaan data aset, mesin, dan riwayat kerusakan.

  • Pencatatan jadwal pemeliharaan dan work order.

  • Pengelolaan data suku cadang dan kebutuhan pemeliharaan.

  • Persiapan data dan proses kerja sebelum menerapkan CMMS.

  • Strategi implementasi sistem komputerisasi sesuai kebutuhan perusahaan.

Evaluasi Kinerja Maintenance dan Spare Parts Management

  • Penentuan parameter kinerja sistem pemeliharaan.

  • Analisis rasio kinerja maintenance berdasarkan data operasional.

  • Evaluasi frekuensi kerusakan, waktu perbaikan, dan ketersediaan mesin.

  • Pengenalan indikator MTBF (Mean Time Between Failures) dan MTTR (Mean Time to Repair).

  • Analisis penggunaan dan ketersediaan suku cadang.

  • Pengenalan metode pengendalian persediaan suku cadang.

  • Identifikasi peluang penghematan biaya tanpa mengabaikan kebutuhan operasional.

  • Penggunaan laporan dan perangkat lunak untuk mendukung evaluasi kinerja.

Studi Kasus Implementasi TPM

  • Evaluasi kondisi sistem pemeliharaan berdasarkan kasus perusahaan.

  • Analisis hasil OEE dan indikator kinerja maintenance.

  • Identifikasi masalah utama dalam pemeliharaan dan pengelolaan suku cadang.

  • Penyusunan rekomendasi peningkatan efektivitas sistem pemeliharaan.

  • Perancangan rencana implementasi TPM berdasarkan prioritas perbaikan.

  • Presentasi hasil analisis dan diskusi bersama trainer.

Metode Pelatihan

  • Presentasi dan Diskusi
  • Pre-Test dan Post-Test
  • Studi Kasus
  • Praktik dan Simulasi

Informasi dan Pendaftaran

Email : urwaysindonesia@gmail.com

Mobile : 0819 1534 6688

LOKASI

JAKARTA

TANGGAL

9‑10 November 2026, 1‑2 Desember 2026

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Applied Total Productive Maintenance (TPM)”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *