Business Process Reengineering

Rp5,950,000

Pelatihan Business Process Reengineering membekali peserta dengan kemampuan memetakan proses bisnis, mengidentifikasi hambatan, menganalisis kesenjangan, merancang ulang alur kerja, dan menyusun rencana implementasi untuk meningkatkan efisiensi operasional perusahaan.

Mengapa Mengikuti Pelatihan Ini?

Proses bisnis yang tidak efisien dapat memperlambat pelayanan, meningkatkan biaya operasional, memperpanjang waktu penyelesaian pekerjaan, dan menimbulkan duplikasi aktivitas antarbagian. Kondisi tersebut sering terjadi ketika perusahaan mempertahankan prosedur lama tanpa mengevaluasi relevansinya terhadap kebutuhan bisnis. Oleh karena itu, perusahaan perlu meninjau kembali proses kerja secara menyeluruh untuk menemukan peluang perubahan yang memberikan dampak nyata terhadap kinerja organisasi.

Melalui pelatihan Business Process Reengineering (BPR), peserta mempelajari cara mengidentifikasi proses bisnis kritis, memetakan alur kerja, menganalisis hambatan, dan merancang proses baru yang lebih efektif. Selanjutnya, peserta memahami penggunaan value chain, flowchart, integrated flow diagram, dan analisis kesenjangan untuk mengevaluasi hubungan antara proses saat ini dan proses yang diharapkan.

Selain itu, pelatihan ini membekali peserta dengan pendekatan sistematis untuk merencanakan perubahan, mempertimbangkan faktor budaya organisasi, serta mengevaluasi hasil rekayasa ulang proses. Dengan demikian, peserta dapat menyusun rekomendasi perbaikan yang berorientasi pada efisiensi, kualitas layanan, dan pencapaian sasaran bisnis perusahaan.

Sasaran dan Tujuan Pelatihan

Sasaran Peserta

  • Manager dan supervisor lintas fungsi.

  • Staf business process improvement dan operational excellence.

  • Staf perencanaan strategis dan pengembangan organisasi.

  • Staf quality management dan pengendalian proses.

  • Analis bisnis dan analis proses.

  • Pimpinan unit yang bertanggung jawab atas efektivitas operasional.

Tujuan Pelatihan

Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan mampu:

  • Menjelaskan konsep, prinsip, dan tahapan Business Process Reengineering.

  • Mengidentifikasi proses bisnis kritis berdasarkan kontribusinya terhadap sasaran organisasi.

  • Memetakan dan menganalisis proses kerja menggunakan alat visualisasi proses.

  • Mengevaluasi hambatan, keterbatasan, dan kesenjangan kinerja proses.

  • Merancang proses bisnis baru berdasarkan kebutuhan pelanggan dan tujuan organisasi.

  • Menyusun rekomendasi implementasi perubahan serta indikator evaluasi kinerja proses.

Outline Materi yang Dibahas

Hari Pertama — Konsep BPR dan Analisis Proses Bisnis

Memahami Konsep Business Process Reengineering

  • Pengertian dan prinsip dasar Business Process Reengineering.

  • Perbedaan BPR, business process improvement, dan perbaikan berkelanjutan.

  • Peran rekayasa ulang proses dalam transformasi bisnis.

  • Identifikasi masalah yang membutuhkan perubahan mendasar pada proses kerja.

  • Pengenalan alat dan teknik yang digunakan dalam BPR.

  • Hubungan strategi bisnis, kebutuhan pelanggan, dan desain proses.

Konsep Value Chain dan Pemetaan Proses Bisnis

  • Pengertian dan fungsi value chain dalam analisis proses.

  • Identifikasi aktivitas utama dan aktivitas pendukung organisasi.

  • Pemetaan hubungan antarfungsi dalam rantai nilai.

  • Analisis hubungan proses bisnis dengan visi, misi, dan sasaran organisasi.

  • Identifikasi aktivitas yang memberikan nilai tambah dan aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah.

  • Persiapan perubahan berdasarkan hasil pemetaan proses.

Siklus Business Process Reengineering

  • Envision: menetapkan visi dan arah perubahan proses.

  • Initiate: menentukan ruang lingkup dan mempersiapkan pelaksanaan.

  • Diagnose: menganalisis kondisi serta permasalahan proses saat ini.

  • Redesign: merancang proses bisnis yang lebih efektif.

  • Reconstruct: menyiapkan dan menerapkan proses yang telah dirancang ulang.

  • Monitoring and Evaluation: mengukur hasil dan mengevaluasi efektivitas perubahan.

Identifikasi dan Pengukuran Kinerja Proses Bisnis

  • Penentuan proses bisnis yang kritis dan strategis.

  • Identifikasi pemilik proses, pengguna layanan, dan pihak terkait.

  • Pengukuran waktu proses, biaya, kualitas, dan produktivitas.

  • Identifikasi duplikasi pekerjaan, hambatan, serta aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah.

  • Analisis peluang rekayasa ulang berdasarkan dampak terhadap kinerja bisnis.

  • Penentuan prioritas proses yang membutuhkan perubahan.

Hari Kedua — Desain Ulang Proses dan Implementasi Perubahan

Pemetaan dan Analisis Proses Bisnis

  • Penyusunan flowchart untuk menggambarkan alur kerja.

  • Pemetaan hubungan antarbagian menggunakan integrated flow diagram.

  • Identifikasi titik hambatan (bottleneck) dan aktivitas yang memperlambat proses.

  • Analisis kendala proses (process-constraint analysis).

  • Evaluasi pengaruh budaya organisasi terhadap efektivitas proses.

  • Analisis akar penyebab permasalahan proses.

  • Penyusunan peta proses kondisi saat ini (current-state process mapping).

Merancang Business Process Baru

  • Prinsip perancangan proses bisnis ideal (ideal process design).

  • Perbandingan proses saat ini dengan proses yang diharapkan.

  • Analisis kesenjangan (gap analysis).

  • Penyederhanaan alur kerja dan pengurangan aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah.

  • Penetapan peran, tanggung jawab, dan titik pengendalian proses.

  • Penyusunan peta proses baru (future-state process mapping).

  • Evaluasi kelayakan desain proses terhadap kebutuhan organisasi.

Implementasi dan Evaluasi Rekayasa Ulang Proses

  • Penyusunan tahapan implementasi BPR.

  • Penentuan prioritas perubahan dan kebutuhan sumber daya.

  • Pengelolaan risiko selama perubahan proses.

  • Strategi komunikasi dan pelibatan karyawan dalam perubahan.

  • Penetapan indikator kinerja utama (Key Performance Indicators).

  • Pemantauan hasil perubahan berdasarkan waktu, biaya, kualitas, dan produktivitas.

  • Penyusunan rencana tindak lanjut dan evaluasi efektivitas proses baru.

Studi Kasus Business Process Reengineering

  • Analisis permasalahan proses bisnis berdasarkan kasus perusahaan.

  • Pemetaan proses kerja dan identifikasi hambatan.

  • Pengukuran kesenjangan antara kinerja aktual dan target.

  • Perancangan alternatif proses bisnis yang lebih efektif.

  • Presentasi hasil desain ulang proses dan rekomendasi implementasi.

  • Diskusi evaluasi bersama trainer.

Metode Pelatihan

  • Presentasi dan Diskusi
  • Pre-Test dan Post-Test
  • Studi Kasus
  • Praktik dan Simulasi

Durasi Pelatihan

Pelatihan berlangsung selama 2 hari dengan total 16 jam pelatihan efektif, di luar waktu istirahat. Alokasi waktu mencakup pembahasan konsep, diskusi, latihan pemetaan proses, studi kasus, perancangan proses baru, dan evaluasi hasil pembelajaran.

Informasi dan Registrasi

Email : urwaysindonesia@gmail.com

Mobile : 0819 1534 6688

LOKASI

JAKARTA

TANGGAL

29-30 Oktober 2026, 19-20 November 2026, 10-11 Desember 2026

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Business Process Reengineering”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *