Culture Change and Communications
Kode: CC-CH05
Durasi: 2 Hari | 12–14 Jam Pembelajaran
Lokasi: Jakarta / Tangerang / Online Training
Level: Mastery
Tatap Muka: Rp6.750.000/peserta
Online Training: Rp4.500.000/peserta
A. Mengapa Mengikuti Pelatihan Ini?
Perubahan organisasi sering menuntut perubahan cara kerja, pola pikir, nilai, dan perilaku karyawan. Karena itu, perusahaan membutuhkan komunikasi yang mampu membantu karyawan memahami arah perubahan dan mengadopsi budaya yang diharapkan.
Program Culture Change and Communications membekali peserta dengan pendekatan strategis untuk merancang komunikasi perubahan budaya. Peserta menganalisis current culture, desired culture, cultural gaps, stakeholder readiness, serta behavioral implications.
Selanjutnya, peserta merancang culture change communication strategy yang menghubungkan leadership communication, employee engagement, change narratives, communication channels, behavioral reinforcement, dan measurement.
Peserta juga menggunakan Culture Change Communication Canvas sebagai perangkat utama untuk menerjemahkan diagnosis budaya menjadi strategi, program, dan roadmap komunikasi.
B. Siapa yang Harus Mengikuti?
Program ini sesuai bagi profesional yang terlibat dalam perubahan budaya dan komunikasi organisasi.
- Corporate Communication Manager
- Corporate Affairs Manager
- Internal Communication Manager
- Change Communication Manager
- Human Resources Manager
- Organization Development Manager
- Culture Transformation Manager
- Employee Engagement Manager
- Corporate Culture Specialist
- Internal Communication Specialist
- Change Management Specialist
- Communication Strategist
- HR Business Partner
- Leadership atau Transformation professional
C. Apa yang Akan Anda Pelajari?
Day 1 — Culture Diagnosis & Change Communication Strategy
Module 1 — Organizational Culture & Culture Change Context
Peserta memulai program dengan memahami hubungan antara organizational culture dan perubahan organisasi. Selanjutnya, peserta mengidentifikasi faktor yang mendorong kebutuhan perubahan budaya.
- Memahami konsep organizational culture
- Mengidentifikasi cultural values, norms, beliefs, dan behaviors
- Menganalisis hubungan culture dengan business strategy
- Mengidentifikasi drivers of culture change
- Menganalisis perubahan struktur, teknologi, bisnis, dan lingkungan organisasi
- Menentukan culture change priorities
- Mengidentifikasi cultural risks yang dapat menghambat perubahan
Praktik: Culture Change Context Analysis
Output: Culture Change Context Map
Module 2 — Current Culture, Desired Culture & Cultural Gap Analysis
Setelah memahami konteks perubahan, peserta menganalisis kondisi budaya saat ini. Kemudian, peserta membandingkannya dengan budaya yang ingin organisasi bangun.
- Memetakan current culture
- Mendefinisikan desired culture
- Mengidentifikasi cultural gaps
- Menganalisis values dan behaviors yang perlu diperkuat
- Mengidentifikasi behaviors yang perlu dikurangi atau dihentikan
- Menentukan culture change priorities
- Mengidentifikasi cultural barriers dan enablers
Praktik: Cultural Gap Analysis Workshop
Output: Current–Desired Culture Gap Matrix
Module 3 — Stakeholder Readiness & Employee Culture Segmentation
Perubahan budaya melibatkan berbagai kelompok dengan tingkat kesiapan yang berbeda. Karena itu, peserta memetakan stakeholder dan employee segments berdasarkan readiness terhadap perubahan.
- Mengidentifikasi internal stakeholders
- Memetakan stakeholder influence dan impact
- Menganalisis employee readiness
- Mengidentifikasi resistance patterns
- Memetakan employee segments
- Menentukan priority audience
- Menentukan communication needs setiap segmen
Praktik: Culture Change Stakeholder Mapping
Output: Culture Change Stakeholder & Readiness Matrix
Module 4 — Culture Change Narrative & Communication Strategy
Selanjutnya, peserta mengembangkan narasi perubahan budaya. Narasi tersebut membantu organisasi menjelaskan alasan perubahan, arah budaya, dan perilaku yang perlu dikembangkan.
- Menentukan communication objectives
- Mengembangkan culture change narrative
- Menjelaskan business rationale for change
- Menghubungkan values dengan expected behaviors
- Mengembangkan key messages
- Menentukan leadership communication role
- Menentukan communication channels
- Menyesuaikan pesan dengan stakeholder readiness
Praktik: Culture Change Narrative Workshop
Output: Culture Change Communication Strategy
Day 2 — Communication Activation, Reinforcement & Culture Adoption
Module 5 — Leadership Communication & Employee Engagement
Leadership memainkan peran penting dalam membentuk kredibilitas perubahan budaya. Karena itu, peserta merancang komunikasi pimpinan yang konsisten dengan desired culture.
- Menentukan leadership communication role
- Mengembangkan leadership communication strategy
- Menyusun leadership messages
- Mengembangkan leader communication toolkit
- Membangun employee dialogue
- Mengembangkan employee engagement mechanisms
- Mengidentifikasi employee feedback channels
- Menghubungkan leadership behavior dengan culture change
Praktik: Leadership Communication Simulation
Output: Leadership & Employee Engagement Framework
Module 6 — Culture Change Communication Architecture
Pada tahap ini, peserta membangun arsitektur komunikasi untuk mendukung proses perubahan budaya. Peserta menentukan hubungan antara message, channel, program, dan stakeholder.
- Menentukan communication objectives berdasarkan change stage
- Menyusun communication journey
- Menentukan communication channels
- Mengembangkan communication touchpoints
- Menentukan communication cadence
- Mengintegrasikan leadership, internal, digital, dan employee communication
- Menentukan channel roles
- Mengembangkan communication program architecture
Praktik: Communication Architecture Workshop
Output: Culture Change Communication Architecture
Module 7 — Behaviour Reinforcement & Culture Adoption
Komunikasi perlu mendukung adopsi perilaku agar perubahan budaya dapat bertahan. Karena itu, peserta merancang mekanisme reinforcement yang menghubungkan values dengan praktik kerja.
- Mengidentifikasi target behaviors
- Menghubungkan values dengan expected behaviors
- Menentukan behavior adoption priorities
- Mengembangkan reinforcement mechanisms
- Menggunakan recognition dan storytelling untuk memperkuat budaya
- Mengembangkan feedback mechanisms
- Menentukan role model behavior
- Mengidentifikasi culture adoption indicators
Praktik: Culture Reinforcement Design Workshop
Output: Culture Adoption & Reinforcement Framework
Module 8 — Culture Change Communication Canvas & Measurement
Pada modul terakhir, peserta mengintegrasikan seluruh komponen strategi dalam Culture Change Communication Canvas. Peserta kemudian menyusun measurement framework dan roadmap implementasi.
- Mengintegrasikan culture diagnosis dengan communication strategy
- Menghubungkan cultural gaps dengan communication interventions
- Memetakan stakeholder, message, channel, dan behaviors
- Menentukan culture change communication KPIs
- Menentukan adoption indicators
- Mengembangkan measurement framework
- Menentukan review points
- Menyusun culture change communication roadmap
Praktik: Culture Change Communication Canvas Workshop
Output: Culture Change Communication Canvas & Roadmap
D. Outcome Pelatihan
Setelah mengikuti program, peserta mampu:
- Menganalisis organizational culture dan konteks perubahan
- Memetakan current culture dan desired culture
- Mengidentifikasi cultural gaps dan change priorities
- Menganalisis stakeholder readiness
- Menentukan employee audience berdasarkan kebutuhan perubahan
- Mengembangkan culture change narrative
- Merancang leadership communication strategy
- Mengembangkan employee engagement strategy
- Menyusun culture change communication architecture
- Merancang behavior reinforcement strategy
- Mengukur culture adoption dan communication outcomes
- Menggunakan Culture Change Communication Canvas
- Menyusun culture change communication roadmap
E. Durasi Pelatihan
2 Hari | 12–14 Jam Pembelajaran
Hari pertama berfokus pada culture diagnosis, cultural gap, stakeholder readiness, dan communication strategy. Peserta menganalisis kondisi budaya dan merumuskan arah komunikasi perubahan.
Selanjutnya, hari kedua berfokus pada leadership communication, communication architecture, behavior reinforcement, dan culture adoption. Peserta mengintegrasikan seluruh komponen melalui Culture Change Communication Canvas.
F. Format Pelatihan
Tatap Muka
Pelatihan tersedia di Jakarta dan Tangerang. Peserta mengikuti case study, culture diagnosis workshop, communication strategy exercise, simulation, dan presentation.
Online Training
Pelatihan berlangsung secara live melalui platform konferensi daring. Peserta tetap mengikuti case study, individual exercise, group exercise, workshop, simulation, dan presentation.
In-House Training
Urways Indonesia dapat menyesuaikan program untuk kebutuhan in-house training. Penyesuaian dapat mencakup organizational culture, transformation agenda, employee segments, leadership priorities, dan change objectives.
G. Metode Pelatihan dan Evaluasi
Metode Pelatihan
- Interactive Discussion
- Case Study
- Culture Diagnosis Workshop
- Cultural Gap Analysis
- Stakeholder Mapping
- Communication Strategy Workshop
- Individual Exercise
- Group Exercise
- Leadership Communication Simulation
- Peer Review
- Presentation
Program menggunakan pendekatan learning by doing. Porsi praktik mencapai sekitar 60–70% dari keseluruhan pembelajaran.
Evaluasi
Peserta mengikuti evaluasi berbasis practical output. Evaluasi mengukur kemampuan peserta dalam menganalisis budaya dan merancang strategi komunikasi perubahan.
Evaluasi mencakup:
- Culture Change Context Analysis
- Cultural Gap Analysis
- Stakeholder Readiness Mapping
- Culture Change Narrative Exercise
- Leadership Communication Simulation
- Communication Architecture Workshop
- Culture Reinforcement Design
- Culture Change Communication Canvas
- Presentasi hasil kerja
- Peer Review
H. Apa yang Akan Anda Dapatkan?
Peserta memperoleh perangkat kerja yang dapat digunakan untuk merancang komunikasi perubahan budaya.
- Culture Change Context Map
- Current–Desired Culture Gap Matrix
- Culture Change Stakeholder & Readiness Matrix
- Culture Change Communication Strategy
- Leadership & Employee Engagement Framework
- Culture Change Communication Architecture
- Culture Adoption & Reinforcement Framework
- Culture Change Communication Canvas
- Culture Change Communication Roadmap
- Culture Change Measurement Framework
I. Fasilitas Pelatihan
Tatap Muka
- Meeting Room
- 2x Coffee Break
- 1x Lunch
- Modul Pelatihan
- Sertifikat Pelatihan
- Training Kits
- Souvenir
- Dokumentasi
- Laporan kegiatan kepada HR
Online Training
- Modul Pelatihan
- Sertifikat Pelatihan
- Souvenir
- Dokumentasi
- Laporan kegiatan kepada HR
Hubungi Kami Jika Anda Memerlukan Bantuan
Memerlukan informasi mengenai Culture Change and Communications Training? Tim Urways Indonesia siap membantu Anda.
Anda dapat menghubungi kami untuk informasi Public Training, In-House Training, maupun Corporate Training. Selain itu, kami dapat menyesuaikan materi berdasarkan budaya organisasi, transformation agenda, employee segments, leadership priorities, dan change objectives.
WhatsApp: 0819-1534-6688
Email: urwaysindonesia@gmail.com









Ulasan
Belum ada ulasan.