Risk Communication Strategy

Rentang harga: Rp4,500,000 hingga Rp7,000,000

Setiap organisasi menghadapi risiko yang dapat memengaruhi operasi, stakeholder, reputasi, dan kepercayaan publik. Karena itu, perusahaan membutuhkan strategi komunikasi yang mampu membantu stakeholder memahami risiko dan menentukan respons yang tepat.

Program Risk Communication Strategy membekali peserta dengan pendekatan strategis untuk mengelola komunikasi risiko sebelum, selama, dan setelah suatu risk event. Peserta menganalisis risk context, stakeholder, audience needs, communication priorities, message strategy, serta response mechanisms.

Selain itu, peserta mempelajari risk communication preparedness dan komunikasi pada berbagai fase risiko. Peserta juga merancang strategi monitoring, stakeholder engagement, media communication, response planning, recovery communication, dan evaluation.

Pada akhir program, peserta menyusun Risk Communication Strategy Canvas sebagai perangkat kerja untuk mengintegrasikan risk context, stakeholder, messages, channels, response, monitoring, dan evaluation.

Risk Communication Strategy

Kode: CC-CH10
Durasi: 2 Hari | 12–14 Jam Pembelajaran
Lokasi: Jakarta / Tangerang / Online Training
Level: Mastery
Tatap Muka: Rp7.000.000/peserta
Online Training: Rp4.500.000/peserta

A. Mengapa Mengikuti Pelatihan Ini?

Setiap organisasi menghadapi risiko yang dapat memengaruhi operasi, stakeholder, reputasi, dan kepercayaan publik. Karena itu, perusahaan membutuhkan strategi komunikasi yang mampu membantu stakeholder memahami risiko dan menentukan respons yang tepat.

Program Risk Communication Strategy membekali peserta dengan pendekatan strategis untuk mengelola komunikasi risiko sebelum, selama, dan setelah suatu risk event. Peserta menganalisis risk context, stakeholder, audience needs, communication priorities, message strategy, serta response mechanisms.

Selain itu, peserta mempelajari risk communication preparedness dan komunikasi pada berbagai fase risiko. Peserta juga merancang strategi monitoring, stakeholder engagement, media communication, response planning, recovery communication, dan evaluation.

Pada akhir program, peserta menyusun Risk Communication Strategy Canvas sebagai perangkat kerja untuk mengintegrasikan risk context, stakeholder, messages, channels, response, monitoring, dan evaluation.

B. Siapa yang Harus Mengikuti?

Program ini sesuai bagi profesional yang bertanggung jawab mengelola komunikasi risiko dan isu strategis organisasi.

  • Corporate Communication Manager
  • Corporate Affairs Manager
  • Corporate Secretary
  • Public Relations Manager
  • Risk Communication Manager
  • Crisis Communication Manager
  • Communication Strategist
  • Corporate Communication Specialist
  • Public Relations Specialist
  • Risk Management Manager
  • HSE Manager
  • Sustainability Manager
  • ESG Communication Specialist
  • Government Relations Manager
  • Community Relations Manager
  • Crisis Management Specialist
  • Profesional yang terlibat dalam risk management dan organizational response

C. Apa yang Akan Anda Pelajari?

Day 1 — Risk Context, Preparedness & Communication Strategy

Module 1 — Risk Communication Strategy & Risk Context

Peserta memulai program dengan memahami hubungan antara risk management dan communication strategy. Selanjutnya, peserta menganalisis konteks risiko dan dampaknya terhadap organisasi serta stakeholder.

  • Memahami konsep dan prinsip risk communication
  • Mengidentifikasi strategic risks yang membutuhkan komunikasi
  • Menganalisis risk context
  • Mengidentifikasi potential impact terhadap organisasi
  • Menganalisis public, employee, media, regulator, dan stakeholder concerns
  • Menentukan communication implications dari suatu risiko
  • Menentukan risk communication objectives

Praktik: Risk Context Analysis Workshop
Output: Risk Communication Context Map

Module 2 — Stakeholder & Audience Analysis

Komunikasi risiko membutuhkan pemahaman terhadap stakeholder yang terdampak. Karena itu, peserta memetakan stakeholder berdasarkan exposure, influence, concerns, dan communication needs.

  • Mengidentifikasi risk stakeholders
  • Mengelompokkan target audiences
  • Menganalisis stakeholder influence dan impact
  • Mengidentifikasi information needs
  • Menganalisis stakeholder concerns dan expectations
  • Menentukan priority audiences
  • Menentukan engagement approach
  • Memetakan stakeholder communication requirements

Praktik: Risk Stakeholder Mapping Workshop
Output: Risk Stakeholder & Audience Matrix

Module 3 — Risk Communication Preparedness

Organisasi perlu menyiapkan komunikasi sebelum risk event terjadi. Oleh karena itu, peserta membangun communication preparedness framework.

  • Membentuk risk communication team
  • Menentukan roles dan responsibilities
  • Mengidentifikasi communication resources
  • Menilai existing communication capabilities
  • Menentukan communication protocols
  • Menyiapkan stakeholder database
  • Menentukan communication channels
  • Menyiapkan monitoring mechanisms
  • Menyusun communication response requirements

Praktik: Risk Communication Preparedness Workshop
Output: Risk Communication Preparedness Framework

Module 4 — Risk Message Development & Communication Strategy

Setelah memahami konteks dan audience, peserta menyusun pesan yang jelas, relevan, dan konsisten. Peserta juga menyesuaikan pesan dengan tingkat risiko dan kebutuhan stakeholder.

  • Menentukan risk communication objectives
  • Mengembangkan risk communication messages
  • Menentukan key facts dan supporting information
  • Menyusun message hierarchy
  • Menyesuaikan pesan dengan audience needs
  • Mengembangkan risk communication narrative
  • Menentukan communication channels
  • Menentukan spokesperson requirements
  • Menyusun communication principles

Praktik: Risk Message Development Workshop
Output: Risk Communication Message Framework

Day 2 — Risk Response, Engagement, Monitoring & Evaluation

Module 5 — Emergency Risk Communication & Response

Pada tahap ini, peserta merancang komunikasi ketika risiko mulai berkembang menjadi incident atau emergency. Peserta mempelajari cara merespons kebutuhan informasi dengan cepat dan terkoordinasi.

  • Mengidentifikasi communication priorities saat emergency
  • Menentukan response communication objectives
  • Menentukan information flow
  • Menyusun rapid response messages
  • Menentukan spokesperson
  • Mengelola information gaps
  • Mengembangkan response communication channels
  • Menentukan stakeholder response mechanisms
  • Mengidentifikasi communication risks selama emergency

Praktik: Emergency Risk Communication Simulation
Output: Risk Communication Response Framework

Module 6 — Media, Public & Stakeholder Engagement

Media dan publik dapat memengaruhi persepsi terhadap risiko. Karena itu, peserta mempelajari cara membangun komunikasi yang terbuka, konsisten, dan responsif.

  • Mengembangkan media communication strategy
  • Menyiapkan media briefing
  • Menentukan media response protocols
  • Mengelola public questions
  • Mengembangkan stakeholder dialogue
  • Menentukan feedback mechanisms
  • Mengelola information requests
  • Menentukan escalation mechanisms
  • Mengembangkan stakeholder engagement approach

Praktik: Media & Stakeholder Communication Simulation
Output: Media & Stakeholder Engagement Framework

Module 7 — Risk Communication Monitoring & Response Optimization

Monitoring membantu organisasi memahami perubahan stakeholder concerns dan public sentiment. Selanjutnya, peserta menggunakan informasi tersebut untuk menyesuaikan communication response.

  • Menentukan communication monitoring objectives
  • Memantau media coverage
  • Memantau stakeholder responses
  • Mengidentifikasi emerging concerns
  • Menganalisis communication gaps
  • Mengidentifikasi misinformation risks
  • Menentukan response priorities
  • Mengembangkan communication adjustment strategy
  • Menentukan escalation indicators

Praktik: Risk Communication Monitoring Workshop
Output: Risk Communication Monitoring Dashboard Framework

Module 8 — Recovery, Evaluation & Risk Communication Strategy Canvas

Setelah risk event terkendali, organisasi perlu membangun kembali confidence dan trust. Karena itu, peserta merancang recovery communication dan mengevaluasi efektivitas strategi.

  • Mengembangkan recovery communication strategy
  • Mengelola stakeholder expectations setelah risk event
  • Mengidentifikasi lessons learned
  • Mengevaluasi communication performance
  • Menentukan communication KPIs
  • Mengukur stakeholder response
  • Menentukan evaluation indicators
  • Mengidentifikasi improvement priorities
  • Menyusun risk communication roadmap

Selanjutnya, peserta mengintegrasikan seluruh komponen ke dalam Risk Communication Strategy Canvas.

Praktik: Risk Communication Strategy Canvas Workshop
Output: Risk Communication Strategy Canvas & Communication Roadmap

D. Outcome Pelatihan

Setelah mengikuti program, peserta mampu:

  • Menganalisis risk context sebagai dasar strategi komunikasi
  • Mengidentifikasi risk stakeholders dan target audiences
  • Menentukan communication priorities berdasarkan tingkat risiko
  • Membangun risk communication preparedness
  • Menyusun risk communication messages
  • Mengembangkan emergency risk communication strategy
  • Merancang media dan stakeholder engagement
  • Mengembangkan communication monitoring framework
  • Merancang recovery communication
  • Mengevaluasi efektivitas risk communication
  • Menggunakan Risk Communication Strategy Canvas
  • Menyusun risk communication roadmap

E. Durasi Pelatihan

2 Hari | 12–14 Jam Pembelajaran

Hari pertama berfokus pada risk context, stakeholder analysis, preparedness, dan message development. Peserta membangun fondasi strategi komunikasi sebelum risk event terjadi.

Selanjutnya, hari kedua berfokus pada emergency response, media communication, stakeholder engagement, monitoring, recovery, dan evaluation. Peserta mengintegrasikan seluruh proses melalui Risk Communication Strategy Canvas.

F. Format Pelatihan

Tatap Muka

Pelatihan tersedia di Jakarta dan Tangerang. Peserta mengikuti case study, risk analysis, stakeholder mapping, message development, simulation, dan presentation.

Online Training

Pelatihan berlangsung secara live melalui platform konferensi daring. Peserta tetap mengikuti case study, individual exercise, group exercise, simulation, workshop, dan presentation.

In-House Training

Urways Indonesia dapat menyesuaikan program untuk kebutuhan in-house training. Penyesuaian dapat mencakup industri, risk profile, stakeholder groups, regulatory environment, communication channels, dan organizational response structure.

G. Metode Pelatihan dan Evaluasi

Metode Pelatihan

  • Interactive Discussion
  • Case Study
  • Risk Context Analysis
  • Stakeholder Mapping Workshop
  • Message Development Workshop
  • Individual Exercise
  • Group Exercise
  • Emergency Communication Simulation
  • Media Communication Simulation
  • Peer Review
  • Presentation

Program menggunakan pendekatan learning by doing. Porsi praktik mencapai sekitar 60–70% dari keseluruhan pembelajaran.

Evaluasi

Peserta mengikuti evaluasi berbasis practical output. Evaluasi mengukur kemampuan peserta dalam menganalisis risiko dan merancang strategi komunikasi.

Evaluasi mencakup:

  • Risk Context Analysis
  • Stakeholder & Audience Mapping
  • Communication Preparedness Exercise
  • Risk Message Development
  • Emergency Communication Simulation
  • Media Communication Simulation
  • Risk Communication Monitoring Exercise
  • Recovery Communication Exercise
  • Risk Communication Strategy Canvas
  • Presentasi hasil kerja
  • Peer Review

H. Apa yang Akan Anda Dapatkan?

Peserta memperoleh perangkat kerja yang dapat digunakan untuk mengembangkan strategi komunikasi risiko.

  • Risk Communication Context Map
  • Risk Stakeholder & Audience Matrix
  • Risk Communication Preparedness Framework
  • Risk Communication Message Framework
  • Risk Communication Response Framework
  • Media & Stakeholder Engagement Framework
  • Risk Communication Monitoring Dashboard Framework
  • Recovery Communication Framework
  • Risk Communication Strategy Canvas
  • Risk Communication Roadmap

I. Fasilitas Pelatihan

Tatap Muka

  • Meeting Room
  • 2x Coffee Break
  • 1x Lunch
  • Modul Pelatihan
  • Sertifikat Pelatihan
  • Training Kits
  • Souvenir
  • Dokumentasi
  • Laporan kegiatan kepada HR

Online Training

  • Modul Pelatihan
  • Sertifikat Pelatihan
  • Souvenir
  • Dokumentasi
  • Laporan kegiatan kepada HR

Hubungi Kami Jika Anda Memerlukan Bantuan

Memerlukan informasi mengenai Risk Communication Strategy Training? Tim Urways Indonesia siap membantu Anda.

Anda dapat menghubungi kami untuk informasi Public Training, In-House Training, maupun Corporate Training. Selain itu, kami dapat menyesuaikan materi berdasarkan industri, risk profile, stakeholder groups, regulatory environment, dan communication priorities.

WhatsApp: 0819-1534-6688
Email: urwaysindonesia@gmail.com

FORMAT

JAKARTA, TANGERANG, ONLINE TRAINING

TANGGAL

25–26 Agustus, 29–30 September, 27–28 Oktober, 24–25 November, 29–30 Desember

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Risk Communication Strategy”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Risk Communication StrategyRisk Communication Strategy
Rentang harga: Rp4,500,000 hingga Rp7,000,000Pilih opsi