Community Stakeholder & Social Mapping

Rentang harga: Rp4,500,000 hingga Rp6,750,000

Perusahaan perlu memahami kondisi sosial masyarakat sebelum merancang program komunikasi, pemberdayaan, atau CSR. Pemahaman tersebut membutuhkan data mengenai profil masyarakat, potensi lokal, masalah sosial, serta dinamika hubungan antaraktor. Karena itu, peserta mempelajari social mapping sebagai proses sistematis untuk memahami kondisi sosial suatu wilayah. Peserta mengidentifikasi karakter masyarakat, kelompok rentan, potensi lokal, masalah, dan struktur kelembagaan.

Program ini juga membahas teknik pengumpulan data primer dan sekunder. Peserta mempraktikkan observasi, in-depth interview, Focus Group Discussion, dan triangulasi data. Selanjutnya, peserta mengolah hasil temuan menjadi peta sosial dan analisis stakeholder. Peserta kemudian menentukan influence, interest, vulnerability, serta relationship priority. Pada akhir program, peserta menghasilkan Community Stakeholder Mapping Canvas. Canvas tersebut membantu organisasi menghubungkan kondisi sosial dengan kebutuhan komunikasi dan hubungan komunitas.

Community Stakeholder & Social Mapping

Kode: CC-L02
Durasi: 2 Hari | 12–14 Jam Pembelajaran
Lokasi: Jakarta / Tangerang / Online Training
Level: Advanced
Tatap Muka: Rp6.750.000/peserta
Online Training: Rp4.500.000/peserta

Fokus Program: Social mapping, stakeholder identification, influence, interest, vulnerability, local potential, dan relationship priority
Practical Output: Community Stakeholder Mapping Canvas

A. Mengapa Mengikuti Pelatihan Ini?

Perusahaan perlu memahami kondisi sosial masyarakat sebelum merancang program komunikasi, pemberdayaan, atau CSR. Pemahaman tersebut membutuhkan data mengenai profil masyarakat, potensi lokal, masalah sosial, serta dinamika hubungan antaraktor.

Karena itu, peserta mempelajari social mapping sebagai proses sistematis untuk memahami kondisi sosial suatu wilayah. Peserta mengidentifikasi karakter masyarakat, kelompok rentan, potensi lokal, masalah, dan struktur kelembagaan.

Program ini juga membahas teknik pengumpulan data primer dan sekunder. Peserta mempraktikkan observasi, in-depth interview, Focus Group Discussion, dan triangulasi data.

Selanjutnya, peserta mengolah hasil temuan menjadi peta sosial dan analisis stakeholder. Peserta kemudian menentukan influence, interest, vulnerability, serta relationship priority.

Pada akhir program, peserta menghasilkan Community Stakeholder Mapping Canvas. Canvas tersebut membantu organisasi menghubungkan kondisi sosial dengan kebutuhan komunikasi dan hubungan komunitas.

B. Siapa yang Harus Mengikuti?

Program ini sesuai bagi profesional yang melakukan pemetaan sosial, hubungan komunitas, pemberdayaan masyarakat, dan pengelolaan pemangku kepentingan.

  • Community Relations Manager
  • Community Engagement Manager
  • Corporate Communication Manager
  • Corporate Affairs Manager
  • CSR/TJSL Manager
  • Community Development Manager
  • Stakeholder Relations Manager
  • Sustainability Manager
  • Public Affairs Manager
  • Social Development Specialist
  • Community Relations Specialist
  • Stakeholder Relations Specialist
  • Profesional yang melakukan social mapping dan analisis komunitas

C. Apa yang Akan Anda Pelajari?

Day 1 — Social Mapping & Community Assessment

Module 1 — Social Mapping Context & Area Profiling

Peserta memahami tujuan dan fungsi social mapping dalam pengelolaan hubungan dengan masyarakat. Kemudian, peserta menentukan wilayah dan aspek sosial yang perlu dipetakan.

  • Memahami konsep dan tujuan social mapping
  • Menentukan wilayah sasaran
  • Menentukan batas pemetaan
  • Mengidentifikasi karakter sosial dan budaya masyarakat
  • Mengidentifikasi struktur kelembagaan lokal
  • Mengidentifikasi potensi dan masalah awal
  • Menentukan kebutuhan data

Praktik: Social Mapping Area Profiling Workshop
Output: Social Mapping Area Profile

Module 2 — Data Collection for Social Mapping

Data yang akurat membantu peserta memahami kondisi masyarakat secara lebih mendalam. Karena itu, peserta mempelajari kombinasi data primer dan sekunder.

  • Mengidentifikasi sumber data sekunder
  • Menggunakan profil desa dan data statistik
  • Merancang observasi lapangan
  • Menyusun panduan in-depth interview
  • Menentukan informan kunci
  • Menyusun pertanyaan wawancara
  • Menentukan kebutuhan dokumentasi lapangan

Praktik: Social Data Collection Workshop
Output: Social Mapping Data Collection Plan

Module 3 — Participatory Observation & In-depth Interview

Observasi dan wawancara membantu peserta memperoleh informasi langsung dari masyarakat. Peserta mempraktikkan teknik pengumpulan data yang mempertimbangkan konteks sosial dan perspektif informan.

  • Merancang participatory observation
  • Mengidentifikasi objek observasi
  • Menentukan informan kunci
  • Melakukan in-depth interview
  • Mengembangkan pertanyaan eksploratif
  • Mencatat temuan lapangan
  • Mengidentifikasi pola sosial dan perilaku

Praktik: Observation & Interview Simulation
Output: Field Observation & Interview Guide

Module 4 — Focus Group Discussion & Data Triangulation

Focus Group Discussion membantu peserta menggali perspektif kelompok dan memvalidasi temuan awal. Selanjutnya, peserta membandingkan hasil FGD dengan data wawancara, observasi, dan sumber sekunder.

  • Menentukan tujuan FGD
  • Menentukan peserta FGD
  • Menyusun panduan diskusi
  • Memfasilitasi diskusi kelompok
  • Mengidentifikasi perbedaan perspektif
  • Membandingkan berbagai sumber informasi
  • Melakukan triangulasi data
  • Menentukan temuan yang membutuhkan validasi lanjutan

Praktik: FGD & Data Triangulation Simulation
Output: Social Mapping Validation Matrix

Day 2 — Social Analysis, Stakeholder Mapping & Visualization

Module 5 — Social Profile, Problems & Local Potential

Peserta menganalisis data untuk memahami kondisi sosial masyarakat. Analisis mencakup masalah, kebutuhan, kelompok rentan, serta potensi lokal.

  • Menganalisis profil masyarakat
  • Mengidentifikasi masalah sosial
  • Mengidentifikasi kelompok rentan
  • Memetakan kebutuhan masyarakat
  • Mengidentifikasi potensi ekonomi dan sosial
  • Mengidentifikasi sumber daya lokal
  • Menentukan isu prioritas

Praktik: Social Profile Analysis Workshop
Output: Community Social Profile Matrix

Module 6 — Stakeholder Identification & Relationship Analysis

Setelah memahami kondisi sosial, peserta memetakan aktor yang memiliki kepentingan atau pengaruh. Peserta juga menganalisis hubungan antaraktor dalam struktur sosial lokal.

  • Mengidentifikasi stakeholder formal dan informal
  • Memetakan tokoh dan kelompok kunci
  • Menganalisis influence
  • Menganalisis interest
  • Mengidentifikasi community influencers
  • Memetakan hubungan antaraktor
  • Mengidentifikasi pola dukungan dan resistensi

Praktik: Stakeholder Relationship Mapping Workshop
Output: Community Stakeholder Relationship Map

Module 7 — Vulnerability, Influence & Relationship Priority

Setiap kelompok memiliki kondisi dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, peserta menggabungkan faktor vulnerability, influence, dan interest untuk menentukan prioritas hubungan.

  • Mengidentifikasi kelompok rentan
  • Menganalisis tingkat vulnerability
  • Menilai stakeholder influence
  • Menilai stakeholder interest
  • Menentukan relationship priority
  • Menentukan kelompok prioritas
  • Menghubungkan prioritas dengan kebutuhan komunikasi

Praktik: Stakeholder Prioritization Workshop
Output: Stakeholder Priority Matrix

Module 8 — Social Map & Community Stakeholder Mapping Canvas

Pada tahap akhir, peserta mengintegrasikan seluruh hasil pemetaan ke dalam visualisasi sosial. Peserta menghubungkan profil wilayah, potensi, masalah, aktor, hubungan, dan prioritas.

  • Mengintegrasikan hasil social mapping
  • Memvisualisasikan struktur sosial
  • Memetakan hubungan kelembagaan
  • Menghubungkan stakeholder influence dan interest
  • Memasukkan faktor vulnerability
  • Menentukan relationship priority
  • Menghubungkan hasil pemetaan dengan kebutuhan komunikasi
  • Menyusun Community Stakeholder Mapping Canvas

Praktik: Social Map Visualization Workshop
Output: Community Stakeholder Mapping Canvas

D. Outcome Pelatihan

Setelah mengikuti program, peserta mampu:

  • Menentukan wilayah dan ruang lingkup social mapping
  • Mengidentifikasi profil sosial dan budaya masyarakat
  • Mengumpulkan data primer dan sekunder
  • Melakukan observasi partisipatif
  • Melakukan in-depth interview
  • Merancang dan memfasilitasi FGD
  • Melakukan triangulasi data
  • Mengidentifikasi masalah dan potensi lokal
  • Memetakan kelompok rentan
  • Mengidentifikasi stakeholder
  • Menganalisis influence dan interest
  • Memetakan hubungan antaraktor
  • Menentukan relationship priority
  • Memvisualisasikan peta sosial
  • Menyusun Community Stakeholder Mapping Canvas

E. Durasi Pelatihan

2 Hari | 12–14 Jam Pembelajaran

Hari pertama berfokus pada konsep social mapping, penentuan wilayah, pengumpulan data, observasi, wawancara, FGD, dan triangulasi.

Selanjutnya, hari kedua membahas analisis profil sosial, masalah, potensi lokal, pemetaan stakeholder, kerentanan, serta visualisasi peta sosial.

Peserta mengembangkan practical output melalui simulasi, studi kasus, latihan analisis, dan mapping workshop.

F. Format Pelatihan

Tatap Muka

Pelatihan tersedia di Jakarta dan Tangerang. Peserta mengikuti case study, diskusi, simulasi wawancara, FGD, mapping workshop, dan presentasi hasil kerja.

Online Training

Pelatihan berlangsung secara live melalui platform konferensi daring. Peserta tetap mengikuti diskusi, latihan individual, simulasi FGD, group exercise, dan presentasi.

In-House Training

Perusahaan dapat meminta penyelenggaraan in-house training di lokasi lain. Tim Urways Indonesia dapat menyesuaikan materi dengan wilayah operasional, karakter masyarakat, kebutuhan CSR/TJSL, dan tujuan organisasi.

G. Metode Pelatihan dan Evaluasi

Metode Pelatihan

  • Interactive Discussion
  • Case Study
  • Social Mapping Workshop
  • Participatory Observation Exercise
  • In-depth Interview Simulation
  • Focus Group Discussion
  • Individual Exercise
  • Group Exercise
  • Data Analysis Exercise
  • Peer Review
  • Presentation

Program menggunakan pendekatan learning by doing. Porsi praktik mencapai sekitar 60–70% dari keseluruhan pembelajaran.

Evaluasi

Peserta menunjukkan kemampuan melalui latihan pengumpulan dan analisis data sosial. Selanjutnya, peserta menyusun peta sosial dan Community Stakeholder Mapping Canvas.

Evaluasi mencakup:

  • Analisis social mapping case
  • Area Profiling Exercise
  • Data Collection Planning
  • Observation Simulation
  • In-depth Interview Simulation
  • FGD Facilitation
  • Data Triangulation Exercise
  • Stakeholder Mapping Exercise
  • Social Map Visualization
  • Penyusunan Community Stakeholder Mapping Canvas
  • Presentasi hasil kerja
  • Peer Review
  • Penilaian practical output

H. Apa yang Akan Anda Dapatkan?

Peserta memperoleh perangkat kerja yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan organisasi.

  • Social Mapping Area Profile
  • Social Mapping Data Collection Plan
  • Field Observation & Interview Guide
  • Social Mapping Validation Matrix
  • Community Social Profile Matrix
  • Community Stakeholder Relationship Map
  • Stakeholder Priority Matrix
  • Community Stakeholder Mapping Canvas

I. Fasilitas Pelatihan

Tatap Muka

  • Meeting Room
  • 2x Coffee Break
  • 1x Lunch
  • Modul Pelatihan
  • Sertifikat Pelatihan
  • Training Kits
  • Souvenir
  • Dokumentasi
  • Laporan kegiatan kepada HR

Online Training

  • Modul Pelatihan
  • Sertifikat Pelatihan
  • Souvenir
  • Dokumentasi
  • Laporan kegiatan kepada HR

Hubungi Kami Jika Anda Memerlukan Bantuan

Memerlukan informasi mengenai jadwal pelatihan atau in-house training? Tim Urways Indonesia siap membantu memberikan informasi sesuai kebutuhan organisasi.

Anda juga dapat meminta penyesuaian materi berdasarkan wilayah dan karakter masyarakat. Penyesuaian dapat mencakup teknik pengumpulan data, kebutuhan CSR/TJSL, karakter stakeholder, isu sosial, serta tujuan pemetaan.

WhatsApp: 0819-1534-6688
Email: urwaysindonesia@gmail.com

LOKASI

JAKARTA, TANGERANG, ONLINE TRAINING

TANGGAL

7–8 September, 5–6 Oktober, 2–3 November, 7–8 Desember

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Community Stakeholder & Social Mapping”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *