Collaboration Skills Development
Kode: CS-08
Durasi: 2 Hari | 12–14 Jam Pembelajaran
Level: Basic
Format: Tatap Muka / Online Training
Tatap Muka: Rp5.950.000/peserta
Online Training: Rp4.000.000/peserta
Komposisi Pembelajaran: 40% Konsep | 60% Praktik
A. Mengapa Mengikuti Pelatihan Ini?
Pekerjaan lintas fungsi membutuhkan kemampuan bekerja sama, berkoordinasi, dan membangun kepercayaan. Karena itu, profesional perlu memahami peran setiap anggota tim serta cara menjaga alur kerja bersama.
Program ini membahas teamwork, collaboration, coordination, dan trust. Peserta kemudian menerapkan konsep melalui case study, workshop, latihan kelompok, dan role play.
Selain itu, peserta menyusun Collaboration Action Plan untuk mengidentifikasi kebutuhan kolaborasi dan menentukan langkah kerja yang lebih terarah. Dengan demikian, peserta dapat menerapkan kemampuan kolaborasi dalam situasi kerja sehari-hari.
B. Siapa yang Harus Mengikuti?
Program ini sesuai bagi profesional yang bekerja dalam tim dan terlibat dalam koordinasi lintas fungsi.
- Staff dan Supervisor
- Team Leader
- Project Team
- Project Coordinator
- Administrative Staff
- Human Resources Staff
- Marketing dan Communication Staff
- Customer Service Staff
- Business Support
- Profesional yang bekerja dalam tim lintas fungsi
C. Apa yang Akan Anda Pelajari?
Day 1 — Teamwork, Trust & Collaborative Communication
Module 1 — Collaboration Fundamentals
Peserta memahami prinsip dasar kolaborasi dan mengenali faktor yang mendukung kerja sama. Selanjutnya, peserta mengevaluasi pola kerja tim yang mereka jalankan.
- Memahami prinsip collaboration
- Membedakan kerja individual dan kerja kolaboratif
- Mengenali karakteristik tim yang efektif
- Memahami peran dalam kerja tim
- Mengidentifikasi hambatan kolaborasi
Metode: Konsep, diskusi, dan self-assessment
Praktik: Collaboration Challenge
Output: Collaboration Skills Assessment
Module 2 — Teamwork & Role Clarity
Peserta memahami hubungan antara pembagian peran dan pencapaian tujuan tim. Kemudian, peserta memetakan kontribusi setiap anggota dalam sebuah tugas bersama.
- Memahami prinsip teamwork
- Menentukan peran anggota tim
- Mengidentifikasi tanggung jawab
- Menentukan ekspektasi kerja
- Mengurangi tumpang tindih tugas
- Meningkatkan akuntabilitas tim
Metode: Konsep dan case study
Praktik: Team Role Mapping Workshop
Output: Team Role Map
Module 3 — Trust & Psychological Safety
Peserta mempelajari cara membangun kepercayaan dalam hubungan kerja. Selain itu, peserta memahami pentingnya komunikasi terbuka dalam mendukung kolaborasi.
- Memahami unsur trust dalam tim
- Membangun kepercayaan melalui konsistensi
- Menunjukkan keterbukaan dalam komunikasi
- Menghargai kontribusi anggota tim
- Membangun lingkungan kerja yang aman untuk menyampaikan pendapat
Metode: Konsep, diskusi, dan case study
Praktik: Trust Building Workshop
Output: Team Trust Assessment
Module 4 — Collaborative Communication
Peserta mempraktikkan komunikasi yang mendukung kerja sama. Setelah itu, peserta belajar mengelola informasi, pendapat, dan feedback dalam situasi tim.
- Menyampaikan informasi secara jelas
- Menggunakan active listening
- Mengajukan pertanyaan untuk klarifikasi
- Menyampaikan pendapat secara konstruktif
- Memberikan dan menerima feedback
- Mengelola perbedaan perspektif
Metode: Konsep dan demonstrasi
Praktik: Collaborative Communication Role Play
Output: Collaborative Communication Checklist
Day 2 — Coordination, Problem Solving & Collaboration Action Plan
Module 5 — Coordination & Workflow
Peserta mempelajari cara mengatur koordinasi dalam pekerjaan bersama. Selanjutnya, peserta menyusun alur kerja berdasarkan peran, tanggung jawab, dan kebutuhan informasi.
- Memahami prinsip coordination
- Menentukan alur komunikasi
- Menetapkan pembagian tugas
- Menentukan timeline dan milestone
- Mengidentifikasi ketergantungan pekerjaan
- Menentukan mekanisme koordinasi
Metode: Konsep dan case study
Praktik: Coordination Workshop
Output: Team Coordination Map
Module 6 — Collaborative Problem Solving
Peserta menyelesaikan masalah melalui proses kolaboratif. Dengan demikian, peserta dapat menggabungkan perspektif anggota tim untuk menghasilkan solusi yang lebih relevan.
- Mengidentifikasi masalah bersama
- Mengumpulkan perspektif anggota tim
- Mengembangkan alternatif solusi
- Menilai pilihan solusi
- Menentukan keputusan bersama
- Menyusun langkah tindak lanjut
Metode: Konsep, latihan, dan case study
Praktik: Collaborative Problem Solving Workshop
Output: Team Problem Solving Sheet
Module 7 — Collaboration Action Plan
Peserta menggunakan Collaboration Action Plan untuk menerjemahkan hasil pembelajaran menjadi langkah kerja. Action plan membantu peserta menentukan tujuan, pihak yang terlibat, aktivitas, dan indikator keberhasilan.
- Mengidentifikasi kebutuhan kolaborasi
- Menentukan tujuan kolaborasi
- Menentukan pihak yang terlibat
- Menyusun aktivitas kolaboratif
- Menentukan pembagian peran
- Menetapkan indikator keberhasilan
- Menentukan tindak lanjut
Metode: Demonstrasi dan case study
Praktik: Collaboration Action Plan Workshop
Output: Completed Collaboration Action Plan
Module 8 — Collaboration Simulation & Role Play
Peserta mengintegrasikan kemampuan kolaborasi melalui simulasi situasi kerja. Kemudian, peserta menyelesaikan tugas bersama dan menerima feedback dari fasilitator serta anggota tim.
- Mengatur pembagian peran
- Membangun komunikasi tim
- Mengelola perbedaan pendapat
- Menyelesaikan masalah bersama
- Mengambil keputusan secara kolaboratif
- Menjaga kepercayaan tim
- Menyusun tindak lanjut
Metode: Role play, simulasi, presentasi, dan peer review
Praktik: Collaboration Simulation
Output: Collaboration Performance Review
D. Outcome Pelatihan
Setelah mengikuti program, peserta mampu:
- Memahami prinsip collaboration dan teamwork
- Mengenali peran dalam kerja tim
- Membangun kepercayaan antaranggota tim
- Meningkatkan komunikasi kolaboratif
- Mengatur koordinasi pekerjaan
- Menyusun alur kerja bersama
- Mengelola perbedaan perspektif
- Menyelesaikan masalah secara kolaboratif
- Mengambil keputusan bersama
- Menggunakan Collaboration Action Plan
- Meningkatkan efektivitas kerja lintas fungsi
E. Komposisi Pembelajaran
Program menggunakan komposisi 40% konsep dan 60% praktik.
Peserta mempelajari konsep teamwork, collaboration, trust, komunikasi kolaboratif, koordinasi, dan pemecahan masalah. Setelah itu, peserta menerapkan konsep melalui latihan dan studi kasus.
Porsi praktik mencakup individual exercise, group exercise, workshop, simulasi, dan role play. Peserta juga menyusun Collaboration Action Plan sebagai perangkat kerja utama.
F. Metode Pelatihan
Program menggunakan pendekatan learning by doing. Peserta mengembangkan kemampuan melalui kombinasi konsep, latihan, diskusi, simulasi, dan feedback.
Metode pembelajaran meliputi:
- Interactive Discussion
- Case Study
- Individual Exercise
- Group Exercise
- Team Role Mapping Workshop
- Trust Building Workshop
- Collaborative Communication Workshop
- Coordination Workshop
- Collaborative Problem Solving Workshop
- Collaboration Action Plan Workshop
- Role Play
- Simulation
- Presentation
- Peer Review
G. Evaluasi
Peserta mengikuti evaluasi melalui latihan, case study, dan simulasi. Setiap aktivitas mengukur kemampuan peserta dalam bekerja sama dan mengelola koordinasi.
Evaluasi mencakup:
- Collaboration Skills Assessment
- Team Role Mapping Workshop
- Team Trust Assessment
- Collaborative Communication Role Play
- Team Coordination Map
- Team Problem Solving Sheet
- Collaboration Action Plan
- Collaboration Simulation
- Presentasi hasil kerja
H. Apa yang Akan Anda Dapatkan?
Peserta menghasilkan perangkat kerja yang dapat digunakan dalam aktivitas kolaboratif.
- Collaboration Skills Assessment
- Team Role Map
- Team Trust Assessment
- Collaborative Communication Checklist
- Team Coordination Map
- Team Problem Solving Sheet
- Collaboration Action Plan
- Collaboration Performance Review
I. Fasilitas Pelatihan
Tatap Muka
- Meeting Room
- 2x Coffee Break
- 1x Lunch
- Modul Pelatihan
- Sertifikat Pelatihan
- Training Kits
- Souvenir
- Dokumentasi
- Laporan kegiatan kepada HR
Online Training
- Modul Pelatihan
- Sertifikat Pelatihan
- Souvenir
- Dokumentasi
- Laporan kegiatan kepada HR
J. Informasi Pelatihan
Collaboration Skills Development membantu peserta meningkatkan kemampuan bekerja sama, berkoordinasi, dan membangun kepercayaan dalam tim. Peserta mempraktikkan kemampuan tersebut melalui case study, workshop, simulasi, dan role play.
Tatap Muka: Rp5.950.000/peserta
Online Training: Rp4.000.000/peserta
Level: Basic
Untuk informasi jadwal Public Training, In-House Training, dan kebutuhan penyesuaian materi, hubungi tim Urways Indonesia.
WhatsApp: 0819-1534-6688
Email: urwaysindonesia@gmail.com










Ulasan
Belum ada ulasan.