Strategic Communication Meetings for Stakeholder Updates

Rentang harga: Rp4,000,000 hingga Rp6,250,000

Pelatihan Strategic Communication Meetings untuk menyusun stakeholder updates, memimpin rapat, mengelola diskusi, menangani pertanyaan, dan memastikan tindak lanjut.

STRATEGIC COMMUNICATION MEETINGS FOR STAKEHOLDER UPDATES

Level: Intermediate
Durasi: 2 Hari | 12–14 Jam
Format: Public Training | In-House Training | Online Training
Komposisi: 40% Konsep | 60% Praktik

FOKUS PELATIHAN

Stakeholder Communication, Strategic Meetings, Meeting Management, Business Presentation, Stakeholder Updates, Meeting Facilitation, dan Follow-Up Communication.

MENGAPA MENGIKUTI PELATIHAN INI

Rapat dengan stakeholder sering menjadi ruang penting untuk menyampaikan perkembangan, membahas isu, memperoleh masukan, dan menyepakati tindak lanjut. Namun, komunikasi dalam rapat dapat kehilangan arah ketika peserta membawa kepentingan, informasi, dan ekspektasi yang berbeda.

Karena itu, peserta perlu memahami cara mengelola komunikasi rapat secara strategis. Peserta akan belajar menyusun stakeholder updates, memilih informasi yang relevan, membangun agenda, menyampaikan presentasi, memfasilitasi diskusi, dan merespons pertanyaan secara profesional.

Selanjutnya, pelatihan ini membantu peserta mengubah rapat dari aktivitas penyampaian informasi menjadi ruang komunikasi yang menghasilkan pemahaman, keputusan, dan tindak lanjut yang jelas.

SASARAN DAN TUJUAN PELATIHAN

Setelah mengikuti pelatihan, peserta mampu:

  • Memahami fungsi strategis rapat dalam komunikasi dengan stakeholder.
  • Mengidentifikasi kebutuhan informasi dan kepentingan stakeholder.
  • Menyusun stakeholder updates secara sistematis dan relevan.
  • Menentukan pesan utama untuk setiap kelompok stakeholder.
  • Menyusun agenda rapat yang fokus pada tujuan komunikasi.
  • Menyiapkan materi presentasi untuk kebutuhan stakeholder.
  • Menyampaikan stakeholder updates secara jelas dan meyakinkan.
  • Memfasilitasi diskusi dan menjaga arah pembahasan.
  • Menangani pertanyaan, keberatan, dan perbedaan perspektif.
  • Mendokumentasikan keputusan dan kesepakatan rapat.
  • Menyusun tindak lanjut komunikasi setelah rapat.
  • Mengembangkan sistem strategic meeting communication yang dapat diterapkan di organisasi.

MATERI PELATIHAN

HARI 1

SESI 1 — MEMAHAMI STRATEGIC COMMUNICATION MEETING

Rapat strategis membutuhkan tujuan komunikasi yang jelas. Karena itu, peserta terlebih dahulu memahami posisi rapat sebagai bagian dari proses komunikasi organisasi dan hubungan stakeholder.

Materi:

  • Pengertian strategic communication meeting.
  • Fungsi rapat dalam komunikasi organisasi.
  • Perbedaan informational meeting, coordination meeting, dan decision-making meeting.
  • Hubungan meeting dengan stakeholder communication.
  • Tujuan, peserta, pesan, dan hasil yang diharapkan.
  • Faktor yang memengaruhi efektivitas komunikasi rapat.
  • Kesalahan umum dalam komunikasi meeting.

Praktik:

  • Mengidentifikasi tujuan sebuah rapat stakeholder.
  • Menganalisis masalah komunikasi dalam rapat.

Output:
Strategic Meeting Purpose Map.

SESI 2 — STAKEHOLDER ANALYSIS UNTUK MEETING

Setiap stakeholder memiliki kebutuhan informasi dan kepentingan yang berbeda. Oleh sebab itu, peserta perlu memetakan stakeholder sebelum menentukan pesan dan pendekatan komunikasi dalam rapat.

Materi:

  • Konsep stakeholder analysis.
  • Identifikasi stakeholder utama.
  • Kepentingan dan kebutuhan informasi stakeholder.
  • Tingkat pengaruh dan kepentingan stakeholder.
  • Ekspektasi stakeholder terhadap meeting.
  • Stakeholder communication needs.
  • Prioritas stakeholder dalam rapat.

Praktik:

  • Memetakan stakeholder berdasarkan kepentingan dan pengaruh.
  • Menentukan kebutuhan informasi setiap stakeholder.

Output:
Stakeholder Meeting Map.

SESI 3 — MENYUSUN STAKEHOLDER UPDATE

Stakeholder update harus menyajikan informasi yang relevan, terstruktur, dan mudah dipahami. Karena itu, peserta belajar mengubah data dan perkembangan organisasi menjadi informasi yang memiliki konteks bagi stakeholder.

Materi:

  • Struktur stakeholder update.
  • Informasi utama dan informasi pendukung.
  • Status, progress, issue, risk, dan opportunity.
  • Menentukan key message.
  • Menyusun executive summary.
  • Menyajikan informasi berbasis prioritas.
  • Menghubungkan informasi dengan kepentingan stakeholder.
  • Teknik menyederhanakan informasi kompleks.

Praktik:

  • Menyusun stakeholder update dari data yang tersedia.
  • Menentukan tiga pesan utama untuk stakeholder.

Output:
Stakeholder Update Brief.

SESI 4 — MEETING AGENDA DAN PRESENTATION STRATEGY

Agenda membantu peserta mengarahkan pembahasan sejak awal. Selanjutnya, struktur presentasi perlu mengikuti tujuan meeting agar setiap informasi mendukung pembahasan dan keputusan yang diharapkan.

Materi:

  • Prinsip penyusunan strategic meeting agenda.
  • Menentukan prioritas agenda.
  • Urutan topik pembahasan.
  • Alokasi waktu.
  • Struktur business presentation.
  • Opening, key message, evidence, discussion, dan closing.
  • Visualisasi informasi untuk stakeholder.
  • Menentukan materi yang perlu dan tidak perlu ditampilkan.

Praktik:

  • Menyusun agenda meeting.
  • Membuat struktur stakeholder update presentation.

Output:
Stakeholder Meeting Agenda & Presentation Deck Outline.

HARI 2

SESI 5 — PRESENTING STAKEHOLDER UPDATES

Presentasi stakeholder membutuhkan komunikasi yang ringkas dan terarah. Karena itu, peserta berlatih menyampaikan informasi dengan struktur yang jelas, bahasa profesional, dan fokus pada kebutuhan audiens.

Materi:

  • Teknik membuka presentasi.
  • Menyampaikan key message.
  • Menjelaskan data dan perkembangan.
  • Teknik storyline untuk stakeholder updates.
  • Executive communication.
  • Penggunaan bahasa profesional.
  • Verbal dan non-verbal communication.
  • Mengelola waktu presentasi.
  • Teknik closing dan call to action.

Praktik:

  • Simulasi presentasi stakeholder update.
  • Presentasi singkat dengan batas waktu.
  • Peer review terhadap struktur dan penyampaian presentasi.

Output:
Stakeholder Update Presentation.

SESI 6 — MEETING FACILITATION DAN DISCUSSION MANAGEMENT

Meeting membutuhkan fasilitator yang mampu menjaga fokus pembahasan dan memberikan ruang bagi stakeholder untuk menyampaikan perspektif. Selanjutnya, peserta belajar mengelola dinamika diskusi tanpa kehilangan tujuan utama meeting.

Materi:

  • Peran meeting facilitator.
  • Teknik membuka dan mengarahkan diskusi.
  • Mengelola waktu pembahasan.
  • Mengelola peserta yang dominan.
  • Mendorong peserta yang pasif.
  • Mengklarifikasi pernyataan.
  • Mengelola perbedaan pendapat.
  • Menjaga diskusi tetap sesuai agenda.
  • Teknik merangkum pembahasan.

Praktik:

  • Simulasi meeting facilitation.
  • Mengelola diskusi dengan stakeholder yang memiliki perspektif berbeda.

Output:
Meeting Facilitation Guide.

SESI 7 — HANDLING QUESTIONS, OBJECTIONS, DAN DIFFICULT STAKEHOLDERS

Pertanyaan dan keberatan stakeholder dapat memengaruhi arah meeting. Oleh sebab itu, peserta perlu merespons secara tenang, berbasis informasi, dan tetap menjaga hubungan profesional.

Materi:

  • Jenis pertanyaan stakeholder.
  • Teknik memahami maksud pertanyaan.
  • Teknik menjawab pertanyaan secara terstruktur.
  • Handling objections.
  • Menghadapi pertanyaan kritis.
  • Mengelola stakeholder yang agresif atau dominan.
  • Merespons informasi yang belum tersedia.
  • Teknik bridging dan reframing.
  • Menjaga kredibilitas saat menghadapi tekanan.

Praktik:

  • Simulasi difficult stakeholder meeting.
  • Latihan menjawab pertanyaan kritis.
  • Latihan menghadapi keberatan stakeholder.

Output:
Stakeholder Q&A & Response Guide.

SESI 8 — DECISION, MEETING MINUTES, DAN FOLLOW-UP

Meeting menghasilkan nilai ketika pembahasan berlanjut menjadi keputusan dan tindakan. Karena itu, peserta belajar mendokumentasikan hasil meeting serta membangun mekanisme tindak lanjut yang jelas.

Materi:

  • Mengidentifikasi keputusan meeting.
  • Mencatat action items.
  • Menentukan PIC dan deadline.
  • Menyusun meeting minutes.
  • Dokumentasi isu dan keputusan.
  • Komunikasi hasil meeting kepada stakeholder.
  • Teknik follow-up communication.
  • Monitoring tindak lanjut.
  • Evaluasi efektivitas meeting.

Praktik:

  • Menyusun meeting minutes.
  • Membuat action plan.
  • Menyusun komunikasi tindak lanjut kepada stakeholder.

Output:
Meeting Minutes & Stakeholder Follow-Up Plan.

METODE PELATIHAN

Pelatihan menggunakan pendekatan interaktif yang menghubungkan konsep dengan situasi komunikasi di lingkungan kerja.

Metode meliputi:

  • Interactive presentation
  • Study case
  • Diskusi kelompok
  • Workshop
  • Simulation
  • Role play
  • Problem solving
  • Peer review
  • Presentasi peserta
  • Evaluasi dan umpan balik

Peserta mengerjakan latihan secara bertahap dari analisis stakeholder, penyusunan pesan, pengembangan agenda, presentasi, fasilitasi meeting, hingga penyusunan tindak lanjut.

OUTCOME PELATIHAN

Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta memiliki kemampuan untuk:

  • Merancang meeting berdasarkan tujuan komunikasi yang jelas.
  • Memahami kebutuhan komunikasi setiap stakeholder.
  • Menyusun stakeholder updates yang relevan dan terstruktur.
  • Membuat agenda meeting yang efektif.
  • Menyiapkan presentasi untuk kebutuhan stakeholder.
  • Menyampaikan informasi secara profesional.
  • Memfasilitasi diskusi secara terarah.
  • Mengelola pertanyaan dan keberatan stakeholder.
  • Menangani dinamika stakeholder dalam meeting.
  • Mendokumentasikan keputusan dan action items.
  • Menyusun komunikasi tindak lanjut.
  • Mengembangkan sistem komunikasi meeting yang lebih konsisten.
LOKASI

TANGERANG, JAKARTA, ONLINE

TANGGAL

5-6 Oktober, 4-5 November, 1-2 Desember

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Strategic Communication Meetings for Stakeholder Updates”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *