Mengapa Mengikuti Pelatihan Ini?
Efisiensi proses produksi berpengaruh langsung terhadap produktivitas, kualitas produk, biaya operasional, dan ketepatan waktu pengiriman. Dalam praktiknya, perusahaan manufaktur dapat menghadapi pemborosan material, waktu tunggu, pergantian produk yang terlalu lama, ketidakseimbangan lini produksi, serta cacat produk yang memerlukan pengerjaan ulang. Oleh karena itu, perusahaan membutuhkan pendekatan perbaikan yang sistematis untuk mengidentifikasi penyebab masalah dan meningkatkan kinerja proses secara terukur.
Melalui pelatihan Lean Manufacturing Improvement, peserta mempelajari prinsip Lean Thinking, identifikasi pemborosan, analisis aliran proses, dan pengukuran efisiensi siklus produksi. Selanjutnya, peserta mendalami penerapan Value Stream Mapping (VSM), Takt Time, One-Piece Flow, Single-Minute Exchange of Die (SMED), serta teknik pengendalian kualitas untuk mengurangi hambatan operasional.
Selain itu, peserta berlatih menggunakan metode analisis akar masalah dan menyusun rencana implementasi perbaikan berdasarkan kondisi aktual di area kerja. Dengan demikian, peserta dapat mengembangkan inisiatif peningkatan produktivitas yang mempertimbangkan kualitas, keselamatan, penggunaan sumber daya, dan kebutuhan pelanggan.
Sasaran dan Tujuan Pelatihan
Sasaran Peserta
-
Manager dan supervisor produksi.
-
Kepala regu, foreman, dan pemimpin lini produksi.
-
Staf continuous improvement dan operational excellence.
-
Staf quality control dan quality assurance.
-
Industrial engineer dan process engineer.
-
Staf perencanaan produksi serta karyawan yang terlibat dalam peningkatan proses manufaktur.
Tujuan Pelatihan
Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan mampu:
-
Menjelaskan prinsip Lean Manufacturing dan penerapannya dalam peningkatan produktivitas.
-
Mengidentifikasi pemborosan serta membedakan aktivitas bernilai tambah dan tidak bernilai tambah.
-
Memetakan aliran proses dan menghitung Process Cycle Efficiency (PCE).
-
Menganalisis kebutuhan produksi berdasarkan Takt Time dan merancang aliran kerja yang lebih efisien.
-
Mengidentifikasi kehilangan efektivitas mesin serta peluang pengurangan waktu pergantian produk menggunakan SMED.
-
Menerapkan metode pemecahan masalah dan pengendalian kualitas untuk mengurangi cacat proses.
-
Menyusun rencana implementasi Lean Manufacturing dengan target dan indikator kinerja yang terukur.
Outline Materi yang Dibahas
Hari Pertama — Fundamental Lean dan Analisis Efisiensi Proses
Lean Fundamental Productivity Improvement Strategy
-
Konsep dasar Lean Thinking dan peningkatan produktivitas.
-
Fenomena Toyota Production System sebagai landasan perkembangan Lean Manufacturing.
-
Strategi penerapan Lean untuk meningkatkan efisiensi proses produksi.
-
Lima prinsip Lean Improvement dalam menciptakan nilai bagi pelanggan.
-
Hubungan produktivitas, kualitas, biaya, dan waktu pengiriman.
-
Penentuan prioritas perbaikan berdasarkan kondisi operasional.
Value Definition dan Identifikasi Aktivitas Bernilai Tambah
-
Pengertian aktivitas bernilai tambah (value-added) dan tidak bernilai tambah (non-value-added).
-
Identifikasi aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah bagi pelanggan.
-
Perbedaan aktivitas yang dapat dihilangkan dan aktivitas yang masih diperlukan untuk mendukung operasional.
-
Hubungan pengurangan biaya (cost cutting) dengan pengurangan biaya melalui peningkatan proses (cost reduction).
-
Analisis aktivitas kerja untuk menemukan peluang efisiensi.
-
Latihan identifikasi aktivitas bernilai tambah berdasarkan proses kerja peserta.
Waste Elimination dan Penerapan Konsep 3G
-
Identifikasi pemborosan (waste) dalam aktivitas produksi.
-
Pengenalan tujuh jenis pemborosan dalam Lean Manufacturing.
-
Penerapan konsep 3G: Genba, Genbutsu, dan Genjitsu untuk memahami kondisi aktual.
-
Pengamatan langsung terhadap aktivitas dan hambatan proses.
-
Identifikasi pemborosan material, waktu, gerakan, persediaan, dan proses.
-
Analisis penyebab pemborosan pada beberapa tahapan kerja.
-
Latihan identifikasi pemborosan berdasarkan kasus operasional.
Value Stream Mapping dan Process Cycle Efficiency
-
Konsep dan fungsi Value Stream Mapping (VSM).
-
Teknik memetakan aliran material dan informasi.
-
Penyusunan peta proses kondisi saat ini (current-state map).
-
Identifikasi waktu proses, waktu tunggu, dan persediaan dalam aliran kerja.
-
Perhitungan Process Cycle Efficiency (PCE).
-
Analisis hasil pemetaan untuk menentukan peluang perbaikan.
-
Latihan VSM menggunakan contoh proses produksi atau layanan.
Hari Kedua — Perbaikan Aliran Produksi dan Pengendalian Kualitas
Making Production Flow
-
Strategi penyusunan tata letak produksi berbasis Lean.
-
Penerapan One-Piece Flow untuk memperlancar aliran proses.
-
Perhitungan dan penggunaan Takt Time sesuai permintaan pelanggan.
-
Pengenalan Matrix Skills untuk mengevaluasi fleksibilitas keterampilan tenaga kerja.
-
Konsep Training Within Industry (TWI) untuk meningkatkan kemampuan kerja.
-
Analisis kesesuaian tata letak, kapasitas, dan beban kerja.
-
Latihan perancangan aliran produksi berdasarkan Takt Time.
Reducing Setup Time dan Quick Changeover
-
Analisis efektivitas peralatan menggunakan Overall Equipment Effectiveness (OEE).
-
Identifikasi enam kerugian besar (Six Big Losses) pada mesin.
-
Konsep Single-Minute Exchange of Die (SMED).
-
Pembedaan aktivitas pergantian yang dapat dilakukan saat mesin berhenti dan saat mesin beroperasi.
-
Empat langkah penerapan SMED untuk mengurangi waktu pergantian.
-
Evaluasi hasil perbaikan waktu persiapan mesin.
-
Latihan analisis pergantian produk dan penyusunan rekomendasi perbaikan.
Quality at Source dan Pengendalian Kualitas
-
Prinsip menjaga kualitas pada setiap tahapan proses.
-
Pengenalan Build-in Quality dalam Lean Manufacturing.
-
Analisis akar masalah menggunakan metode 5 Why.
-
Penerapan Jidoka untuk mendeteksi dan menangani ketidakwajaran proses.
-
Penggunaan Poka-Yoke untuk mencegah kesalahan.
-
Pengenalan Statistical Process Control (SPC).
-
Pemanfaatan manajemen visual untuk memantau kondisi proses.
-
Latihan analisis masalah kualitas dan penentuan tindakan korektif.
Strategi Penerapan Lean Improvement
-
Tahapan implementasi Lean Manufacturing di perusahaan.
-
Identifikasi faktor pendukung dan hambatan implementasi.
-
Penentuan area prioritas berdasarkan dampak terhadap kinerja produksi.
-
Pengukuran keberhasilan melalui indikator produktivitas, kualitas, waktu proses, dan efisiensi.
-
Strategi melibatkan karyawan dalam kegiatan perbaikan.
-
Studi kasus penerapan Lean Manufacturing.
-
Penyusunan action plan untuk implementasi Lean Improvement di perusahaan.
Metode Pelatihan
- Presentasi dan Diskusi
- Pre-Test dan Post-Test
- Studi Kasus
- Praktik dan Simulasi
Durasi Pelatihan
Pelatihan berlangsung selama 2 hari dengan total 16 jam pelatihan efektif, di luar waktu istirahat. Alokasi waktu mencakup pembahasan konsep, diskusi, latihan pemetaan proses, studi kasus, perancangan proses baru, dan evaluasi hasil pembelajaran.
Informasi dan Registrasi
Email : urwaysindonesia@gmail.com
Mobile : 0819 1534 6688






Ulasan
Belum ada ulasan.