Mengapa Mengikuti Pelatihan Ini?
Perusahaan perlu menjaga kelancaran proses sekaligus mengendalikan variasi dan cacat agar dapat memenuhi target produktivitas, kualitas, dan biaya operasional. Namun, proses kerja sering menghadapi pemborosan, waktu tunggu, pekerjaan berulang, serta ketidakkonsistenan hasil. Oleh karena itu, organisasi membutuhkan pendekatan perbaikan yang mampu mengidentifikasi sumber masalah, mengurangi aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah, dan meningkatkan konsistensi proses berdasarkan data.
Melalui pelatihan Lean Six Sigma Fundamentals, peserta mempelajari prinsip Lean Thinking untuk memperlancar aliran proses dan metodologi Six Sigma untuk mengurangi variasi serta cacat. Selanjutnya, peserta memahami siklus DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, dan Control) sebagai kerangka kerja untuk mendefinisikan masalah, mengukur kinerja, menganalisis penyebab, menerapkan perbaikan, dan menjaga hasilnya.
Selain itu, peserta mempelajari cara mengintegrasikan Lean dan Six Sigma dalam kegiatan peningkatan kinerja, menggunakan pengendalian visual, serta menentukan respons ketika terjadi masalah kualitas. Dengan demikian, peserta dapat mengembangkan pendekatan pemecahan masalah yang lebih terstruktur dan mendukung perbaikan berkelanjutan di lingkungan kerja.
Sasaran dan Tujuan Pelatihan
Sasaran Peserta
-
Manager dan supervisor produksi atau operasional.
-
Staf quality assurance dan quality control.
-
Staf continuous improvement dan operational excellence.
-
Process engineer dan industrial engineer.
-
Staf perencanaan dan pengendalian proses.
-
Karyawan yang terlibat dalam proyek peningkatan kualitas, produktivitas, dan efisiensi.
Tujuan Pelatihan
Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan mampu:
-
Menjelaskan konsep dasar Lean, Six Sigma, dan manfaat integrasinya.
-
Mengidentifikasi pemborosan serta aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah.
-
Memahami tahapan DMAIC untuk menyelesaikan masalah proses secara sistematis.
-
Mengidentifikasi penyebab variasi, cacat, dan ketidaksesuaian proses.
-
Memilih metode perbaikan yang sesuai dengan permasalahan operasional.
-
Menerapkan pengendalian visual dan prosedur respons terhadap masalah kualitas.
-
Menyusun rencana awal implementasi Lean Six Sigma sesuai kebutuhan perusahaan.
Outline Materi yang Dibahas
Overview Lean Six Sigma
-
Pengertian, tujuan, dan prinsip dasar Lean Six Sigma.
-
Perbedaan fokus Lean dan Six Sigma dalam peningkatan kinerja.
-
Hubungan efisiensi proses, kualitas, biaya, dan kepuasan pelanggan.
-
Identifikasi pemborosan, variasi proses, dan cacat produk.
-
Manfaat integrasi Lean dan Six Sigma dalam kegiatan operasional.
-
Peran karyawan dan manajemen dalam menjalankan program perbaikan.
Lean Thinking dan Peningkatan Aliran Proses
-
Prinsip Lean Thinking dalam menciptakan nilai bagi pelanggan.
-
Identifikasi aktivitas bernilai tambah dan tidak bernilai tambah.
-
Pengenalan jenis-jenis pemborosan dalam proses kerja.
-
Teknik mengidentifikasi hambatan dan aktivitas yang tidak efisien.
-
Penyederhanaan proses untuk mengurangi waktu tunggu dan pekerjaan berulang.
-
Pengenalan Value Stream Mapping sebagai alat analisis aliran proses.
-
Latihan mengidentifikasi peluang perbaikan berdasarkan kasus operasional.
Membangun Proses Lean dalam Organisasi
-
Pemetaan kondisi proses kerja saat ini.
-
Identifikasi penyebab proses tidak mengalir secara efektif.
-
Penyusunan aliran proses yang lebih sederhana dan teratur.
-
Penerapan standar kerja untuk menjaga konsistensi pelaksanaan.
-
Penggunaan pengendalian visual untuk memantau kondisi operasional.
-
Identifikasi peluang peningkatan produktivitas dan efisiensi.
-
Diskusi tantangan penerapan Lean pada lingkungan kerja peserta.
Six Sigma Improvement Methodology: Siklus DMAIC
-
Define: menetapkan masalah, tujuan perbaikan, dan ruang lingkup.
-
Measure: menentukan indikator dan mengumpulkan data kinerja proses.
-
Analyze: mengidentifikasi akar penyebab masalah berdasarkan data.
-
Improve: menentukan dan menguji alternatif perbaikan.
-
Control: menjaga konsistensi hasil perbaikan melalui pengendalian proses.
-
Hubungan setiap tahap DMAIC dalam penyelesaian masalah.
-
Latihan menyusun kerangka DMAIC untuk kasus sederhana.
Integrasi Lean dan Six Sigma dalam Perbaikan Proses
-
Peran Lean dalam mengurangi pemborosan dan memperlancar aliran kerja.
-
Peran Six Sigma dalam mengurangi variasi dan cacat proses.
-
Penentuan pendekatan perbaikan berdasarkan karakteristik masalah.
-
Penggunaan data untuk menetapkan prioritas perbaikan.
-
Penyelarasan target kualitas, produktivitas, dan efisiensi.
-
Penyusunan alternatif tindakan perbaikan.
-
Evaluasi dampak perbaikan terhadap kinerja operasional.
Strategi Implementasi Lean Six Sigma di Perusahaan
-
Penentuan area prioritas untuk program peningkatan kinerja.
-
Identifikasi kebutuhan sumber daya dan dukungan manajemen.
-
Pelibatan karyawan dalam kegiatan perbaikan proses.
-
Penetapan target dan indikator keberhasilan.
-
Identifikasi hambatan implementasi dan strategi penanganannya.
-
Penyusunan tahapan pelaksanaan program perbaikan.
-
Pemantauan kemajuan dan evaluasi hasil implementasi.
Master Improvement Story
-
Pengertian dan fungsi Improvement Story dalam dokumentasi perbaikan.
-
Penetapan masalah dan kondisi awal.
-
Penentuan target peningkatan kinerja.
-
Analisis akar penyebab masalah.
-
Dokumentasi tindakan perbaikan dan hasil yang dicapai.
-
Penyusunan standar untuk mempertahankan hasil perbaikan.
-
Presentasi hasil perbaikan menggunakan pendekatan terstruktur.
Penanganan Masalah Kualitas dan Visual Control
-
Identifikasi ketidaksesuaian dan penyimpangan proses.
-
Prinsip menghentikan proses ketika ditemukan masalah kualitas.
-
Pengenalan Jidoka dalam mendeteksi dan menangani masalah.
-
Prosedur eskalasi dan penanganan masalah di area kerja.
-
Penerapan Visual Control untuk memantau kondisi proses.
-
Penggunaan indikator visual untuk mengidentifikasi penyimpangan.
-
Penetapan tindakan korektif dan pencegahan agar masalah tidak berulang.
Studi Kasus dan Rencana Implementasi
-
Analisis kasus pemborosan dan cacat proses.
-
Identifikasi masalah menggunakan prinsip Lean dan Six Sigma.
-
Penyusunan tahapan DMAIC untuk kasus yang dipilih.
-
Penentuan alternatif perbaikan berdasarkan data yang tersedia.
-
Penyusunan indikator evaluasi dan mekanisme pengendalian.
-
Presentasi rekomendasi perbaikan dan diskusi bersama trainer.
-
Penyusunan rencana tindak lanjut untuk penerapan di tempat kerja.
Metode Pelatihan
- Presentasi dan Diskusi
- Pre-Test dan Post-Test
- Studi Kasus
- Praktik dan Simulasi
Durasi Pelatihan
Pelatihan berlangsung selama 1 hari dengan total 8 jam pelatihan efektif, di luar waktu istirahat. Alokasi waktu mencakup pembahasan konsep, diskusi, latihan pemetaan proses, studi kasus, perancangan proses baru, dan evaluasi hasil pembelajaran.
Informasi dan Registrasi
Email : urwaysindonesia@gmail.com
Mobile : 0819 1534 6688






Ulasan
Belum ada ulasan.