Supply Chain Sustainability Training Berbasis ESG

Rp5,950,000

Pelatihan Supply Chain Sustainability selama dua hari yang membahas integrasi ESG dalam perencanaan strategis, pengadaan, produksi, penyimpanan, distribusi, dan layanan pelanggan. Peserta mempelajari indikator kinerja, pemanfaatan sistem ERP, monitoring, evaluasi, serta penyusunan rencana implementasi keberlanjutan rantai pasok.

Mengapa Mengikuti Pelatihan Ini?

Keberlanjutan rantai pasok menjadi bagian penting dalam pengelolaan bisnis karena keputusan pengadaan, produksi, penyimpanan, distribusi, dan layanan pelanggan dapat menimbulkan dampak ekonomi, lingkungan, serta sosial. Perusahaan juga perlu memperhatikan risiko pemasok, penggunaan sumber daya, pengelolaan limbah, keselamatan kerja, dan kepatuhan terhadap persyaratan keberlanjutan yang relevan. Oleh karena itu, pengelolaan rantai pasok membutuhkan pendekatan yang mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam proses bisnis.

Melalui pelatihan Supply Chain Sustainability, peserta mempelajari cara mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola ke dalam perencanaan strategis serta aktivitas rantai pasok. Selanjutnya, peserta memahami penerapan prinsip ESG dalam pengadaan, produksi, penyimpanan, distribusi, dan layanan pelanggan. Peserta juga mempelajari penggunaan indikator kinerja, sistem informasi, serta mekanisme pemantauan untuk mengevaluasi penerapan keberlanjutan.

Dengan demikian, peserta dapat mengidentifikasi risiko keberlanjutan, menentukan prioritas perbaikan, dan menyusun rencana implementasi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Hasilnya diharapkan mendukung efisiensi operasional, memperkuat pengelolaan risiko, dan meningkatkan akuntabilitas kinerja rantai pasok.

Sasaran dan Tujuan Pelatihan

Sasaran Peserta

  • Manager dan supervisor supply chain.

  • Staf procurement dan purchasing.

  • Staf logistik, pergudangan, dan distribusi.

  • Staf produksi dan operasional.

  • Staf ESG, sustainability, dan manajemen risiko.

  • Staf quality assurance dan kepatuhan.

  • Profesional yang terlibat dalam pengelolaan pemasok dan peningkatan keberlanjutan operasional.

Tujuan Pelatihan

Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan mampu:

  • Menjelaskan konsep dan prinsip dasar supply chain sustainability berbasis ESG.

  • Mengidentifikasi risiko lingkungan, sosial, dan tata kelola dalam rantai pasok.

  • Mengintegrasikan pertimbangan ESG ke dalam perencanaan strategis dan proses pengadaan.

  • Mengidentifikasi peluang penerapan keberlanjutan dalam proses produksi dan operasional.

  • Mengevaluasi praktik penyimpanan, distribusi, dan layanan pelanggan dari perspektif keberlanjutan.

  • Menentukan indikator kinerja untuk memantau penerapan ESG dalam rantai pasok.

  • Memanfaatkan sistem informasi perusahaan untuk mendukung pemantauan data keberlanjutan.

  • Menyusun rencana implementasi dan evaluasi perbaikan supply chain sustainability sesuai kebutuhan organisasi.

Outline Materi yang Dibahas

Hari Pertama — Integrasi ESG dalam Perencanaan, Pengadaan, dan Operasional

Konsep dan Standar Supply Chain Sustainability

  • Pengertian dan prinsip dasar supply chain sustainability.

  • Hubungan keberlanjutan rantai pasok dengan strategi dan kinerja bisnis.

  • Pemahaman aspek Environmental, Social, and Governance (ESG).

  • Identifikasi dampak lingkungan, sosial, dan tata kelola dalam rantai pasok.

  • Pengenalan standar dan kerangka keberlanjutan yang relevan bagi perusahaan.

  • Identifikasi risiko dan peluang keberlanjutan dalam rantai pasok.

  • Penentuan prioritas penerapan ESG berdasarkan kebutuhan organisasi.

ESG dalam Perencanaan Strategis

  • Integrasi ESG ke dalam perencanaan strategis supply chain.

  • Identifikasi isu keberlanjutan yang memengaruhi operasional perusahaan.

  • Penentuan prioritas berdasarkan risiko, dampak, dan kepentingan pemangku kepentingan.

  • Penyelarasan target keberlanjutan dengan target operasional dan bisnis.

  • Penetapan tanggung jawab dan koordinasi antarbagian.

  • Penyusunan sasaran dan indikator keberlanjutan rantai pasok.

  • Studi kasus integrasi ESG ke dalam strategi perusahaan.

ESG dalam Proses Pengadaan

  • Prinsip sustainable procurement dan pengadaan yang bertanggung jawab.

  • Integrasi kriteria ESG dalam seleksi dan evaluasi pemasok.

  • Identifikasi risiko lingkungan, sosial, dan tata kelola pada vendor.

  • Evaluasi praktik ketenagakerjaan, keselamatan kerja, dan kepatuhan pemasok.

  • Pertimbangan efisiensi sumber daya dan dampak lingkungan dalam keputusan pengadaan.

  • Penyusunan kriteria evaluasi dan pemantauan kinerja pemasok.

  • Pengembangan hubungan kerja dengan pemasok untuk meningkatkan keberlanjutan.

ESG dalam Produksi dan Operasional

  • Integrasi ESG dalam proses produksi dan kegiatan operasional.

  • Efisiensi energi, air, material, dan sumber daya lainnya.

  • Identifikasi dan pengurangan limbah operasional.

  • Pengendalian dampak lingkungan dari aktivitas produksi.

  • Penerapan keselamatan kerja dan praktik operasional yang bertanggung jawab.

  • Identifikasi peluang peningkatan efisiensi dan pengurangan biaya.

  • Penyusunan rencana perbaikan keberlanjutan dalam proses kerja.

Hari Kedua — Distribusi, Pengukuran Kinerja, dan Implementasi ESG

ESG dalam Penyimpanan, Distribusi, dan Layanan Konsumen

  • Penerapan prinsip keberlanjutan dalam pengelolaan pergudangan.

  • Efisiensi penggunaan energi dan sumber daya di fasilitas penyimpanan.

  • Pengelolaan kemasan, material, dan limbah logistik.

  • Identifikasi dampak lingkungan dari transportasi dan distribusi.

  • Evaluasi peluang optimalisasi rute dan efisiensi pengiriman.

  • Integrasi prinsip keberlanjutan dalam layanan pelanggan dan penanganan pengembalian barang.

  • Identifikasi risiko ESG dalam proses distribusi dan layanan konsumen.

Sistem Pendukung ESG Berbasis Enterprise Resource Planning (ERP)

  • Peran sistem ERP dalam mendukung pengelolaan rantai pasok berkelanjutan.

  • Identifikasi kebutuhan data ESG dalam proses pengadaan, produksi, dan logistik.

  • Pencatatan dan integrasi data pemasok serta aktivitas operasional.

  • Pemantauan penggunaan sumber daya dan indikator keberlanjutan.

  • Pengelolaan kualitas data untuk kebutuhan pelaporan.

  • Identifikasi keterbatasan sistem informasi dalam pemantauan ESG.

  • Simulasi pemetaan kebutuhan data dan pelaporan keberlanjutan.

Indikator Kinerja Supply Chain Sustainability

  • Prinsip penyusunan indikator kinerja ESG dalam rantai pasok.

  • Penetapan indikator lingkungan, sosial, dan tata kelola sesuai konteks perusahaan.

  • Pengukuran penggunaan energi, air, material, dan pengelolaan limbah.

  • Pemantauan kinerja pemasok terkait kualitas, kepatuhan, dan praktik keberlanjutan.

  • Penetapan target, sumber data, dan frekuensi pengukuran.

  • Analisis kesenjangan antara target dan realisasi kinerja.

  • Penyusunan laporan pemantauan kinerja keberlanjutan rantai pasok.

Supervisi, Monitoring, dan Evaluasi Penerapan ESG

  • Penentuan mekanisme supervisi dan tanggung jawab pelaksanaan ESG.

  • Pemantauan pencapaian target keberlanjutan.

  • Evaluasi kepatuhan terhadap kebijakan dan prosedur internal.

  • Identifikasi penyimpangan dan risiko implementasi.

  • Analisis penyebab kesenjangan kinerja.

  • Penetapan tindakan korektif dan prioritas perbaikan.

  • Evaluasi efektivitas program berdasarkan indikator yang telah ditetapkan.

Penyusunan Proposal Implementasi ESG dan Action Plan

  • Identifikasi kondisi aktual penerapan ESG dalam rantai pasok.

  • Penentuan area prioritas untuk perbaikan.

  • Penyusunan sasaran, indikator, dan target implementasi.

  • Penentuan program kerja, penanggung jawab, dan jadwal pelaksanaan.

  • Identifikasi kebutuhan sumber daya serta potensi hambatan.

  • Penyusunan mekanisme monitoring dan evaluasi.

  • Presentasi rencana implementasi dan pembahasan bersama trainer.

Metode Pelatihan

  • Presentasi dan Diskusi
  • Pre-Test dan Post-Test
  • Studi Kasus
  • Praktik dan Simulasi

Durasi Pelatihan

Pelatihan berlangsung selama 1 hari dengan total 8 jam pelatihan efektif, di luar waktu istirahat. Alokasi waktu mencakup pembahasan konsep, diskusi, latihan pemetaan proses, studi kasus, perancangan proses baru, dan evaluasi hasil pembelajaran.

Informasi dan Registrasi

Email : urwaysindonesia@gmail.com

Mobile : 0819 1534 6688

LOKASI

JAKARTA

TANGGAL

11-12 November 2026, 15-16 Februari 2027

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Supply Chain Sustainability Training Berbasis ESG”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *