Employee Advocacy Communication
Kode: CC-E04
Durasi: 2 Hari | 12–14 Jam Pembelajaran
Lokasi: Jakarta / Tangerang / Online Training
Level: Advanced
Tatap Muka: Rp6.500.000/peserta
Online Training: Rp4.000.000/peserta
A. Mengapa Mengikuti Pelatihan Ini?
Karyawan dapat berperan sebagai komunikator organisasi ketika perusahaan membangun program employee advocacy yang terarah. Program tersebut membutuhkan tujuan yang jelas, konten yang relevan, mekanisme partisipasi, dan panduan komunikasi.
Program employee advocacy juga perlu menjaga keseimbangan antara kebebasan karyawan dan identitas perusahaan. Karena itu, tim komunikasi perlu mengatur partisipasi tanpa menghilangkan karakter personal karyawan.
Selain itu, perusahaan perlu mengukur kontribusi program terhadap jangkauan komunikasi dan keterlibatan audiens. Program ini membantu peserta merancang employee ambassador program, mengembangkan konten, mengatur mekanisme berbagi, membangun governance, dan mengukur kinerja.
Pada akhir pelatihan, peserta menyusun Employee Advocacy Program yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan organisasi.
B. Siapa yang Harus Mengikuti?
Program Employee Advocacy Training ini sesuai bagi profesional yang mengelola employee advocacy, komunikasi internal, employer branding, dan program komunikasi karyawan.
- Employee Communication Manager
- Internal Communication Manager
- Corporate Communication Manager
- Employee Engagement Specialist
- Employer Branding Specialist
- Corporate Communication Specialist
- HR Communication Specialist
- Corporate Culture / People Communication Specialist
C. Apa yang Akan Anda Pelajari?
DAY 1 — Employee Advocacy Strategy & Ambassador Program
Module 1 — Employee Advocacy Strategy & Program Design
Peserta memulai pelatihan dengan memahami peran employee advocacy dalam komunikasi organisasi. Selanjutnya, peserta menentukan tujuan, sasaran, ruang lingkup, dan bentuk partisipasi program.
- Memahami tujuan employee advocacy dalam komunikasi organisasi
- Mengidentifikasi kebutuhan dan peluang program
- Menentukan tujuan program dan kelompok peserta
- Menentukan bentuk partisipasi karyawan
- Menetapkan ruang lingkup dan prioritas program
Praktik: Employee Advocacy Program Design Workshop
Output: Employee Advocacy Strategy Framework
Module 2 — Employee Ambassador Selection & Activation
Setelah menentukan struktur program, peserta merancang sistem employee ambassador. Peserta menetapkan kriteria, peran, tanggung jawab, serta tahapan perjalanan peserta.
- Menentukan kriteria employee ambassador
- Menyusun mekanisme seleksi dan partisipasi
- Menentukan peran dan tanggung jawab ambassador
- Merancang ambassador journey
- Menentukan bentuk aktivasi dan dukungan bagi peserta
Praktik: Employee Ambassador Program Workshop
Output: Employee Ambassador Framework
Module 3 — Advocacy Content Strategy
Konten menjadi salah satu penggerak utama employee advocacy. Karena itu, peserta mempelajari cara mengembangkan konten yang relevan, mudah dibagikan, dan tetap sesuai dengan identitas perusahaan.
- Menentukan tema dan kategori konten
- Menyesuaikan konten dengan karakter karyawan
- Menyusun content pillar dan content guideline
- Mengembangkan konten yang mudah dibagikan
- Menentukan key message dan call to action
- Menetapkan standar penggunaan identitas perusahaan
Praktik: Advocacy Content Development Workshop
Output: Employee Advocacy Content Framework
Module 4 — Employee Sharing & Participation Mechanism
Selanjutnya, peserta merancang mekanisme berbagi konten. Peserta juga menyusun alur distribusi dan partisipasi yang mudah digunakan oleh karyawan.
- Merancang mekanisme berbagi konten
- Menentukan kanal dan sharing workflow
- Mengatur distribusi konten kepada employee ambassador
- Membangun mekanisme partisipasi yang mudah digunakan
- Menentukan participation touchpoints
- Mengelola koordinasi antara Corporate Communication, HR, dan ambassador
Praktik: Employee Sharing Workflow Exercise
Output: Employee Advocacy Sharing Workflow
DAY 2 — Program Activation, Governance & Performance
Module 5 — Employee Advocacy Governance & Guidelines
Pada hari kedua, peserta membangun governance untuk menjaga konsistensi dan keamanan komunikasi. Peserta juga menetapkan panduan penggunaan informasi, identitas, dan materi perusahaan.
- Menentukan aturan partisipasi dalam program
- Menyusun employee advocacy guidelines
- Menentukan batasan penggunaan informasi perusahaan
- Mengatur penggunaan logo, identitas, dan materi perusahaan
- Menetapkan mekanisme persetujuan konten
- Mengelola risiko komunikasi dalam aktivitas berbagi
Praktik: Advocacy Governance Workshop
Output: Employee Advocacy Guidelines
Module 6 — Employee Advocacy Campaign & Activation
Setelah membangun governance, peserta merancang kampanye untuk mengaktifkan partisipasi karyawan. Peserta juga menyusun kalender komunikasi dan aktivitas yang mendukung program.
- Menerjemahkan strategi menjadi program aktivasi
- Menyusun advocacy campaign
- Menentukan tema, periode, kanal, dan aktivitas
- Merancang employee advocacy challenge atau aktivitas partisipasi
- Mengatur communication calendar
- Menentukan PIC dan kebutuhan pendukung program
Praktik: Advocacy Campaign Planning Workshop
Output: Employee Advocacy Campaign Plan
Module 7 — Advocacy Performance Measurement
Program employee advocacy membutuhkan pengukuran yang konsisten. Karena itu, peserta menentukan indikator kinerja dan menganalisis aktivitas peserta serta respons audiens.
- Menentukan indikator kinerja program
- Mengukur partisipasi dan aktivitas berbagi
- Menganalisis content reach, engagement, dan respons
- Mengidentifikasi active dan inactive ambassador
- Mengevaluasi efektivitas program
- Menentukan tindakan optimasi
Praktik: Advocacy Performance Review
Output: Employee Advocacy Performance Dashboard
Module 8 — Employee Advocacy Program
Pada tahap akhir, peserta mengintegrasikan seluruh komponen program. Peserta menghubungkan strategi, ambassador, konten, mekanisme berbagi, governance, aktivasi, dan pengukuran.
- Mengintegrasikan strategi, ambassador, content, sharing, governance, activation, dan measurement
- Menentukan tahapan implementasi program
- Menyusun advocacy roadmap
- Menetapkan mekanisme koordinasi dan evaluasi
- Menentukan agenda pengembangan program
- Menyusun Employee Advocacy Program yang siap digunakan
Praktik: Employee Advocacy Program Workshop
Output: Employee Advocacy Program
D. Outcome Pelatihan
Setelah mengikuti program, peserta mampu:
- Menentukan tujuan dan struktur program employee advocacy
- Merancang sistem employee ambassador
- Menentukan kriteria dan mekanisme partisipasi karyawan
- Mengembangkan strategi dan panduan konten
- Merancang mekanisme berbagi konten
- Menyusun governance dan panduan partisipasi
- Merancang kampanye dan aktivitas employee advocacy
- Mengukur partisipasi dan kinerja program
- Menyusun Employee Advocacy Program untuk implementasi organisasi
E. Durasi Pelatihan
2 Hari | 12–14 Jam Pembelajaran
Hari pertama berfokus pada strategi employee advocacy, desain ambassador program, strategi konten, dan mekanisme partisipasi. Selanjutnya, hari kedua membahas governance, aktivasi kampanye, pengukuran kinerja, optimasi, dan penyusunan Employee Advocacy Program.
F. Format Pelatihan
Tatap Muka
Pelatihan tersedia di Jakarta dan Tangerang. Peserta mengikuti case study, ambassador workshop, content development, sharing workflow exercise, simulasi, dan penyusunan program.
Online Training
Pelatihan berlangsung secara live melalui platform konferensi daring. Peserta tetap mengikuti program design, content workshop, sharing workflow, governance exercise, dan penyusunan Employee Advocacy Program.
In-House Training
Untuk in-house training atau kota lainnya, silakan hubungi tim Urways Indonesia. Kami dapat menyesuaikan materi dengan struktur organisasi dan karakteristik karyawan.
Penyesuaian juga dapat mencakup employer brand, kanal komunikasi, kebijakan perusahaan, serta tujuan program.
G. Metode Pelatihan dan Evaluasi
Metode Pelatihan
- Interactive Discussion
- Case Study
- Program Design Workshop
- Content Development Workshop
- Workflow Exercise
- Simulation
- Individual Exercise
- Group Exercise
- Peer Review
Program menggunakan pendekatan learning by doing. Porsi praktik mencapai sekitar 60–70% dari keseluruhan pembelajaran.
Evaluasi
Peserta mengikuti evaluasi berbasis praktik. Setiap aktivitas membantu peserta membangun komponen Employee Advocacy Program secara bertahap.
Evaluasi mencakup:
- Employee Advocacy Program Design
- Ambassador Selection Exercise
- Content Development Workshop
- Sharing Workflow Exercise
- Governance Workshop
- Advocacy Campaign Planning
- Performance Measurement Exercise
- Presentasi hasil kerja
- Peer Review
H. Apa yang Akan Anda Dapatkan?
Peserta memperoleh perangkat kerja yang dapat digunakan kembali di organisasi:
- Employee Advocacy Strategy Framework
- Employee Ambassador Framework
- Employee Advocacy Content Framework
- Employee Advocacy Sharing Workflow
- Employee Advocacy Guidelines
- Employee Advocacy Campaign Plan
- Employee Advocacy Performance Dashboard
- Employee Advocacy Program
I. Fasilitas Pelatihan
Tatap Muka
- Meeting Room
- 2x Coffee Break
- 1x Lunch
- Modul Pelatihan
- Sertifikat Pelatihan
- Training Kits
- Souvenir
- Dokumentasi
- Laporan kegiatan kepada HR
Online Training
- Modul Pelatihan
- Sertifikat Pelatihan
- Souvenir
- Dokumentasi
- Laporan kegiatan kepada HR
Hubungi Kami Jika Anda Memerlukan Bantuan
Memerlukan informasi mengenai Employee Advocacy Communication Training? Tim Urways Indonesia siap membantu memberikan informasi mengenai program yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.
Anda dapat menghubungi kami untuk informasi Public Training, In-House Training, maupun Corporate Training. Selain itu, kami dapat menyesuaikan materi dengan industri, struktur organisasi, karakteristik karyawan, employer branding, kanal komunikasi, kebijakan perusahaan, dan tujuan program employee advocacy.
WhatsApp: 0819-1534-6688
Email: urwaysindonesia@gmail.com









Ulasan
Belum ada ulasan.