Capital Expenditure Budgeting & Investment Analysis

Rp6,200,000

Pelatihan Capital Expenditure Budgeting & Investment Analysis membekali profesional keuangan dan manajemen dengan keterampilan menyusun anggaran belanja modal, mengevaluasi kelayakan investasi, serta membandingkan alternatif proyek berdasarkan biaya, manfaat, dan proyeksi arus kas. Melalui simulasi perhitungan Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Payback Period, peserta dapat menyusun rekomendasi investasi yang terukur untuk mendukung alokasi modal dan pencapaian sasaran bisnis.

Mengapa Mengikuti Pelatihan Ini?

Keputusan belanja modal menentukan arah penggunaan dana perusahaan untuk memperoleh aset, meningkatkan kapasitas produksi, memperbarui teknologi, atau memperluas operasi bisnis. Oleh karena itu, setiap usulan investasi membutuhkan perhitungan biaya, estimasi manfaat, serta proyeksi arus kas yang realistis agar perusahaan dapat mengalokasikan modal secara tepat.

Dalam praktiknya, tim keuangan sering menghadapi usulan proyek dengan kebutuhan dana, jangka waktu pengembalian, dan tingkat risiko yang berbeda. Melalui pelatihan ini, peserta mengembangkan kemampuan untuk menilai kelayakan investasi menggunakan indikator finansial yang relevan. Selanjutnya, peserta menyusun prioritas capital expenditure berdasarkan kontribusi bisnis, kebutuhan operasional, keterbatasan anggaran, dan potensi manfaat jangka panjang.

Sasaran dan Tujuan Pelatihan

Pelatihan ini ditujukan bagi profesional finance dan accounting, manajer keuangan, analis investasi, staf perencanaan anggaran, manajer operasional, serta pengambil keputusan yang terlibat dalam pengajuan dan persetujuan belanja modal.

Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan mampu:

  1. Mengidentifikasi kebutuhan belanja modal berdasarkan sasaran bisnis, kondisi aset, dan prioritas operasional.

  2. Menilai kelayakan investasi melalui estimasi biaya, proyeksi manfaat, dan pertimbangan risiko.

  3. Menyusun anggaran capital expenditure berdasarkan kebutuhan pendanaan dan jadwal pelaksanaan proyek.

  4. Memproyeksikan arus kas proyek dengan mempertimbangkan investasi awal, arus kas operasional, dan nilai akhir aset.

  5. Menghitung NPV, IRR, dan Payback Period untuk membandingkan alternatif investasi.

  6. Mengevaluasi sensitivitas hasil investasi terhadap perubahan biaya, pendapatan, dan asumsi operasional.

  7. Membandingkan usulan proyek berdasarkan nilai finansial, urgensi, risiko, dan kontribusi strategis.

  8. Menyusun rekomendasi prioritas investasi sebagai bahan pertimbangan manajemen.

Outline Materi yang Dibahas

Hari Pertama — Capital Expenditure Budgeting

1. Konsep dan Perencanaan Belanja Modal

  • Perbedaan belanja modal (capital expenditure) dan biaya operasional (operating expenditure).

  • Klasifikasi kebutuhan investasi untuk aset baru, ekspansi, penggantian, dan peningkatan kapasitas.

  • Penyelarasan kebutuhan capex dengan strategi bisnis dan rencana operasional.

  • Identifikasi kebutuhan investasi berdasarkan kondisi aset dan kesenjangan kapasitas.

  • Penetapan kriteria awal untuk menyaring usulan proyek.

2. Identifikasi Kebutuhan dan Penyusunan Anggaran Capex

  • Pemetaan kebutuhan investasi dari setiap unit kerja.

  • Estimasi biaya pengadaan, instalasi, pengujian, dan implementasi.

  • Perhitungan biaya pendukung, biaya pemeliharaan awal, serta kebutuhan modal kerja terkait.

  • Penyusunan jadwal pengeluaran sesuai tahapan proyek.

  • Konsolidasi usulan investasi ke dalam anggaran tahunan dan proyeksi jangka menengah.

3. Estimasi Biaya, Manfaat, dan Risiko Investasi

  • Identifikasi biaya awal dan biaya sepanjang umur ekonomis aset.

  • Estimasi penghematan biaya, peningkatan pendapatan, dan manfaat produktivitas.

  • Penentuan asumsi umur manfaat, kapasitas, utilisasi, serta nilai residu.

  • Pemetaan risiko biaya, keterlambatan proyek, dan perubahan kondisi bisnis.

  • Penyusunan skenario optimistis, moderat, dan pesimistis.

4. Penyusunan Proyeksi Cash Flow Proyek

  • Penentuan investasi awal dan waktu pengeluaran dana.

  • Proyeksi arus kas masuk dan arus kas keluar selama umur proyek.

  • Perhitungan dampak pajak, depresiasi, dan modal kerja sesuai asumsi analisis.

  • Estimasi nilai residu dan arus kas pada akhir periode investasi.

  • Penyusunan lembar kerja proyeksi arus kas sebagai dasar evaluasi kelayakan.

Hari Kedua — Investment Analysis & Capex Prioritization

5. Analisis Kelayakan Investasi dengan NPV

  • Konsep nilai waktu uang (time value of money).

  • Penentuan tingkat diskonto sesuai asumsi dan karakteristik investasi.

  • Perhitungan Net Present Value untuk menilai penciptaan nilai finansial.

  • Interpretasi hasil NPV sebagai dasar perbandingan proyek.

  • Evaluasi pengaruh perubahan arus kas dan tingkat diskonto terhadap kelayakan investasi.

6. Penggunaan IRR dan Payback Period

  • Perhitungan Internal Rate of Return untuk menilai tingkat pengembalian proyek.

  • Perbandingan IRR dengan tingkat pengembalian minimum yang ditetapkan perusahaan.

  • Penghitungan Payback Period untuk memperkirakan waktu pemulihan investasi awal.

  • Evaluasi kelebihan dan keterbatasan setiap indikator kelayakan.

  • Perbandingan proyek dengan pola arus kas dan masa investasi yang berbeda.

7. Analisis Sensitivitas dan Perbandingan Alternatif

  • Pengujian dampak perubahan biaya investasi terhadap hasil proyek.

  • Evaluasi sensitivitas terhadap pendapatan, biaya operasional, dan volume produksi.

  • Perbandingan skenario arus kas untuk mengidentifikasi sumber risiko utama.

  • Penilaian konsekuensi finansial ketika realisasi menyimpang dari asumsi awal.

  • Penyusunan ringkasan hasil analisis untuk mendukung keputusan investasi.

8. Prioritisasi dan Alokasi Anggaran Capex

  • Penyusunan kriteria prioritas berdasarkan kelayakan finansial, urgensi, risiko, dan strategi.

  • Perbandingan usulan proyek ketika anggaran tersedia terbatas.

  • Pemeringkatan investasi berdasarkan hasil analisis dan kebutuhan bisnis.

  • Pertimbangan proyek wajib, proyek penggantian aset, dan proyek ekspansi.

  • Penyusunan daftar prioritas serta rekomendasi alokasi modal untuk manajemen.

9. Studi Kasus dan Simulasi Keputusan Investasi

  • Evaluasi beberapa usulan investasi berdasarkan data biaya dan manfaat.

  • Penyusunan proyeksi arus kas untuk setiap alternatif proyek.

  • Penghitungan NPV, IRR, dan Payback Period menggunakan lembar kerja.

  • Penentuan prioritas proyek dengan mempertimbangkan batas anggaran.

  • Presentasi rekomendasi investasi beserta asumsi, risiko, dan dasar perhitungannya.

Metode Pelatihan

  • Presentasi dan Diskusi

  • Studi Kasus

  • Praktik dan Role Play

Hasil Praktik dan Evaluasi Kompetensi

Pada akhir pelatihan, peserta menghasilkan lembar kerja evaluasi investasi yang mencakup estimasi biaya, proyeksi arus kas, perhitungan NPV, IRR, dan Payback Period, serta pemeringkatan prioritas proyek. Evaluasi kompetensi menitikberatkan pada ketepatan perhitungan, konsistensi asumsi, kemampuan membandingkan alternatif, dan kualitas rekomendasi alokasi modal.

Informasi dan Pendaftaran

Untuk memperoleh informasi jadwal, biaya investasi, dan pelaksanaan pelatihan Capital Expenditure Budgeting & Investment Analysis, silakan menghubungi tim Urways Indonesia.

Mobile: 0819 1534 6688

Email: cs@urways-indonesia.co.id

LOKASI

JAKARTA

TANGGAL

22–23 Okt 2026, 26–27 Nov 2026, 24–25 Des 2026

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Capital Expenditure Budgeting & Investment Analysis”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *