Mengelola Media Lokal Kritis
Kode: CC-M10
Durasi: 2 Hari | 12–14 Jam Pembelajaran
Lokasi: Jakarta / Tangerang / Online Training
Level: Advanced
Tatap Muka: Rp6.750.000/peserta
Online Training: Rp4.250.000/peserta
A. Mengapa Mengikuti Pelatihan Ini?
Media lokal memiliki kedekatan dengan isu wilayah, komunitas, pemerintah daerah, dan aktivitas perusahaan. Karena itu, tim komunikasi perlu memahami karakter media lokal secara kontekstual.
Selain itu, jurnalis lokal memiliki fokus liputan, sumber informasi, dan pola interaksi yang beragam. Pemahaman tersebut membantu perusahaan membangun hubungan media secara profesional dan relevan.
Program Mengelola Media Lokal Kritis membekali peserta dengan kemampuan melakukan local media mapping. Peserta juga mempelajari cara membangun hubungan dengan jurnalis dan menganalisis isu lokal.
Selanjutnya, peserta merancang media engagement yang sesuai dengan karakter wilayah. Peserta juga menyusun respons terhadap pertanyaan kritis dan mengembangkan Local Media Engagement Plan.
B. Siapa yang Harus Mengikuti?
Program ini sesuai bagi profesional yang menangani komunikasi perusahaan di wilayah operasional. Program ini juga relevan bagi profesional yang berinteraksi dengan media lokal.
- Corporate Communication Manager
- Corporate Affairs Manager
- Public Relations Manager
- Media Relations Manager
- External Relations Manager
- Corporate Communication Specialist
- Public Relations Specialist
- Community Relations / Government Relations Officer
C. Apa yang Akan Anda Pelajari?
DAY 1 — Local Media Mapping & Relationship Development
Module 1 — Local Media Landscape & Issue Mapping
Peserta mempelajari karakter media lokal berdasarkan wilayah dan audiens. Selanjutnya, peserta memetakan isu serta aktor yang memengaruhi pemberitaan.
- Memahami karakteristik media lokal berdasarkan wilayah dan audiens
- Mengidentifikasi jenis media lokal yang relevan
- Memetakan isu lokal yang berkaitan dengan perusahaan
- Mengidentifikasi aktor, komunitas, dan sumber informasi yang memengaruhi pemberitaan
- Menentukan prioritas media berdasarkan relevansi isu dan wilayah
Praktik: Local Media Mapping Workshop
Output: Local Media Landscape Map
Module 2 — Local Journalist Mapping & Relationship
Setelah memahami lanskap media, peserta memetakan jurnalis berdasarkan beat dan wilayah liputan. Peserta kemudian menentukan pendekatan hubungan yang sesuai.
- Mengidentifikasi jurnalis berdasarkan beat dan wilayah liputan
- Memetakan karakter komunikasi dan kebutuhan informasi jurnalis
- Menentukan prioritas hubungan media
- Membangun komunikasi profesional dengan jurnalis lokal
- Mengembangkan relationship touchpoints
- Menyusun pola follow-up yang sesuai
Praktik: Journalist Relationship Mapping Exercise
Output: Local Journalist Relationship Matrix
Module 3 — Understanding Critical Local Media Issues
Berikutnya, peserta menganalisis isu lokal yang dapat berkembang menjadi pemberitaan kritis. Analisis ini membantu peserta menentukan konteks, aktor, urgensi, dan prioritas isu.
- Mengidentifikasi isu lokal yang berpotensi berkembang menjadi pemberitaan kritis
- Menganalisis sumber dan konteks isu
- Membedakan kritik, pertanyaan publik, dan isu yang membutuhkan respons perusahaan
- Memetakan pihak yang terlibat dalam perkembangan isu
- Menentukan tingkat urgensi dan prioritas penanganan
Praktik: Local Issue Analysis Workshop
Output: Local Media Issue Matrix
Module 4 — Building Local Media Engagement
Selanjutnya, peserta merancang media engagement berdasarkan tujuan komunikasi dan karakter media lokal. Peserta juga menentukan format interaksi yang relevan dengan konteks wilayah.
- Menentukan tujuan media engagement di wilayah operasional
- Menentukan bentuk interaksi sesuai karakter media lokal
- Merancang media visit, media gathering, media briefing, dan media tour
- Menentukan narasumber, topik, format, dan agenda kegiatan
- Mengelola komunikasi sebelum dan setelah aktivitas
Praktik: Local Media Engagement Design Workshop
Output: Local Media Engagement Program
DAY 2 — Critical Issue Handling & Local Media Engagement
Module 5 — Handling Critical Questions & Media Issues
Pada sesi ini, peserta mempelajari cara menangani pertanyaan dan isu kritis dari media lokal. Peserta menyusun key message serta menentukan spokesperson yang sesuai.
- Menilai pertanyaan atau isu yang berkembang di media lokal
- Menentukan informasi yang perlu diklarifikasi
- Menyusun key message untuk isu kritis
- Menyiapkan respons terhadap pertanyaan berulang dan kritis
- Menentukan spokesperson yang sesuai
- Mengatur koordinasi internal sebelum memberikan respons
Praktik: Critical Media Question Simulation
Output: Critical Issue Response Matrix
Module 6 — Local Media Engagement Event
Selanjutnya, peserta merancang dan menjalankan kegiatan media engagement. Peserta mengatur kebutuhan narasumber, materi informasi, agenda, dan tindak lanjut kegiatan.
- Mengelola media gathering untuk media lokal
- Menyelenggarakan media visit dan media tour
- Merancang media briefing berdasarkan isu lokal
- Menyiapkan narasumber dan materi informasi
- Mengatur interaksi antara manajemen, unit operasional, dan jurnalis
- Menentukan follow-up setelah kegiatan
Praktik: Local Media Event Simulation
Output: Local Media Engagement Checklist
Module 7 — Media Relationship Maintenance & Issue Follow-Up
Hubungan media membutuhkan komunikasi yang konsisten. Karena itu, peserta mempelajari cara memantau interaksi, mengikuti perkembangan isu, dan merencanakan agenda hubungan media berikutnya.
- Memantau perkembangan hubungan dengan media lokal
- Mengelola komunikasi setelah pemberitaan atau kegiatan
- Menentukan tindak lanjut terhadap isu yang masih berkembang
- Mencatat perubahan beat, posisi, dan fokus jurnalis
- Menentukan agenda hubungan media berikutnya
- Mengevaluasi kualitas interaksi dengan media
Praktik: Relationship Follow-Up Exercise
Output: Local Media Relationship Tracker
Module 8 — Local Media Engagement Plan
Pada tahap akhir, peserta mengintegrasikan seluruh hasil pembelajaran. Peserta menyusun Local Media Engagement Plan yang menghubungkan media mapping, hubungan jurnalis, isu, aktivitas, PIC, dan indikator evaluasi.
- Mengintegrasikan media mapping, relationship, issue handling, dan engagement
- Menentukan prioritas media dan isu
- Menyusun kalender aktivitas media lokal
- Menetapkan PIC, aktivitas, timeline, dan follow-up
- Menentukan indikator evaluasi kegiatan
- Menyusun rencana hubungan media untuk periode tertentu
Praktik: Local Media Engagement Planning Workshop
Output: Local Media Engagement Plan
D. Outcome Pelatihan
Setelah mengikuti program, peserta mampu:
- Memetakan lanskap media lokal berdasarkan wilayah dan isu
- Mengidentifikasi jurnalis dan media yang relevan
- Membangun hubungan profesional dengan media lokal
- Menganalisis isu lokal yang berpotensi menjadi pemberitaan kritis
- Menyiapkan respons terhadap pertanyaan dan isu media
- Merancang media visit, media tour, media gathering, dan media briefing
- Mengelola tindak lanjut hubungan media
- Menyusun Local Media Engagement Plan sebagai acuan kerja
E. Durasi Pelatihan
2 Hari | 12–14 Jam Pembelajaran
Hari pertama membahas pemetaan media lokal, hubungan dengan jurnalis, analisis isu, dan desain media engagement. Selanjutnya, hari kedua membahas penanganan isu kritis, kegiatan media, relationship maintenance, dan penyusunan Local Media Engagement Plan.
F. Format Pelatihan
Tatap Muka
Urways Indonesia menyelenggarakan pelatihan di Jakarta dan Tangerang. Peserta mengikuti case study, media mapping workshop, issue simulation, media engagement exercise, dan relationship planning workshop.
Online Training
Peserta mengikuti pelatihan secara live melalui platform konferensi daring. Selanjutnya, peserta mengerjakan mapping exercise, analisis isu, simulasi pertanyaan media, dan penyusunan engagement plan.
In-House Training
Untuk in-house training atau kota lainnya, silakan hubungi tim Urways Indonesia. Tim dapat menyesuaikan materi dengan wilayah operasional dan karakter media lokal.
Selain itu, penyesuaian dapat mencakup jenis industri, isu perusahaan, kebutuhan komunikasi komunitas, serta hubungan dengan pemangku kepentingan setempat.
G. Metode Pelatihan dan Evaluasi
Metode Pelatihan
- Interactive Discussion
- Case Study
- Local Media Mapping Workshop
- Issue Analysis Exercise
- Simulation
- Role Play
- Group Exercise
- Peer Review
- Presentation
Program menggunakan pendekatan learning by doing. Porsi praktik mencapai sekitar 60–70% dari keseluruhan pembelajaran.
Evaluasi
Peserta mengikuti evaluasi melalui latihan, simulasi, dan penyusunan perangkat kerja. Selain itu, peserta mempresentasikan hasil kerja dan menerima peer review.
Evaluasi mencakup:
- Local Media Mapping Exercise
- Journalist Relationship Mapping
- Local Issue Analysis
- Critical Media Question Simulation
- Local Media Event Simulation
- Relationship Follow-Up Exercise
- Local Media Engagement Planning Workshop
- Presentasi hasil kerja
- Peer Review
H. Apa yang Akan Anda Dapatkan?
Peserta menghasilkan perangkat kerja yang dapat digunakan dalam pengelolaan media lokal.
- Local Media Landscape Map
- Local Journalist Relationship Matrix
- Local Media Issue Matrix
- Local Media Engagement Program
- Critical Issue Response Matrix
- Local Media Engagement Checklist
- Local Media Relationship Tracker
- Local Media Engagement Plan
I. Fasilitas Pelatihan
Tatap Muka
- Meeting Room
- 2x Coffee Break
- 1x Lunch
- Modul Pelatihan
- Sertifikat Pelatihan
- Training Kits
- Souvenir
- Dokumentasi
- Laporan kegiatan kepada HR
Online Training
- Modul Pelatihan
- Sertifikat Pelatihan
- Souvenir
- Dokumentasi
- Laporan kegiatan kepada HR
Hubungi Kami Jika Anda Memerlukan Bantuan
Memerlukan informasi mengenai jadwal Public Training, In-House Training, atau Corporate Training? Hubungi tim Urways Indonesia untuk memperoleh informasi sesuai kebutuhan organisasi.
Selain itu, tim kami dapat menyesuaikan materi dengan wilayah operasional, karakter media lokal, jenis industri, dan isu perusahaan. Kami juga dapat menyesuaikan program dengan kebutuhan komunikasi serta tantangan hubungan media dan pemangku kepentingan.
WhatsApp: 0819-1534-6688
Email: urwaysindonesia@gmail.com










Ulasan
Belum ada ulasan.