Construction & Project-Based Accounting, Tax & Cash Flow

Rp6,200,000

Pelatihan Construction & Project-Based Accounting, Tax & Cash Flow membekali profesional keuangan dengan keterampilan mengelola akuntansi proyek konstruksi, menghitung biaya pekerjaan, mencatat tagihan progres, serta mengendalikan pajak dan arus kas proyek. Melalui simulasi transaksi dan studi kasus, peserta mengevaluasi biaya aktual, menyusun perhitungan pekerjaan dalam proses, dan menilai profitabilitas setiap proyek sebagai dasar pengambilan keputusan bisnis.

Mengapa Mengikuti Pelatihan Ini?

Pengelolaan keuangan proyek konstruksi memerlukan pengendalian biaya, pengakuan pendapatan, penagihan progres, dan perencanaan arus kas yang saling terhubung. Ketika tim keuangan terlambat mencatat biaya atau memperkirakan kebutuhan kas, perusahaan berisiko menghadapi selisih anggaran, keterlambatan pembayaran, dan penurunan margin keuntungan.

Melalui pelatihan ini, peserta mengembangkan pendekatan akuntansi berbasis proyek yang menghubungkan data kontrak, realisasi biaya, progres pekerjaan, kewajiban perpajakan, serta penerimaan dan pengeluaran kas. Selanjutnya, peserta menggunakan informasi tersebut untuk mengevaluasi kinerja keuangan setiap proyek, mengidentifikasi potensi penyimpangan, dan menyiapkan laporan yang mendukung keputusan manajemen.

Sasaran dan Tujuan Pelatihan

Pelatihan ini ditujukan bagi staf akuntansi dan keuangan, project accountant, finance supervisor, cost controller, manajer proyek, staf perpajakan, serta profesional yang mengelola keuangan perusahaan konstruksi dan bisnis berbasis kontrak.

Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan mampu:

  1. Memetakan siklus akuntansi proyek sejak penandatanganan kontrak hingga penyelesaian pekerjaan.

  2. Menghitung biaya proyek berdasarkan komponen tenaga kerja, material, alat, subkontraktor, dan biaya tidak langsung.

  3. Menyusun tagihan progres berdasarkan termin kontrak dan pencapaian pekerjaan.

  4. Menghitung serta mengevaluasi nilai work in progress (WIP) dan pengakuan pendapatan berdasarkan tingkat penyelesaian.

  5. Mengidentifikasi kewajiban pajak yang relevan dengan transaksi kontrak konstruksi.

  6. Memproyeksikan arus kas berdasarkan jadwal penagihan, penerimaan pembayaran, dan kebutuhan pengeluaran proyek.

  7. Mengevaluasi margin keuntungan melalui perbandingan anggaran, biaya aktual, pendapatan, dan estimasi biaya penyelesaian.

  8. Menyusun laporan keuangan proyek sebagai dasar pengendalian biaya dan evaluasi kinerja.

Outline Materi yang Dibahas

Hari Pertama — Construction & Project-Based Accounting

1. Siklus Akuntansi Proyek Konstruksi

  • Karakteristik akuntansi perusahaan konstruksi dan bisnis berbasis kontrak.

  • Pemetaan tahapan proyek dari kontrak, mobilisasi, pelaksanaan, hingga serah terima.

  • Identifikasi komponen pendapatan, biaya, aset, liabilitas, dan uang muka proyek.

  • Pengaitan dokumen kontrak, anggaran, berita acara, faktur, dan pencatatan akuntansi.

  • Penyusunan struktur kode akun serta pusat biaya untuk setiap proyek.

2. Job Costing dan Pengendalian Biaya Proyek

  • Klasifikasi biaya langsung dan biaya tidak langsung.

  • Perhitungan biaya material, tenaga kerja, peralatan, dan subkontraktor.

  • Penyusunan anggaran biaya proyek atau project cost budget.

  • Perbandingan anggaran dengan realisasi biaya melalui cost variance analysis.

  • Identifikasi pembengkakan biaya dan dampaknya terhadap margin proyek.

3. Progress Billing dan Pengakuan Pendapatan

  • Penentuan dasar penagihan berdasarkan termin, volume pekerjaan, atau pencapaian kontrak.

  • Penyusunan progress billing berdasarkan dokumen progres pekerjaan.

  • Rekonsiliasi nilai pekerjaan, tagihan, uang muka, retensi, dan penerimaan kas.

  • Pencatatan pendapatan serta piutang berdasarkan ketentuan kontrak dan standar akuntansi yang berlaku.

  • Evaluasi dampak keterlambatan persetujuan tagihan terhadap posisi keuangan proyek.

4. Work in Progress dan Percentage of Completion

  • Penentuan komponen biaya pekerjaan dalam proses atau WIP.

  • Pengukuran tingkat penyelesaian berdasarkan metode yang sesuai dengan kontrak dan standar akuntansi.

  • Penerapan metode percentage of completion melalui simulasi data proyek.

  • Perbandingan pendapatan yang diakui dengan biaya yang telah terjadi.

  • Evaluasi selisih antara progres fisik, progres keuangan, penagihan, dan pengakuan pendapatan.

Hari Kedua — Project Tax, Cash Flow & Profitability

5. Perpajakan dalam Kontrak Konstruksi

  • Identifikasi aspek perpajakan yang relevan dengan transaksi jasa konstruksi.

  • Pembahasan PPh final jasa konstruksi sesuai ketentuan yang berlaku.

  • Evaluasi kewajiban PPN berdasarkan karakteristik transaksi dan status pihak terkait.

  • Pemeriksaan dokumen pajak atas tagihan, pembayaran, dan transaksi subkontraktor.

  • Rekonsiliasi pencatatan pajak dengan dokumen transaksi dan laporan keuangan.

  • Identifikasi risiko administrasi perpajakan akibat ketidaksesuaian dokumen.

6. Project Cash Flow Management

  • Penyusunan proyeksi penerimaan dan pengeluaran kas proyek.

  • Pemetaan jadwal pembayaran pelanggan, pemasok, tenaga kerja, dan subkontraktor.

  • Evaluasi kebutuhan modal kerja selama pelaksanaan proyek.

  • Identifikasi kesenjangan waktu antara pengeluaran biaya dan penerimaan pembayaran.

  • Penyusunan skenario arus kas untuk mengantisipasi keterlambatan penagihan.

  • Pengembangan langkah pengendalian kas berdasarkan prioritas pembayaran.

7. Analisis Profitabilitas dan Kinerja Proyek

  • Perhitungan pendapatan, biaya aktual, dan margin keuntungan proyek.

  • Perbandingan estimasi biaya akhir dengan anggaran awal.

  • Evaluasi dampak perubahan lingkup pekerjaan terhadap profitabilitas.

  • Penghitungan estimasi biaya penyelesaian atau estimate to complete.

  • Penilaian proyeksi biaya akhir atau estimate at completion.

  • Penyusunan indikator kinerja keuangan untuk memantau kondisi setiap proyek.

8. Integrasi Laporan Keuangan dan Pengendalian Proyek

  • Penyusunan laporan biaya, pendapatan, piutang, utang, dan arus kas per proyek.

  • Rekonsiliasi laporan proyek dengan buku besar perusahaan.

  • Pemeriksaan konsistensi antara progres pekerjaan dan pencatatan keuangan.

  • Penyusunan ringkasan penyimpangan biaya serta risiko arus kas.

  • Penyajian informasi keuangan untuk mendukung keputusan manajemen proyek.

9. Studi Kasus dan Simulasi Terintegrasi

  • Pengolahan data kontrak, anggaran, progres pekerjaan, dan realisasi biaya.

  • Perhitungan job costing, WIP, dan progress billing berdasarkan kasus proyek.

  • Penentuan perlakuan akuntansi serta identifikasi aspek perpajakan yang relevan.

  • Penyusunan proyeksi arus kas berdasarkan jadwal penerimaan dan pengeluaran.

  • Evaluasi margin keuntungan dan estimasi biaya penyelesaian proyek.

  • Penyusunan laporan evaluasi keuangan sebagai dasar rekomendasi perbaikan.

Metode Pelatihan

  • Presentasi dan Diskusi

  • Studi Kasus

  • Praktik dan Role Play

Hasil Praktik dan Evaluasi Kompetensi

Pada akhir pelatihan, peserta menyusun simulasi laporan keuangan proyek yang mengintegrasikan perhitungan biaya, pengakuan pendapatan, penagihan progres, aspek perpajakan, serta proyeksi arus kas. Evaluasi mencakup ketepatan perhitungan job costing, konsistensi pencatatan WIP, kesesuaian tagihan dengan progres pekerjaan, dan kemampuan mengevaluasi profitabilitas proyek.

Informasi dan Pendaftaran

Untuk memperoleh informasi jadwal, biaya investasi, dan pelaksanaan pelatihan Construction & Project-Based Accounting, Tax & Cash Flow, silakan menghubungi tim Urways Indonesia.

Mobile: 0819 1534 6688

Email: cs@urways-indonesia.co.id

LOKASI

JAKARTA

TANGGAL

03–04 Nov 2026, 01–02 Des 2026

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Construction & Project-Based Accounting, Tax & Cash Flow”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *