Corporate Event Management
Level: Intermediate
Durasi: 2 Hari | 12–14 Jam Pembelajaran
Format: Public Training, In-House Training, dan Online Training
Fokus: Corporate Event Management, Event Planning, Event Execution, dan Event Evaluation
Mengapa Mengikuti Pelatihan Ini
Corporate event menjadi bagian penting dalam membangun pengalaman stakeholder, memperkuat komunikasi perusahaan, dan mendukung pencapaian tujuan organisasi. Karena itu, pengelolaan event membutuhkan perencanaan yang terstruktur, koordinasi yang efektif, serta kemampuan mengambil keputusan ketika situasi berubah.
Dalam praktiknya, tantangan event muncul sejak tahap penentuan konsep hingga evaluasi setelah kegiatan selesai. Kesalahan dalam mengidentifikasi audiens, menyusun anggaran, memilih vendor, mengatur rundown, atau mengantisipasi risiko dapat mengganggu kelancaran kegiatan. Oleh sebab itu, profesional yang menangani event perlu memahami keseluruhan proses secara terintegrasi.
Pelatihan ini membekali peserta dengan kerangka kerja untuk merancang dan mengelola corporate event secara sistematis. Peserta tidak berhenti pada pemahaman konsep, karena setiap materi langsung diterapkan melalui studi kasus, workshop, simulasi, dan role play. Dengan pendekatan tersebut, peserta dapat menghasilkan berbagai dokumen kerja yang dapat menjadi dasar pengelolaan event di organisasi.
Sasaran dan Tujuan Pelatihan
Pelatihan ini dirancang bagi profesional yang terlibat dalam perencanaan, koordinasi, maupun pelaksanaan kegiatan perusahaan, terutama:
- Corporate Communication dan Public Relations.
- Corporate Secretary.
- Marketing dan Brand Communication.
- Human Resources dan General Affairs.
- Event Committee dan Event Coordinator.
- Executive Assistant dan Personal Assistant.
- Profesional lain yang bertanggung jawab terhadap kegiatan perusahaan.
Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan mampu merancang corporate event dengan mempertimbangkan tujuan organisasi, karakteristik audiens, kebutuhan stakeholder, serta pengalaman peserta. Selanjutnya, peserta mampu mengembangkan konsep, menyusun anggaran, mengelola vendor, membuat event timeline, dan mengatur koordinasi tim.
Pada tahap pelaksanaan, peserta mampu mengendalikan alur kegiatan, mengelola berbagai pihak yang terlibat, serta merespons perubahan situasi secara terstruktur. Selain itu, peserta mampu mengidentifikasi risiko, menyusun contingency plan, dan mengevaluasi keberhasilan event berdasarkan tujuan serta indikator yang telah ditetapkan.
Materi Pelatihan
Hari 1 — Event Planning dan Event Design
Sesi 1. Corporate Event dan Strategic Event Planning
Pelatihan dimulai dengan memahami posisi corporate event dalam aktivitas komunikasi dan strategi organisasi. Peserta kemudian menghubungkan tujuan perusahaan dengan tujuan event sehingga perencanaan memiliki arah yang jelas.
Selanjutnya, peserta memetakan audiens dan stakeholder yang memiliki kepentingan terhadap event. Proses ini membantu peserta menentukan pendekatan komunikasi dan pengalaman peserta yang sesuai.
Materi:
- Konsep dan karakteristik corporate event.
- Jenis-jenis corporate event.
- Fungsi event dalam komunikasi perusahaan.
- Event objective dan event positioning.
- Identifikasi target audience.
- Stakeholder mapping.
- Prinsip strategic event planning.
Praktik:
Peserta menganalisis kebutuhan dan tujuan sebuah corporate event berdasarkan studi kasus.
Output:
Event Objective & Audience Profile.
Sesi 2. Event Concept Development
Setelah menentukan tujuan dan audiens, peserta masuk ke tahap pengembangan konsep. Pada tahap ini, peserta menghubungkan tema, pesan, aktivitas, serta pengalaman peserta dalam satu rancangan event yang koheren.
Kemudian, peserta mengeksplorasi cara menerjemahkan identitas perusahaan ke dalam konsep event. Dengan demikian, event memiliki karakter yang konsisten dengan konteks organisasi dan tujuan komunikasinya.
Materi:
- Event theme dan event concept.
- Event message.
- Event experience.
- Creative concept development.
- Pemilihan venue dan event setting.
- Penyusunan program dan aktivitas.
- Integrasi brand identity dalam event.
Praktik:
Peserta mengikuti workshop pengembangan konsep corporate event.
Output:
Corporate Event Concept.
Sesi 3. Event Budgeting dan Vendor Management
Konsep yang baik perlu diterjemahkan ke dalam perencanaan sumber daya yang realistis. Karena itu, peserta mempelajari cara mengidentifikasi kebutuhan biaya, menentukan prioritas, serta menjaga penggunaan anggaran tetap sesuai dengan tujuan event.
Pada saat yang sama, peserta memahami pentingnya pengelolaan vendor. Peserta berlatih menentukan kriteria vendor, menyusun kebutuhan, melakukan negosiasi, dan memantau kualitas pekerjaan.
Materi:
- Komponen anggaran event.
- Budget planning.
- Penentuan prioritas biaya.
- Cost control.
- Vendor selection.
- Vendor briefing.
- Negosiasi kebutuhan dan biaya.
- Vendor performance monitoring.
Praktik:
Peserta menyusun anggaran event dan melakukan simulasi negosiasi dengan vendor.
Output:
Event Budget Plan dan Vendor Management Sheet.
Sesi 4. Event Timeline, Rundown, dan Team Coordination
Setelah konsep, anggaran, dan vendor ditentukan, peserta menyusun alur kerja event secara kronologis. Tahap ini membantu tim memahami pekerjaan yang harus diselesaikan sebelum, selama, dan setelah event.
Selanjutnya, peserta menentukan pembagian peran dan mekanisme koordinasi. Dengan pembagian tanggung jawab yang jelas, setiap anggota tim dapat memahami fungsi, batas kewenangan, serta titik koordinasinya.
Materi:
- Event timeline.
- Event checklist.
- Run of show dan rundown.
- Struktur kepanitiaan.
- Pembagian tugas dan tanggung jawab.
- Team briefing.
- Mekanisme koordinasi.
- Event command center.
Praktik:
Peserta menyusun event timeline, rundown, dan pembagian tanggung jawab tim.
Output:
Event Timeline & Run of Show.
Hari 2 — Event Execution, Communication, dan Evaluation
Sesi 5. Event Communication dan Participant Experience
Perencanaan event kemudian dilanjutkan dengan pengelolaan komunikasi peserta. Peserta mempelajari bagaimana informasi disampaikan secara konsisten sejak tahap undangan hingga kegiatan berakhir.
Selain komunikasi, peserta juga memetakan pengalaman peserta pada berbagai touchpoint. Pendekatan ini membantu tim memahami kebutuhan peserta sekaligus menemukan titik yang perlu diperbaiki dalam perjalanan event.
Materi:
- Event communication strategy.
- Invitation dan registration communication.
- Pre-event communication.
- On-site communication.
- Post-event communication.
- Participant journey.
- Event touchpoint.
- Pengelolaan informasi peserta.
Praktik:
Peserta menyusun participant journey dan event communication flow.
Output:
Event Communication Plan.
Sesi 6. Event Execution dan On-Site Management
Pada tahap berikutnya, peserta berlatih mengelola event ketika seluruh rencana mulai dijalankan. Fokus pembelajaran mencakup koordinasi tim, vendor, peserta, pembicara, venue, dan kebutuhan teknis.
Melalui simulasi, peserta menghadapi situasi yang menyerupai kondisi nyata. Dengan demikian, peserta dapat menguji kemampuan koordinasi dan pengambilan keputusan dalam situasi operasional.
Materi:
- Event day management.
- On-site coordination.
- Event briefing.
- Registrasi dan guest management.
- Speaker dan talent coordination.
- Venue coordination.
- Technical coordination.
- Pengendalian rundown.
Praktik:
Peserta melakukan role play dan simulasi pelaksanaan corporate event.
Output:
Event Day Management Checklist.
Sesi 7. Event Risk Management dan Crisis Handling
Setiap event memiliki potensi gangguan yang dapat memengaruhi operasional maupun pengalaman peserta. Oleh karena itu, peserta belajar mengenali risiko sejak tahap perencanaan dan menentukan prioritas penanganannya.
Selanjutnya, peserta menyusun respons terhadap berbagai skenario. Latihan ini membantu peserta membangun pola pengambilan keputusan yang lebih terstruktur ketika menghadapi situasi tidak terduga.
Materi:
- Event risk identification.
- Risiko teknis dan operasional.
- Risiko keamanan dan keselamatan.
- Risiko vendor.
- Risiko peserta dan VIP.
- Risiko komunikasi.
- Contingency planning.
- Crisis response dalam event.
Praktik:
Peserta melakukan simulasi penanganan masalah dan gangguan event.
Output:
Event Risk Register & Contingency Plan.
Sesi 8. Event Evaluation dan Post-Event Management
Pengelolaan event tidak berakhir ketika acara selesai. Pada tahap akhir, peserta mengevaluasi pencapaian event berdasarkan tujuan, penggunaan sumber daya, pengalaman peserta, serta kinerja tim dan vendor.
Selanjutnya, peserta menyusun post-event report dan lessons learned. Hasil evaluasi tersebut menjadi dasar untuk memperbaiki kualitas perencanaan dan pelaksanaan event berikutnya.
Materi:
- Event evaluation framework.
- Evaluasi pencapaian tujuan.
- Evaluasi pengalaman peserta.
- Evaluasi kinerja vendor dan tim.
- Evaluasi anggaran.
- Dokumentasi dan event report.
- Post-event communication.
- Lessons learned.
Praktik:
Peserta menyusun evaluasi dan post-event report berdasarkan studi kasus.
Output:
Event Evaluation & Post-Event Report.
Metode Pelatihan
Pelatihan menggunakan komposisi 40% konsep dan 60% praktik. Pendekatan tersebut memungkinkan peserta memahami prinsip pengelolaan event sekaligus menguji penerapannya dalam situasi yang menyerupai kebutuhan organisasi.
Pada tahap awal, fasilitator menggunakan interactive presentation, diskusi, dan studi kasus untuk membangun pemahaman konseptual. Selanjutnya, peserta menerapkan konsep melalui workshop, role play, simulasi, problem solving, dan presentasi hasil kerja.
Metode pembelajaran meliputi:
- Interactive presentation.
- Studi kasus.
- Diskusi kelompok.
- Workshop.
- Role play.
- Simulasi event management.
- Problem solving.
- Peer review.
- Presentasi hasil kerja.
Outcome Pelatihan
Pada akhir pelatihan, peserta memiliki kemampuan untuk mengelola corporate event secara lebih sistematis sejak tahap perencanaan hingga evaluasi. Peserta juga menghasilkan rangkaian dokumen kerja yang dapat digunakan sebagai dasar pelaksanaan event di organisasi.
Dokumen yang dihasilkan meliputi:
- Event Objective & Audience Profile.
- Corporate Event Concept.
- Event Budget Plan.
- Vendor Management Sheet.
- Event Timeline & Run of Show.
- Event Communication Plan.
- Event Day Management Checklist.
- Event Risk Register & Contingency Plan.
- Event Evaluation & Post-Event Report.
Dengan demikian, peserta memiliki event management toolkit yang dapat membantu proses perencanaan, koordinasi, pelaksanaan, pengendalian risiko, dan evaluasi corporate event secara lebih terarah.









Ulasan
Belum ada ulasan.