ESG Storytelling untuk Perusahaan
Kode: CC-S06
Durasi: 2 Hari | 12–14 Jam Pembelajaran
Lokasi: Jakarta / Tangerang / Online Training
Level: Advanced
Tatap Muka: Rp6.500.000/peserta
Online Training: Rp4.000.000/peserta
A. Mengapa Mengikuti Pelatihan Ini?
Data ESG memiliki nilai komunikasi ketika perusahaan mampu menerjemahkannya menjadi narasi yang akurat dan relevan. Karena itu, tim komunikasi perlu memahami konteks data sebelum mengembangkan sebuah cerita.
Tantangan muncul ketika perusahaan menyajikan data kinerja, target, program, dan dampak sebagai kumpulan angka. Audiens membutuhkan konteks agar mereka dapat memahami makna di balik data tersebut.
Program ESG Storytelling untuk Perusahaan membantu peserta membaca dan menginterpretasikan data ESG. Selanjutnya, peserta menemukan story angle, membangun narasi berbasis bukti, dan memilih materi pendukung yang relevan.
Peserta juga mempelajari adaptasi cerita untuk berbagai audiens dan kanal. Pada akhir pelatihan, peserta menyusun ESG Storytelling Framework yang dapat digunakan sebagai acuan pengembangan materi komunikasi perusahaan.
B. Siapa yang Harus Mengikuti?
Program ini sesuai bagi profesional yang mengolah data, informasi, dan capaian ESG menjadi materi komunikasi perusahaan.
- Sustainability Manager / Specialist
- ESG Manager / Specialist
- Corporate Communication Manager
- Corporate Communication Specialist
- Corporate Affairs Manager
- Sustainability Reporting Specialist
- Corporate Secretary
- Content Strategist / Corporate Content Specialist
C. Apa yang Akan Anda Pelajari?
DAY 1 — ESG Data Interpretation & Story Development
Module 1 — Understanding ESG Data for Communication
Peserta memulai pelatihan dengan memahami jenis dan konteks data ESG. Selanjutnya, peserta menentukan data yang memiliki nilai komunikasi bagi perusahaan dan stakeholder.
- Mengidentifikasi jenis data dan informasi ESG
- Membaca indikator Environmental, Social, dan Governance
- Memahami konteks angka, target, capaian, dan tren
- Mengidentifikasi data yang memiliki nilai komunikasi
- Membedakan fakta, klaim, target, komitmen, dan capaian
- Menentukan data yang membutuhkan konteks tambahan
Praktik: ESG Data Interpretation Workshop
Output: ESG Data Interpretation Matrix
Module 2 — Finding the Story Angle
Setelah memahami data, peserta mencari story angle yang memiliki relevansi bagi bisnis dan stakeholder. Peserta kemudian menghubungkan data dengan masalah, tindakan, perubahan, dan hasil.
- Mengidentifikasi story angle dari data ESG
- Menentukan relevansi data terhadap bisnis dan stakeholder
- Menghubungkan data dengan masalah, tindakan, perubahan, dan hasil
- Menentukan human angle dan konteks lokal
- Menghindari narasi yang terlalu generik
- Menentukan prioritas cerita berdasarkan nilai informasi
Praktik: ESG Story Angle Workshop
Output: ESG Story Angle Matrix
Module 3 — Evidence-Based Narrative Development
Berikutnya, peserta mengembangkan narasi berbasis bukti. Peserta menggunakan data untuk memperkuat cerita dan menjaga kesesuaian antara pesan dengan fakta.
- Menyusun struktur narasi berbasis bukti
- Menghubungkan data dengan konteks dan dampak
- Mengembangkan alur problem–action–result
- Menggunakan data sebagai penguat cerita
- Menentukan sumber dan bukti pendukung
- Menjaga kesesuaian antara narasi dan data
Praktik: Evidence-Based Story Development
Output: ESG Narrative Framework
Module 4 — ESG Story Structure & Content Development
Setelah membangun kerangka narasi, peserta mengembangkan cerita untuk berbagai kebutuhan komunikasi. Peserta juga mengintegrasikan data, kutipan, visual, dan informasi pendukung.
- Menentukan struktur cerita untuk berbagai kebutuhan komunikasi
- Mengembangkan headline, opening, body, dan closing
- Mengintegrasikan angka, kutipan, visual, dan informasi pendukung
- Menentukan format konten berdasarkan kanal
- Menyederhanakan informasi teknis menjadi narasi yang mudah dipahami
- Menjaga akurasi informasi dalam proses penyuntingan
Praktik: ESG Story Writing Workshop
Output: ESG Story Draft
DAY 2 — Storytelling Application, Content Adaptation & Evaluation
Module 5 — ESG Storytelling for Different Audiences
Pada hari kedua, peserta menyesuaikan cerita berdasarkan kebutuhan audiens. Setiap kelompok stakeholder memiliki kepentingan, tingkat pengetahuan, dan kebutuhan informasi yang berbeda.
- Menyesuaikan cerita untuk investor, karyawan, pelanggan, media, komunitas, regulator, dan stakeholder lainnya
- Menentukan informasi yang relevan bagi setiap audiens
- Menyesuaikan tingkat teknis informasi
- Mengembangkan variasi key message
- Menjaga konsistensi fakta pada berbagai versi cerita
Praktik: Audience-Based Story Adaptation Exercise
Output: ESG Audience Story Matrix
Module 6 — ESG Storytelling Across Communication Channels
Selanjutnya, peserta mengadaptasi cerita untuk berbagai kanal komunikasi. Peserta mempertahankan fakta dan pesan utama ketika mengubah format konten.
- Menyesuaikan cerita untuk corporate website
- Mengembangkan cerita untuk laporan dan publikasi perusahaan
- Mengadaptasi cerita untuk media relations
- Mengembangkan konten untuk media sosial
- Menentukan kebutuhan visual dan data pendukung
- Mengatur konsistensi narasi lintas kanal
Praktik: Multi-Channel Story Adaptation Workshop
Output: ESG Multi-Channel Content Plan
Module 7 — ESG Story Quality & Credibility Review
Cerita ESG perlu memiliki dasar data yang jelas. Karena itu, peserta melakukan pemeriksaan kualitas, relevansi, akurasi, dan kredibilitas sebelum perusahaan mempublikasikan materi.
- Memeriksa kesesuaian cerita dengan data
- Menguji relevansi narasi dengan audiens
- Mengidentifikasi klaim yang membutuhkan verifikasi
- Mengevaluasi struktur dan kejelasan cerita
- Mengidentifikasi potensi greenwashing atau social washing
- Melakukan editorial review berbasis bukti
Praktik: ESG Story Review Exercise
Output: ESG Story Quality Checklist
Module 8 — ESG Storytelling Framework
Pada tahap akhir, peserta mengintegrasikan seluruh proses pengembangan cerita. Peserta menyusun alur kerja yang menghubungkan data, story angle, bukti, narasi, audiens, kanal, dan proses review.
- Mengintegrasikan data interpretation, story angle, evidence, narrative, audience, channel, dan review
- Menentukan proses pengembangan cerita ESG
- Menyusun story development workflow
- Menentukan sumber data dan mekanisme validasi
- Menetapkan proses review dan approval
- Menyusun ESG Storytelling Framework sebagai acuan kerja
Praktik: ESG Storytelling Framework Workshop
Output: ESG Storytelling Framework
D. Outcome Pelatihan
Setelah mengikuti program, peserta mampu:
- Membaca dan menginterpretasikan data ESG untuk kebutuhan komunikasi
- Mengidentifikasi story angle dari data dan capaian perusahaan
- Mengembangkan narasi berbasis bukti
- Menghubungkan data dengan konteks, tindakan, dan dampak
- Menyesuaikan cerita dengan karakteristik audiens
- Mengadaptasi cerita ke berbagai kanal komunikasi
- Melakukan pemeriksaan kualitas dan kredibilitas narasi
- Mengidentifikasi klaim yang membutuhkan verifikasi
- Menyusun ESG Storytelling Framework
E. Durasi Pelatihan
2 Hari | 12–14 Jam Pembelajaran
Hari pertama berfokus pada interpretasi data, pencarian story angle, pengembangan narasi berbasis bukti, dan penyusunan cerita ESG. Selanjutnya, hari kedua membahas adaptasi cerita berdasarkan audiens dan kanal, quality review, kredibilitas narasi, serta penyusunan ESG Storytelling Framework.
F. Format Pelatihan
Tatap Muka
Pelatihan tersedia di Jakarta dan Tangerang. Peserta mengikuti case study, data interpretation workshop, story angle exercise, story writing workshop, content adaptation, dan editorial review.
Online Training
Pelatihan berlangsung secara live melalui platform konferensi daring. Peserta tetap mengikuti latihan interpretasi data, pengembangan narasi, adaptasi konten, story review, dan penyusunan ESG Storytelling Framework.
In-House Training
Untuk in-house training atau kota lainnya, silakan hubungi tim Urways Indonesia. Kami dapat menyesuaikan materi dengan industri dan jenis data ESG.
Penyesuaian juga dapat mencakup kebutuhan komunikasi, karakteristik stakeholder, sistem pelaporan, serta kanal komunikasi perusahaan.
G. Metode Pelatihan dan Evaluasi
Metode Pelatihan
- Interactive Discussion
- Case Study
- ESG Data Interpretation Workshop
- Story Development Workshop
- Story Writing Exercise
- Content Adaptation Exercise
- Editorial Review
- Individual Exercise
- Group Exercise
- Peer Review
Program menggunakan pendekatan learning by doing. Porsi praktik mencapai sekitar 60–70% dari keseluruhan pembelajaran.
Evaluasi
Peserta mengikuti evaluasi berbasis praktik dan studi kasus. Setiap latihan membantu peserta membangun komponen ESG Storytelling Framework secara bertahap.
Evaluasi mencakup:
- ESG Data Interpretation Exercise
- Story Angle Development
- Evidence-Based Story Development
- ESG Story Writing
- Audience-Based Story Adaptation
- Multi-Channel Content Exercise
- ESG Story Quality Review
- Presentasi hasil kerja
- Peer Review
H. Apa yang Akan Anda Dapatkan?
Peserta memperoleh perangkat kerja yang dapat digunakan kembali di organisasi:
- ESG Data Interpretation Matrix
- ESG Story Angle Matrix
- ESG Narrative Framework
- ESG Story Draft
- ESG Audience Story Matrix
- ESG Multi-Channel Content Plan
- ESG Story Quality Checklist
- ESG Storytelling Framework
I. Fasilitas Pelatihan
Tatap Muka
- Meeting Room
- 2x Coffee Break
- 1x Lunch
- Modul Pelatihan
- Sertifikat Pelatihan
- Training Kits
- Souvenir
- Dokumentasi
- Laporan kegiatan kepada HR
Online Training
- Modul Pelatihan
- Sertifikat Pelatihan
- Souvenir
- Dokumentasi
- Laporan kegiatan kepada HR
Hubungi Kami Jika Anda Memerlukan Bantuan
Memerlukan informasi mengenai ESG Storytelling Training? Tim Urways Indonesia siap membantu memberikan informasi mengenai program yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.
Anda dapat menghubungi kami untuk informasi Public Training, In-House Training, maupun Corporate Training. Selain itu, kami dapat menyesuaikan materi dengan industri, jenis data ESG, kebutuhan stakeholder, sistem pelaporan, kanal komunikasi, dan kompetensi komunikasi yang ingin dikembangkan.
WhatsApp: 0819-1534-6688
Email: urwaysindonesia@gmail.com









Ulasan
Belum ada ulasan.