Facility Management

Rentang harga: Rp4,000,000 hingga Rp6,500,000

Facility Management Training membantu profesional mengelola fasilitas perusahaan secara terstruktur, mulai dari perencanaan, penggunaan ruang, pemeliharaan, pengelolaan vendor, pengendalian biaya, manajemen risiko, hingga evaluasi kinerja.

Facility Management Training

Level: Intermediate
Durasi: 2 Hari | 12–14 Jam Pembelajaran
Format: Public Training, In-House Training, dan Online Training
Komposisi: 40% Konsep | 60% Praktik
Fokus: Pengelolaan fasilitas, pemeliharaan, vendor, biaya, risiko, dan kinerja fasilitas

Mengapa Mengikuti Pelatihan Ini

Fasilitas perusahaan memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran pekerjaan. Ruang kerja, gedung, peralatan, utilitas, kebersihan, keamanan, dan berbagai layanan pendukung perlu dikelola secara terencana agar dapat memenuhi kebutuhan pengguna.

Dalam praktiknya, pengelolaan fasilitas menghadapi berbagai tantangan. Kerusakan fasilitas, biaya pemeliharaan, penggunaan ruang yang kurang efektif, kinerja vendor, serta gangguan operasional dapat muncul secara bersamaan. Karena itu, pengelola fasilitas perlu memahami cara merencanakan, mengendalikan, dan mengevaluasi fasilitas secara menyeluruh.

Pelatihan ini memberikan pemahaman praktis mengenai proses pengelolaan fasilitas perusahaan dari tahap perencanaan hingga evaluasi. Peserta mempelajari cara mengelola ruang, melakukan pemeliharaan, mengatur vendor, mengendalikan biaya, mengidentifikasi risiko, dan mengukur kinerja fasilitas.

Selanjutnya, peserta menerapkan materi melalui studi kasus, workshop, simulasi, dan problem solving. Dengan pendekatan tersebut, peserta dapat menghasilkan dokumen kerja yang relevan untuk mendukung pengelolaan fasilitas di lingkungan perusahaan.

Sasaran dan Tujuan Pelatihan

Pelatihan ini ditujukan bagi profesional yang memiliki tanggung jawab terhadap fasilitas, gedung, lingkungan kerja, dan layanan pendukung perusahaan, khususnya:

  • Facility Manager dan Facility Coordinator.
  • General Affairs dan Office Management.
  • Building Management dan Property Management.
  • Engineering dan Maintenance.
  • Procurement dan Vendor Management.
  • Human Resources yang menangani fasilitas kerja.
  • Supervisor dan staf yang terlibat dalam pengelolaan fasilitas perusahaan.

Setelah mengikuti pelatihan, peserta mampu:

  1. Memahami konsep dan ruang lingkup facility management.
  2. Mengidentifikasi kebutuhan fasilitas berdasarkan kebutuhan organisasi dan pengguna.
  3. Merencanakan penggunaan ruang dan fasilitas secara efektif.
  4. Menyusun program pemeliharaan fasilitas dan peralatan.
  5. Mengelola vendor dan layanan pendukung secara sistematis.
  6. Menyusun dan mengendalikan anggaran fasilitas.
  7. Mengidentifikasi risiko yang berkaitan dengan fasilitas dan operasional gedung.
  8. Menentukan indikator untuk mengukur kinerja fasilitas.
  9. Menangani masalah fasilitas secara lebih terstruktur.
  10. Menyusun rencana pengelolaan fasilitas yang terintegrasi.

Materi Pelatihan

Hari 1 — Perencanaan dan Pengelolaan Fasilitas

Sesi 1. Memahami Facility Management

Pelatihan dimulai dengan memahami fungsi fasilitas dalam mendukung kegiatan perusahaan. Peserta mengenali berbagai jenis fasilitas dan memahami tanggung jawab pihak yang terlibat dalam pengelolaannya.

Selanjutnya, peserta mengidentifikasi masalah yang umum terjadi dalam pengelolaan fasilitas. Pembahasan ini menjadi dasar untuk memahami kebutuhan perencanaan dan pengendalian fasilitas.

Materi:

  • Pengertian dan ruang lingkup facility management.
  • Jenis fasilitas dalam perusahaan.
  • Tugas dan tanggung jawab pengelola fasilitas.
  • Kebutuhan fasilitas bagi karyawan dan pengguna.
  • Hubungan fasilitas dengan kelancaran operasional.
  • Pembagian tugas dalam tim fasilitas.
  • Masalah yang sering muncul dalam pengelolaan fasilitas.

Praktik:
Peserta mengidentifikasi fasilitas di lingkungan kerja dan memetakan masalah yang perlu ditangani.

Output:
Facility Management Function Map.

Sesi 2. Perencanaan Fasilitas dan Penggunaan Ruang

Setelah memahami fungsi fasilitas, peserta mempelajari cara menentukan kebutuhan ruang dan fasilitas. Perencanaan dilakukan dengan mempertimbangkan jumlah pengguna, aktivitas kerja, kapasitas ruang, dan kebutuhan organisasi.

Kemudian, peserta menganalisis penggunaan ruang untuk menemukan peluang perbaikan. Hasil analisis membantu perusahaan menggunakan fasilitas secara lebih efektif dan sesuai kebutuhan.

Materi:

  • Menentukan kebutuhan fasilitas.
  • Perencanaan ruang kerja.
  • Pengaturan ruang rapat dan ruang bersama.
  • Pemanfaatan ruang secara efektif.
  • Pengelolaan kapasitas ruang.
  • Penataan fasilitas untuk mendukung produktivitas.
  • Pemantauan penggunaan ruang.

Praktik:
Peserta menganalisis penggunaan ruang berdasarkan studi kasus.

Output:
Facility & Space Utilization Plan.

Sesi 3. Pemeliharaan Gedung, Fasilitas, dan Peralatan

Fasilitas yang terawat dapat membantu mengurangi gangguan terhadap pekerjaan. Karena itu, peserta mempelajari cara melakukan pemeriksaan, menyusun jadwal pemeliharaan, mencatat kerusakan, dan menentukan prioritas perbaikan.

Selain itu, peserta memahami perbedaan antara perawatan rutin dan perbaikan ketika terjadi kerusakan. Peserta kemudian menerapkan konsep tersebut melalui latihan penyusunan rencana pemeliharaan.

Materi:

  • Dasar-dasar pemeliharaan fasilitas.
  • Pemeriksaan kondisi gedung dan peralatan.
  • Perawatan rutin.
  • Penanganan kerusakan.
  • Jadwal pemeliharaan.
  • Penentuan prioritas perbaikan.
  • Pencatatan riwayat pemeliharaan.
  • Pengelolaan aset fasilitas.

Praktik:
Peserta membuat daftar fasilitas yang perlu diperiksa dan menyusun jadwal pemeliharaan.

Output:
Facility Maintenance Plan.

Sesi 4. Pengelolaan Layanan dan Vendor

Pengelolaan fasilitas sering membutuhkan dukungan vendor. Layanan kebersihan, keamanan, teknisi, parkir, dan layanan lainnya perlu memenuhi standar yang telah ditentukan perusahaan.

Oleh sebab itu, peserta mempelajari proses pemilihan vendor, penetapan standar layanan, pengawasan pekerjaan, serta evaluasi kinerja. Peserta juga berlatih menangani masalah yang muncul dalam hubungan kerja dengan vendor.

Materi:

  • Jenis layanan pendukung fasilitas.
  • Menentukan kebutuhan vendor.
  • Memilih vendor.
  • Menentukan standar layanan.
  • Menetapkan target kinerja vendor.
  • Mengawasi pekerjaan vendor.
  • Menangani masalah dengan vendor.
  • Mengevaluasi kinerja vendor.

Praktik:
Peserta menyusun standar layanan dan melakukan simulasi evaluasi vendor.

Output:
Facility Service & Vendor Management Plan.

Hari 2 — Risiko, Biaya, Kinerja, dan Pengembangan Fasilitas

Sesi 5. Keamanan dan Risiko Fasilitas

Masalah fasilitas dapat memengaruhi keselamatan pengguna dan kelancaran pekerjaan. Karena itu, peserta belajar mengenali risiko berdasarkan kondisi fasilitas, aktivitas pengguna, peralatan, utilitas, serta layanan pendukung.

Selanjutnya, peserta menentukan tingkat risiko dan menyusun langkah pencegahan. Latihan juga mencakup penyusunan rencana menghadapi gangguan atau keadaan darurat.

Materi:

  • Risiko dalam pengelolaan fasilitas.
  • Risiko kerusakan gedung dan peralatan.
  • Risiko listrik, air, dan utilitas.
  • Risiko keamanan.
  • Risiko keselamatan pengguna.
  • Cara menilai tingkat risiko.
  • Pencegahan dan pengurangan risiko.
  • Rencana menghadapi keadaan darurat.

Praktik:
Peserta melakukan facility risk assessment berdasarkan studi kasus.

Output:
Facility Risk Register & Mitigation Plan.

Sesi 6. Pengelolaan Biaya Fasilitas

Pengelolaan fasilitas membutuhkan perencanaan biaya yang baik. Peserta mempelajari berbagai komponen biaya dan cara menyusun anggaran berdasarkan kebutuhan operasional.

Selanjutnya, peserta membandingkan anggaran dengan realisasi pengeluaran. Dari proses tersebut, peserta dapat mengenali pemborosan dan menentukan peluang efisiensi.

Materi:

  • Jenis biaya fasilitas.
  • Penyusunan anggaran.
  • Biaya pemeliharaan.
  • Biaya listrik, air, dan utilitas.
  • Biaya layanan vendor.
  • Pemantauan pengeluaran.
  • Perbandingan anggaran dan realisasi.
  • Identifikasi pemborosan.
  • Strategi efisiensi biaya.

Praktik:
Peserta menyusun anggaran fasilitas dan melakukan analisis budget variance.

Output:
Facility Budget & Cost Control Plan.

Sesi 7. Mengukur Kinerja Pengelolaan Fasilitas

Pengelolaan fasilitas membutuhkan ukuran kinerja yang jelas. Peserta mempelajari cara menentukan indikator yang dapat digunakan untuk menilai kondisi fasilitas, kualitas layanan, kecepatan penanganan masalah, dan kepuasan pengguna.

Kemudian, peserta menyusun indikator yang sesuai dengan kebutuhan organisasi. Hasilnya dapat digunakan sebagai dasar evaluasi dan perbaikan layanan fasilitas.

Materi:

  • Pengukuran kinerja fasilitas.
  • Penentuan indikator kinerja.
  • Kualitas layanan fasilitas.
  • Kecepatan menangani keluhan dan kerusakan.
  • Kondisi dan ketersediaan fasilitas.
  • Kinerja vendor.
  • Kepuasan pengguna.
  • Evaluasi hasil kerja.
  • Tindak lanjut hasil evaluasi.

Praktik:
Peserta menyusun indikator kinerja fasilitas berdasarkan studi kasus.

Output:
Facility Performance Scorecard.

Sesi 8. Menyusun Facility Management Plan

Pada sesi terakhir, peserta menggabungkan seluruh materi menjadi satu rencana pengelolaan fasilitas. Rencana tersebut mencakup kebutuhan fasilitas, penggunaan ruang, pemeliharaan, layanan vendor, biaya, risiko, dan pengukuran kinerja.

Selanjutnya, peserta mempresentasikan rencana yang telah dibuat. Fasilitator memberikan umpan balik untuk membantu peserta memperbaiki rencana sesuai kebutuhan organisasi.

Materi:

  • Menyusun rencana pengelolaan fasilitas.
  • Menentukan prioritas fasilitas.
  • Menyusun program pemeliharaan.
  • Mengatur layanan dan vendor.
  • Mengendalikan biaya.
  • Mengelola risiko.
  • Menentukan indikator keberhasilan.
  • Menyusun rencana perbaikan berkelanjutan.

Praktik:
Workshop penyusunan Facility Management Plan berdasarkan studi kasus perusahaan.

Output:
Integrated Facility Management Plan.

Metode Pelatihan

Pelatihan menggunakan komposisi 40% konsep dan 60% praktik. Peserta terlebih dahulu memahami konsep dasar melalui penjelasan fasilitator, diskusi, dan studi kasus.

Selanjutnya, peserta menerapkan konsep melalui workshop, simulasi, problem solving, role play, dan penyusunan dokumen kerja. Setiap latihan diarahkan pada situasi yang umum ditemukan dalam pengelolaan fasilitas perusahaan.

Metode yang digunakan meliputi:

  • Interactive presentation.
  • Studi kasus.
  • Diskusi kelompok.
  • Workshop.
  • Simulasi.
  • Problem solving.
  • Role play.
  • Facility assessment.
  • Peer review.
  • Presentasi hasil kerja.

Outcome Pelatihan

Setelah mengikuti pelatihan, peserta mampu memahami dan menerapkan proses pengelolaan fasilitas secara lebih terstruktur. Peserta juga memiliki perangkat kerja yang dapat digunakan untuk mendukung perencanaan, pengoperasian, pemeliharaan, dan evaluasi fasilitas perusahaan.

Peserta menghasilkan:

  • Facility Management Function Map.
  • Facility & Space Utilization Plan.
  • Facility Maintenance Plan.
  • Facility Service & Vendor Management Plan.
  • Facility Risk Register & Mitigation Plan.
  • Facility Budget & Cost Control Plan.
  • Facility Performance Scorecard.
  • Integrated Facility Management Plan.

Dengan hasil tersebut, peserta memiliki dasar kerja untuk meningkatkan kualitas layanan fasilitas, mengendalikan biaya, mengurangi risiko, dan mendukung kelancaran operasional perusahaan.

LOKASI

JAKARTA, TANGERANG, ONLINE

TANGGAL

24–25 Agustus, 28–29 September, 26–27 Oktober, 23–24 November, 28–29 Desember

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Facility Management”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *