Growth Mindset for Professional

Rentang harga: Rp3,750,000 hingga Rp6,250,000

Growth Mindset for Professional Training membantu peserta membangun pola pikir yang mendukung pembelajaran, menghadapi tantangan, menggunakan feedback, beradaptasi terhadap perubahan, dan meningkatkan kemampuan profesional.

Growth Mindset for Professional Training

Level: Basic–Intermediate
Durasi: 2 Hari | 12–14 Jam Pembelajaran
Format: Public Training, In-House Training, dan Online Training
Komposisi: 40% Konsep | 60% Praktik
Fokus: Growth Mindset, pengembangan diri, adaptasi, pembelajaran berkelanjutan, dan peningkatan kinerja profesional

Mengapa Mengikuti Pelatihan Ini

Perubahan dalam pekerjaan berlangsung semakin cepat. Tuntutan terhadap kemampuan baru, cara kerja yang berbeda, serta target yang terus berkembang membuat profesional perlu mampu belajar dan beradaptasi secara berkelanjutan.

Dalam situasi tersebut, cara seseorang melihat kemampuan dan menghadapi tantangan dapat memengaruhi cara ia bekerja. Kesalahan dapat dipandang sebagai bahan pembelajaran, umpan balik dapat digunakan untuk memperbaiki kinerja, dan tantangan dapat menjadi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan.

Pelatihan ini membantu peserta memahami cara membangun pola pikir yang mendukung pembelajaran dan pengembangan diri di tempat kerja. Peserta belajar mengenali pola pikir yang dapat menghambat perkembangan, mengubah respons terhadap kesalahan dan tantangan, serta membangun kebiasaan belajar yang lebih konstruktif.

Selanjutnya, peserta menerapkan materi melalui refleksi, studi kasus, diskusi, workshop, dan simulasi. Dengan demikian, peserta dapat menyusun langkah pengembangan diri yang realistis dan relevan dengan pekerjaan.

Sasaran dan Tujuan Pelatihan

Pelatihan ini ditujukan bagi profesional yang ingin meningkatkan kemampuan beradaptasi, belajar, dan berkembang dalam lingkungan kerja, khususnya:

  • Karyawan dan profesional dari berbagai fungsi.
  • Supervisor dan team leader.
  • Young professional.
  • Staf yang menghadapi perubahan tanggung jawab atau lingkungan kerja.
  • Profesional yang ingin meningkatkan kinerja dan kemampuan belajar.
  • Tim yang sedang menghadapi perubahan organisasi atau cara kerja.

Setelah mengikuti pelatihan, peserta mampu:

  1. Memahami konsep growth mindset dan penerapannya dalam pekerjaan.
  2. Mengenali pola pikir yang dapat menghambat perkembangan profesional.
  3. Mengubah cara merespons tantangan dan kesulitan kerja.
  4. Menggunakan kesalahan sebagai sumber pembelajaran.
  5. Menerima dan menggunakan feedback untuk meningkatkan kinerja.
  6. Mengembangkan kebiasaan belajar secara berkelanjutan.
  7. Meningkatkan kemampuan menghadapi perubahan.
  8. Menetapkan tujuan pengembangan diri yang realistis.
  9. Menyusun strategi untuk meningkatkan kemampuan profesional.
  10. Membuat rencana pengembangan diri yang dapat diterapkan di tempat kerja.

Materi Pelatihan

Hari 1 — Memahami Mindset dan Membangun Pola Pikir Bertumbuh

Sesi 1. Memahami Growth Mindset dalam Dunia Kerja

Pelatihan dimulai dengan memahami bagaimana pola pikir memengaruhi cara seseorang melihat kemampuan, tantangan, dan proses belajar. Peserta mengenali perbedaan antara fixed mindset dan growth mindset melalui contoh yang dekat dengan situasi pekerjaan.

Selanjutnya, peserta melakukan refleksi terhadap pola pikir yang sering muncul ketika menghadapi target, kritik, kegagalan, atau perubahan tugas. Refleksi ini membantu peserta memahami kebiasaan berpikir yang dapat mendukung atau menghambat perkembangan.

Materi:

  • Pengertian mindset.
  • Konsep growth mindset.
  • Perbedaan fixed mindset dan growth mindset.
  • Cara mindset memengaruhi perilaku kerja.
  • Cara melihat kemampuan dan keterampilan.
  • Pola pikir ketika menghadapi tantangan.
  • Pola pikir ketika mengalami kegagalan.
  • Mengenali limiting beliefs.

Praktik:
Peserta melakukan self-assessment dan mengidentifikasi pola pikir yang sering muncul dalam situasi kerja.

Output:
Personal Mindset Reflection Sheet.

Sesi 2. Mengubah Cara Menghadapi Tantangan

Tantangan kerja sering menimbulkan keraguan, tekanan, atau keinginan untuk menghindari situasi sulit. Karena itu, peserta belajar melihat tantangan sebagai bagian dari proses pengembangan kemampuan.

Kemudian, peserta berlatih mengubah respons terhadap situasi yang sulit. Fokus latihan berada pada cara berpikir, pilihan tindakan, dan pembelajaran yang dapat diperoleh dari setiap pengalaman.

Materi:

  • Cara melihat tantangan secara konstruktif.
  • Respons terhadap pekerjaan yang sulit.
  • Menghadapi rasa takut melakukan kesalahan.
  • Mengubah negative self-talk.
  • Membangun keberanian mencoba.
  • Menghadapi situasi di luar zona nyaman.
  • Learning from challenges.

Praktik:
Peserta menganalisis kasus dan melakukan simulasi perubahan respons terhadap tantangan kerja.

Output:
Challenge Response Plan.

Sesi 3. Belajar dari Kesalahan dan Kegagalan

Kesalahan dapat memberikan informasi penting mengenai proses kerja dan kemampuan yang masih perlu dikembangkan. Pada sesi ini, peserta belajar mengevaluasi kesalahan secara objektif dan menggunakannya sebagai bahan pembelajaran.

Selanjutnya, peserta membedakan antara menyalahkan diri sendiri dengan melakukan evaluasi. Pendekatan ini membantu peserta mengambil pelajaran dari pengalaman tanpa kehilangan fokus pada perbaikan.

Materi:

  • Kesalahan sebagai bagian dari proses belajar.
  • Perbedaan evaluasi dan menyalahkan diri.
  • Mengenali penyebab kesalahan.
  • Learning from failure.
  • After-action review.
  • Mengubah kesalahan menjadi pembelajaran.
  • Menentukan tindakan perbaikan.

Praktik:
Peserta melakukan analisis terhadap pengalaman kerja yang pernah menghasilkan kesalahan atau kegagalan.

Output:
Learning from Failure Worksheet.

Sesi 4. Membangun Kebiasaan Belajar

Perkembangan profesional membutuhkan kebiasaan belajar yang konsisten. Karena itu, peserta mempelajari cara mengenali kebutuhan belajar dan mengubahnya menjadi aktivitas yang dapat dilakukan dalam rutinitas kerja.

Selanjutnya, peserta menyusun strategi belajar yang realistis. Peserta menentukan kemampuan yang perlu dikembangkan, sumber pembelajaran, serta kebiasaan yang dapat membantu proses tersebut.

Materi:

  • Pentingnya continuous learning.
  • Mengenali kebutuhan pengembangan diri.
  • Learning goal.
  • Learning habit.
  • Belajar dari pengalaman kerja.
  • Belajar dari rekan kerja.
  • Belajar dari feedback.
  • Membangun kebiasaan belajar secara konsisten.

Praktik:
Peserta menyusun personal learning routine.

Output:
Personal Learning Plan.

Hari 2 — Feedback, Adaptasi, dan Pengembangan Profesional

Sesi 5. Menggunakan Feedback untuk Berkembang

Feedback memberikan informasi mengenai hal yang sudah berjalan baik dan aspek yang masih perlu diperbaiki. Oleh karena itu, peserta belajar menerima feedback secara terbuka dan menggunakannya sebagai dasar pengembangan diri.

Selain menerima feedback, peserta juga belajar memberikan tanggapan yang konstruktif. Dengan cara ini, proses komunikasi dapat mendukung pembelajaran dan peningkatan kinerja.

Materi:

  • Fungsi feedback dalam pengembangan profesional.
  • Cara menerima kritik dan saran.
  • Membedakan kritik pribadi dan masukan terhadap pekerjaan.
  • Mengelola respons emosional terhadap feedback.
  • Mengubah feedback menjadi tindakan.
  • Memberikan constructive feedback.
  • Membangun budaya belajar melalui feedback.

Praktik:
Role play menerima dan memberikan feedback dalam situasi kerja.

Output:
Feedback Action Plan.

Sesi 6. Mengembangkan Kemampuan Beradaptasi

Perubahan dapat terjadi pada target, teknologi, struktur organisasi, proses kerja, maupun tuntutan pelanggan. Karena itu, peserta perlu memiliki kemampuan untuk menyesuaikan cara kerja tanpa kehilangan fokus pada tujuan.

Peserta kemudian menganalisis perubahan yang pernah dihadapi dan menentukan kemampuan yang dibutuhkan untuk meresponsnya. Latihan ini membantu peserta membangun pendekatan adaptif terhadap perubahan.

Materi:

  • Memahami perubahan di tempat kerja.
  • Respons terhadap perubahan.
  • Menghadapi ketidakpastian.
  • Adaptability skills.
  • Belajar menggunakan cara kerja baru.
  • Menghadapi perubahan target dan tanggung jawab.
  • Menjaga produktivitas selama perubahan.

Praktik:
Peserta melakukan simulasi menghadapi perubahan situasi kerja.

Output:
Personal Adaptability Action Plan.

Sesi 7. Membangun Sikap Proaktif dan Berorientasi Solusi

Growth mindset perlu terlihat dalam tindakan sehari-hari. Karena itu, peserta belajar mengembangkan sikap proaktif ketika menghadapi masalah, pekerjaan baru, maupun peluang pengembangan.

Selanjutnya, peserta berlatih mengubah fokus dari “siapa yang salah” menjadi “apa yang dapat dilakukan”. Pendekatan ini membantu peserta mencari solusi dan mengambil tanggung jawab terhadap proses pengembangan dirinya.

Materi:

  • Sikap proaktif di tempat kerja.
  • Ownership terhadap pekerjaan.
  • Berorientasi pada solusi.
  • Mengambil inisiatif.
  • Mencari peluang belajar.
  • Problem solving mindset.
  • Mengubah masalah menjadi peluang perbaikan.
  • Membangun kebiasaan bertindak.

Praktik:
Peserta melakukan problem solving workshop berdasarkan kasus pekerjaan.

Output:
Proactive Action Plan.

Sesi 8. Personal Growth Plan untuk Pengembangan Profesional

Pada sesi terakhir, peserta mengintegrasikan seluruh pembelajaran ke dalam rencana pengembangan diri. Peserta menentukan kemampuan yang ingin dikembangkan, tujuan yang ingin dicapai, kebiasaan yang perlu dibangun, serta tindakan yang akan dilakukan.

Selanjutnya, peserta menyusun Personal Growth Plan dan mempresentasikan rencana tersebut. Dengan demikian, hasil pelatihan dapat diterjemahkan menjadi langkah pengembangan yang konkret di tempat kerja.

Materi:

  • Evaluasi kemampuan dan kebutuhan pengembangan.
  • Menentukan tujuan pengembangan diri.
  • Menentukan prioritas.
  • Menyusun target pengembangan.
  • Menentukan aktivitas belajar.
  • Menentukan indikator perkembangan.
  • Menyusun rencana tindakan.
  • Monitoring perkembangan diri.

Praktik:
Workshop penyusunan Personal Growth Plan.

Output:
Personal Growth Plan.

Metode Pelatihan

Pelatihan menggunakan komposisi 40% konsep dan 60% praktik. Peserta memahami konsep melalui interactive presentation, diskusi, refleksi, dan studi kasus.

Selanjutnya, peserta menerapkan materi melalui self-assessment, workshop, simulasi, role play, problem solving, dan presentasi. Setiap aktivitas diarahkan pada situasi yang relevan dengan kehidupan profesional.

Metode pembelajaran meliputi:

  • Interactive presentation.
  • Studi kasus.
  • Self-assessment.
  • Refleksi individu.
  • Diskusi kelompok.
  • Workshop.
  • Simulasi.
  • Role play.
  • Problem solving.
  • Peer feedback.
  • Presentasi hasil kerja.

Outcome Pelatihan

Setelah mengikuti pelatihan, peserta memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pola pikir yang mendukung proses belajar dan pengembangan profesional. Peserta juga mampu menerapkan pendekatan tersebut ketika menghadapi tantangan, kesalahan, feedback, perubahan, dan masalah pekerjaan.

Peserta menghasilkan:

  • Personal Mindset Reflection Sheet.
  • Challenge Response Plan.
  • Learning from Failure Worksheet.
  • Personal Learning Plan.
  • Feedback Action Plan.
  • Personal Adaptability Action Plan.
  • Proactive Action Plan.
  • Personal Growth Plan.

Dengan demikian, peserta memiliki rencana yang lebih jelas untuk mengembangkan kemampuan, membangun kebiasaan belajar, menghadapi perubahan, dan meningkatkan kinerja secara berkelanjutan.

Hubungi Kami Jika Anda Memerlukan Bantuan

Apabila Anda memerlukan informasi mengenai jadwal Public Training, In-House Training, maupun Corporate Training, tim Urways Indonesia siap membantu memberikan rekomendasi program yang sesuai dengan kebutuhan organisasi. Selain itu, kami juga dapat menyesuaikan materi pelatihan berdasarkan tingkat risiko organisasi, karakteristik media yang menjadi perhatian, struktur Crisis Communication Team, maupun kebutuhan pengembangan kompetensi juru bicara sehingga hasil pelatihan memberikan manfaat yang lebih optimal bagi organisasi.

WhatsApp
0819-1534-6688

Email
urwaysindonesia@gmail.com

LOKASI

JAKARTA, TANGERANG, ONLINE

TANGGAL

15–16 September, 13–14 Oktober, 10–11 November, 15–16 Desember

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Growth Mindset for Professional”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *