Tentang Program
Media Handling During Crisis Training membantu organisasi membangun kemampuan mengelola hubungan media secara profesional pada setiap tahapan krisis. Seiring meningkatnya kecepatan penyebaran informasi, tingginya perhatian media, serta meningkatnya ekspektasi publik terhadap transparansi organisasi, setiap respons komunikasi harus disampaikan secara cepat, akurat, konsisten, dan kredibel. Oleh karena itu, program ini memadukan 40% konsep dan 60% praktik agar peserta mampu merancang strategi media handling, menghadapi wawancara media, mengelola konferensi pers, serta melindungi reputasi organisasi selama dan setelah krisis.
Mengapa Mengikuti Pelatihan Ini?
Dalam situasi krisis, media menjadi salah satu stakeholder yang paling berpengaruh terhadap pembentukan opini publik. Selain menyampaikan informasi kepada masyarakat, media juga membentuk persepsi terhadap kredibilitas organisasi melalui cara organisasi merespons setiap perkembangan situasi. Di sisi lain, banyak organisasi mengalami kerugian reputasi bukan karena krisis itu sendiri, melainkan karena komunikasi yang lambat, tidak konsisten, kurang transparan, atau tidak mampu menjawab kebutuhan informasi publik. Dengan demikian, kemampuan Media Handling During Crisis menjadi kompetensi strategis yang membantu organisasi menjaga kepercayaan stakeholder, mengendalikan narasi komunikasi, serta mempercepat proses pemulihan reputasi.
Melalui pelatihan ini, peserta akan mampu:
- Memahami peran media dalam situasi krisis dan dampaknya terhadap reputasi organisasi.
- Menyusun strategi Media Handling During Crisis yang terintegrasi.
- Mengembangkan Crisis Communication Framework sesuai karakteristik organisasi.
- Menyusun key message yang cepat, konsisten, dan kredibel.
- Mengelola hubungan dengan media selama krisis berlangsung.
- Menyusun press statement dan media briefing secara profesional.
- Menghadapi wawancara media dan konferensi pers dengan percaya diri.
- Mengembangkan strategi komunikasi digital selama krisis.
- Menyusun strategi pemulihan reputasi (reputation recovery) pascakrisis.
- Mengembangkan Media Handling During Crisis Action Plan yang siap diterapkan di organisasi.
Siapa yang Harus Mengikuti?
Program ini sesuai bagi profesional yang memiliki tanggung jawab dalam komunikasi organisasi, hubungan media, komunikasi krisis, maupun pengambilan keputusan saat krisis, antara lain:
- Corporate Communication Manager
- Public Relations Manager
- Media Relations Manager
- Corporate Secretary
- Corporate Affairs Professional
- Crisis Communication Team
- Stakeholder Relations Officer
- Government Relations Officer
- Internal Communication Manager
- Executive Spokesperson
- Profesional yang bertanggung jawab terhadap komunikasi organisasi dalam situasi krisis.
Apa yang Akan Anda Pelajari?
Pelatihan berlangsung selama 2 hari dengan pendekatan 40% konsep dan 60% praktik. Selama pelatihan, peserta mempelajari strategi media handling melalui studi kasus, simulasi, diskusi interaktif, role play, serta latihan penyusunan strategi komunikasi yang dapat langsung diterapkan di organisasi.
Hari Pertama – Crisis Media Strategy and Response Management
Pada hari pertama, peserta membangun fondasi strategi komunikasi media dalam situasi krisis. Selanjutnya, peserta mempelajari cara menyusun respons komunikasi, mengembangkan key message, serta membangun hubungan yang efektif dengan media ketika organisasi menghadapi tekanan publik. Selain itu, peserta juga mengembangkan strategi komunikasi yang mendukung pengendalian narasi selama krisis berlangsung.
Peserta akan mempelajari cara:
- Memahami karakteristik krisis pada era digital.
- Menganalisis peran media dalam pembentukan opini publik.
- Memahami perubahan perilaku media selama krisis.
- Mengidentifikasi risiko reputasi akibat pemberitaan negatif.
- Menyusun Crisis Communication Framework yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.
- Mengembangkan key message untuk berbagai skenario krisis.
- Menyusun strategi media response yang cepat dan terkoordinasi.
- Mengelola media inquiry secara profesional.
- Menyusun press statement yang akurat, konsisten, dan berbasis fakta.
- Melaksanakan media briefing yang efektif pada berbagai situasi krisis.
Hari Kedua – Media Interview, Press Conference, and Reputation Recovery
Pada hari kedua, peserta mengembangkan kemampuan menghadapi wawancara media, mengelola konferensi pers, serta menyusun strategi pemulihan reputasi. Selain itu, peserta mempelajari cara mengelola komunikasi pada media digital agar organisasi mampu mempertahankan kepercayaan stakeholder selama dan setelah krisis. Pada akhirnya, peserta menyusun rencana implementasi yang dapat diterapkan di organisasi.
Peserta akan mempelajari cara:
- Mempersiapkan juru bicara sebelum wawancara media.
- Menjawab pertanyaan yang sulit melalui teknik message bridging dan message control.
- Mengelola pertanyaan agresif secara profesional.
- Menjaga konsistensi pesan organisasi pada berbagai kanal komunikasi.
- Menyelenggarakan konferensi pers dalam situasi krisis.
- Mengendalikan narasi komunikasi selama konferensi pers.
- Mengembangkan strategi komunikasi pada media digital dan media sosial.
- Mengelola misinformation, disinformation, dan percakapan publik.
- Menyusun strategi pemulihan reputasi (reputation recovery) pascakrisis.
- Mengembangkan Media Handling During Crisis Action Plan yang siap diterapkan di organisasi.
Durasi Pelatihan
Program berlangsung selama 2 hari (16 jam pembelajaran). Selama pelatihan, peserta mengikuti presentasi interaktif, studi kasus, simulasi, role play, diskusi kelompok, dan praktik secara bertahap. Dengan pendekatan tersebut, peserta memperoleh pengalaman belajar yang aplikatif sehingga mampu mengelola hubungan media secara lebih efektif, sistematis, dan profesional pada setiap tahapan krisis.
Lokasi dan Format Pelatihan
Kami menyediakan beberapa pilihan pelaksanaan pelatihan agar organisasi dapat menyesuaikannya dengan kebutuhan peserta.
Tatap Muka
Pelatihan tatap muka tersedia di:
- Jakarta – Hotel Amaris Mampang Prapatan
- Tangerang – Hotel Amaris BSD Serpong
Online Training
Selain kelas tatap muka, peserta juga dapat mengikuti Online Training melalui platform virtual interaktif. Dengan format tersebut, peserta tetap memperoleh pengalaman belajar yang setara, termasuk pembahasan studi kasus, simulasi, diskusi, dan latihan menghadapi media dalam berbagai skenario krisis.
Di samping itu, kami juga menyediakan In-House Training dan Corporate Training yang dapat disesuaikan dengan karakteristik organisasi, sektor industri, tingkat risiko, maupun kebutuhan pengembangan kompetensi komunikasi krisis.
Metode Pelatihan
Agar proses pembelajaran berlangsung lebih efektif, program memadukan berbagai metode pembelajaran. Dengan demikian, peserta memperoleh keseimbangan antara pemahaman konseptual dan pengalaman praktis yang dapat langsung diterapkan ketika menghadapi krisis.
Metode yang digunakan meliputi:
- Presentasi interaktif.
- Studi kasus krisis korporasi nasional dan internasional.
- Diskusi kelompok.
- Simulasi penyusunan strategi komunikasi krisis.
- Workshop penyusunan media response strategy.
- Role play media interview, media briefing, dan konferensi pers.
- Action learning.
- Pre-test dan Post-test.
- Presentasi hasil implementasi.
Apa yang Akan Anda Dapatkan?
Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta memperoleh kompetensi, framework, dan dokumen kerja yang dapat langsung diterapkan dalam pengelolaan komunikasi media selama krisis. Selain itu, peserta juga memperoleh berbagai perangkat yang membantu organisasi memperkuat kesiapsiagaan komunikasi sekaligus melindungi reputasi.
Kompetensi
- Menyusun strategi Media Handling During Crisis.
- Mengembangkan Crisis Communication Framework.
- Menyusun key message yang efektif.
- Mengelola hubungan media selama krisis.
- Menyusun press statement dan media briefing.
- Menghadapi wawancara media dan konferensi pers secara profesional.
- Mengembangkan strategi pemulihan reputasi pascakrisis.
- Mengembangkan Media Handling During Crisis Action Plan.
Deliverables
Peserta akan memperoleh:
- Crisis Communication Framework.
- Crisis Key Message Matrix.
- Media Response Planning Toolkit.
- Crisis Press Statement Template.
- Media Interview Preparation Checklist.
- Crisis Press Conference Toolkit.
- Digital Crisis Response Framework.
- Reputation Recovery Toolkit.
- Media Handling During Crisis Action Plan.
Fasilitas Pelatihan
- Modul pelatihan.
- Sertifikat pelatihan.
- Template dan worksheet.
- Dokumentasi pelatihan.
- Laporan pelatihan untuk HR atau perusahaan.
- Coffee Break dan makan siang untuk kelas tatap muka.
Hubungi Kami Jika Anda Memerlukan Bantuan
Apabila Anda memerlukan informasi mengenai jadwal Public Training, In-House Training, maupun Corporate Training, tim Urways Indonesia siap membantu memberikan rekomendasi program yang sesuai dengan kebutuhan organisasi. Selain itu, kami juga dapat menyesuaikan materi pelatihan berdasarkan tingkat risiko organisasi, karakteristik media yang menjadi perhatian, struktur Crisis Communication Team, maupun kebutuhan pengembangan kompetensi juru bicara sehingga hasil pelatihan memberikan manfaat yang lebih optimal bagi organisasi.
WhatsApp
0819-1534-6688





Ulasan
Belum ada ulasan.