Mengapa Mengikuti Pelatihan Ini?
Proses pengadaan barang dan jasa memiliki risiko penyimpangan yang dapat memengaruhi biaya, kualitas, kepatuhan, dan integritas perusahaan. Risiko tersebut dapat muncul dalam berbagai tahapan, mulai dari perencanaan kebutuhan, pemilihan pemasok, evaluasi penawaran, pelaksanaan kontrak, hingga penyelesaian pembayaran. Oleh karena itu, perusahaan membutuhkan mekanisme audit pengadaan yang sistematis untuk mendeteksi indikasi kecurangan, mengevaluasi kelemahan pengendalian, dan memperkuat akuntabilitas proses procurement.
Melalui pelatihan Procurement Audit & Fraud Prevention, peserta mempelajari cara mengenali indikator risiko kecurangan (fraud red flags), mengevaluasi pengendalian internal, serta menyusun prosedur pemeriksaan pada setiap tahapan pengadaan. Selanjutnya, peserta memahami penggunaan daftar pemeriksaan audit, pengelolaan informasi pengaduan melalui Whistleblowing System (WBS), dan penyusunan laporan hasil pemeriksaan berdasarkan bukti yang relevan.
Dengan demikian, peserta dapat meningkatkan kemampuan dalam mengidentifikasi risiko, mendokumentasikan temuan, menyusun rekomendasi perbaikan, dan mencegah terulangnya penyimpangan. Pelatihan ini juga mendukung penguatan integritas, transparansi, kepatuhan, dan penerapan tata kelola perusahaan yang baik.
Sasaran dan Tujuan Pelatihan
Sasaran Peserta
-
Manager dan supervisor procurement atau purchasing.
-
Auditor internal dan staf pengendalian internal.
-
Staf manajemen risiko dan kepatuhan.
-
Staf legal dan tata kelola perusahaan.
-
Staf keuangan yang terlibat dalam pemeriksaan transaksi pengadaan.
-
Personel yang bertanggung jawab atas pencegahan fraud dan pengawasan vendor.
Tujuan Pelatihan
Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan mampu:
-
Menjelaskan prinsip dasar audit procurement dan pencegahan fraud.
-
Mengidentifikasi risiko kecurangan pada tahapan perencanaan, pemilihan vendor, pelaksanaan kontrak, dan pembayaran.
-
Mengenali indikator penyimpangan serta kelemahan pengendalian internal dalam proses pengadaan.
-
Menentukan ruang lingkup, kriteria, dan prosedur pemeriksaan audit procurement.
-
Menggunakan audit checklist untuk memeriksa dokumen, transaksi, dan kepatuhan proses pengadaan.
-
Memahami mekanisme penerimaan dan penanganan informasi melalui WBS sesuai prosedur organisasi.
-
Menyusun dokumentasi temuan dan laporan hasil pemeriksaan berdasarkan bukti yang memadai.
-
Mengembangkan rekomendasi perbaikan dan tindakan pencegahan untuk memperkuat integritas proses procurement.
Outline Materi yang Dibahas
Hari Pertama — Integritas, Risiko Fraud, dan Dasar Audit Procurement
Standar Kode Etik dan Pakta Integritas
-
Prinsip integritas, transparansi, objektivitas, dan akuntabilitas dalam pengadaan.
-
Peran kode etik dalam mengatur perilaku personel procurement.
-
Penyusunan dan penerapan pakta integritas.
-
Identifikasi konflik kepentingan dalam hubungan dengan vendor.
-
Risiko gratifikasi, suap, kolusi, manipulasi penawaran, dan penyalahgunaan wewenang.
-
Pengendalian interaksi antara personel pengadaan dan pemasok.
-
Studi kasus pelanggaran integritas dan pembahasan tindakan pencegahan.
Fraud Red Flags dan Mitigasi Risiko Kecurangan
-
Konsep fraud dan karakteristik penyimpangan dalam proses pengadaan.
-
Identifikasi indikator risiko pada perencanaan, tender, evaluasi vendor, kontrak, dan pembayaran.
-
Deteksi pola transaksi tidak wajar dan indikasi pemecahan pengadaan.
-
Identifikasi potensi kolusi antara pihak internal dan vendor.
-
Evaluasi kelemahan pemisahan tugas dan otorisasi transaksi.
-
Penyusunan peta risiko fraud berdasarkan kemungkinan dan dampak.
-
Penentuan kontrol preventif, detektif, dan korektif.
Whistleblowing System (WBS)
-
Tujuan dan fungsi WBS dalam pencegahan kecurangan.
-
Mekanisme penerimaan dan pencatatan laporan dugaan penyimpangan.
-
Kriteria awal untuk menilai kelengkapan dan relevansi informasi.
-
Prinsip kerahasiaan, perlindungan pelapor, dan penanganan laporan secara objektif.
-
Proses eskalasi laporan kepada pihak yang berwenang.
-
Dokumentasi tindak lanjut dan pengendalian akses informasi.
-
Studi kasus penanganan laporan dugaan fraud dalam pengadaan.
Kategorisasi dan Kriteria Audit Procurement
-
Pengertian, tujuan, dan ruang lingkup audit procurement.
-
Identifikasi proses dan transaksi yang memiliki risiko tinggi.
-
Penetapan kriteria audit berdasarkan kebijakan internal, kontrak, dan ketentuan yang berlaku.
-
Evaluasi pengendalian internal dan pemisahan tanggung jawab.
-
Pemeriksaan kelengkapan dokumen pengadaan dan bukti transaksi.
-
Penyusunan program kerja serta prioritas pemeriksaan berbasis risiko.
-
Diskusi kasus dan penyusunan rencana pemeriksaan awal.
Hari Kedua — Pelaksanaan Audit, Dokumentasi Temuan, dan Pencegahan Fraud
Ruang Lingkup dan Para Pihak dalam Audit Procurement
-
Penentuan tujuan, ruang lingkup, dan batas pemeriksaan.
-
Identifikasi pihak yang terlibat dalam proses pengadaan.
-
Penetapan tanggung jawab auditor, procurement, pengguna barang atau jasa, keuangan, dan vendor.
-
Pemeriksaan hubungan antara kebutuhan pengadaan, persetujuan, kontrak, dan realisasi.
-
Identifikasi potensi konflik kepentingan dan kelemahan pengendalian.
-
Pengumpulan bukti audit melalui dokumen, wawancara, observasi, dan analisis data.
-
Pengelolaan dokumentasi pemeriksaan secara sistematis.
Audit Perencanaan, Pelaksanaan, dan Penyelesaian Pengadaan
-
Pemeriksaan dasar kebutuhan dan persetujuan pengadaan.
-
Evaluasi kesesuaian spesifikasi, anggaran, dan metode pemilihan vendor.
-
Pemeriksaan dokumen penawaran dan proses evaluasi pemasok.
-
Identifikasi indikasi manipulasi harga, persaingan tidak sehat, dan kolusi.
-
Pemeriksaan kesesuaian kontrak dengan barang atau jasa yang diterima.
-
Verifikasi dokumen penerimaan, faktur, dan pembayaran.
-
Identifikasi transaksi tidak wajar serta penyimpangan dari prosedur pengadaan.
Formulasi dan Checklist Audit Procurement
-
Penyusunan daftar pemeriksaan berdasarkan tahapan pengadaan.
-
Penentuan kriteria pemeriksaan dan bukti pendukung.
-
Pemeriksaan konsistensi antara permintaan, pesanan, kontrak, dan pembayaran.
-
Pengujian otorisasi dan pemisahan tugas.
-
Identifikasi ketidaksesuaian dokumen serta indikasi transaksi berisiko.
-
Pencatatan hasil pengujian dan klasifikasi temuan.
-
Praktik menyusun audit checklist berdasarkan studi kasus.
Laporan Hasil Pemeriksaan Audit Procurement
-
Struktur dan komponen laporan hasil pemeriksaan.
-
Perumusan kondisi, kriteria, penyebab, dampak, dan rekomendasi temuan.
-
Penyajian bukti dan dokumentasi pendukung secara objektif.
-
Penentuan tingkat risiko dan prioritas penanganan temuan.
-
Penyusunan rekomendasi perbaikan pengendalian internal.
-
Penetapan penanggung jawab dan tenggat waktu tindak lanjut.
-
Pemantauan penyelesaian temuan dan evaluasi efektivitas perbaikan.
Studi Kasus dan Penyusunan Action Plan
-
Analisis kasus dugaan penyimpangan dalam proses pengadaan.
-
Identifikasi indikator fraud berdasarkan dokumen dan data transaksi.
-
Penyusunan peta risiko dan penentuan prosedur pemeriksaan.
-
Penggunaan audit checklist untuk menguji kepatuhan pengadaan.
-
Penyusunan temuan dan rekomendasi perbaikan.
-
Perancangan tindakan pencegahan serta mekanisme monitoring.
Metode Pelatihan
- Presentasi dan Diskusi
- Pre-Test dan Post-Test
- Studi Kasus
- Praktik dan Simulasi
Durasi Pelatihan
Pelatihan berlangsung selama 1 hari dengan total 8 jam pelatihan efektif, di luar waktu istirahat. Alokasi waktu mencakup pembahasan konsep, diskusi, latihan pemetaan proses, studi kasus, perancangan proses baru, dan evaluasi hasil pembelajaran.
Informasi dan Registrasi
Email : urwaysindonesia@gmail.com
Mobile : 0819 1534 6688






Ulasan
Belum ada ulasan.