Social Media Crisis Management
Kode: CC-SCM10
Durasi: 2 Hari | 12–14 Jam Pembelajaran
Lokasi: Jakarta / Tangerang / Online Training
Level: Advanced
Tatap Muka: Rp6.500.000/peserta
Online Training: Rp4.000.000/peserta
A. Mengapa Mengikuti Pelatihan Ini?
Media sosial dapat mempercepat penyebaran informasi ketika perusahaan menghadapi isu, keluhan, atau krisis. Dalam situasi tersebut, tim komunikasi perlu mengambil keputusan dengan cepat dan tetap menjaga akurasi pesan.
Kesalahan respons dapat memperbesar perhatian publik dan memperpanjang siklus krisis. Karena itu, perusahaan membutuhkan Social Media Crisis Management yang menghubungkan monitoring, analisis isu, strategi respons, message development, koordinasi internal, dan evaluasi.
Program ini membantu peserta mengenali tanda awal krisis di media sosial. Selanjutnya, peserta memetakan stakeholder, menentukan tingkat risiko, menyusun holding statement, dan memilih strategi respons. Peserta juga berlatih menangani eskalasi melalui simulasi krisis berbasis kasus.
Pada akhir pelatihan, peserta menyusun Social Media Crisis Response Plan yang dapat digunakan sebagai kerangka kerja dalam menghadapi krisis komunikasi digital.
B. Siapa yang Harus Mengikuti?
Program Social Media Crisis Management Training ini sesuai bagi profesional yang menangani komunikasi, reputasi, isu, dan respons perusahaan di media sosial.
- Corporate Communication Manager
- Corporate Affairs Manager
- Public Relations Manager
- Social Media Manager
- Digital Communication Manager
- Public Relations Specialist
- Corporate Communication Specialist
- Social Media Specialist
- Digital Communication Specialist
- Crisis Communication Officer
- Communication Planning Manager
- Supervisor yang menangani komunikasi digital dan reputasi perusahaan
C. Apa yang Akan Anda Pelajari?
DAY 1 — Crisis Detection, Risk Assessment & Response Strategy
Module 1 — Social Media Crisis & Digital Risk Context
Peserta memulai pelatihan dengan memahami karakteristik krisis di media sosial. Peserta kemudian menganalisis bagaimana kecepatan distribusi informasi dapat memengaruhi reputasi perusahaan.
- Mengidentifikasi karakteristik social media crisis
- Membedakan isu, keluhan, controversy, dan crisis
- Menganalisis pola eskalasi isu di media sosial
- Mengidentifikasi digital communication risks
- Menganalisis faktor yang memengaruhi persepsi publik
- Menentukan kondisi yang membutuhkan respons perusahaan
Praktik: Social Media Crisis Case Analysis
Output: Social Media Crisis Identification Framework
Module 2 — Social Media Monitoring & Early Warning
Selanjutnya, peserta mempelajari proses monitoring untuk menemukan indikasi eskalasi sejak tahap awal. Peserta juga menentukan informasi yang perlu dipantau oleh tim komunikasi.
- Mengidentifikasi early warning signals
- Memetakan isu berdasarkan tingkat perhatian publik
- Menganalisis volume, sentiment, reach, dan engagement
- Mengidentifikasi akun atau kelompok yang memengaruhi eskalasi
- Menentukan prioritas isu berdasarkan risiko
- Menyusun social media crisis monitoring framework
Praktik: Crisis Monitoring Exercise
Output: Social Media Crisis Early Warning Matrix
Module 3 — Crisis Risk Assessment & Issue Escalation
Setelah menemukan indikasi krisis, peserta menilai tingkat risiko dan potensi eskalasinya. Analisis tersebut membantu tim menentukan prioritas dan kebutuhan respons.
- Menilai severity dan potential impact
- Mengidentifikasi reputational risk
- Menganalisis stakeholder exposure
- Menentukan escalation level
- Memetakan kemungkinan perkembangan isu
- Menentukan response priority
Praktik: Crisis Risk Assessment Workshop
Output: Social Media Crisis Risk Matrix
Module 4 — Crisis Response Strategy & Stakeholder Mapping
Pada tahap berikutnya, peserta menentukan strategi respons berdasarkan situasi dan stakeholder. Peserta juga memetakan pihak yang membutuhkan informasi serta bentuk komunikasi yang sesuai.
- Memetakan stakeholder dalam situasi krisis
- Menentukan stakeholder priority
- Menentukan response strategy berdasarkan situasi
- Mengembangkan communication objectives
- Menentukan communication channels
- Menyusun response escalation flow
Praktik: Crisis Response Strategy Workshop
Output: Crisis Stakeholder & Response Strategy Map
DAY 2 — Crisis Response, Message Development & Recovery
Module 5 — Crisis Message Development & Holding Statement
Pada hari kedua, peserta mengembangkan pesan yang dapat digunakan dalam situasi krisis. Peserta mempelajari cara menyusun holding statement yang cepat, akurat, dan konsisten.
- Menentukan message objectives
- Menyusun key messages
- Mengembangkan holding statement
- Menentukan tone of voice
- Menyesuaikan pesan dengan stakeholder
- Mengidentifikasi informasi yang perlu dikonfirmasi sebelum publikasi
Praktik: Crisis Message Writing Workshop
Output: Crisis Holding Statement & Key Message Framework
Module 6 — Social Media Response & Community Management
Selanjutnya, peserta berlatih merespons percakapan publik di media sosial. Peserta juga mengembangkan pendekatan untuk menangani komentar, pertanyaan, kritik, dan eskalasi percakapan.
- Menentukan response priority
- Mengembangkan response guidelines
- Menangani public comments dan inquiries
- Menentukan escalation criteria
- Mengelola percakapan dengan community
- Mengidentifikasi respons yang berpotensi memperbesar krisis
Praktik: Social Media Response Simulation
Output: Social Media Crisis Response Playbook
Module 7 — Crisis Coordination & Response Governance
Krisis media sosial membutuhkan koordinasi lintas fungsi. Karena itu, peserta mempelajari pembagian peran dan alur keputusan selama situasi krisis.
- Menentukan crisis response roles
- Menyusun communication approval flow
- Mengatur koordinasi Corporate Communication, PR, Legal, Customer Service, dan Management
- Menentukan PIC dan escalation points
- Menyusun crisis response workflow
- Mengembangkan mekanisme internal reporting
Praktik: Crisis Coordination Simulation
Output: Social Media Crisis Response Workflow
Module 8 — Crisis Simulation, Evaluation & Recovery Plan
Pada tahap akhir, peserta mengikuti simulasi krisis secara menyeluruh. Peserta mengambil keputusan berdasarkan perkembangan isu dan mengevaluasi efektivitas respons.
- Menganalisis perkembangan krisis secara real time
- Menentukan response decision
- Mengembangkan dan memperbarui key messages
- Mengelola eskalasi stakeholder
- Mengevaluasi efektivitas respons
- Menyusun recovery communication plan
- Menentukan post-crisis improvement agenda
Praktik: Full Social Media Crisis Simulation
Output: Social Media Crisis Response & Recovery Plan
D. Outcome Pelatihan
Setelah mengikuti program, peserta mampu:
- Mengidentifikasi isu dan tanda awal social media crisis
- Menganalisis risiko dan potensi eskalasi
- Menentukan tingkat prioritas krisis
- Memetakan stakeholder dan kebutuhan komunikasi
- Menentukan strategi respons berdasarkan situasi
- Menyusun key messages dan holding statement
- Mengelola respons publik di media sosial
- Menentukan escalation criteria dan alur koordinasi
- Mengembangkan Social Media Crisis Response Playbook
- Melakukan evaluasi respons dan menyusun recovery plan
E. Durasi Pelatihan
2 Hari | 12–14 Jam Pembelajaran
Hari pertama berfokus pada crisis detection, monitoring, risk assessment, issue escalation, stakeholder mapping, dan response strategy.
Selanjutnya, hari kedua berfokus pada crisis message development, social media response, community management, koordinasi lintas fungsi, crisis simulation, dan recovery planning.
F. Format Pelatihan
Tatap Muka
Pelatihan tersedia di Jakarta dan Tangerang. Peserta mengikuti case study, crisis monitoring exercise, strategy workshop, message development, response simulation, dan full crisis simulation.
Online Training
Pelatihan berlangsung secara live melalui platform konferensi daring. Peserta tetap mengikuti case study, crisis assessment, message writing, response simulation, dan crisis management exercise.
In-House Training
Untuk in-house training atau kota lainnya, silakan hubungi tim Urways Indonesia. Kami dapat menyesuaikan materi dengan industri dan karakteristik risiko perusahaan.
Penyesuaian juga dapat mencakup struktur organisasi, social media channels, crisis scenarios, stakeholder profile, approval flow, dan crisis response protocol.
G. Metode Pelatihan dan Evaluasi
Metode Pelatihan
- Interactive Discussion
- Case Study
- Crisis Analysis Workshop
- Social Media Monitoring Exercise
- Risk Assessment Workshop
- Message Development Workshop
- Simulation
- Individual Exercise
- Group Exercise
- Peer Review
- Crisis Response Simulation
Program menggunakan pendekatan learning by doing. Porsi praktik mencapai sekitar 60–70% dari keseluruhan pembelajaran.
Evaluasi
Peserta mengikuti evaluasi berbasis kasus dan simulasi. Setiap latihan membantu peserta membangun komponen Social Media Crisis Response Plan secara bertahap.
Evaluasi mencakup:
- Social Media Crisis Case Analysis
- Crisis Monitoring Exercise
- Crisis Risk Assessment
- Stakeholder Mapping
- Crisis Message Writing
- Social Media Response Simulation
- Crisis Coordination Simulation
- Full Social Media Crisis Simulation
- Presentasi Crisis Response Plan
- Peer Review
H. Apa yang Akan Anda Dapatkan?
Peserta memperoleh perangkat kerja yang dapat digunakan kembali dalam pengelolaan krisis komunikasi digital.
- Social Media Crisis Identification Framework
- Social Media Crisis Early Warning Matrix
- Social Media Crisis Risk Matrix
- Crisis Stakeholder & Response Strategy Map
- Crisis Holding Statement & Key Message Framework
- Social Media Crisis Response Playbook
- Social Media Crisis Response Workflow
- Social Media Crisis Response & Recovery Plan
I. Fasilitas Pelatihan
Tatap Muka
- Meeting Room
- 2x Coffee Break
- 1x Lunch
- Modul Pelatihan
- Sertifikat Pelatihan
- Training Kits
- Souvenir
- Dokumentasi
- Laporan kegiatan kepada HR
Online Training
- Modul Pelatihan
- Sertifikat Pelatihan
- Souvenir
- Dokumentasi
- Laporan kegiatan kepada HR
Hubungi Kami Jika Anda Memerlukan Bantuan
Memerlukan informasi mengenai Social Media Crisis Management Training? Tim Urways Indonesia siap membantu memberikan informasi mengenai program yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.
Anda dapat menghubungi kami untuk informasi Public Training, In-House Training, maupun Corporate Training. Selain itu, kami dapat menyesuaikan materi dengan industri, karakteristik risiko, struktur organisasi, social media channels, serta kebutuhan kompetensi tim komunikasi.
WhatsApp: 0819-1534-6688
Email: urwaysindonesia@gmail.com





Ulasan
Belum ada ulasan.