, , ,

Social Media Crisis Management

Rentang harga: Rp3,750,000.00 hingga Rp5,950,000.00

Pelatihan Social Media Crisis Management untuk meningkatkan kemampuan mengelola krisis media sosial, social listening, crisis response, reputasi digital, dan pemulihan kepercayaan publik.

Guaranteed Safe Checkout

Tentang Program

Social Media Crisis Management Training membantu organisasi membangun strategi komunikasi yang mampu mengantisipasi, mengelola, dan memulihkan krisis yang berkembang di media sosial. Seiring meningkatnya kecepatan penyebaran informasi, perubahan perilaku pengguna, dan tingginya eksposur digital, organisasi memerlukan pendekatan yang mengintegrasikan social listening, analisis risiko, respons komunikasi, pengelolaan percakapan publik, serta pemulihan reputasi dalam satu kerangka yang sistematis. Oleh karena itu, program ini memadukan 40% konsep dan 60% praktik agar peserta mampu mengambil keputusan komunikasi secara cepat, tepat, dan terukur ketika menghadapi krisis digital.

Mengapa Mengikuti Pelatihan Ini?

Media sosial memungkinkan sebuah isu berkembang menjadi krisis hanya dalam hitungan menit. Selain dipicu oleh keluhan pelanggan, krisis juga dapat muncul akibat kesalahan komunikasi, informasi yang tidak akurat, konten yang viral, maupun percakapan publik yang berkembang tanpa kendali. Di sisi lain, organisasi perlu memastikan setiap respons dilakukan secara cepat, konsisten, transparan, dan terkoordinasi lintas fungsi. Dengan demikian, Social Media Crisis Management menjadi kompetensi strategis untuk menjaga reputasi organisasi, mempertahankan kepercayaan stakeholder, serta meminimalkan dampak krisis terhadap operasional bisnis.

Melalui pelatihan ini, peserta akan mampu:

  • Menyusun strategi Social Media Crisis Management yang terintegrasi.
  • Mengidentifikasi potensi krisis melalui social listening dan early warning system.
  • Menganalisis risiko reputasi digital berdasarkan percakapan publik.
  • Mengembangkan crisis response plan sesuai tingkat eskalasi isu.
  • Menyusun key message yang cepat, konsisten, dan kredibel.
  • Mengelola percakapan publik pada berbagai platform media sosial.
  • Mengoordinasikan respons komunikasi lintas fungsi selama krisis.
  • Menyusun strategi pemulihan reputasi digital (reputation recovery).
  • Mengembangkan Social Media Crisis Action Plan yang siap diterapkan di organisasi.

Siapa yang Harus Mengikuti?

Program ini sesuai bagi profesional yang memiliki tanggung jawab dalam pengelolaan komunikasi digital, media sosial, hubungan media, dan reputasi organisasi, antara lain:

  • Corporate Communication Manager
  • Public Relations Manager
  • Digital Communication Manager
  • Social Media Manager
  • Social Media Specialist
  • Media Relations Officer
  • Customer Experience Manager
  • Community Manager
  • Corporate Secretary
  • Crisis Communication Team
  • Profesional yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan media sosial dan reputasi organisasi.

Apa yang Akan Anda Pelajari?

Pelatihan berlangsung selama 2 hari dengan pendekatan 40% konsep dan 60% praktik. Selama pelatihan, peserta mempelajari strategi penanganan krisis media sosial melalui studi kasus, simulasi, diskusi interaktif, analisis skenario, dan latihan pengambilan keputusan yang dapat langsung diterapkan di organisasi.

Hari Pertama – Crisis Prevention and Response Strategy

Pada hari pertama, peserta membangun fondasi pengelolaan krisis digital melalui pendekatan pencegahan dan kesiapsiagaan. Selanjutnya, peserta mempelajari cara mendeteksi potensi krisis, menyusun strategi respons, serta mengelola percakapan publik sebelum isu berkembang lebih luas. Selain itu, peserta juga mengembangkan sistem pemantauan yang mendukung proses pengambilan keputusan secara cepat dan akurat.

Peserta akan mempelajari cara:

  • Memahami karakteristik krisis di media sosial dan dampaknya terhadap reputasi organisasi.
  • Membedakan isu, keluhan, dan krisis berdasarkan tingkat eskalasi.
  • Mengembangkan strategi social listening untuk memantau percakapan publik.
  • Menyusun early warning system sebagai alat deteksi dini krisis.
  • Menganalisis sentimen dan risiko reputasi digital.
  • Menyusun Social Listening Framework dan Digital Risk Monitoring Matrix.
  • Mengembangkan Crisis Response Framework berdasarkan tingkat risiko.
  • Menyusun key message yang konsisten pada berbagai platform media sosial.
  • Mengelola komentar, kritik, dan percakapan publik secara profesional.
  • Menganalisis praktik terbaik penanganan krisis digital dari berbagai sektor industri.

Hari Kedua – Escalation Management, Recovery, and Reputation Protection

Pada hari kedua, peserta mengembangkan strategi pengelolaan eskalasi krisis, pengambilan keputusan komunikasi, serta pemulihan reputasi organisasi. Selain itu, peserta mempelajari cara mengukur efektivitas penanganan krisis agar organisasi mampu meningkatkan kesiapsiagaan pada masa mendatang. Pada akhirnya, peserta menyusun rencana implementasi yang dapat diterapkan di organisasi.

Peserta akan mempelajari cara:

  • Menyusun proses eskalasi krisis dan alur pengambilan keputusan.
  • Mengoordinasikan komunikasi lintas fungsi selama krisis berlangsung.
  • Mengembangkan strategi komunikasi bagi stakeholder prioritas.
  • Mengelola isu yang viral dan percakapan publik yang berkembang cepat.
  • Menangani misinformation, disinformation, dan serangan digital yang terkoordinasi.
  • Menyusun strategi pemulihan reputasi digital (reputation recovery).
  • Mengembangkan komunikasi pascakrisis untuk membangun kembali kepercayaan stakeholder.
  • Menentukan Key Performance Indicators (KPI) untuk Social Media Crisis Management.
  • Menyusun Social Media Crisis Dashboard sebagai alat monitoring dan evaluasi.
  • Mengembangkan Social Media Crisis Action Plan yang siap diterapkan di organisasi.

Durasi Pelatihan

Program berlangsung selama 2 hari (16 jam pembelajaran). Selama pelatihan, peserta mengikuti presentasi interaktif, studi kasus, simulasi, role play, diskusi kelompok, dan praktik secara bertahap. Dengan pendekatan tersebut, peserta memperoleh pengalaman belajar yang aplikatif sehingga mampu mengelola krisis media sosial secara lebih efektif, sistematis, dan terukur.

Lokasi dan Format Pelatihan

Kami menyediakan beberapa pilihan pelaksanaan pelatihan agar organisasi dapat menyesuaikannya dengan kebutuhan peserta.

Tatap Muka

Pelatihan tatap muka tersedia di:

  • Jakarta – Hotel Amaris Mampang Prapatan
  • Tangerang – Hotel Amaris BSD Serpong

Online Training

Selain kelas tatap muka, peserta juga dapat mengikuti Online Training melalui platform virtual interaktif. Dengan format tersebut, peserta tetap memperoleh pengalaman belajar yang setara, termasuk pembahasan studi kasus, simulasi, diskusi, dan latihan pengambilan keputusan pada berbagai skenario krisis digital.

Di samping itu, kami juga menyediakan In-House Training dan Corporate Training yang dapat disesuaikan dengan karakteristik organisasi, tingkat risiko, industri, maupun kebutuhan pengelolaan reputasi digital.

Metode Pelatihan

Agar proses pembelajaran berlangsung lebih efektif, program memadukan berbagai metode pembelajaran. Dengan demikian, peserta memperoleh keseimbangan antara pemahaman konseptual dan pengalaman praktis yang dapat langsung diterapkan saat menghadapi krisis di media sosial.

Metode yang digunakan meliputi:

  • Presentasi interaktif.
  • Studi kasus krisis digital nasional dan internasional.
  • Diskusi kelompok.
  • Simulasi penyusunan strategi respons krisis media sosial.
  • Role play penanganan isu viral dan komunikasi publik.
  • Social Media Crisis Simulation berbasis skenario.
  • Action learning.
  • Pre-test dan Post-test.
  • Presentasi hasil implementasi.

Apa yang Akan Anda Dapatkan?

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta memperoleh kompetensi, framework, dan dokumen kerja yang dapat langsung diterapkan dalam pengelolaan krisis media sosial. Selain itu, peserta juga memperoleh berbagai perangkat yang mendukung peningkatan kesiapsiagaan organisasi dalam menghadapi risiko reputasi digital.

Kompetensi

  • Menyusun strategi Social Media Crisis Management.
  • Mengembangkan social listening dan early warning system.
  • Menganalisis risiko reputasi digital.
  • Menyusun strategi respons komunikasi media sosial.
  • Mengelola percakapan publik dan isu yang viral.
  • Menyusun strategi pemulihan reputasi digital.
  • Mengukur efektivitas penanganan krisis menggunakan indikator yang relevan.
  • Mengembangkan Social Media Crisis Action Plan.

Deliverables

Peserta akan memperoleh:

  • Social Listening Framework.
  • Digital Risk Monitoring Matrix.
  • Crisis Response Planning Toolkit.
  • Crisis Messaging Framework.
  • Crisis Escalation Matrix.
  • Viral Issue Management Toolkit.
  • Reputation Recovery Framework.
  • Social Media Crisis Dashboard.
  • Social Media Crisis Action Plan.

Fasilitas Pelatihan

  • Modul pelatihan.
  • Sertifikat pelatihan.
  • Template dan worksheet.
  • Dokumentasi pelatihan.
  • Laporan pelatihan untuk HR atau perusahaan.
  • Coffee Break dan makan siang untuk kelas tatap muka.

Hubungi Kami Jika Anda Memerlukan Bantuan

Apabila Anda memerlukan informasi mengenai jadwal Public Training, In-House Training, maupun Corporate Training, tim Urways Indonesia siap membantu memberikan rekomendasi program yang sesuai dengan kebutuhan organisasi. Selain itu, kami juga dapat menyesuaikan materi pelatihan berdasarkan karakteristik organisasi, tingkat kematangan pengelolaan media sosial, jenis risiko reputasi digital, maupun kebutuhan pengembangan kompetensi tim komunikasi sehingga hasil pelatihan memberikan manfaat yang lebih optimal bagi organisasi.

WhatsApp
0819-1534-6688

Email
urwaysindonesia@gmail.com

LOKASI

JAKARTA, TANGERANG, ONLINE

TANGGAL

7–8 Juli 2026, 4–5 Agustus 2026, 1–2 September 2026, 6–7 Oktober 2026, 3–4 November 2026, 1–2 Desember 2026

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Social Media Crisis Management”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *