Strategic & Critical Thinking Training
Level: Intermediate
Durasi: 2 Hari | 12–14 Jam Pelatihan
Format: Public Training, In-House Training, Online Training
Komposisi: 40% Konsep | 60% Praktik
Mengapa Mengikuti Pelatihan Ini
Profesional menghadapi situasi kerja yang menuntut kemampuan memahami masalah secara menyeluruh, melihat hubungan antar faktor, serta menentukan tindakan berdasarkan informasi yang tersedia. Tekanan target, perubahan prioritas, keterbatasan sumber daya, dan kompleksitas kepentingan sering membuat keputusan diambil terlalu cepat tanpa analisis yang memadai.
Karena itu, strategic thinking membantu profesional melihat persoalan dari perspektif yang lebih luas, sedangkan critical thinking membantu menguji informasi, asumsi, argumen, dan alternatif sebelum menentukan keputusan. Pelatihan ini membekali peserta dengan kerangka berpikir yang dapat digunakan untuk menganalisis masalah, membaca situasi bisnis, mengevaluasi informasi, menentukan prioritas, serta menyusun keputusan dan tindakan yang lebih terarah.
Sasaran dan Tujuan Pelatihan
Setelah mengikuti pelatihan, peserta mampu:
- Memahami prinsip strategic thinking dan critical thinking dalam pekerjaan.
- Mengidentifikasi masalah secara lebih objektif dan terstruktur.
- Menganalisis informasi, asumsi, dan berbagai sudut pandang.
- Menggunakan root cause analysis untuk memahami sumber masalah.
- Mengembangkan alternatif solusi berdasarkan informasi yang relevan.
- Menentukan prioritas berdasarkan dampak, urgensi, dan sumber daya.
- Mengevaluasi risiko dan konsekuensi dari setiap alternatif.
- Mengambil keputusan secara logis dan terarah.
- Menghubungkan keputusan dengan tujuan organisasi dan hasil bisnis.
- Menyusun action plan berdasarkan hasil analisis dan keputusan.
Materi Pelatihan
Hari 1 — Building Strategic & Critical Thinking
Sesi 1. Memahami Strategic & Critical Thinking
Peserta memahami perbedaan dan hubungan antara strategic thinking dan critical thinking. Pembahasan dimulai dari cara melihat situasi, memahami konteks, mengidentifikasi tujuan, serta mengenali pola berpikir yang dapat memengaruhi kualitas keputusan.
Materi:
- Pengertian strategic thinking dan critical thinking.
- Perbedaan berpikir strategis, analitis, dan kritis.
- Cara melihat masalah dari perspektif yang lebih luas.
- Hubungan antara tujuan, informasi, analisis, dan keputusan.
- Thinking traps dan pola berpikir yang dapat memengaruhi keputusan.
- Self-assessment kemampuan berpikir strategis dan kritis.
Praktik: Thinking Assessment & Case Discussion
Output: Strategic & Critical Thinking Self-Assessment
Sesi 2. Memahami Masalah dan Konteks secara Strategis
Peserta belajar membedakan masalah utama, gejala, penyebab, dan dampak. Selanjutnya, peserta menganalisis konteks masalah dengan melihat faktor internal, eksternal, kepentingan pihak terkait, serta perubahan yang dapat memengaruhi situasi.
Materi:
- Identifikasi masalah dan gejala.
- Menentukan problem statement.
- Analisis konteks internal dan eksternal.
- Stakeholder dan kepentingannya.
- Faktor yang memengaruhi masalah.
- Hubungan sebab, kondisi, dan dampak.
- Menentukan ruang lingkup masalah.
Praktik: Problem Framing Case
Output: Strategic Problem Statement & Context Map
Sesi 3. Critical Analysis dan Evaluasi Informasi
Peserta mengembangkan kemampuan mengevaluasi informasi sebelum menggunakannya sebagai dasar keputusan. Proses analisis mencakup pemeriksaan fakta, asumsi, argumen, relevansi informasi, serta kemungkinan adanya bias.
Materi:
- Fakta, opini, asumsi, dan interpretasi.
- Menilai relevansi dan kualitas informasi.
- Mengidentifikasi assumption.
- Mengenali bias dalam pengambilan keputusan.
- Menganalisis argumen dan bukti.
- Membandingkan berbagai perspektif.
- Menentukan informasi yang masih dibutuhkan.
Praktik: Information Evaluation Exercise
Output: Critical Analysis Worksheet
Sesi 4. Root Cause Analysis dan Strategic Problem Solving
Peserta belajar menemukan akar masalah sebelum menentukan solusi. Pendekatan digunakan untuk memahami hubungan antar penyebab serta menghindari keputusan yang hanya menyelesaikan gejala.
Materi:
- Problem analysis dan root cause analysis.
- Identifikasi penyebab langsung dan penyebab mendasar.
- 5 Whys Analysis.
- Cause-and-Effect Analysis.
- Menguji hubungan sebab dan akibat.
- Menentukan area yang dapat dikendalikan.
- Menghubungkan akar masalah dengan pilihan solusi.
Praktik: Root Cause Analysis Case
Output: Root Cause Analysis & Problem-Solving Canvas
Hari 2 — Strategic Decision Making & Action
Sesi 5. Developing Strategic Alternatives
Setelah memahami masalah, peserta mengembangkan beberapa alternatif tindakan dengan mempertimbangkan tujuan, sumber daya, risiko, serta dampaknya terhadap organisasi. Peserta juga belajar menghindari keputusan yang terlalu cepat mengunci diri pada satu pilihan.
Materi:
- Mengembangkan berbagai alternatif solusi.
- Alternative thinking.
- Menilai kelayakan solusi.
- Dampak terhadap organisasi dan stakeholder.
- Sumber daya dan keterbatasan.
- Risiko dan konsekuensi.
- Best-case dan worst-case scenario.
Praktik: Strategic Alternatives Workshop
Output: Strategic Alternatives Assessment
Sesi 6. Prioritization dan Strategic Decision Making
Peserta mempelajari cara menentukan pilihan ketika terdapat beberapa alternatif dengan tingkat manfaat, risiko, biaya, dan urgensi yang berbeda. Proses keputusan diarahkan pada pertimbangan yang logis dan konsisten.
Materi:
- Prinsip strategic decision making.
- Menentukan kriteria keputusan.
- Impact and Effort Analysis.
- Urgensi dan tingkat kepentingan.
- Risiko dan konsekuensi keputusan.
- Trade-off dalam pengambilan keputusan.
- Menentukan prioritas dan rekomendasi.
Praktik: Decision-Making Simulation
Output: Strategic Decision-Making Framework
Sesi 7. Scenario Thinking dan Anticipating Change
Peserta belajar melihat kemungkinan perubahan dan konsekuensinya terhadap keputusan. Pendekatan scenario thinking digunakan untuk menguji kesiapan organisasi atau unit kerja terhadap berbagai kondisi yang mungkin terjadi.
Materi:
- Konsep scenario thinking.
- Identifikasi perubahan dan drivers of change.
- Membaca peluang dan ancaman.
- Menyusun kemungkinan skenario.
- Dampak setiap skenario terhadap keputusan.
- Risk response dan kesiapan tindakan.
- Menentukan indikator perubahan yang perlu dipantau.
Praktik: Scenario Planning Exercise
Output: Scenario Analysis & Response Plan
Sesi 8. Strategic Thinking Action Plan
Peserta mengintegrasikan proses berpikir strategis dan kritis ke dalam pekerjaan sehari-hari. Peserta menyusun rencana tindakan berdasarkan masalah, analisis, alternatif, prioritas, risiko, dan hasil yang ingin dicapai.
Materi:
- Menghubungkan thinking process dengan pekerjaan.
- Menentukan masalah atau peluang prioritas.
- Menetapkan tujuan dan hasil yang diharapkan.
- Menentukan tindakan strategis.
- Menetapkan indikator keberhasilan.
- Mengantisipasi risiko dan hambatan.
- Monitoring dan evaluasi keputusan.
Praktik: Strategic Action Planning Workshop
Output: Strategic & Critical Thinking Action Plan
Metode Pelatihan
Pelatihan menggunakan pendekatan interactive learning yang menggabungkan konsep, diskusi, studi kasus, latihan analisis, simulasi pengambilan keputusan, problem-solving exercise, dan action planning. Peserta diarahkan untuk menerapkan setiap konsep pada situasi kerja sehingga proses pembelajaran menghasilkan perangkat kerja yang dapat langsung digunakan.
Outcome Pelatihan
Peserta menghasilkan:
- Strategic & Critical Thinking Self-Assessment
- Strategic Problem Statement & Context Map
- Critical Analysis Worksheet
- Root Cause Analysis & Problem-Solving Canvas
- Strategic Alternatives Assessment
- Strategic Decision-Making Framework
- Scenario Analysis & Response Plan
- Strategic & Critical Thinking Action Plan
Dengan demikian, peserta memiliki kerangka praktis untuk memahami masalah secara lebih mendalam, mengevaluasi informasi secara kritis, mengembangkan alternatif, menentukan prioritas, serta mengambil keputusan yang selaras dengan tujuan pekerjaan dan organisasi.
Informasi Pelatihan
Strategic Thinking Skills membantu peserta mengembangkan cara berpikir yang menghubungkan persoalan pekerjaan dengan konteks bisnis. Peserta menggunakan analisis, workshop, dan role play untuk menguji berbagai pilihan keputusan.
Tatap Muka: Rp5.950.000/peserta
Online Training: Rp4.000.000/peserta
Level: Intermediate
Untuk informasi jadwal Public Training, In-House Training, dan kebutuhan penyesuaian materi, hubungi tim Urways Indonesia.
WhatsApp: 0819-1534-6688
Email: urwaysindonesia@gmail.com









Ulasan
Belum ada ulasan.