Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) merupakan bagian dari strategi BUMN dalam menciptakan nilai ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan. Pelaksanaan TJSL tidak lagi dipandang sebagai aktivitas filantropi, melainkan sebagai instrumen strategis yang mendukung pencapaian tujuan pembangunan nasional, peningkatan kesejahteraan masyarakat, penguatan hubungan dengan stakeholder, serta keberlanjutan bisnis BUMN.
Seiring berkembangnya tata kelola BUMN, pengelolaan TJSL mengacu pada Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara sebagaimana telah diubah terakhir melalui Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025, serta Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-1/MBU/03/2023 mengenai Penugasan Khusus dan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan. Oleh karena itu, setiap program TJSL perlu dirancang berdasarkan kebutuhan masyarakat, selaras dengan strategi korporasi, memperhatikan prinsip Good Corporate Governance, serta menghasilkan dampak yang terukur.
Strategic TJSL BUMN Planning & Development Training dirancang untuk membantu peserta menyusun strategi TJSL yang selaras dengan kebijakan Kementerian BUMN, prioritas pembangunan nasional, serta kebutuhan stakeholder. Program ini mengombinasikan 40% konsep dan 60% praktik agar peserta mampu mengembangkan program TJSL yang berbasis data, terukur, berkelanjutan, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat maupun BUMN.
Mengapa Mengikuti Pelatihan Ini?
Pengelolaan TJSL pada BUMN memerlukan pendekatan yang terintegrasi antara strategi bisnis, tata kelola perusahaan, pengelolaan stakeholder, dan pembangunan masyarakat. Selain memenuhi ketentuan regulasi, program TJSL juga diharapkan mampu meningkatkan reputasi perusahaan, memperkuat hubungan dengan masyarakat, mengurangi risiko sosial, serta mendukung pencapaian Environmental, Social, and Governance (ESG).
Di sisi lain, banyak program TJSL masih menghadapi tantangan dalam menentukan prioritas program, melakukan social mapping, membangun kolaborasi dengan stakeholder, mengukur dampak, hingga menyusun pelaporan yang menunjukkan nilai strategis program. Oleh karena itu, pelatihan ini memberikan pendekatan yang sistematis mulai dari tahap perencanaan hingga evaluasi program.
Melalui pelatihan ini peserta akan mampu:
- Memahami kebijakan dan regulasi TJSL BUMN.
- Memahami hubungan TJSL dengan strategi bisnis BUMN.
- Mengembangkan strategi TJSL yang selaras dengan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) dan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP).
- Melakukan stakeholder mapping dan social mapping.
- Menentukan isu prioritas melalui materiality assessment.
- Menyusun program TJSL berbasis kebutuhan masyarakat.
- Mengembangkan indikator keberhasilan dan pengukuran dampak.
- Menyusun TJSL Roadmap jangka menengah maupun jangka panjang.
- Menyusun TJSL Action Plan yang siap diterapkan di BUMN.
Siapa yang Harus Mengikuti?
Program ini direkomendasikan bagi:
- Manajer TJSL BUMN
- Officer TJSL
- Manajer CSR
- Sustainability Manager
- Community Development Manager
- Community Relations Officer
- Stakeholder Relations Officer
- Corporate Communication Manager
- Corporate Affairs Manager
- ESG Officer
- Perencana Korporasi
- Sekretaris Perusahaan
- Tim pelaksana TJSL BUMN
Apa yang Akan Anda Pelajari?
Hari Pertama – Strategic TJSL Planning and Governance
Peserta akan mempelajari cara:
- Memahami kebijakan dan regulasi TJSL BUMN.
- Memahami UU BUMN, PER-1/MBU/03/2023, serta keterkaitannya dengan tata kelola BUMN.
- Memahami hubungan TJSL dengan strategi korporasi.
- Mengintegrasikan TJSL ke dalam RJPP dan RKAP.
- Mengidentifikasi stakeholder prioritas.
- Melakukan Stakeholder Mapping.
- Menyusun Social Mapping.
- Melakukan Community Needs Assessment.
- Menentukan isu prioritas menggunakan Materiality Assessment.
- Menentukan fokus program TJSL berdasarkan kebutuhan masyarakat.
- Menyusun tujuan dan sasaran program TJSL.
- Mengembangkan TJSL Strategic Framework.
Hari Kedua – Implementation, Measurement, Reporting and Sustainability
Peserta akan mempelajari cara:
- Menyusun portofolio program TJSL.
- Mengembangkan strategi Community Development.
- Menyusun indikator keberhasilan program.
- Mengukur output, outcome, dan impact program TJSL.
- Memahami konsep Social Return on Investment (SROI).
- Mengembangkan TJSL Dashboard.
- Menyusun TJSL Roadmap.
- Mengintegrasikan TJSL dengan ESG.
- Menyusun laporan TJSL.
- Mengembangkan strategi komunikasi TJSL kepada stakeholder.
- Menyusun TJSL Action Plan.
Kompetensi yang Diperoleh
Peserta akan mampu:
- Menyusun strategi TJSL berbasis regulasi BUMN.
- Mengembangkan program TJSL berbasis kebutuhan masyarakat.
- Melaksanakan Stakeholder Engagement secara efektif.
- Menyusun Social Mapping.
- Menyusun Materiality Assessment.
- Mengembangkan Community Development Program.
- Mengukur dampak program TJSL.
- Menyusun TJSL Roadmap.
- Menyusun pelaporan TJSL.
- Mengembangkan strategi komunikasi TJSL.
Deliverables
Peserta akan memperoleh:
- TJSL Strategic Planning Framework
- Stakeholder Mapping Matrix
- Social Mapping Framework
- Materiality Assessment Matrix
- Community Needs Assessment Template
- TJSL Program Planning Template
- TJSL KPI Dashboard
- TJSL Roadmap
- TJSL Reporting Template
- TJSL Action Plan
Fasilitas Pelatihan
- Modul pelatihan.
- Sertifikat pelatihan.
- Template dan worksheet.
- Dokumentasi pelatihan.
- Laporan pelatihan untuk HR atau perusahaan.
- Coffee break dan makan siang untuk kelas tatap muka.
Hubungi Kami Jika Anda Memerlukan Bantuan
Apabila Anda memerlukan informasi mengenai jadwal Public Training, In-House Training, maupun Corporate Training, tim Urways Indonesia siap membantu memberikan solusi yang sesuai dengan kebutuhan organisasi. Selain itu, kami juga dapat membantu menyesuaikan materi pelatihan berdasarkan industri, tantangan bisnis, maupun kompetensi yang ingin dikembangkan.
WhatsApp
0819-1534-6688





Ulasan
Belum ada ulasan.