Mengapa Mengikuti Pelatihan Ini?
Penerapan Health, Safety, and Environment (HSE) membantu perusahaan mengendalikan risiko kecelakaan kerja, melindungi kesehatan karyawan, dan mengurangi dampak kegiatan operasional terhadap lingkungan. Dalam praktiknya, perusahaan perlu memastikan bahwa karyawan memahami prosedur keselamatan, mengenali potensi bahaya, serta menjalankan pekerjaan sesuai ketentuan yang berlaku. Oleh karena itu, pemahaman dasar HSE menjadi bagian penting dalam membangun budaya kerja yang aman dan bertanggung jawab.
Melalui pelatihan Basic Health Safety Environment, peserta mempelajari prinsip dasar keselamatan dan kesehatan kerja (K3), pengelolaan lingkungan, pengendalian bahan berbahaya, serta prosedur keselamatan dalam aktivitas operasional. Selanjutnya, peserta memahami peran organisasi K3, penerapan izin kerja (permit to work), pengelolaan limbah, dan pengendalian risiko di tempat kerja.
Selain itu, pelatihan ini memperkenalkan berbagai sistem dan program pengelolaan HSE yang digunakan perusahaan untuk meningkatkan kepatuhan dan kinerja operasional. Dengan demikian, peserta dapat mengenali potensi bahaya lebih awal, memahami tanggung jawabnya, dan mendukung penerapan prosedur HSE secara konsisten.
Sasaran dan Tujuan Pelatihan
Sasaran Peserta
Pelatihan ini ditujukan bagi:
-
Staf dan supervisor operasional.
-
Staf HSE dan K3 pemula.
-
Karyawan bagian produksi, engineering, dan maintenance.
-
Staf pengelolaan lingkungan dan fasilitas.
-
Personel kontraktor yang terlibat dalam aktivitas operasional.
-
Karyawan yang membutuhkan pemahaman dasar mengenai keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan.
Tujuan Pelatihan
Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan mampu:
-
Menjelaskan prinsip dasar HSE dan penerapannya dalam aktivitas kerja.
-
Mengidentifikasi potensi bahaya serta memahami langkah dasar pengendalian risiko.
-
Menjelaskan fungsi P2K3 dan prosedur izin kerja sesuai ketentuan perusahaan.
-
Memahami dasar pengelolaan limbah, bahan berbahaya dan beracun (B3), serta pencegahan pencemaran lingkungan.
-
Menjelaskan penerapan sistem manajemen K3 dan lingkungan dalam operasional perusahaan.
-
Mengidentifikasi tindakan pencegahan kebakaran, risiko ergonomi, dan bahaya dalam pekerjaan.
-
Menjelaskan tanggung jawab keselamatan kerja karyawan dan kontraktor.
Outline Materi yang Dibahas
Hari Pertama — Dasar HSE dan Pengelolaan Keselamatan Kerja
Dasar-Dasar Health, Safety, and Environment
-
Pengertian, tujuan, dan ruang lingkup HSE.
-
Hubungan keselamatan kerja, kesehatan kerja, dan perlindungan lingkungan.
-
Identifikasi bahaya dan pengenalan risiko di tempat kerja.
-
Prinsip pengendalian risiko berdasarkan hierarki pengendalian.
-
Tanggung jawab perusahaan, supervisor, dan karyawan dalam penerapan HSE.
-
Pengenalan peraturan dan ketentuan K3 yang relevan dengan aktivitas perusahaan.
Organisasi K3 dan Permit to Work
-
Fungsi dan tanggung jawab Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3).
-
Peran organisasi K3 dalam pencegahan kecelakaan kerja.
-
Pengertian dan fungsi sistem izin kerja (permit to work).
-
Identifikasi pekerjaan yang memerlukan izin khusus.
-
Pemeriksaan persyaratan keselamatan sebelum pekerjaan dimulai.
-
Koordinasi antara pelaksana pekerjaan, supervisor, dan petugas HSE.
-
Studi kasus identifikasi bahaya sebelum pelaksanaan pekerjaan.
Sistem Manajemen K3 dan Lingkungan
-
Pengenalan Sistem Manajemen K3 (SMK3).
-
Pengantar ISO 45001 untuk sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja.
-
Pengantar ISO 14001 untuk sistem manajemen lingkungan.
-
Identifikasi aspek lingkungan dan dampak lingkungan.
-
Pengelolaan limbah dalam aktivitas operasional.
-
Pengenalan bahan berbahaya dan beracun (B3) serta prinsip penyimpanan dan penanganannya.
-
Dasar pengelolaan air limbah (wastewater treatment).
-
Pengenalan PROPER dan perannya dalam penilaian kinerja pengelolaan lingkungan perusahaan.
Hari Kedua — Pengendalian Risiko, Lingkungan, dan Penerapan HSE
Pengelolaan Lingkungan dan Process Safety
-
Prinsip pencegahan pencemaran dari kegiatan operasional.
-
Pengelolaan limbah padat, limbah cair, dan limbah berbahaya sesuai karakteristiknya.
-
Pengendalian risiko bahan kimia dan bahan berbahaya.
-
Pengenalan Process Safety Management (PSM).
-
Identifikasi potensi bahaya pada proses dan peralatan.
-
Pengenalan Clean Development Mechanism (CDM) dalam konteks pengurangan emisi.
-
Studi kasus pengendalian dampak lingkungan dan risiko proses.
Kesehatan Kerja, Ergonomi, dan Pencegahan Kebakaran
-
Pengenalan bahaya kesehatan akibat paparan di tempat kerja.
-
Prinsip dasar promosi kesehatan di lingkungan kerja (health promotion).
-
Identifikasi risiko ergonomi pada aktivitas kerja.
-
Pengaturan postur dan cara kerja yang lebih aman.
-
Penyebab kebakaran dan prinsip pencegahannya.
-
Pengenalan sistem proteksi kebakaran dan penanganan awal keadaan darurat.
-
Peran Safety Warden dalam mendukung evakuasi dan kesiapsiagaan.
-
Simulasi identifikasi bahaya dan penentuan tindakan pencegahan.
Contractor Safety Management dan Penerapan HSE
-
Prinsip pengelolaan keselamatan kontraktor (Contractor Safety Management System).
-
Pemeriksaan persyaratan keselamatan sebelum kontraktor bekerja.
-
Induksi keselamatan dan komunikasi bahaya kepada kontraktor.
-
Pemantauan kepatuhan terhadap prosedur dan izin kerja.
-
Pelaporan kondisi tidak aman dan tindakan perbaikan.
-
Penyusunan daftar periksa inspeksi HSE sederhana.
-
Studi kasus evaluasi kepatuhan keselamatan kontraktor.
-
Penyusunan rencana tindak lanjut penerapan HSE di tempat kerja.
Metode Pelatihan
Presentasi dan Diskusi
Trainer menjelaskan konsep dasar HSE, prinsip pengendalian risiko, dan penerapan sistem keselamatan serta lingkungan. Selanjutnya, peserta mendiskusikan contoh permasalahan yang sering muncul di tempat kerja.
Pre-Test dan Post-Test
Peserta mengikuti pre-test untuk mengetahui pemahaman awal mengenai HSE. Setelah itu, post-test digunakan untuk mengevaluasi pemahaman terhadap konsep dan prosedur yang dibahas.
Studi Kasus
Peserta menganalisis kasus terkait potensi kecelakaan, penanganan bahan berbahaya, pencemaran lingkungan, kebakaran, dan kepatuhan kontraktor. Kemudian, peserta mengidentifikasi penyebab masalah dan menentukan langkah pengendalian yang sesuai.
Praktik dan Simulasi
Peserta berlatih mengidentifikasi bahaya, mengisi daftar periksa inspeksi, mengevaluasi risiko sederhana, serta menyusun tindakan pencegahan. Simulasi disesuaikan dengan fasilitas, prosedur, dan kondisi keselamatan yang tersedia.






Ulasan
Belum ada ulasan.