Communication Decision Making Techniques
Level: Intermediate
Durasi: 2 Hari | 12–14 Jam Pembelajaran
Format: Public Training, In-House Training, dan Online Training
Komposisi: 40% Konsep | 60% Praktik
Fokus: Pengambilan keputusan, analisis informasi, komunikasi keputusan, problem solving, dan koordinasi
Mengapa Mengikuti Pelatihan Ini
Setiap profesional perlu mengambil keputusan dalam situasi kerja yang berbeda. Keputusan dapat berkaitan dengan pekerjaan sehari-hari, koordinasi tim, pelayanan, pelanggan, maupun kepentingan organisasi. Karena itu, kemampuan mengambil keputusan perlu berjalan bersama kemampuan mengelola dan menyampaikan informasi.
Dalam praktiknya, keputusan yang baik membutuhkan informasi yang jelas dan komunikasi yang tepat. Profesional perlu memahami masalah, memilah informasi, mempertimbangkan pilihan, serta menjelaskan alasan keputusan kepada pihak yang berkepentingan. Selanjutnya, komunikasi yang terarah membantu tim memahami keputusan dan menjalankan tindakan yang telah disepakati.
Pelatihan ini membantu peserta mengembangkan kemampuan mengambil keputusan melalui proses komunikasi yang sistematis. Peserta mempelajari cara mengidentifikasi masalah, mengumpulkan informasi, menganalisis pilihan, menentukan keputusan, serta menyampaikan keputusan secara jelas.
Selain itu, peserta berlatih menghadapi situasi yang membutuhkan keputusan cepat. Melalui studi kasus, workshop, simulasi, dan role play, peserta dapat menguji cara berpikir dan cara berkomunikasi ketika menghadapi berbagai situasi kerja.
Sasaran dan Tujuan Pelatihan
Pelatihan ini ditujukan bagi profesional yang perlu mengambil keputusan dan mengomunikasikan keputusan dalam pekerjaan, khususnya:
- Supervisor dan Team Leader.
- Manager dan Assistant Manager.
- Corporate Communication dan Public Relations.
- Human Resources.
- General Affairs.
- Customer Service.
- Sales dan Marketing.
- Project Coordinator.
- Administrative dan Operational Staff.
- Profesional yang terlibat dalam koordinasi dan pengambilan keputusan.
Setelah mengikuti pelatihan, peserta mampu:
- Memahami hubungan antara komunikasi dan pengambilan keputusan.
- Mengidentifikasi masalah yang membutuhkan keputusan.
- Mengumpulkan dan memilah informasi yang relevan.
- Menganalisis berbagai pilihan sebelum mengambil keputusan.
- Menentukan prioritas berdasarkan tujuan dan kondisi yang dihadapi.
- Menggunakan teknik problem solving dalam proses pengambilan keputusan.
- Mengomunikasikan keputusan secara jelas dan terstruktur.
- Menjelaskan alasan dan konsekuensi dari suatu keputusan.
- Mengelola perbedaan pendapat dalam proses pengambilan keputusan.
- Menindaklanjuti keputusan melalui koordinasi dan komunikasi yang efektif.
Materi Pelatihan
Hari 1 — Dasar Pengambilan Keputusan dan Analisis Informasi
Sesi 1. Communication dan Decision Making
Pelatihan dimulai dengan memahami hubungan antara komunikasi dan pengambilan keputusan. Peserta melihat bagaimana kualitas informasi, cara menyampaikan pesan, dan proses komunikasi dapat memengaruhi keputusan di tempat kerja.
Selanjutnya, peserta mengenali berbagai jenis keputusan yang muncul dalam pekerjaan. Peserta juga membedakan keputusan rutin, keputusan yang membutuhkan pertimbangan, dan keputusan yang memerlukan respons cepat.
Materi:
- Pengertian decision making.
- Hubungan komunikasi dan pengambilan keputusan.
- Jenis keputusan dalam pekerjaan.
- Faktor yang memengaruhi keputusan.
- Peran informasi dalam pengambilan keputusan.
- Kesalahan umum dalam mengambil keputusan.
- Hambatan komunikasi dalam proses keputusan.
Praktik:
Peserta mengidentifikasi situasi kerja yang membutuhkan keputusan dan menentukan informasi yang diperlukan.
Output:
Decision Situation Map.
Sesi 2. Identifikasi Masalah dan Pengumpulan Informasi
Keputusan yang tepat membutuhkan pemahaman masalah yang tepat. Karena itu, peserta belajar membedakan masalah utama, gejala masalah, dan informasi yang hanya bersifat tambahan.
Kemudian, peserta menentukan informasi yang perlu dikumpulkan sebelum mengambil keputusan. Proses ini membantu peserta mengurangi keputusan yang muncul berdasarkan asumsi atau informasi yang belum lengkap.
Materi:
- Identifikasi masalah.
- Perbedaan masalah dan gejala.
- Menentukan informasi yang dibutuhkan.
- Sumber informasi.
- Memilah fakta dan asumsi.
- Menilai relevansi informasi.
- Menghindari informasi yang menyesatkan.
- Menyusun problem statement.
Praktik:
Peserta menganalisis masalah dan menyusun problem statement.
Output:
Problem Identification Sheet.
Sesi 3. Analisis Pilihan dan Alternatif Keputusan
Setelah peserta memahami masalah, mereka perlu membandingkan beberapa pilihan. Pada sesi ini, peserta mempelajari cara mengembangkan alternatif dan melihat kelebihan, kekurangan, risiko, serta dampak dari setiap pilihan.
Selanjutnya, peserta menggunakan kriteria yang jelas untuk membandingkan alternatif. Dengan demikian, peserta dapat membangun alasan keputusan secara lebih terstruktur.
Materi:
- Mengembangkan alternatif keputusan.
- Menentukan kriteria keputusan.
- Membandingkan pilihan.
- Analisis manfaat dan risiko.
- Dampak keputusan.
- Prioritas keputusan.
- Decision matrix.
- Menentukan pilihan terbaik.
Praktik:
Peserta membandingkan beberapa alternatif menggunakan decision matrix.
Output:
Decision Alternatives & Analysis Sheet.
Sesi 4. Problem Solving untuk Pengambilan Keputusan
Pengambilan keputusan sering membutuhkan penyelesaian masalah secara cepat dan terarah. Oleh karena itu, peserta mempelajari teknik untuk menemukan penyebab masalah dan mengembangkan solusi yang dapat diterapkan.
Kemudian, peserta menguji solusi berdasarkan dampak dan sumber daya yang tersedia. Latihan ini membantu peserta menghubungkan proses analisis dengan keputusan yang dapat dijalankan.
Materi:
- Tahapan problem solving.
- Analisis penyebab masalah.
- Root cause analysis.
- 5 Whys.
- Identifikasi pilihan solusi.
- Analisis dampak solusi.
- Penentuan solusi prioritas.
- Action planning.
Praktik:
Peserta melakukan root cause analysis dan menyusun pilihan solusi.
Output:
Problem Solving & Decision Worksheet.
Hari 2 — Komunikasi Keputusan dan Implementasi
Sesi 5. Communicating Decisions
Keputusan yang baik perlu disampaikan dengan cara yang mudah dipahami. Karena itu, peserta belajar menyusun pesan keputusan dengan memperhatikan tujuan, informasi utama, alasan keputusan, dan tindakan yang perlu dilakukan.
Selanjutnya, peserta menyesuaikan cara komunikasi dengan pihak yang menerima keputusan. Pendekatan tersebut membantu mengurangi salah tafsir dan memperjelas tanggung jawab setiap pihak.
Materi:
- Struktur komunikasi keputusan.
- Menjelaskan keputusan secara singkat dan jelas.
- Menyampaikan alasan keputusan.
- Menjelaskan dampak keputusan.
- Menentukan pihak yang perlu menerima informasi.
- Menyesuaikan pesan dengan audiens.
- Komunikasi lisan dan tertulis.
- Decision communication script.
Praktik:
Peserta menyusun dan menyampaikan pesan keputusan dalam simulasi.
Output:
Decision Communication Script.
Sesi 6. Communicating Difficult Decisions
Beberapa keputusan dapat menimbulkan pertanyaan, keberatan, atau perbedaan pendapat. Oleh sebab itu, peserta perlu menguasai cara menjelaskan keputusan tanpa memperburuk situasi komunikasi.
Pada sesi ini, peserta berlatih menghadapi pertanyaan dan keberatan dari pihak lain. Peserta juga mempelajari cara menjaga percakapan tetap fokus pada masalah dan tujuan organisasi.
Materi:
- Komunikasi keputusan yang sulit.
- Menanggapi pertanyaan dan keberatan.
- Mengelola perbedaan pendapat.
- Mendengarkan secara aktif.
- Menjelaskan alasan keputusan.
- Menjaga komunikasi tetap profesional.
- De-escalation communication.
- Membangun pemahaman bersama.
Praktik:
Role play komunikasi keputusan yang menimbulkan keberatan.
Output:
Difficult Decision Communication Script.
Sesi 7. Decision Making Under Pressure
Situasi kerja tertentu membutuhkan keputusan dalam waktu terbatas. Dalam kondisi tersebut, peserta perlu mengelola informasi, menentukan prioritas, dan menjaga komunikasi tetap efektif.
Selanjutnya, peserta menghadapi simulasi yang menempatkan mereka pada kondisi tekanan waktu. Latihan tersebut membantu peserta melatih kecepatan berpikir tanpa mengabaikan informasi penting.
Materi:
- Pengambilan keputusan dalam kondisi tekanan.
- Menentukan prioritas informasi.
- Keputusan cepat dan terukur.
- Mengelola keterbatasan informasi.
- Menentukan batas waktu keputusan.
- Komunikasi dalam situasi mendesak.
- Koordinasi saat terjadi perubahan.
- Contingency decision making.
Praktik:
Simulasi pengambilan keputusan dengan batas waktu.
Output:
Decision Under Pressure Worksheet.
Sesi 8. Decision Implementation dan Follow-Up
Keputusan menghasilkan nilai ketika organisasi menjalankannya secara konsisten. Karena itu, peserta mempelajari cara menerjemahkan keputusan menjadi tindakan, membagi tanggung jawab, dan memantau perkembangan.
Kemudian, peserta menyusun mekanisme komunikasi untuk memastikan setiap pihak memahami tugas dan targetnya. Pada tahap akhir, peserta mengevaluasi hasil keputusan dan menentukan tindakan lanjutan.
Materi:
- Mengubah keputusan menjadi tindakan.
- Pembagian tugas dan tanggung jawab.
- Menentukan target dan tenggat waktu.
- Komunikasi tindak lanjut.
- Monitoring pelaksanaan keputusan.
- Mengidentifikasi hambatan.
- Evaluasi hasil keputusan.
- Follow-up action planning.
Praktik:
Peserta menyusun rencana implementasi dan melakukan simulasi follow-up.
Output:
Decision Implementation & Follow-Up Plan.
Metode Pelatihan
Pelatihan menggunakan komposisi 40% konsep dan 60% praktik. Fasilitator menyampaikan konsep melalui interactive presentation, diskusi, dan contoh situasi kerja yang mudah dipahami.
Selanjutnya, peserta menerapkan konsep melalui studi kasus, workshop, role play, simulasi, dan problem solving. Setiap latihan menghasilkan dokumen kerja yang saling terhubung dari tahap identifikasi masalah hingga implementasi keputusan.
Metode pembelajaran meliputi:
- Interactive presentation.
- Studi kasus.
- Diskusi kelompok.
- Workshop.
- Role play.
- Simulasi pengambilan keputusan.
- Problem solving.
- Decision analysis.
- Presentasi hasil kerja.
- Peer feedback.
Outcome Pelatihan
Setelah mengikuti pelatihan, peserta mampu mengelola proses pengambilan keputusan secara lebih terstruktur. Peserta juga mampu menyampaikan keputusan kepada pihak terkait dengan pesan yang jelas, alasan yang dapat dipahami, dan tindakan lanjutan yang terarah.
Peserta menghasilkan:
- Decision Situation Map.
- Problem Identification Sheet.
- Decision Alternatives & Analysis Sheet.
- Problem Solving & Decision Worksheet.
- Decision Communication Script.
- Difficult Decision Communication Script.
- Decision Under Pressure Worksheet.
- Decision Implementation & Follow-Up Plan.
Dengan demikian, peserta memiliki perangkat kerja yang dapat membantu proses identifikasi masalah, analisis pilihan, komunikasi keputusan, pelaksanaan keputusan, dan evaluasi hasil.









Ulasan
Belum ada ulasan.