Community Conflict Management

Rentang harga: Rp4,500,000 hingga Rp6,750,000

Program Community Conflict Management membantu peserta memetakan aktor dan menganalisis root causes konflik. Selanjutnya, peserta mengidentifikasi kepentingan, potensi escalation, serta kebutuhan dialog. Selama 2 hari, peserta mengikuti case study, conflict mapping workshop, simulasi, dan penyusunan Community Conflict Mapping Tool. Hasilnya dapat digunakan sebagai dasar untuk merancang respons dan strategi penyelesaian.

Community Conflict Management

Kode: CC-L05
Durasi: 2 Hari | 12–14 Jam Pembelajaran
Lokasi: Jakarta / Tangerang / Online Training
Level: Mastery
Tatap Muka: Rp6.750.000/peserta
Online Training: Rp4.500.000/peserta

Fokus Program: Conflict mapping, root causes, interests, escalation, dialogue, dan resolution strategy
Practical Output: Community Conflict Mapping Tool

A. Mengapa Mengikuti Pelatihan Ini?

Konflik dengan komunitas dapat memengaruhi hubungan, kepercayaan, dan kelancaran operasional perusahaan. Karena itu, tim komunikasi perlu memahami dinamika konflik sejak tahap awal.

Program ini membantu peserta memetakan konflik secara sistematis. Peserta menganalisis root causes, kepentingan pihak yang terlibat, serta faktor yang mendorong escalation.

Selanjutnya, peserta mempelajari pendekatan dialog untuk mengelola perbedaan kepentingan. Peserta juga menyusun resolution strategy berdasarkan karakter konflik dan kebutuhan para pihak.

Pada akhir program, peserta menghasilkan Community Conflict Mapping Tool. Perangkat ini membantu peserta membaca struktur konflik dan menentukan pendekatan pengelolaan yang sesuai.

B. Siapa yang Harus Mengikuti?

Program ini sesuai bagi profesional yang menangani hubungan komunitas, komunikasi perusahaan, isu sosial, dan pengelolaan konflik.

  • Community Relations Manager
  • Community Engagement Manager
  • Corporate Communication Manager
  • Corporate Affairs Manager
  • CSR/TJSL Manager
  • Stakeholder Relations Manager
  • Public Relations Manager
  • Community Development Manager
  • Sustainability Manager
  • Stakeholder Relations Specialist
  • Corporate Communication Specialist
  • Manajer atau profesional yang menangani isu dan konflik komunitas

C. Apa yang Akan Anda Pelajari?

Day 1 — Conflict Mapping & Root Cause Analysis

Module 1 — Community Conflict Context

Peserta memulai program dengan memahami konteks konflik antara perusahaan dan komunitas. Kemudian, peserta mengidentifikasi faktor sosial yang dapat memicu perbedaan kepentingan.

  • Memahami karakter konflik komunitas
  • Mengidentifikasi bentuk konflik
  • Menganalisis konteks sosial dan organisasi
  • Mengidentifikasi pihak yang terlibat
  • Menentukan isu utama dalam konflik
  • Membedakan konflik terbuka dan potensi konflik

Praktik: Community Conflict Context Workshop
Output: Community Conflict Context Matrix

Module 2 — Conflict Mapping

Peserta kemudian memetakan struktur konflik dan hubungan antar pihak. Pemetaan membantu peserta memahami posisi, pengaruh, serta kepentingan setiap aktor.

  • Mengidentifikasi pihak yang terlibat
  • Memetakan posisi setiap pihak
  • Menganalisis tingkat pengaruh
  • Mengidentifikasi hubungan antaraktor
  • Memetakan pola dukungan dan resistensi
  • Menentukan aktor kunci

Praktik: Conflict Mapping Workshop
Output: Community Conflict Map

Module 3 — Root Cause & Interest Analysis

Konflik sering berkembang dari beberapa faktor yang saling berhubungan. Karena itu, peserta menganalisis penyebab utama dan kepentingan yang berada di balik posisi setiap pihak.

  • Mengidentifikasi root causes
  • Membedakan gejala dan penyebab konflik
  • Menganalisis kepentingan setiap pihak
  • Mengidentifikasi kebutuhan dan kekhawatiran
  • Menganalisis kesenjangan persepsi
  • Menentukan faktor yang perlu mendapat perhatian

Praktik: Root Cause Analysis Workshop
Output: Conflict Root Cause & Interest Matrix

Module 4 — Conflict Escalation Analysis

Peserta mempelajari bagaimana konflik berkembang dari ketegangan awal menuju kondisi yang lebih kompleks. Analisis ini membantu peserta menentukan waktu dan bentuk respons yang sesuai.

  • Mengidentifikasi tanda awal escalation
  • Menganalisis tahapan perkembangan konflik
  • Memetakan pemicu konflik
  • Mengidentifikasi faktor yang memperbesar ketegangan
  • Menentukan tingkat risiko konflik
  • Menentukan kebutuhan intervensi komunikasi

Praktik: Conflict Escalation Simulation
Output: Conflict Escalation Matrix

Day 2 — Dialogue, Resolution & Conflict Strategy

Module 5 — Dialogue Strategy for Conflict Management

Dialog dapat membuka ruang bagi para pihak untuk menyampaikan perspektif dan kepentingannya. Peserta mempelajari cara merancang dialog sesuai tingkat konflik dan karakter pihak yang terlibat.

  • Menentukan tujuan dialog
  • Menentukan pihak yang perlu terlibat
  • Menyusun agenda dialog
  • Mengembangkan komunikasi dua arah
  • Mengelola perbedaan perspektif
  • Menentukan mekanisme tindak lanjut

Praktik: Conflict Dialogue Simulation
Output: Conflict Dialogue Framework

Module 6 — Conflict Resolution Strategy

Selanjutnya, peserta menyusun strategi penyelesaian berdasarkan penyebab dan kepentingan para pihak. Peserta memilih pendekatan yang sesuai dengan tingkat konflik dan hubungan yang ingin dibangun.

  • Mengidentifikasi pilihan penyelesaian
  • Menentukan pendekatan resolution strategy
  • Mengembangkan opsi penyelesaian
  • Menentukan peran setiap pihak
  • Mengidentifikasi kebutuhan negosiasi
  • Menentukan indikator penyelesaian

Praktik: Conflict Resolution Workshop
Output: Conflict Resolution Strategy Matrix

Module 7 — Conflict Response & Relationship Recovery

Setelah konflik mereda, perusahaan tetap perlu mengelola hubungan dengan komunitas. Peserta menyusun langkah pemulihan hubungan dan menjaga komunikasi setelah proses penyelesaian.

  • Menilai kondisi hubungan setelah konflik
  • Mengidentifikasi relationship gaps
  • Menentukan kebutuhan pemulihan hubungan
  • Menyusun strategi komunikasi pascakonflik
  • Menentukan mekanisme tindak lanjut
  • Mengembangkan indikator pemulihan hubungan

Praktik: Relationship Recovery Simulation
Output: Community Relationship Recovery Plan

Module 8 — Community Conflict Mapping Tool

Pada tahap akhir, peserta mengintegrasikan seluruh hasil analisis ke dalam Community Conflict Mapping Tool. Perangkat ini membantu peserta membaca konflik dari konteks, aktor, penyebab, kepentingan, eskalasi, hingga strategi penyelesaian.

  • Mengintegrasikan hasil conflict mapping
  • Menghubungkan aktor dengan kepentingan
  • Memasukkan root causes
  • Memetakan tingkat escalation
  • Menentukan strategi dialog
  • Mengintegrasikan resolution strategy
  • Menentukan review points

Praktik: Community Conflict Mapping Workshop
Output: Community Conflict Mapping Tool

D. Outcome Pelatihan

Setelah mengikuti program, peserta mampu:

  • Menganalisis konteks konflik komunitas
  • Mengidentifikasi pihak yang terlibat
  • Memetakan posisi dan pengaruh setiap pihak
  • Mengidentifikasi root causes konflik
  • Menganalisis kepentingan dan kebutuhan para pihak
  • Mengidentifikasi potensi conflict escalation
  • Mengembangkan strategi dialog
  • Menyusun strategi penyelesaian konflik
  • Mengembangkan rencana pemulihan hubungan
  • Menggunakan Community Conflict Mapping Tool

E. Durasi Pelatihan

2 Hari | 12–14 Jam Pembelajaran

Hari pertama berfokus pada pemahaman konflik, pemetaan aktor, analisis penyebab, kepentingan, dan eskalasi.

Selanjutnya, hari kedua membahas strategi dialog, penyelesaian konflik, pemulihan hubungan, dan integrasi hasil analisis.

Peserta mengembangkan practical output melalui studi kasus, latihan pemetaan, simulasi, dan workshop.

F. Format Pelatihan

Tatap Muka

Pelatihan tersedia di Jakarta dan Tangerang. Peserta mengikuti case study, diskusi, conflict mapping workshop, simulasi, dan presentasi hasil kerja.

Online Training

Pelatihan berlangsung secara live melalui platform konferensi daring. Peserta tetap mengikuti diskusi, latihan individual, group exercise, simulasi, dan presentasi.

In-House Training

Perusahaan dapat meminta penyelenggaraan in-house training di lokasi lain. Tim Urways Indonesia dapat menyesuaikan materi dengan industri, wilayah operasional, karakter komunitas, serta konteks konflik.

G. Metode Pelatihan dan Evaluasi

Metode Pelatihan

  • Interactive Discussion
  • Case Study
  • Conflict Mapping Workshop
  • Root Cause Analysis
  • Individual Exercise
  • Group Exercise
  • Simulation
  • Peer Review
  • Presentation

Program menggunakan pendekatan learning by doing. Porsi praktik mencapai sekitar 60–70% dari keseluruhan pembelajaran.

Evaluasi

Peserta menunjukkan penguasaan materi melalui analisis kasus dan latihan pemetaan konflik. Selanjutnya, peserta menyusun Community Conflict Mapping Tool dan mempresentasikan hasil kerja.

Evaluasi mencakup:

  • Analisis community conflict case
  • Conflict Mapping Exercise
  • Root Cause & Interest Analysis
  • Conflict Escalation Simulation
  • Conflict Dialogue Simulation
  • Conflict Resolution Strategy Workshop
  • Relationship Recovery Exercise
  • Community Conflict Mapping Tool
  • Presentasi hasil kerja
  • Peer Review
  • Penilaian practical output

H. Apa yang Akan Anda Dapatkan?

Peserta memperoleh perangkat kerja yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan organisasi.

  • Community Conflict Context Matrix
  • Community Conflict Map
  • Conflict Root Cause & Interest Matrix
  • Conflict Escalation Matrix
  • Conflict Dialogue Framework
  • Conflict Resolution Strategy Matrix
  • Community Relationship Recovery Plan
  • Community Conflict Mapping Tool

I. Fasilitas Pelatihan

Tatap Muka

  • Meeting Room
  • 2x Coffee Break
  • 1x Lunch
  • Modul Pelatihan
  • Sertifikat Pelatihan
  • Training Kits
  • Souvenir
  • Dokumentasi
  • Laporan kegiatan kepada HR

Online Training

  • Modul Pelatihan
  • Sertifikat Pelatihan
  • Souvenir
  • Dokumentasi
  • Laporan kegiatan kepada HR

Hubungi Kami Jika Anda Memerlukan Bantuan

Memerlukan informasi mengenai jadwal pelatihan atau in-house training? Tim Urways Indonesia siap membantu memberikan informasi sesuai kebutuhan organisasi.

Anda juga dapat meminta penyesuaian materi berdasarkan industri dan wilayah operasional. Penyesuaian dapat mencakup karakter konflik, profil komunitas, kepentingan para pihak, tingkat eskalasi, serta kebutuhan komunikasi.

WhatsApp: 0819-1534-6688
Email: urwaysindonesia@gmail.com

LOKASI

JAKARTA, TANGERANG, ONLINE TRAINING

TANGGAL

24–25 Agustus, 28–29 September, 26–27 Oktober, 23–24 November, 28–29 Desember

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Community Conflict Management”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *