, ,

Crisis Spokesperson Skills

Rentang harga: Rp4,500,000.00 hingga Rp7,500,000.00

Juru bicara (Spokeperson) perusahaan menghadapi tekanan tinggi ketika media, publik, regulator, pelanggan, atau stakeholder meminta penjelasan dalam situasi krisis. Jawaban yang kurang terstruktur dapat memperbesar ketidakjelasan dan memunculkan interpretasi yang berbeda. Program ini melatih peserta menyusun key message, melakukan bridging, menjawab pertanyaan sulit, menghadapi wawancara media, serta menjaga konsistensi komunikasi melalui Crisis Spokesperson Playbook.

Guaranteed Safe Checkout

Crisis Spokesperson Skills

Kode: CC-C07
Durasi: 2 Hari | 12–14 Jam Pembelajaran
Lokasi: Jakarta / Tangerang / Online Training
Level: Mastery
Tatap Muka: Rp7.500.000/peserta
Online Training: Rp4.750.000/peserta

A. Mengapa Mengikuti Pelatihan Ini?

Situasi krisis menuntut juru bicara perusahaan menyampaikan informasi secara cepat, jelas, dan konsisten. Media, publik, regulator, pelanggan, dan stakeholder dapat mengajukan pertanyaan dalam waktu yang bersamaan. Karena itu, juru bicara perlu menguasai struktur pesan dan teknik wawancara.

Program Crisis Spokesperson Skills melatih peserta menghadapi berbagai situasi komunikasi krisis. Peserta mempelajari cara menyusun key message, melakukan bridging, dan menjawab pertanyaan sulit. Selain itu, peserta berlatih menghadapi wawancara media dan konferensi pers.

Selanjutnya, peserta mengembangkan Crisis Spokesperson Playbook. Perangkat ini membantu juru bicara menyiapkan pesan, mengelola wawancara, dan menjaga konsistensi respons selama krisis.

B. Siapa yang Harus Mengikuti?

Program Crisis Spokesperson Training ini sesuai bagi profesional yang menjalankan fungsi juru bicara atau mendukung komunikasi krisis perusahaan.

  • Corporate Communication Manager
  • Corporate Affairs Manager
  • Corporate Secretary
  • Public Relations Manager
  • Corporate Spokesperson
  • Communication Manager / Specialist
  • Government Relations Manager
  • Manager atau Executive yang menjalankan peran juru bicara perusahaan

C. Apa yang Akan Anda Pelajari?

Day 1 — Crisis Message & Media Interview Skills

Module 1 — Spokesperson Role & Crisis Communication Context

Peserta memahami peran juru bicara dalam situasi krisis. Selanjutnya, peserta menentukan ruang informasi dan kebutuhan komunikasi yang relevan.

  • Memahami tanggung jawab juru bicara dalam situasi krisis
  • Menentukan batas informasi yang dapat disampaikan
  • Mengidentifikasi kebutuhan informasi dari media dan stakeholder
  • Menjaga konsistensi posisi perusahaan dalam berbagai situasi

Praktik: Spokesperson Scenario Assessment
Output: Crisis Spokesperson Role & Response Framework

Module 2 — Key Message Development

Setelah memahami konteks krisis, peserta menyusun key message yang ringkas dan terarah. Peserta juga menentukan fakta serta konteks yang mendukung pesan utama.

  • Menentukan pesan utama berdasarkan situasi krisis
  • Menyusun supporting messages
  • Menentukan fakta, konteks, dan informasi yang perlu disampaikan
  • Menjaga pesan tetap ringkas, jelas, dan konsisten

Praktik: Key Message Development Workshop
Output: Crisis Key Message Framework

Module 3 — Media Interview Techniques

Selanjutnya, peserta mengembangkan kemampuan menghadapi wawancara media. Peserta mengatur struktur jawaban dan mengarahkan pembicaraan kembali pada pesan utama.

  • Mempersiapkan diri sebelum wawancara
  • Mengelola pembukaan dan struktur jawaban
  • Menggunakan bridging untuk mengarahkan pembicaraan pada pesan utama
  • Mengelola pertanyaan berulang dan pertanyaan dengan konteks negatif

Praktik: Media Interview Simulation
Output: Interview Response Framework

Module 4 — Difficult Questions & Challenging Interviews

Juru bicara sering menghadapi pertanyaan agresif, provokatif, atau hipotetis. Karena itu, peserta berlatih memberikan jawaban yang faktual dan terukur.

  • Menghadapi pertanyaan agresif dan provokatif
  • Menjawab pertanyaan yang belum memiliki informasi lengkap
  • Mengelola pertanyaan hipotetis dan leading questions
  • Menghindari spekulasi dan informasi yang belum terverifikasi

Praktik: Difficult Question Simulation
Output: Difficult Questions Response Bank


Day 2 — Spokesperson Performance, Simulation & Playbook

Module 5 — Bridging & Message Control

Pada sesi ini, peserta memperkuat kemampuan mengendalikan arah wawancara. Peserta menggunakan bridging secara natural dan tetap merespons pertanyaan secara relevan.

  • Menggunakan bridging techniques secara natural
  • Mengembalikan pembicaraan kepada key message
  • Mengelola pertanyaan di luar ruang lingkup
  • Menjaga alur wawancara tanpa mengabaikan pertanyaan

Praktik: Bridging Drill
Output: Bridging Technique Guide

Module 6 — Nonverbal Communication & On-Camera Performance

Selain pesan verbal, juru bicara perlu mengelola komunikasi nonverbal. Peserta berlatih mengendalikan body language, ekspresi, kontak mata, tempo, dan intonasi.

  • Mengelola body language, ekspresi, dan kontak mata
  • Mengatur tempo, intonasi, dan artikulasi
  • Menyesuaikan gaya komunikasi dengan format wawancara
  • Mengidentifikasi kebiasaan yang dapat mengurangi kredibilitas

Praktik: On-Camera Spokesperson Simulation
Output: Spokesperson Performance Assessment

Module 7 — Crisis Press Conference Simulation

Selanjutnya, peserta menghadapi simulasi konferensi pers. Skenario mencakup pertanyaan dari beberapa media dan perubahan informasi selama krisis.

  • Menyiapkan pesan untuk konferensi pers
  • Mengelola pertanyaan dari beberapa media
  • Menjaga konsistensi jawaban selama sesi berlangsung
  • Menangani perubahan informasi dan pertanyaan lanjutan

Praktik: Crisis Press Conference Simulation
Output: Crisis Press Conference Response Sheet

Module 8 — Crisis Spokesperson Playbook

Pada tahap akhir, peserta mengintegrasikan seluruh teknik ke dalam Crisis Spokesperson Playbook. Playbook tersebut dapat menjadi panduan kerja bagi juru bicara perusahaan.

  • Mengintegrasikan key message, bridging, difficult questions, dan interview preparation
  • Menyusun checklist sebelum wawancara
  • Menentukan alur persiapan dan koordinasi internal
  • Menyusun panduan respons untuk berbagai format komunikasi krisis

Praktik: Playbook Development Workshop
Output: Crisis Spokesperson Playbook

D. Outcome Pelatihan

Setelah mengikuti program, peserta mampu:

  • Menentukan peran dan batas kewenangan sebagai juru bicara
  • Menyusun key message untuk situasi krisis
  • Menyampaikan pesan secara jelas dan konsisten
  • Menggunakan bridging dalam wawancara media
  • Menjawab pertanyaan sulit tanpa spekulasi
  • Mengelola wawancara media dalam situasi tekanan tinggi
  • Mengendalikan komunikasi verbal dan nonverbal
  • Menyusun Crisis Spokesperson Playbook sebagai panduan kerja

E. Durasi Pelatihan

2 Hari | 12–14 Jam Pembelajaran

Hari pertama berfokus pada peran juru bicara dan pengembangan pesan. Peserta juga berlatih wawancara media, bridging, dan respons terhadap pertanyaan sulit.

Selanjutnya, hari kedua berfokus pada performa kamera dan simulasi konferensi pers. Peserta kemudian mengevaluasi performa dan menyusun Crisis Spokesperson Playbook.

F. Format Pelatihan

Tatap Muka

Pelatihan tersedia di Jakarta dan Tangerang. Peserta mengikuti case study, media interview simulation, role play, on-camera exercise, dan konferensi pers simulatif.

Online Training

Pelatihan berlangsung secara live melalui platform konferensi daring. Peserta mengikuti simulasi wawancara dan latihan bridging. Selain itu, peserta mengikuti difficult questions exercise dan press conference simulation.

In-House Training

Untuk in-house training atau kota lainnya, silakan hubungi tim Urways Indonesia. Tim dapat menyesuaikan materi dan skenario dengan kebutuhan perusahaan.

Penyesuaian dapat mencakup:

  • Industri
  • Profil risiko
  • Karakter media
  • Posisi juru bicara
  • Karakter krisis
  • Kebutuhan komunikasi perusahaan

G. Metode Pelatihan dan Evaluasi

Metode Pelatihan

Program menggunakan pendekatan learning by doing dengan porsi praktik sekitar 70%. Karena itu, peserta memperoleh kesempatan untuk langsung menguji teknik komunikasi dalam berbagai skenario.

Metode pembelajaran mencakup:

  • Interactive Discussion
  • Case Study
  • Role Play
  • Media Interview Simulation
  • On-Camera Exercise
  • Press Conference Simulation
  • Individual Exercise
  • Peer Review

Evaluasi

Peserta mengikuti evaluasi berbasis praktik selama program. Setiap latihan memberikan kesempatan bagi peserta untuk menguji kemampuan komunikasi dan menerima masukan.

Evaluasi mencakup:

  • Key Message Exercise
  • Media Interview Simulation
  • Difficult Question Simulation
  • Bridging Drill
  • On-Camera Performance Assessment
  • Crisis Press Conference Simulation
  • Presentasi hasil kerja
  • Penilaian practical output

H. Apa yang Akan Anda Dapatkan?

Peserta menghasilkan perangkat kerja yang dapat digunakan dan dikembangkan sesuai kebutuhan organisasi.

  • Crisis Spokesperson Role & Response Framework
  • Crisis Key Message Framework
  • Interview Response Framework
  • Difficult Questions Response Bank
  • Spokesperson Performance Assessment
  • Crisis Press Conference Response Sheet
  • Crisis Spokesperson Playbook

I. Fasilitas Pelatihan

Tatap Muka

  • Meeting Room
  • 2x Coffee Break
  • 1x Lunch
  • Modul Pelatihan
  • Sertifikat Pelatihan
  • Training Kits
  • Souvenir
  • Dokumentasi
  • Laporan kegiatan kepada HR

Online Training

  • Modul Pelatihan
  • Sertifikat Pelatihan
  • Souvenir
  • Dokumentasi
  • Laporan kegiatan kepada HR

Hubungi Kami Jika Anda Memerlukan Bantuan

Memerlukan informasi mengenai Crisis Spokesperson Training? Tim Urways Indonesia siap membantu memberikan informasi mengenai jadwal dan format pelatihan.

Selain itu, tim dapat menyesuaikan skenario simulasi dengan kebutuhan perusahaan. Penyesuaian dapat mencakup industri, karakter krisis, posisi juru bicara, karakter media, dan kompetensi komunikasi yang ingin dikembangkan.

WhatsApp: 0819-1534-6688
Email: urwaysindonesia@gmail.com

LOKASI

JAKARTA, TANGERANG, ONLINE

TANGGAL

22–23 September, 20–21 Oktober, 17–18 November, 22–23 Desember

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Crisis Spokesperson Skills”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *