CSR Management Based on ISO 26000

Rentang harga: Rp4,250,000 hingga Rp6,750,000

Pengelolaan CSR/TJSL membutuhkan kerangka kerja yang menghubungkan tata kelola, isu tanggung jawab sosial, kebutuhan stakeholder, program, implementasi, dan evaluasi. Karena itu, organisasi perlu mengelola CSR secara terstruktur dan menghubungkannya dengan proses pengambilan keputusan.

ISO 26000 memberikan panduan mengenai tanggung jawab sosial, termasuk tujuh core subjects dan proses stakeholder engagement. Panduan tersebut membantu organisasi mengidentifikasi isu, menentukan prioritas, dan mengintegrasikan tanggung jawab sosial ke dalam kebijakan serta praktik organisasi. Program CSR Management Based on ISO 26000 membantu peserta memahami kerangka ISO 26000 secara aplikatif. Selanjutnya, peserta menerjemahkan panduan tersebut ke dalam pemetaan isu, stakeholder engagement, desain program, tata kelola, pengukuran kinerja, dan evaluasi. Pada akhir pelatihan, peserta menyusun ISO 26000 CSR Management Framework yang dapat digunakan sebagai kerangka kerja pengelolaan CSR/TJSL organisasi.

CSR Management Based on ISO 26000

Kode: CC-S10
Durasi: 2 Hari | 12–14 Jam Pembelajaran
Lokasi: Jakarta / Tangerang / Online Training
Level: Advanced
Tatap Muka: Rp6.750.000/peserta
Online Training: Rp4.250.000/peserta

A. Mengapa Mengikuti Pelatihan Ini?

Pengelolaan CSR/TJSL membutuhkan kerangka kerja yang menghubungkan tata kelola, isu tanggung jawab sosial, kebutuhan stakeholder, program, implementasi, dan evaluasi. Karena itu, organisasi perlu mengelola CSR secara terstruktur dan menghubungkannya dengan proses pengambilan keputusan.

ISO 26000 memberikan panduan mengenai tanggung jawab sosial, termasuk tujuh core subjects dan proses stakeholder engagement. Panduan tersebut membantu organisasi mengidentifikasi isu, menentukan prioritas, dan mengintegrasikan tanggung jawab sosial ke dalam kebijakan serta praktik organisasi.

Program CSR Management Based on ISO 26000 membantu peserta memahami kerangka ISO 26000 secara aplikatif. Selanjutnya, peserta menerjemahkan panduan tersebut ke dalam pemetaan isu, stakeholder engagement, desain program, tata kelola, pengukuran kinerja, dan evaluasi.

Pada akhir pelatihan, peserta menyusun ISO 26000 CSR Management Framework yang dapat digunakan sebagai kerangka kerja pengelolaan CSR/TJSL organisasi.

B. Siapa yang Harus Mengikuti?

Program ISO 26000 Training ini sesuai bagi profesional yang terlibat dalam perencanaan, pengelolaan, implementasi, dan evaluasi CSR/TJSL.

  • CSR / TJSL Manager
  • Sustainability Manager / Specialist
  • Corporate Affairs Manager
  • Community Development Manager
  • Community Relations Manager
  • Corporate Communication Manager
  • CSR / TJSL Specialist
  • ESG / Sustainability Specialist

C. Apa yang Akan Anda Pelajari?

DAY 1 — ISO 26000 Framework & CSR Management

Module 1 — ISO 26000 & CSR Management Context

Peserta memulai pelatihan dengan memahami posisi ISO 26000 sebagai panduan tanggung jawab sosial. Selanjutnya, peserta menghubungkan prinsip tanggung jawab sosial dengan keberlanjutan dan proses organisasi.

  • Memahami posisi ISO 26000 sebagai panduan tanggung jawab sosial
  • Menghubungkan tanggung jawab sosial dengan keberlanjutan organisasi
  • Mengidentifikasi prinsip tanggung jawab sosial dalam pengambilan keputusan
  • Memetakan organizational governance sebagai fondasi pengelolaan CSR
  • Menghubungkan stakeholder engagement dengan proses pengelolaan CSR
  • Mengidentifikasi area penerapan ISO 26000 dalam organisasi

Praktik: ISO 26000 Organizational Assessment Workshop
Output: ISO 26000 CSR Assessment Matrix

Module 2 — Seven Core Subjects & Issue Mapping

ISO 26000 mencakup tujuh core subjects, yaitu organizational governance, human rights, labour practices, the environment, fair operating practices, consumer issues, serta community involvement and development.

Peserta memetakan tujuh core subjects terhadap aktivitas organisasi. Selanjutnya, peserta menentukan isu yang relevan dan menetapkan prioritas berdasarkan konteks organisasi.

  • Memetakan tujuh core subjects terhadap aktivitas organisasi
  • Mengidentifikasi isu yang relevan pada setiap core subject
  • Menentukan isu prioritas berdasarkan konteks organisasi
  • Menghubungkan isu CSR dengan risiko dan peluang organisasi
  • Menentukan area yang membutuhkan penguatan program
  • Menyusun prioritas isu tanggung jawab sosial

Praktik: Core Subjects Mapping Workshop
Output: ISO 26000 Core Subjects Mapping Matrix

Module 3 — Stakeholder Identification & Engagement

Setelah memetakan isu, peserta mengidentifikasi stakeholder berdasarkan aktivitas dan dampak organisasi. Peserta kemudian menentukan bentuk keterlibatan yang sesuai dengan kepentingan dan kebutuhan setiap kelompok.

  • Mengidentifikasi stakeholder berdasarkan aktivitas dan dampak organisasi
  • Memetakan kepentingan, pengaruh, kebutuhan, dan ekspektasi
  • Menentukan prioritas stakeholder
  • Menentukan bentuk dan tingkat keterlibatan
  • Mengembangkan mekanisme konsultasi dan dialog
  • Mengintegrasikan hasil stakeholder engagement ke dalam perencanaan CSR

Praktik: Stakeholder Mapping & Engagement Workshop
Output: ISO 26000 Stakeholder Engagement Matrix

Module 4 — CSR Issue Prioritization & Program Alignment

Berikutnya, peserta menentukan isu CSR yang memiliki relevansi paling tinggi bagi organisasi dan stakeholder. Peserta kemudian menghubungkan isu tersebut dengan tujuan, aktivitas, dan prioritas program.

  • Mengidentifikasi isu CSR prioritas
  • Menghubungkan isu dengan tujuan dan aktivitas organisasi
  • Menilai relevansi isu terhadap stakeholder
  • Menentukan prioritas program
  • Menghubungkan program dengan core subjects
  • Menyusun dasar pengambilan keputusan program CSR

Praktik: CSR Issue Prioritization Workshop
Output: CSR Issue Priority Matrix


DAY 2 — CSR Implementation, Governance & Performance

Module 5 — CSR Program Design Based on ISO 26000

Pada hari kedua, peserta menerjemahkan isu prioritas menjadi program CSR. Peserta menyusun tujuan, sasaran, aktivitas, indikator, sumber daya, dan jadwal implementasi.

  • Menerjemahkan isu prioritas menjadi program CSR
  • Menentukan tujuan, sasaran, aktivitas, dan indikator
  • Menentukan PIC dan kebutuhan sumber daya
  • Menghubungkan program dengan core subjects
  • Menentukan output dan outcome
  • Menyusun program implementation timeline

Praktik: CSR Program Design Workshop
Output: ISO 26000-Based CSR Program Plan

Module 6 — CSR Governance & Cross-Functional Coordination

Pengelolaan CSR membutuhkan koordinasi lintas fungsi. Karena itu, peserta menyusun struktur tata kelola dan pembagian peran yang mendukung proses perencanaan hingga evaluasi.

  • Menentukan struktur pengelolaan CSR
  • Menetapkan peran dan tanggung jawab unit terkait
  • Mengatur koordinasi CSR, Sustainability, Corporate Communication, Legal, HR, dan fungsi lainnya
  • Menyusun workflow perencanaan dan persetujuan
  • Menentukan mekanisme monitoring
  • Mengintegrasikan CSR ke dalam proses organisasi

Praktik: CSR Governance Mapping Workshop
Output: CSR Governance & RACI Matrix

Module 7 — CSR Performance, Impact & Continuous Improvement

Selanjutnya, peserta mengukur kinerja dan dampak program CSR. Pengukuran tersebut membantu organisasi menemukan performance gap dan menentukan area perbaikan.

  • Menentukan indikator output, outcome, dan dampak
  • Mengukur pencapaian program
  • Menghubungkan hasil program dengan kebutuhan stakeholder
  • Mengidentifikasi performance gap
  • Menentukan rekomendasi perbaikan
  • Menyusun mekanisme management review

Praktik: CSR Performance Evaluation Workshop
Output: CSR Performance & Impact Matrix

Module 8 — ISO 26000 CSR Management Framework

Pada tahap akhir, peserta mengintegrasikan seluruh komponen pengelolaan CSR. Peserta menyusun siklus kerja yang menghubungkan tata kelola, core subjects, stakeholder engagement, program, implementasi, dan evaluasi.

  • Mengintegrasikan governance, core subjects, stakeholder engagement, program, implementasi, dan evaluasi
  • Menyusun siklus pengelolaan CSR
  • Menentukan workflow dan decision points
  • Menetapkan mekanisme monitoring dan evaluasi
  • Menentukan prioritas peningkatan sistem CSR
  • Menyusun ISO 26000 CSR Management Framework

Praktik: CSR Management Framework Workshop
Output: ISO 26000 CSR Management Framework

D. Outcome Pelatihan

Setelah mengikuti program, peserta mampu:

  • Menggunakan ISO 26000 sebagai panduan pengelolaan tanggung jawab sosial
  • Memetakan tujuh core subjects dan isu yang relevan
  • Mengidentifikasi dan melibatkan stakeholder
  • Menentukan prioritas isu CSR
  • Mendesain program berdasarkan isu dan kebutuhan organisasi
  • Menyusun struktur tata kelola dan koordinasi CSR
  • Mengukur kinerja dan dampak program
  • Menentukan area perbaikan pengelolaan CSR
  • Menyusun ISO 26000 CSR Management Framework

ISO 26000 merupakan standar panduan tanggung jawab sosial. ISO 26000 tidak berfungsi sebagai management system standard dan tidak ditujukan untuk sertifikasi. Karena itu, program ini berfokus pada penerapan prinsip dan panduan ISO 26000 dalam pengelolaan CSR organisasi.

E. Durasi Pelatihan

2 Hari | 12–14 Jam Pembelajaran

Hari pertama berfokus pada kerangka ISO 26000, tujuh core subjects, stakeholder engagement, dan prioritas isu. Selanjutnya, hari kedua membahas desain program, tata kelola, koordinasi, pengukuran kinerja, evaluasi, dan penyusunan ISO 26000 CSR Management Framework.

F. Format Pelatihan

Tatap Muka

Pelatihan tersedia di Jakarta dan Tangerang. Peserta mengikuti case study, ISO 26000 assessment, core subjects mapping, stakeholder mapping, program design workshop, dan governance workshop.

Online Training

Pelatihan berlangsung secara live melalui platform konferensi daring. Peserta tetap mengikuti assessment, core subjects mapping, stakeholder engagement exercise, desain program, dan penyusunan CSR Management Framework.

In-House Training

Untuk in-house training atau kota lainnya, silakan hubungi tim Urways Indonesia. Kami dapat menyesuaikan materi dengan industri dan struktur CSR/TJSL perusahaan.

Penyesuaian juga dapat mencakup karakteristik stakeholder, wilayah operasional, kebutuhan organisasi, serta sistem pengelolaan CSR yang sudah berjalan.

G. Metode Pelatihan dan Evaluasi

Metode Pelatihan

  • Interactive Discussion
  • Case Study
  • ISO 26000 Assessment Workshop
  • Core Subjects Mapping
  • Stakeholder Mapping
  • CSR Program Design Workshop
  • Governance Workshop
  • Simulation
  • Individual Exercise
  • Group Exercise
  • Peer Review

Program menggunakan pendekatan learning by doing. Porsi praktik mencapai sekitar 60–70% dari keseluruhan pembelajaran.

Evaluasi

Peserta mengikuti evaluasi berbasis praktik dan studi kasus. Setiap latihan membantu peserta membangun komponen ISO 26000 CSR Management Framework secara bertahap.

Evaluasi mencakup:

  • ISO 26000 Organizational Assessment
  • Core Subjects Mapping Exercise
  • Stakeholder Engagement Workshop
  • CSR Issue Prioritization
  • CSR Program Design
  • CSR Governance Mapping
  • CSR Performance Evaluation
  • Presentasi hasil kerja
  • Peer Review

H. Apa yang Akan Anda Dapatkan?

Peserta memperoleh perangkat kerja yang dapat digunakan kembali dalam pengelolaan CSR/TJSL organisasi:

  • ISO 26000 CSR Assessment Matrix
  • ISO 26000 Core Subjects Mapping Matrix
  • ISO 26000 Stakeholder Engagement Matrix
  • CSR Issue Priority Matrix
  • ISO 26000-Based CSR Program Plan
  • CSR Governance & RACI Matrix
  • CSR Performance & Impact Matrix
  • ISO 26000 CSR Management Framework

I. Fasilitas Pelatihan

Tatap Muka

  • Meeting Room
  • 2x Coffee Break
  • 1x Lunch
  • Modul Pelatihan
  • Sertifikat Pelatihan
  • Training Kits
  • Souvenir
  • Dokumentasi
  • Laporan kegiatan kepada HR

Online Training

  • Modul Pelatihan
  • Sertifikat Pelatihan
  • Souvenir
  • Dokumentasi
  • Laporan kegiatan kepada HR

Hubungi Kami Jika Anda Memerlukan Bantuan

Memerlukan informasi mengenai CSR Management Based on ISO 26000 Training? Tim Urways Indonesia siap membantu memberikan informasi mengenai program yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.

Anda dapat menghubungi kami untuk informasi Public Training, In-House Training, maupun Corporate Training. Selain itu, kami dapat menyesuaikan materi dengan industri, struktur CSR/TJSL, karakteristik stakeholder, wilayah operasional, dan kompetensi pengelolaan CSR yang ingin dikembangkan.

WhatsApp: 0819-1534-6688
Email: urwaysindonesia@gmail.com

 

LOKASI

JAKARTA, TANGERANG, ONLINE

TANGGAL

22–23 September, 20–21 Oktober, 17–18 November, 22–23 Desember

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “CSR Management Based on ISO 26000”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CSR Management Based on ISO 26000CSR Management Based on ISO 26000
Rentang harga: Rp4,250,000 hingga Rp6,750,000Pilih opsi