Decision Making and Problem Solving

Rentang harga: Rp4,000,000 hingga Rp6,500,000

Presentasi profesional membutuhkan kemampuan untuk memahami audiens, menyusun pesan, mengembangkan visual, dan menyampaikan informasi secara meyakinkan. Karena itu, peserta perlu menguasai proses presentasi secara menyeluruh, mulai dari persiapan hingga evaluasi performa.

Program ini membekali peserta dengan kemampuan audience analysis, message architecture, presentation design, visual storytelling, professional delivery, dan audience engagement. Peserta juga mempelajari perbedaan strategi presentasi tatap muka dan online, termasuk penggunaan kamera, mikrofon, screen sharing, serta media visual.

Selain memahami konsep, peserta menggunakan 60% waktu pelatihan untuk praktik. Peserta melakukan presentation audit, message development, delivery practice, role play, dan simulasi presentasi profesional. Pada akhir program, peserta melakukan presentasi final dan mendapatkan evaluasi untuk mengembangkan kemampuan secara berkelanjutan.

Decision Making and Problem Solving

Level: Intermediate
Durasi: 2 Hari | 12–14 Jam Pembelajaran
Format: Public Training, In-House Training, dan Online Training
Fokus: Decision Making, Problem Solving, Critical Thinking, Root Cause Analysis, dan Decision Analysis

Mengapa Mengikuti Pelatihan Ini

Profesional menghadapi berbagai persoalan yang membutuhkan keputusan secara cepat, tepat, dan dapat dipertanggungjawabkan. Setiap keputusan dapat memengaruhi proses kerja, penggunaan sumber daya, pencapaian target, serta hubungan dengan stakeholder. Karena itu, kemampuan mengambil keputusan perlu berjalan bersama dengan kemampuan menganalisis masalah secara sistematis.

Dalam praktiknya, masalah sering muncul dalam bentuk gejala yang berulang. Situasi tersebut dapat mendorong seseorang mengambil keputusan berdasarkan asumsi, pengalaman, atau tekanan situasi tanpa memahami akar persoalan. Akibatnya, solusi yang dipilih dapat menyelesaikan masalah dalam jangka pendek, sementara persoalan utama tetap muncul.

Pelatihan ini membantu peserta membangun pola berpikir yang sistematis dalam menghadapi masalah dan mengambil keputusan. Peserta mempelajari teknik identifikasi masalah, analisis akar penyebab, pengembangan alternatif, evaluasi risiko, serta penentuan keputusan. Selanjutnya, peserta menerapkan setiap konsep melalui workshop, studi kasus, simulasi, dan latihan pengambilan keputusan.

Sasaran dan Tujuan Pelatihan

Pelatihan ini ditujukan bagi profesional yang membutuhkan kemampuan analitis dan pengambilan keputusan dalam pekerjaan, terutama:

  • Supervisor dan Team Leader.
  • Manager dan Department Head.
  • Project Manager.
  • Human Resources.
  • Sales dan Marketing.
  • Operations dan General Affairs.
  • Corporate Communication.
  • Business Development.
  • Profesional yang bertanggung jawab terhadap penyelesaian masalah dan pengambilan keputusan.

Setelah mengikuti pelatihan, peserta mampu:

  1. Memahami prinsip decision making dan problem solving.
  2. Membedakan masalah, gejala, penyebab, dan dampak.
  3. Merumuskan masalah secara lebih spesifik.
  4. Mengidentifikasi akar penyebab masalah.
  5. Menggunakan teknik critical thinking dalam analisis.
  6. Mengembangkan berbagai alternatif solusi.
  7. Menentukan kriteria dalam mengevaluasi alternatif.
  8. Menganalisis risiko dan konsekuensi keputusan.
  9. Menentukan keputusan berdasarkan informasi yang relevan.
  10. Menyusun rencana implementasi dan evaluasi keputusan.

Materi Pelatihan

Hari 1 — Problem Analysis dan Solution Development

Sesi 1. Problem Identification dan Problem Definition

Pelatihan dimulai dengan memahami bagaimana sebuah masalah muncul dalam lingkungan kerja. Peserta kemudian belajar membedakan fakta, gejala, penyebab, dan dampak agar proses analisis memiliki titik awal yang jelas.

Selanjutnya, peserta merumuskan masalah secara spesifik. Dengan rumusan yang tepat, peserta dapat menghindari analisis yang terlalu luas dan mengarahkan proses penyelesaian pada persoalan yang benar-benar perlu ditangani.

Materi:

  • Konsep problem solving.
  • Problem identification.
  • Problem, symptom, cause, dan impact.
  • Fakta dan asumsi.
  • Problem statement.
  • Problem scope.
  • Prioritas masalah.
  • Problem definition.

Praktik:
Peserta mengidentifikasi dan merumuskan masalah berdasarkan situasi kerja.

Output:
Problem Statement & Problem Definition.

Sesi 2. Critical Thinking dan Analytical Thinking

Setelah masalah dirumuskan, peserta mengembangkan kemampuan berpikir analitis untuk menguji informasi yang tersedia. Peserta mempelajari cara mempertanyakan asumsi, membandingkan informasi, serta melihat hubungan antarvariabel dalam sebuah persoalan.

Kemudian, peserta berlatih menggunakan pertanyaan analitis untuk menghasilkan pemahaman yang lebih mendalam. Proses tersebut membantu peserta mengambil keputusan dengan dasar pemikiran yang lebih terstruktur.

Materi:

  • Critical thinking.
  • Analytical thinking.
  • Identifikasi asumsi.
  • Evaluasi informasi.
  • Logical reasoning.
  • Fact-based analysis.
  • Bias in decision making.
  • Decision traps.

Praktik:
Latihan menganalisis informasi dan mengidentifikasi asumsi dalam proses pengambilan keputusan.

Output:
Critical Thinking Analysis Sheet.

Sesi 3. Root Cause Analysis

Masalah yang berulang membutuhkan analisis yang lebih mendalam. Karena itu, peserta mempelajari teknik untuk menemukan hubungan antara masalah, faktor penyebab, dan akar persoalan.

Selanjutnya, peserta menggunakan beberapa alat analisis untuk menguji kemungkinan penyebab. Dengan pendekatan tersebut, peserta dapat mengembangkan solusi yang menyasar sumber masalah.

Materi:

  • Konsep root cause analysis.
  • 5 Whys Analysis.
  • Fishbone Diagram.
  • Cause-and-effect analysis.
  • Faktor manusia.
  • Faktor proses.
  • Faktor sistem.
  • Faktor lingkungan kerja.

Praktik:
Workshop melakukan root cause analysis terhadap masalah kerja.

Output:
Root Cause Analysis Worksheet.

Sesi 4. Solution Development dan Alternative Generation

Setelah akar masalah ditemukan, peserta mengembangkan berbagai alternatif solusi. Peserta belajar menghasilkan pilihan secara terbuka sebelum menentukan alternatif yang paling sesuai.

Selanjutnya, setiap alternatif dibandingkan berdasarkan manfaat, sumber daya, risiko, dan kelayakan implementasinya. Dengan demikian, keputusan tidak langsung bergantung pada satu pilihan yang muncul pertama.

Materi:

  • Solution development.
  • Alternative generation.
  • Brainstorming technique.
  • Solution criteria.
  • Feasibility analysis.
  • Resource consideration.
  • Impact analysis.
  • Solution prioritization.

Praktik:
Workshop mengembangkan dan mengevaluasi beberapa alternatif solusi.

Output:
Solution Alternatives Matrix.

Hari 2 — Decision Analysis dan Implementation

Sesi 5. Decision Making Framework

Pada tahap berikutnya, peserta mempelajari proses pengambilan keputusan secara sistematis. Peserta menghubungkan tujuan, alternatif, kriteria, informasi, risiko, dan konsekuensi sebelum menentukan pilihan.

Kemudian, peserta menggunakan decision framework untuk menguji beberapa pilihan. Pendekatan ini membantu peserta memahami alasan di balik keputusan yang diambil.

Materi:

  • Konsep decision making.
  • Decision-making process.
  • Decision criteria.
  • Weighted decision matrix.
  • Prioritas dan trade-off.
  • Informasi dalam pengambilan keputusan.
  • Risiko dan konsekuensi.
  • Decision rationale.

Praktik:
Simulasi pengambilan keputusan menggunakan decision matrix.

Output:
Decision-Making Framework & Decision Matrix.

Sesi 6. Risk Analysis dan Decision Quality

Keputusan selalu memiliki konsekuensi. Oleh sebab itu, peserta mempelajari cara mengenali risiko dan memperkirakan dampak dari setiap pilihan sebelum keputusan diterapkan.

Selanjutnya, peserta mengevaluasi kualitas keputusan dengan mempertimbangkan informasi, asumsi, risiko, serta tingkat ketidakpastian. Proses ini membantu peserta membangun keputusan yang lebih terukur.

Materi:

  • Risk identification.
  • Risk assessment.
  • Impact analysis.
  • Probability dan consequence.
  • Risk mitigation.
  • Decision under uncertainty.
  • Scenario analysis.
  • Decision quality assessment.

Praktik:
Peserta melakukan analisis risiko terhadap alternatif keputusan.

Output:
Decision Risk Assessment.

Sesi 7. Decision Implementation dan Action Planning

Keputusan yang baik perlu diterjemahkan menjadi tindakan yang jelas. Karena itu, peserta menyusun rencana implementasi dengan menentukan prioritas, tanggung jawab, sumber daya, serta waktu pelaksanaan.

Kemudian, peserta mengidentifikasi potensi hambatan implementasi dan menentukan tindakan antisipatif. Dengan demikian, proses pengambilan keputusan memiliki kesinambungan hingga tahap eksekusi.

Materi:

  • Decision implementation.
  • Action planning.
  • Prioritas tindakan.
  • Task ownership.
  • Resource allocation.
  • Timeline dan milestone.
  • Implementation barriers.
  • Contingency action.

Praktik:
Workshop menyusun rencana implementasi keputusan.

Output:
Decision Implementation Action Plan.

Sesi 8. Monitoring, Evaluation, dan Continuous Problem Solving

Tahap akhir berfokus pada evaluasi hasil keputusan dan solusi. Peserta mempelajari cara menentukan indikator, memantau perkembangan, serta mengevaluasi apakah tindakan yang dilakukan benar-benar menghasilkan perubahan.

Selanjutnya, peserta menyusun pendekatan perbaikan berkelanjutan. Dengan demikian, proses problem solving tidak berhenti pada satu keputusan, karena hasil evaluasi dapat menjadi dasar untuk tindakan berikutnya.

Materi:

  • Decision monitoring.
  • Solution effectiveness.
  • Performance indicators.
  • Outcome evaluation.
  • Feedback loop.
  • Lessons learned.
  • Continuous improvement.
  • Corrective action.

Praktik:
Peserta mengevaluasi hasil keputusan dan menyusun rencana perbaikan.

Output:
Decision Evaluation & Continuous Improvement Plan.

Metode Pelatihan

Pelatihan menggunakan komposisi 40% konsep dan 60% praktik. Pendekatan ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk memahami kerangka analisis sekaligus menerapkannya pada berbagai persoalan yang relevan dengan pekerjaan.

Pada tahap awal, fasilitator menggunakan interactive presentation, diskusi, dan analisis contoh. Selanjutnya, peserta mengembangkan kemampuan melalui problem-solving exercise, workshop, simulasi, role play, dan decision-making exercise.

Metode pembelajaran meliputi:

  • Interactive presentation.
  • Diskusi kelompok.
  • Studi kasus.
  • Critical thinking exercise.
  • Root cause analysis workshop.
  • Problem-solving exercise.
  • Decision-making simulation.
  • Role play.
  • Peer review.
  • Presentasi hasil analisis.

Outcome Pelatihan

Pada akhir pelatihan, peserta memiliki kemampuan untuk menganalisis masalah secara sistematis dan mengambil keputusan berdasarkan informasi, alternatif, risiko, serta konsekuensi yang relevan.

Peserta juga menghasilkan perangkat kerja yang dapat digunakan dalam proses penyelesaian masalah dan pengambilan keputusan di lingkungan organisasi, yaitu:

  • Problem Statement & Problem Definition.
  • Critical Thinking Analysis Sheet.
  • Root Cause Analysis Worksheet.
  • Solution Alternatives Matrix.
  • Decision-Making Framework & Decision Matrix.
  • Decision Risk Assessment.
  • Decision Implementation Action Plan.
  • Decision Evaluation & Continuous Improvement Plan.
LOKASI

TANGERANG, JAKARTA, ONLINE

TANGGAL

22-23 Oktober, 24-25 November, 14-15 Desember

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Decision Making and Problem Solving”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *