Effective Stakeholder Engagement Governance

Rentang harga: Rp4,000,000 hingga Rp6,500,000

Perusahaan berinteraksi dengan banyak pihak yang memiliki kepentingan, kebutuhan, pengaruh, dan ekspektasi berbeda. Kondisi tersebut menuntut karyawan memahami siapa stakeholder yang perlu dilibatkan, bagaimana menentukan prioritas, serta bagaimana membangun komunikasi yang terarah.

Dalam praktiknya, koordinasi yang tidak terstruktur dapat menimbulkan perbedaan informasi, keterlambatan respons, miskomunikasi, dan kesenjangan ekspektasi. Karena itu, peserta perlu memahami tata kelola hubungan stakeholder sebagai bagian dari proses kerja, bukan hanya sebagai aktivitas komunikasi.

Selanjutnya, pelatihan ini mengajak peserta menghubungkan pemetaan stakeholder, analisis kepentingan, strategi komunikasi, dialog, pengelolaan isu, dan tindak lanjut dalam satu alur kerja yang praktis. Peserta juga berlatih menghadapi situasi yang relevan dengan lingkungan perusahaan energi, termasuk interaksi dengan masyarakat, pemerintah, regulator, mitra, pekerja, media, dan kelompok kepentingan.

Melalui pendekatan berbasis kasus, peserta menghasilkan perangkat kerja yang dapat digunakan kembali dalam aktivitas komunikasi dan koordinasi di unit masing-masing.

Effective Stakeholder Engagement Governance

Durasi: 2 Hari | 8 Sesi
Level: Intermediate
Pendekatan: 40% Concept | 60% Practice
Format: In-Class Training, Workshop, Case Study, Role Play, Simulation

Mengapa Mengikuti Pelatihan Ini?

Perusahaan berinteraksi dengan banyak pihak yang memiliki kepentingan, kebutuhan, pengaruh, dan ekspektasi berbeda. Kondisi tersebut menuntut karyawan memahami siapa stakeholder yang perlu dilibatkan, bagaimana menentukan prioritas, serta bagaimana membangun komunikasi yang terarah.

Dalam praktiknya, koordinasi yang tidak terstruktur dapat menimbulkan perbedaan informasi, keterlambatan respons, miskomunikasi, dan kesenjangan ekspektasi. Karena itu, peserta perlu memahami tata kelola hubungan stakeholder sebagai bagian dari proses kerja, bukan hanya sebagai aktivitas komunikasi.

Selanjutnya, pelatihan ini mengajak peserta menghubungkan pemetaan stakeholder, analisis kepentingan, strategi komunikasi, dialog, pengelolaan isu, dan tindak lanjut dalam satu alur kerja yang praktis. Peserta juga berlatih menghadapi situasi yang relevan dengan lingkungan perusahaan energi, termasuk interaksi dengan masyarakat, pemerintah, regulator, mitra, pekerja, media, dan kelompok kepentingan.

Melalui pendekatan berbasis kasus, peserta menghasilkan perangkat kerja yang dapat digunakan kembali dalam aktivitas komunikasi dan koordinasi di unit masing-masing.

Sasaran Pelatihan

Pelatihan ini sesuai untuk:

  • Karyawan yang berinteraksi langsung dengan stakeholder internal maupun eksternal.
  • Tim Corporate Communication dan Corporate Affairs.
  • Tim Community Relations dan fungsi yang menangani hubungan masyarakat.
  • Tim CSR atau TJSL dan fungsi sustainability.
  • Tim Government Relations dan hubungan dengan regulator.
  • Tim Public Relations dan Media Relations.
  • Tim operasi yang berinteraksi dengan masyarakat dan pihak eksternal.
  • Supervisor, manager, dan professional yang memiliki tanggung jawab koordinasi stakeholder.

Tujuan Pelatihan

Setelah mengikuti pelatihan, peserta mampu:

  • Mengidentifikasi stakeholder berdasarkan hubungan, kepentingan, dan pengaruhnya.
  • Memetakan prioritas stakeholder sesuai konteks pekerjaan.
  • Menganalisis kebutuhan, kepentingan, ekspektasi, persepsi, dan kekhawatiran stakeholder.
  • Menentukan tujuan komunikasi berdasarkan karakteristik stakeholder.
  • Menyusun pesan dan memilih kanal komunikasi yang relevan.
  • Menerapkan active listening dalam percakapan dengan stakeholder.
  • Mengelola percakapan sulit dan keberatan stakeholder secara konstruktif.
  • Mengenali isu yang membutuhkan koordinasi lintas fungsi.
  • Menyusun respons komunikasi berdasarkan informasi yang terverifikasi.
  • Membangun mekanisme tindak lanjut dan hubungan jangka panjang.
  • Mengintegrasikan seluruh proses ke dalam Stakeholder Engagement Plan.

Materi Pelatihan

Hari 1 — Stakeholder Identification, Analysis & Dialogue

Sesi 1 — Stakeholder Communication Fundamentals

Peserta memahami dasar hubungan stakeholder dan melihat komunikasi sebagai proses membangun pemahaman bersama.

Materi:

  • Konsep dasar stakeholder dalam organisasi.
  • Perbedaan stakeholder internal dan eksternal.
  • Peran stakeholder dalam aktivitas perusahaan.
  • Kepentingan, pengaruh, kebutuhan, dan ekspektasi stakeholder.
  • Prinsip komunikasi yang relevan, jelas, responsif, dan konsisten.
  • Tantangan komunikasi pada lingkungan perusahaan energi.
  • Hubungan antara komunikasi, koordinasi, dan kepercayaan.

Praktik:

  • Communication Reality Check.
  • Identifikasi situasi komunikasi stakeholder yang sering muncul dalam pekerjaan.
  • Analisis penyebab kesalahpahaman.
  • Penyusunan Stakeholder Communication Challenge Map.

Output:

Stakeholder Communication Challenge Map

Sesi 2 — Stakeholder Mapping & Analysis

Setelah memahami dasar komunikasi, peserta mempelajari cara memetakan stakeholder secara sistematis untuk menentukan prioritas hubungan.

Materi:

  • Identifikasi stakeholder berdasarkan aktivitas dan konteks organisasi.
  • Stakeholder Mind Map.
  • Klasifikasi stakeholder berdasarkan hubungan dengan organisasi.
  • Analisis tingkat kepentingan.
  • Analisis tingkat pengaruh.
  • Matriks kepentingan dan pengaruh.
  • Penentuan stakeholder prioritas.
  • Penyesuaian intensitas komunikasi berdasarkan prioritas.

Praktik:

  • Memilih satu proyek, program, fasilitas, atau aktivitas perusahaan.
  • Mengidentifikasi minimal 10 stakeholder.
  • Memetakan kepentingan dan pengaruh.
  • Menentukan tiga stakeholder prioritas.
  • Menentukan pendekatan komunikasi untuk setiap stakeholder prioritas.

Output:

Stakeholder Map dan Stakeholder Priority Matrix

Sesi 3 — Stakeholder Needs & Expectations

Berikutnya, peserta belajar membaca perspektif stakeholder agar perusahaan dapat merancang respons yang lebih relevan.

Materi:

  • Perbedaan kebutuhan, kepentingan, dan ekspektasi.
  • Persepsi stakeholder terhadap perusahaan.
  • Kekhawatiran dan isu yang memengaruhi hubungan.
  • Perspektif stakeholder terhadap aktivitas perusahaan.
  • Perbedaan perspektif perusahaan dan stakeholder.
  • Communication Gap.
  • Faktor sosial, ekonomi, operasional, dan lingkungan dalam membentuk ekspektasi.

Praktik:

  • Stakeholder Perspective Exercise.
  • Menganalisis satu kasus komunikasi dari perspektif perusahaan.
  • Menganalisis kasus yang sama dari perspektif stakeholder.
  • Menemukan perbedaan persepsi.
  • Mengidentifikasi kebutuhan informasi.
  • Merumuskan respons awal.

Output:

Stakeholder Expectation Profile

Sesi 4 — Active Listening & Stakeholder Dialogue

Pada sesi terakhir Hari 1, peserta mempraktikkan teknik mendengar dan bertanya untuk membangun percakapan yang produktif.

Materi:

  • Prinsip active listening.
  • Mendengar untuk memahami.
  • Teknik pertanyaan terbuka.
  • Teknik pertanyaan klarifikasi.
  • Konfirmasi pemahaman.
  • Merangkum pernyataan stakeholder.
  • Membedakan fakta, persepsi, dan asumsi.
  • Menentukan respons berdasarkan hasil percakapan.

Praktik:

  • Stakeholder Conversation Role Play.
  • Simulasi percakapan antara perwakilan perusahaan dan stakeholder.
  • Latihan bertanya dan melakukan klarifikasi.
  • Latihan merangkum kebutuhan stakeholder.
  • Latihan memberikan respons tanpa membuat komitmen di luar kewenangan.

Output:

Stakeholder Conversation Guide

Hari 2 — Strategy, Difficult Conversations, Issues & Engagement

Sesi 5 — Stakeholder Communication Strategy

Hari kedua dimulai dengan mengubah hasil pemetaan menjadi strategi komunikasi yang dapat diterapkan.

Materi:

  • Menentukan tujuan komunikasi.
  • Menyesuaikan pesan dengan karakteristik stakeholder.
  • Menentukan pesan utama.
  • Menentukan informasi yang perlu disampaikan.
  • Pemilihan kanal komunikasi.
  • Pemilihan bentuk interaksi.
  • Penentuan waktu dan frekuensi komunikasi.
  • Pembagian peran internal.
  • Tindak lanjut komunikasi.
  • Konsistensi pesan antarunit.

Praktik:

  • Menentukan satu stakeholder prioritas.
  • Menyusun tujuan komunikasi.
  • Menentukan tiga pesan utama.
  • Memilih kanal dan bentuk interaksi.
  • Menentukan pihak internal yang perlu dilibatkan.
  • Menentukan mekanisme tindak lanjut.

Output:

Stakeholder Communication Plan

Sesi 6 — Difficult Stakeholders & Challenging Conversations

Setelah peserta menguasai perencanaan, sesi ini berfokus pada kemampuan menangani percakapan yang memiliki tingkat ketegangan lebih tinggi.

Materi:

  • Karakteristik percakapan sulit.
  • Sumber keberatan stakeholder.
  • Perbedaan kepentingan dan ekspektasi.
  • Memisahkan fakta, persepsi, asumsi, dan tuntutan.
  • Teknik klarifikasi.
  • Empati dalam komunikasi profesional.
  • Menjaga komunikasi tetap asertif.
  • Mengarahkan percakapan kembali pada masalah.
  • Menentukan tindak lanjut sesuai kewenangan.

Praktik:

  • Difficult Stakeholder Role Play.
  • Simulasi keluhan masyarakat.
  • Simulasi pertanyaan pemerintah atau regulator.
  • Simulasi perbedaan informasi antarunit.
  • Latihan merespons keberatan.
  • Evaluasi komunikasi oleh peserta lain.

Output:

Difficult Conversation Response Guide

Sesi 7 — Stakeholder Communication for Issues & Reputation

Selanjutnya, peserta menghubungkan komunikasi stakeholder dengan pengelolaan isu dan reputasi perusahaan.

Materi:

  • Perbedaan keluhan, isu, konflik, dan krisis.
  • Identifikasi isu dari percakapan stakeholder.
  • Pemetaan pihak yang terdampak.
  • Verifikasi informasi.
  • Penentuan informasi yang perlu diklarifikasi.
  • Prioritas komunikasi.
  • Koordinasi lintas fungsi.
  • Konsistensi pesan.
  • Penentuan pihak yang memiliki kewenangan menyampaikan informasi.
  • Tindak lanjut setelah respons awal.

Praktik:

  • Issue Communication Simulation.
  • Mengidentifikasi isu dari sebuah kasus.
  • Menentukan stakeholder terdampak.
  • Memilah fakta dan informasi yang masih perlu diverifikasi.
  • Menentukan pesan awal.
  • Menentukan pihak internal yang perlu dilibatkan.
  • Melakukan simulasi respons.

Output:

Issue Communication Response Map

Sesi 8 — Integrated Stakeholder Engagement

Sebagai sesi penutup, peserta mengintegrasikan seluruh kompetensi melalui simulasi kasus yang menyerupai situasi kerja.

Materi:

  • Integrasi stakeholder mapping.
  • Analisis kebutuhan dan ekspektasi.
  • Penentuan tujuan komunikasi.
  • Penyusunan pesan.
  • Pemilihan kanal dan bentuk interaksi.
  • Active listening.
  • Penanganan pertanyaan dan keberatan.
  • Pengelolaan isu.
  • Koordinasi lintas fungsi.
  • Tindak lanjut dan hubungan jangka panjang.

Praktik:

  • Integrated Stakeholder Engagement Challenge.
  • Analisis kasus secara berkelompok.
  • Penyusunan strategi komunikasi.
  • Simulasi pertemuan stakeholder.
  • Simulasi pertanyaan dan keberatan.
  • Evaluasi pendekatan komunikasi.
  • Penyempurnaan rencana tindak lanjut.

Output:

Integrated Stakeholder Engagement Plan

Metode Pelatihan

Pelatihan menggunakan pendekatan learning by doing agar peserta langsung menghubungkan konsep dengan situasi kerja.

  • Interactive presentation
  • Case study
  • Group discussion
  • Individual exercise
  • Workshop
  • Role play
  • Simulation
  • Peer feedback
  • Facilitator feedback
  • Reflection dan action planning

Setiap sesi menghubungkan konsep dengan praktik. Peserta mengerjakan kasus, mendiskusikan pilihan pendekatan, melakukan simulasi, kemudian menerima umpan balik untuk memperbaiki hasil kerja.

Evaluasi Peserta

Evaluasi mengukur kemampuan peserta melalui:

  • Pemahaman konsep.
  • Ketepatan pemetaan stakeholder.
  • Kualitas analisis kebutuhan dan ekspektasi.
  • Kemampuan menyusun strategi komunikasi.
  • Kemampuan melakukan dialog.
  • Kemampuan menangani percakapan sulit.
  • Kemampuan merespons isu.
  • Kualitas Integrated Stakeholder Engagement Plan.

Outcome Pelatihan

Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta memiliki seperangkat perangkat kerja yang dapat langsung digunakan dalam pekerjaan, yaitu:

  1. Stakeholder Communication Challenge Map
  2. Stakeholder Map
  3. Stakeholder Priority Matrix
  4. Stakeholder Expectation Profile
  5. Stakeholder Conversation Guide
  6. Stakeholder Communication Plan
  7. Difficult Conversation Response Guide
  8. Issue Communication Response Map
  9. Integrated Stakeholder Engagement Plan

Dengan demikian, peserta dapat mengelola hubungan stakeholder secara lebih terstruktur, memilih pendekatan komunikasi sesuai konteks, dan membangun koordinasi yang lebih konsisten antara kebutuhan stakeholder dengan tujuan organisasi.

LOKASI

TANGERANG, JAKARTA, ONLINE

TANGGAL

29–30 September, 27–28 Oktober, 24–25 November, 29–30 Desember

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Effective Stakeholder Engagement Governance”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *