Emotional Intelligence at Work Training

Rentang harga: Rp4,000,000 hingga Rp6,250,000

Profesional menghadapi informasi, masalah, dan keputusan yang membutuhkan penalaran yang tepat. Karena itu, peserta perlu mampu memeriksa informasi, mengenali asumsi, dan menilai kualitas sebuah argumen.

Program ini membantu peserta memahami critical thinking, logical reasoning, dan evaluation. Peserta kemudian menerapkan konsep melalui case study, latihan analisis, workshop, dan role play.

Melalui pendekatan learning by doing, peserta belajar menyusun proses berpikir secara sistematis. Selanjutnya, peserta menggunakan Critical Thinking Worksheet untuk menganalisis masalah dan mengambil keputusan secara lebih terstruktur.

Emotional Intelligence at Work Training

Level: Intermediate
Durasi: 2 Hari | 12–14 Jam Pelatihan
Format: Public Training, In-House Training, Online Training
Komposisi: 40% Konsep | 60% Praktik

Mengapa Mengikuti Pelatihan Ini

Interaksi di tempat kerja melibatkan berbagai karakter, kepentingan, tekanan, dan situasi yang dapat memengaruhi cara seseorang berpikir, berkomunikasi, dan bertindak. Respons yang kurang tepat terhadap emosi dapat memengaruhi hubungan kerja, kolaborasi, kualitas komunikasi, serta proses pengambilan keputusan.

Emotional intelligence membantu profesional mengenali kondisi emosional diri, memahami respons orang lain, mengelola reaksi, dan memilih respons yang sesuai dengan situasi. Pelatihan ini memberikan pendekatan praktis untuk menggunakan kecerdasan emosional dalam komunikasi, kolaborasi, menghadapi perbedaan, menerima feedback, dan membangun hubungan kerja yang produktif.

Sasaran dan Tujuan Pelatihan

Setelah mengikuti pelatihan, peserta mampu:

  • Memahami konsep emotional intelligence dan penerapannya di tempat kerja.
  • Mengenali emosi, pemicu, pola respons, dan pengaruhnya terhadap perilaku kerja.
  • Meningkatkan kemampuan self-awareness dalam berbagai situasi profesional.
  • Mengelola respons emosional secara lebih tepat.
  • Memahami emosi dan perspektif orang lain.
  • Meningkatkan kualitas komunikasi dan hubungan interpersonal.
  • Menghadapi perbedaan pendapat dan situasi sulit secara konstruktif.
  • Menggunakan empathy dalam membangun hubungan kerja.
  • Memberikan dan menerima feedback dengan lebih efektif.
  • Menyusun strategi pengembangan emotional intelligence dalam pekerjaan.

Materi Pelatihan

Hari 1 — Building Emotional Intelligence

Sesi 1. Memahami Emotional Intelligence di Tempat Kerja

Peserta memahami konsep emotional intelligence serta kaitannya dengan perilaku dan efektivitas kerja. Pembahasan diarahkan pada kemampuan mengenali emosi, mengelola respons, memahami orang lain, dan membangun hubungan profesional.

Materi:

  • Pengertian emotional intelligence.
  • Peran emotional intelligence dalam pekerjaan.
  • Komponen utama emotional intelligence.
  • Hubungan emosi, pikiran, dan perilaku.
  • Pengaruh emosi terhadap komunikasi dan keputusan.
  • Situasi kerja yang membutuhkan emotional intelligence.
  • Emotional intelligence self-assessment.

Praktik: Emotional Intelligence Self-Assessment

Output: Emotional Intelligence Self-Assessment Sheet

Sesi 2. Membangun Self-Awareness

Peserta belajar mengenali emosi dan memahami bagaimana kondisi emosional memengaruhi cara berpikir serta perilaku. Selanjutnya, peserta mengidentifikasi pola respons yang muncul dalam situasi kerja tertentu.

Materi:

  • Konsep self-awareness.
  • Mengenali emosi dan perubahan emosi.
  • Emotional triggers di tempat kerja.
  • Pola respons terhadap situasi tertentu.
  • Kekuatan dan area pengembangan diri.
  • Hubungan emosi dengan perilaku komunikasi.
  • Mengenali respons otomatis.

Praktik: Personal Emotional Trigger Mapping

Output: Self-Awareness & Emotional Trigger Map

Sesi 3. Self-Regulation dan Mengelola Respons Emosional

Peserta mempelajari cara mengelola respons ketika menghadapi tekanan, kritik, perbedaan pendapat, atau situasi yang tidak sesuai harapan. Fokus latihan berada pada kemampuan memberikan jeda, menilai situasi, dan memilih respons yang lebih tepat.

Materi:

  • Konsep self-regulation.
  • Emotional reactions dan emotional responses.
  • Mengenali respons impulsif.
  • Teknik pause and respond.
  • Mengelola frustrasi dan kekecewaan.
  • Menghadapi kritik dan tekanan.
  • Menjaga profesionalisme dalam situasi sulit.

Praktik: Emotional Response Simulation

Output: Emotional Self-Regulation Plan

Sesi 4. Empathy dan Memahami Perspektif Orang Lain

Peserta mengembangkan kemampuan memahami perasaan, kebutuhan, dan perspektif orang lain tanpa kehilangan objektivitas profesional. Kemampuan ini digunakan untuk meningkatkan kualitas interaksi dan mengurangi kesalahpahaman dalam hubungan kerja.

Materi:

  • Pengertian empathy.
  • Empathy dan perspective taking.
  • Membaca respons verbal dan nonverbal.
  • Mendengarkan untuk memahami.
  • Mengenali kebutuhan dan kekhawatiran orang lain.
  • Perbedaan antara empathy, simpati, dan persetujuan.
  • Menerapkan empathy dalam komunikasi profesional.

Praktik: Perspective-Taking Role Play

Output: Empathy & Perspective-Taking Worksheet

Hari 2 — Applying Emotional Intelligence at Work

Sesi 5. Emotional Intelligence dalam Komunikasi

Peserta menerapkan emotional intelligence dalam berbagai interaksi kerja. Pembahasan mencakup cara menyampaikan pesan, mendengarkan, membaca situasi emosional, serta menyesuaikan respons tanpa kehilangan kejelasan komunikasi.

Materi:

  • Emosi dalam komunikasi interpersonal.
  • Active listening.
  • Mengenali emotional cues.
  • Menyesuaikan gaya komunikasi dengan situasi.
  • Mengelola respons ketika terjadi salah paham.
  • Menyampaikan pesan sensitif.
  • Membangun komunikasi yang terbuka dan profesional.

Praktik: Workplace Communication Role Play

Output: Emotionally Intelligent Communication Plan

Sesi 6. Mengelola Perbedaan dan Difficult Conversation

Peserta belajar menggunakan kecerdasan emosional ketika menghadapi perbedaan pendapat, konflik, resistensi, atau percakapan yang sensitif. Peserta berlatih menjaga kendali diri sambil tetap memahami perspektif pihak lain.

Materi:

  • Emotional dynamics dalam konflik.
  • Mengenali eskalasi emosi.
  • Mengelola respons defensif.
  • Active listening dalam percakapan sulit.
  • Menyampaikan ketidaksetujuan secara konstruktif.
  • Menjaga fokus pada masalah.
  • Membangun kesepakatan dan tindak lanjut.

Praktik: Difficult Conversation Simulation

Output: Difficult Conversation Response Plan

Sesi 7. Emotional Intelligence dalam Teamwork dan Collaboration

Peserta memahami bagaimana kecerdasan emosional memengaruhi hubungan antaranggota tim. Peserta belajar membangun kerja sama, mengelola perbedaan karakter, memberikan dukungan, dan menjaga kualitas hubungan ketika menghadapi tekanan pekerjaan.

Materi:

  • Emotional intelligence dalam teamwork.
  • Memahami perbedaan karakter dan respons.
  • Building trust dalam tim.
  • Collaboration dan psychological safety.
  • Mengelola perbedaan perspektif.
  • Memberikan dan menerima feedback.
  • Menjaga hubungan kerja dalam situasi penuh tekanan.

Praktik: Team Collaboration Case

Output: Team Emotional Intelligence Action Plan

Sesi 8. Personal Emotional Intelligence Development Plan

Peserta mengintegrasikan seluruh pembelajaran ke dalam rencana pengembangan pribadi. Rencana mencakup area yang perlu diperkuat, situasi prioritas, kebiasaan yang perlu dibangun, serta indikator perubahan perilaku.

Materi:

  • Evaluasi kemampuan emotional intelligence.
  • Menentukan area pengembangan prioritas.
  • Menetapkan behavioral goals.
  • Membangun kebiasaan respons yang lebih efektif.
  • Strategi menghadapi emotional triggers.
  • Monitoring perubahan perilaku.
  • Menentukan indikator keberhasilan.

Praktik: Personal Development Workshop

Output: Personal Emotional Intelligence Development Plan

Metode Pelatihan

Pelatihan menggunakan pendekatan interactive learning melalui pemaparan konsep, refleksi individu, studi kasus, diskusi, role play, simulasi situasi kerja, latihan self-assessment, dan action planning. Peserta berlatih menghadapi situasi yang umum terjadi di tempat kerja sehingga konsep emotional intelligence dapat diterapkan dalam komunikasi dan hubungan profesional.

Outcome Pelatihan

Peserta menghasilkan:

  • Emotional Intelligence Self-Assessment Sheet
  • Self-Awareness & Emotional Trigger Map
  • Emotional Self-Regulation Plan
  • Empathy & Perspective-Taking Worksheet
  • Emotionally Intelligent Communication Plan
  • Difficult Conversation Response Plan
  • Team Emotional Intelligence Action Plan
  • Personal Emotional Intelligence Development Plan

Pelatihan membantu peserta membangun kemampuan mengenali emosi, mengelola respons, memahami perspektif orang lain, serta menggunakan kecerdasan emosional dalam komunikasi dan kolaborasi sehari-hari.

Informasi Pelatihan

Critical Thinking Skills membantu peserta membangun kemampuan analisis dan penalaran yang dapat diterapkan dalam berbagai situasi kerja. Peserta mengembangkan proses berpikir melalui latihan, case study, workshop, dan role play.

Tatap Muka: Rp5.950.000/peserta
Online Training: Rp4.000.000/peserta
Level: Basic

Untuk informasi jadwal Public Training, In-House Training, dan kebutuhan penyesuaian materi, hubungi tim Urways Indonesia.

WhatsApp: 0819-1534-6688
Email: urwaysindonesia@gmail.com

LOKASI

JAKARTA, TANGERANG, ONLINE TRAINING

TANGGAL

15–16 September, 13–14 Oktober, 10–11 November, 15–16 Desember

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Emotional Intelligence at Work Training”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *