Influencing Without Authority

Rentang harga: Rp4,000,000 hingga Rp6,250,000

Influencing Without Authority Training dirancang untuk profesional yang perlu mencapai hasil melalui kolaborasi dengan pihak lain tanpa memiliki kewenangan langsung. Peserta mempelajari cara memahami stakeholder, mengenali kepentingan, membangun kredibilitas, menyusun komunikasi persuasif, menangani resistensi, serta membangun komitmen.

Pelatihan menggunakan studi kasus, stakeholder mapping, role play, simulasi negosiasi, dan action planning. Dengan pendekatan tersebut, peserta dapat mengembangkan strategi influence yang relevan untuk koordinasi lintas fungsi, project management, stakeholder management, implementasi perubahan, dan berbagai situasi kerja yang membutuhkan dukungan pihak lain.

Influencing Without Authority Training

Level: Intermediate
Durasi: 2 Hari | 12–14 Jam Pelatihan
Format: Public Training, In-House Training, Online Training
Komposisi: 40% Konsep | 60% Praktik

Mengapa Mengikuti Pelatihan Ini

Dalam organisasi, banyak pekerjaan membutuhkan dukungan dari pihak yang berada di luar struktur kewenangan langsung. Project manager perlu mengoordinasikan berbagai fungsi, staf perlu memperoleh persetujuan dari unit lain, dan professional perlu membangun dukungan terhadap ide atau rekomendasi tanpa memiliki kewenangan formal untuk memerintah.

Situasi tersebut membutuhkan kemampuan influencing without authority, yaitu kemampuan memengaruhi cara berpikir, sikap, keputusan, dan tindakan pihak lain melalui kredibilitas, komunikasi, hubungan, kepentingan, serta pendekatan yang sesuai. Pelatihan ini membantu peserta memahami stakeholder, membangun influence strategy, menyusun pesan yang relevan, menangani resistensi, melakukan persuasi, dan membangun komitmen untuk mencapai hasil bersama.

Sasaran dan Tujuan Pelatihan

Setelah mengikuti pelatihan, peserta mampu:

  • Memahami prinsip influencing without authority dalam organisasi.
  • Mengenali sumber pengaruh selain kewenangan formal.
  • Memetakan stakeholder berdasarkan kepentingan dan tingkat pengaruh.
  • Membangun kredibilitas dan kepercayaan sebagai dasar pengaruh.
  • Memahami kebutuhan, kepentingan, dan perspektif pihak lain.
  • Menyesuaikan pendekatan komunikasi dengan karakter stakeholder.
  • Menyusun pesan yang relevan dan persuasif.
  • Menghadapi resistensi dan perbedaan kepentingan.
  • Membangun dukungan terhadap ide, rekomendasi, atau perubahan.
  • Mengembangkan strategi pengaruh yang etis dan berorientasi pada hasil.

Materi Pelatihan

Hari 1 — Building Influence

Sesi 1. Memahami Influencing Without Authority

Peserta memahami mengapa pengaruh dibutuhkan ketika seseorang harus mencapai hasil melalui pihak yang tidak berada dalam garis kewenangan langsung. Pembahasan mencakup sumber pengaruh, kredibilitas, hubungan, kepentingan, serta konteks organisasi.

Materi:

  • Pengertian influencing without authority.
  • Perbedaan authority, influence, dan persuasion.
  • Situasi kerja yang membutuhkan influence.
  • Sumber personal influence.
  • Kredibilitas dan kepercayaan.
  • Influence mindset.
  • Batasan dan etika dalam menggunakan pengaruh.

Praktik: Influence Situation Assessment

Output: Personal Influence Assessment

Sesi 2. Stakeholder Mapping dan Influence Analysis

Peserta belajar mengidentifikasi pihak yang dapat memengaruhi keberhasilan pekerjaan serta memahami kepentingan dan posisi masing-masing stakeholder. Analisis digunakan untuk menentukan pihak yang perlu mendapatkan perhatian, dukungan, atau pendekatan khusus.

Materi:

  • Identifikasi stakeholder.
  • Kepentingan dan kebutuhan stakeholder.
  • Tingkat pengaruh dan tingkat kepentingan.
  • Stakeholder priorities.
  • Relasi dan jaringan kerja.
  • Potential supporters dan resistors.
  • Menentukan prioritas stakeholder.

Praktik: Stakeholder Influence Mapping

Output: Stakeholder Influence Map

Sesi 3. Building Credibility, Trust, and Relationship

Pengaruh berkembang melalui hubungan yang memiliki tingkat kepercayaan dan kredibilitas yang memadai. Peserta mempelajari cara membangun reputasi profesional, menunjukkan kompetensi, memahami perspektif pihak lain, serta menciptakan hubungan yang mendukung kolaborasi.

Materi:

  • Professional credibility.
  • Trust dalam hubungan kerja.
  • Competence, consistency, dan reliability.
  • Membangun hubungan lintas fungsi.
  • Networking for influence.
  • Reciprocity dalam hubungan profesional.
  • Menjaga kredibilitas dalam situasi sulit.

Praktik: Influence Relationship Case

Output: Credibility & Relationship-Building Plan

Sesi 4. Understanding Interests and Motivations

Peserta belajar melihat kepentingan di balik posisi atau respons stakeholder. Dengan memahami apa yang dianggap penting oleh pihak lain, peserta dapat menyusun pendekatan yang lebih relevan dan meningkatkan kemungkinan memperoleh dukungan.

Materi:

  • Position versus interest.
  • Stakeholder needs dan motivations.
  • Kepentingan bisnis dan kepentingan personal-profesional.
  • Perbedaan prioritas antarunit.
  • Identifikasi pain points dan expected benefits.
  • Finding common ground.
  • Menyusun value proposition bagi stakeholder.

Praktik: Stakeholder Interest Analysis

Output: Stakeholder Interest & Motivation Map

Hari 2 — Applying Influence Strategies

Sesi 5. Persuasive Communication for Influence

Peserta mengembangkan kemampuan menyampaikan ide, rekomendasi, dan permintaan secara persuasif. Pendekatan komunikasi disesuaikan dengan kebutuhan audiens agar pesan lebih mudah dipahami, diterima, dan ditindaklanjuti.

Materi:

  • Prinsip persuasive communication.
  • Menentukan key message.
  • Audience-centered communication.
  • Menyusun argumentasi dan bukti.
  • Menjelaskan manfaat dan konsekuensi.
  • Menggunakan data untuk memperkuat pesan.
  • Call to action dan commitment.

Praktik: Persuasive Message Workshop

Output: Persuasive Influence Message

Sesi 6. Handling Resistance and Difficult Stakeholders

Peserta mempelajari cara menghadapi penolakan, keberatan, perbedaan kepentingan, dan respons defensif. Fokusnya adalah memahami alasan resistensi serta menentukan respons yang menjaga hubungan sekaligus mempertahankan tujuan pekerjaan.

Materi:

  • Memahami sumber resistensi.
  • Objection dan concern.
  • Emotional responses dalam interaksi.
  • Active listening.
  • Menanggapi keberatan secara konstruktif.
  • Reframing dan finding common ground.
  • Menentukan strategi menghadapi stakeholder yang sulit.

Praktik: Resistance Handling Role Play

Output: Stakeholder Resistance Response Plan

Sesi 7. Negotiation, Collaboration, and Building Commitment

Peserta mengintegrasikan kemampuan influence dengan negotiation dan kolaborasi. Peserta belajar mencari kepentingan bersama, membangun kesepakatan, mengelola trade-off, dan mengubah dukungan awal menjadi komitmen terhadap tindakan.

Materi:

  • Dasar influence-based negotiation.
  • Interest-based negotiation.
  • Membangun mutual benefit.
  • Trade-off dan pilihan solusi.
  • Collaborative problem solving.
  • Mendapatkan commitment.
  • Menentukan follow-up dan accountability.

Praktik: Influence & Negotiation Simulation

Output: Collaboration & Commitment Plan

Sesi 8. Developing Personal Influence Strategy

Peserta menyusun strategi pengaruh yang dapat diterapkan pada situasi kerja nyata. Strategi mengintegrasikan stakeholder, kepentingan, sumber pengaruh, pesan, pendekatan komunikasi, potensi resistensi, serta tindakan lanjutan.

Materi:

  • Menentukan influence objective.
  • Menetapkan target stakeholder.
  • Memilih sumber pengaruh.
  • Menentukan pendekatan komunikasi.
  • Menyusun influence sequence.
  • Mengantisipasi resistensi.
  • Menentukan indikator keberhasilan dan follow-up.

Praktik: Personal Influence Strategy Workshop

Output: Personal Influence Strategy Plan

Metode Pelatihan

Pelatihan menggunakan pendekatan interactive learning melalui pemaparan konsep, studi kasus, diskusi, stakeholder mapping, latihan komunikasi persuasif, role play, simulasi negosiasi, dan action planning. Peserta berlatih menghadapi situasi kerja yang membutuhkan dukungan lintas fungsi sehingga kemampuan memengaruhi dapat diterapkan secara langsung.

Outcome Pelatihan

Peserta menghasilkan:

  • Personal Influence Assessment
  • Stakeholder Influence Map
  • Credibility & Relationship-Building Plan
  • Stakeholder Interest & Motivation Map
  • Persuasive Influence Message
  • Stakeholder Resistance Response Plan
  • Collaboration & Commitment Plan
  • Personal Influence Strategy Plan

Peserta memiliki kerangka praktis untuk membangun pengaruh tanpa mengandalkan kewenangan formal, memperoleh dukungan stakeholder, menangani resistensi, serta membangun komitmen terhadap tujuan bersama.

LOKASI

TANGERANG, JAKARTA, ONLINE

TANGGAL

21–22 September, 19–20 Oktober, 16–17 November, 21–22 Desember

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Influencing Without Authority”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *