Local Community Engagement
Kode: CC-L12
Durasi: 2 Hari | 12–14 Jam Pembelajaran
Lokasi: Jakarta / Tangerang / Online Training
Level: Advanced
Tatap Muka: Rp6.250.000/peserta
Online Training: Rp4.250.000/peserta
Fokus Program: Local culture, community structure, local leaders, relationship building, dan engagement protocol
Practical Output: Local Community Engagement Map
A. Mengapa Mengikuti Pelatihan Ini?
Hubungan perusahaan dengan masyarakat lokal membutuhkan pemahaman terhadap budaya, struktur sosial, dan karakter kepemimpinan setempat. Setiap komunitas memiliki pola komunikasi dan tata hubungan yang dapat memengaruhi keberhasilan interaksi.
Karena itu, profesional yang berhubungan dengan masyarakat perlu memahami konteks lokal sebelum membangun keterlibatan. Program ini membantu peserta membaca local culture, struktur komunitas, dan peran local leaders.
Peserta juga mempelajari teknik relationship building yang sesuai dengan karakter masyarakat. Selanjutnya, peserta menyusun engagement protocol untuk mengatur cara berkomunikasi dan berinteraksi dengan komunitas.
Pada akhir program, peserta menghasilkan Local Community Engagement Map. Peta tersebut membantu peserta memahami aktor, struktur hubungan, pola komunikasi, dan prioritas keterlibatan masyarakat lokal.
B. Siapa yang Harus Mengikuti?
Program ini sesuai bagi profesional yang berinteraksi langsung dengan masyarakat dan pemangku kepentingan lokal.
- Community Relations Manager
- Community Engagement Manager
- Corporate Communication Manager
- Corporate Affairs Manager
- CSR/TJSL Manager
- Community Development Manager
- Stakeholder Relations Manager
- Public Relations Manager
- Sustainability Manager
- Public Affairs Specialist
- Community Relations Specialist
- Stakeholder Relations Specialist
- Profesional yang bekerja dengan komunitas lokal
C. Apa yang Akan Anda Pelajari?
Day 1 — Local Culture & Community Structure
Module 1 — Understanding Local Community Context
Peserta memulai program dengan memahami karakter masyarakat lokal. Kemudian, peserta menganalisis konteks sosial dan budaya yang memengaruhi hubungan dengan perusahaan.
- Memahami karakter komunitas lokal
- Mengidentifikasi karakter sosial dan budaya
- Menganalisis nilai dan norma lokal
- Mengidentifikasi kebiasaan komunikasi masyarakat
- Memahami sensitivitas budaya
- Mengidentifikasi faktor yang memengaruhi penerimaan masyarakat
Praktik: Local Community Context Workshop
Output: Local Community Profile
Module 2 — Local Culture & Communication Norms
Budaya lokal dapat memengaruhi cara masyarakat menerima informasi dan membangun hubungan. Peserta mempelajari norma komunikasi yang perlu diperhatikan dalam interaksi dengan komunitas.
- Mengidentifikasi nilai budaya lokal
- Menganalisis norma sosial
- Memahami etika komunikasi lokal
- Mengidentifikasi bentuk komunikasi yang dianggap sesuai
- Mengenali potensi cultural misunderstanding
- Menyesuaikan pendekatan komunikasi
Praktik: Local Culture Analysis Workshop
Output: Local Culture & Communication Guide
Module 3 — Community Structure & Local Leaders
Struktur komunitas melibatkan berbagai aktor formal dan informal. Karena itu, peserta memetakan tokoh, kelompok, dan jaringan sosial yang memengaruhi dinamika masyarakat.
- Mengidentifikasi struktur komunitas
- Memetakan tokoh formal dan informal
- Mengidentifikasi local leaders
- Menganalisis pengaruh tokoh masyarakat
- Memetakan kelompok dan jaringan sosial
- Mengidentifikasi community influencers
- Menganalisis hubungan antaraktor
Praktik: Community Structure Mapping Workshop
Output: Community Structure & Local Leader Map
Module 4 — Local Stakeholder Relationship Mapping
Peserta kemudian menganalisis hubungan antara perusahaan dan pemangku kepentingan lokal. Pemetaan ini membantu peserta menentukan aktor yang membutuhkan perhatian dan pendekatan khusus.
- Mengidentifikasi local stakeholder
- Menganalisis influence dan interest
- Memetakan hubungan antar-stakeholder
- Mengidentifikasi kelompok prioritas
- Menentukan tingkat hubungan
- Mengidentifikasi potensi dukungan dan resistensi
Praktik: Local Stakeholder Mapping Workshop
Output: Local Stakeholder Relationship Map
Day 2 — Relationship Building & Engagement Protocol
Module 5 — Relationship Building Strategy
Hubungan yang baik membutuhkan interaksi yang konsisten dan saling menghargai. Peserta menyusun strategi untuk membangun hubungan berdasarkan karakter komunitas dan kebutuhan organisasi.
- Menentukan tujuan hubungan
- Mengidentifikasi kebutuhan komunitas
- Menentukan pendekatan komunikasi
- Membangun kepercayaan
- Mengembangkan pola interaksi berkelanjutan
- Menentukan mekanisme tindak lanjut
Praktik: Relationship Building Workshop
Output: Local Relationship Building Plan
Module 6 — Engagement Protocol
Proses keterlibatan membutuhkan aturan interaksi yang jelas. Peserta menyusun engagement protocol yang mengatur tahapan, pihak yang terlibat, dan pola komunikasi.
- Menentukan tujuan keterlibatan
- Menentukan pihak yang perlu dilibatkan
- Menentukan urutan pendekatan
- Menentukan etika interaksi
- Menentukan kanal komunikasi
- Menyusun mekanisme tindak lanjut
- Menentukan batas kewenangan tim
Praktik: Engagement Protocol Workshop
Output: Local Community Engagement Protocol
Module 7 — Managing Sensitive Local Interactions
Interaksi dengan masyarakat dapat menghadapi perbedaan kepentingan dan sensitivitas budaya. Peserta mempraktikkan cara merespons situasi yang membutuhkan kehati-hatian.
- Mengidentifikasi situasi sensitif
- Mengenali potensi kesalahpahaman budaya
- Mengelola keberatan masyarakat
- Menggunakan active listening
- Menjaga komunikasi tetap konstruktif
- Menentukan pendekatan de-escalation
- Menentukan tindak lanjut hubungan
Praktik: Local Interaction Simulation
Output: Sensitive Interaction Response Guide
Module 8 — Local Community Engagement Map
Pada tahap akhir, peserta mengintegrasikan hasil pemetaan budaya, struktur komunitas, local leaders, hubungan, dan protokol keterlibatan.
- Mengintegrasikan local culture
- Memasukkan struktur komunitas
- Memetakan local leaders
- Menghubungkan aktor dengan tingkat pengaruh
- Menentukan prioritas hubungan
- Mengintegrasikan relationship building
- Memasukkan engagement protocol
- Menentukan review points
Praktik: Local Community Engagement Mapping Workshop
Output: Local Community Engagement Map
D. Outcome Pelatihan
Setelah mengikuti program, peserta mampu:
- Menganalisis karakter komunitas lokal
- Memahami nilai dan norma budaya setempat
- Mengidentifikasi struktur komunitas
- Memetakan local leaders dan tokoh masyarakat
- Mengidentifikasi local stakeholder
- Menganalisis pengaruh dan kepentingan
- Membangun hubungan dengan komunitas lokal
- Menyusun engagement protocol
- Mengelola interaksi yang sensitif
- Menyusun Local Community Engagement Map
E. Durasi Pelatihan
2 Hari | 12–14 Jam Pembelajaran
Hari pertama berfokus pada budaya lokal, norma komunikasi, struktur komunitas, local leaders, dan pemetaan hubungan.
Selanjutnya, hari kedua membahas strategi membangun hubungan, penyusunan engagement protocol, pengelolaan interaksi sensitif, dan penyusunan Local Community Engagement Map.
Peserta mengembangkan practical output melalui studi kasus, latihan pemetaan, simulasi, dan workshop.
F. Format Pelatihan
Tatap Muka
Pelatihan tersedia di Jakarta dan Tangerang. Peserta mengikuti case study, diskusi, mapping workshop, simulasi interaksi, dan presentasi hasil kerja.
Online Training
Pelatihan berlangsung secara live melalui platform konferensi daring. Peserta tetap mengikuti diskusi, latihan individual, group exercise, simulasi, dan presentasi.
In-House Training
Perusahaan dapat meminta penyelenggaraan in-house training di lokasi lain. Tim Urways Indonesia dapat menyesuaikan materi dengan wilayah operasional, karakter budaya lokal, struktur masyarakat, serta kebutuhan organisasi.
G. Metode Pelatihan dan Evaluasi
Metode Pelatihan
- Interactive Discussion
- Case Study
- Community Mapping Workshop
- Culture Analysis Exercise
- Individual Exercise
- Group Exercise
- Simulation
- Role Play
- Peer Review
- Presentation
Program menggunakan pendekatan learning by doing. Porsi praktik mencapai sekitar 60–70% dari keseluruhan pembelajaran.
Evaluasi
Peserta menunjukkan kemampuan melalui analisis komunitas dan simulasi interaksi. Selanjutnya, peserta menyusun Local Community Engagement Map dan mempresentasikan hasil kerja.
Evaluasi mencakup:
- Analisis local community case
- Local Culture Analysis
- Community Structure Mapping
- Local Leader Mapping
- Stakeholder Relationship Mapping
- Relationship Building Exercise
- Engagement Protocol Exercise
- Sensitive Interaction Simulation
- Penyusunan Local Community Engagement Map
- Presentasi hasil kerja
- Peer Review
- Penilaian practical output
H. Apa yang Akan Anda Dapatkan?
Peserta memperoleh perangkat kerja yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan organisasi.
- Local Community Profile
- Local Culture & Communication Guide
- Community Structure & Local Leader Map
- Local Stakeholder Relationship Map
- Local Relationship Building Plan
- Local Community Engagement Protocol
- Sensitive Interaction Response Guide
- Local Community Engagement Map
I. Fasilitas Pelatihan
Tatap Muka
- Meeting Room
- 2x Coffee Break
- 1x Lunch
- Modul Pelatihan
- Sertifikat Pelatihan
- Training Kits
- Souvenir
- Dokumentasi
- Laporan kegiatan kepada HR
Online Training
- Modul Pelatihan
- Sertifikat Pelatihan
- Souvenir
- Dokumentasi
- Laporan kegiatan kepada HR
Hubungi Kami Jika Anda Memerlukan Bantuan
Memerlukan informasi mengenai jadwal pelatihan atau in-house training? Tim Urways Indonesia siap membantu memberikan informasi sesuai kebutuhan organisasi.
Anda juga dapat meminta penyesuaian materi berdasarkan wilayah operasional dan karakter masyarakat. Penyesuaian dapat mencakup budaya lokal, struktur komunitas, tokoh masyarakat, pola komunikasi, serta kebutuhan keterlibatan.
WhatsApp: 0819-1534-6688
Email: urwaysindonesia@gmail.com










Ulasan
Belum ada ulasan.