Public Affairs and Communications
Kode: CC-N20
Durasi: 2 Hari | 12–14 Jam Pembelajaran
Lokasi: Jakarta / Tangerang / Online Training
Level: Advanced
Tatap Muka: Rp6.750.000/peserta
Online Training: Rp4.750.000/peserta
A. Mengapa Mengikuti Pelatihan Ini?
Organisasi perlu memahami hubungan antara kebijakan, stakeholder, media, dan persepsi publik. Perubahan kebijakan dapat memengaruhi reputasi, kepentingan bisnis, serta hubungan organisasi dengan berbagai kelompok kepentingan.
Program Public Affairs and Communications membantu peserta memahami cara mengelola komunikasi pada lingkungan kebijakan dan kepentingan publik. Peserta mempelajari analisis isu, pemetaan stakeholder, komunikasi kebijakan, hubungan media, serta strategi engagement.
Selanjutnya, peserta mengembangkan pendekatan komunikasi yang menghubungkan policy context dengan kebutuhan stakeholder dan persepsi publik. Melalui case study dan strategy workshop, peserta menghasilkan Public Affairs Communication Framework sebagai perangkat kerja strategis.
B. Siapa yang Harus Mengikuti?
Program ini sesuai bagi profesional yang menangani hubungan pemerintah, komunikasi publik, kebijakan, stakeholder, dan reputasi organisasi.
- Public Affairs Manager
- Corporate Affairs Manager
- Government Relations Manager
- Corporate Communication Manager
- Public Relations Manager
- Policy Analyst
- Stakeholder Relations Manager
- Communication Manager
- Public Affairs Specialist
- Corporate Affairs Specialist
- Manager atau profesional yang menangani isu kebijakan dan komunikasi publik
C. Apa yang Akan Anda Pelajari?
Day 1 — Public Affairs, Policy & Stakeholder Analysis
Module 1 — Public Affairs & Policy Context
Peserta mempelajari peran public affairs dalam hubungan organisasi dengan lingkungan kebijakan. Mereka menganalisis isu kebijakan yang dapat memengaruhi organisasi.
- Memahami konsep public affairs
- Menganalisis hubungan organisasi dengan lingkungan kebijakan
- Mengidentifikasi policy issues
- Menganalisis dampak kebijakan terhadap organisasi
- Mengidentifikasi kepentingan publik yang relevan
- Menentukan konteks komunikasi kebijakan
Praktik: Public Affairs Context Analysis Workshop
Output: Public Affairs & Policy Context Matrix
Module 2 — Stakeholder Mapping & Public Interest Analysis
Selanjutnya, peserta memetakan stakeholder yang memiliki kepentingan terhadap isu kebijakan. Mereka menganalisis posisi, kepentingan, pengaruh, dan kebutuhan komunikasi setiap stakeholder.
- Mengidentifikasi stakeholder utama
- Memetakan tingkat kepentingan dan pengaruh
- Menganalisis posisi stakeholder terhadap isu
- Mengidentifikasi kebutuhan informasi stakeholder
- Menentukan prioritas engagement
- Mengembangkan pendekatan komunikasi berdasarkan stakeholder
Praktik: Stakeholder Mapping Workshop
Output: Public Affairs Stakeholder Map
Module 3 — Policy Analysis & Issue Intelligence
Peserta kemudian mempelajari cara membaca perkembangan kebijakan dan isu publik. Mereka menghubungkan informasi kebijakan dengan potensi dampak bagi organisasi.
- Mengidentifikasi perkembangan kebijakan
- Menganalisis substansi dan arah kebijakan
- Mengidentifikasi kepentingan pihak terkait
- Menganalisis potensi dampak terhadap organisasi
- Mengidentifikasi peluang dan risiko isu
- Menentukan prioritas issue intelligence
Praktik: Policy & Issue Analysis Workshop
Output: Policy Issue Intelligence Matrix
Module 4 — Public Perception & Communication Analysis
Setelah memahami isu, peserta menganalisis persepsi publik yang berkembang. Mereka mengidentifikasi faktor yang membentuk opini dan respons publik.
- Menganalisis persepsi publik
- Mengidentifikasi isu yang berkembang di masyarakat
- Menganalisis pemberitaan dan percakapan publik
- Mengidentifikasi public sentiment
- Menghubungkan persepsi dengan isu kebijakan
- Menentukan kebutuhan komunikasi publik
Praktik: Public Perception Analysis Workshop
Output: Public Perception & Issue Matrix
Day 2 — Communication Strategy, Engagement & Public Affairs Management
Module 5 — Public Affairs Communication Strategy
Pada hari kedua, peserta menerjemahkan hasil analisis menjadi strategi komunikasi. Mereka menyusun tujuan, pesan, dan pendekatan berdasarkan konteks kebijakan dan stakeholder.
- Menentukan tujuan komunikasi public affairs
- Menetapkan communication priorities
- Mengembangkan key message
- Menyesuaikan pesan dengan stakeholder
- Menghubungkan pesan dengan konteks kebijakan
- Menentukan pendekatan komunikasi publik
Praktik: Public Affairs Communication Strategy Workshop
Output: Public Affairs Communication Strategy Framework
Module 6 — Stakeholder Engagement & Government Relations
Peserta mengembangkan strategi engagement dengan stakeholder prioritas. Mereka menyusun pendekatan komunikasi yang mendukung hubungan jangka panjang.
- Menentukan strategi stakeholder engagement
- Mengembangkan pendekatan hubungan dengan pemerintah
- Menentukan bentuk komunikasi dengan policymaker
- Menyusun agenda engagement
- Mengidentifikasi kebutuhan koordinasi lintas fungsi
- Mengembangkan prinsip komunikasi stakeholder
Praktik: Stakeholder Engagement Simulation
Output: Stakeholder Engagement Strategy Matrix
Module 7 — Media Relations & Public Communication
Selanjutnya, peserta mengembangkan strategi komunikasi melalui media dan kanal publik. Mereka menyusun pesan yang mampu menjelaskan isu secara jelas dan konsisten.
- Menentukan strategi media relations
- Mengembangkan media key message
- Menyusun bahan komunikasi publik
- Menentukan pendekatan media briefing
- Mengelola komunikasi pada isu sensitif
- Menjaga konsistensi pesan organisasi
Praktik: Media & Public Communication Simulation
Output: Public Communication Message Framework
Module 8 — Public Affairs Communication Framework
Pada tahap akhir, peserta mengintegrasikan seluruh hasil pembelajaran. Mereka menyusun Public Affairs Communication Framework sebagai perangkat kerja untuk mengelola isu kebijakan dan komunikasi publik.
- Mengintegrasikan policy analysis dan stakeholder mapping
- Menghubungkan isu kebijakan dengan persepsi publik
- Mengintegrasikan strategi komunikasi dan engagement
- Menentukan peran media dalam komunikasi publik
- Menetapkan prioritas komunikasi
- Menentukan mekanisme monitoring dan evaluasi
- Menguji konsistensi keseluruhan strategi
Praktik: Public Affairs Communication Framework Workshop
Output: Public Affairs Communication Framework
D. Outcome Pelatihan
Setelah mengikuti program, peserta mampu:
- Menganalisis konteks public affairs dan kebijakan
- Mengidentifikasi isu kebijakan yang relevan
- Melakukan stakeholder mapping
- Menganalisis kepentingan dan pengaruh stakeholder
- Mengembangkan policy issue intelligence
- Menganalisis persepsi publik
- Menyusun strategi komunikasi public affairs
- Mengembangkan stakeholder engagement
- Menyusun strategi media relations
- Mengembangkan komunikasi publik yang konsisten
- Menyusun Public Affairs Communication Framework
E. Durasi Pelatihan
2 Hari | 12–14 Jam Pembelajaran
Hari pertama berfokus pada konteks public affairs, analisis kebijakan, stakeholder, dan persepsi publik. Peserta membangun dasar analisis melalui case study dan strategy workshop.
Kemudian, hari kedua berfokus pada strategi komunikasi, stakeholder engagement, hubungan pemerintah, media relations, dan komunikasi publik. Peserta mengintegrasikan seluruh hasil kerja ke dalam Public Affairs Communication Framework.
F. Format Pelatihan
Tatap Muka
Pelatihan tersedia di Jakarta dan Tangerang. Peserta mengikuti case study, strategy workshop, stakeholder mapping, simulasi, dan presentasi hasil kerja.
Online Training
Pelatihan berlangsung secara live melalui platform konferensi daring. Peserta tetap mengikuti case study, latihan individual, latihan kelompok, simulasi, dan presentasi.
In-House Training
Untuk In-House Training atau kota lainnya, silakan hubungi tim Urways Indonesia. Materi dapat disesuaikan dengan industri, isu kebijakan, struktur stakeholder, kebutuhan organisasi, serta konteks komunikasi publik.
G. Metode Pelatihan dan Evaluasi
Metode Pelatihan
- Interactive Discussion
- Case Study
- Strategy Workshop
- Policy Analysis Exercise
- Stakeholder Mapping
- Individual Exercise
- Group Exercise
- Simulation
- Peer Review
- Presentation
Pembelajaran menggunakan pendekatan learning by doing. Porsi praktik mencapai sekitar 60–70% dari keseluruhan pembelajaran.
Evaluasi
Evaluasi dilakukan melalui beberapa aktivitas pembelajaran:
- Analisis public affairs case
- Policy Issue Analysis
- Stakeholder Mapping
- Public Perception Analysis
- Communication Strategy Workshop
- Stakeholder Engagement Simulation
- Media Relations Exercise
- Public Affairs Communication Framework
- Presentasi hasil kerja
- Peer Review
- Penilaian terhadap practical output
H. Apa yang Akan Anda Dapatkan?
Peserta memperoleh perangkat kerja yang dapat dikembangkan untuk kebutuhan organisasi:
- Public Affairs & Policy Context Matrix
- Public Affairs Stakeholder Map
- Policy Issue Intelligence Matrix
- Public Perception & Issue Matrix
- Public Affairs Communication Strategy Framework
- Stakeholder Engagement Strategy Matrix
- Public Communication Message Framework
- Public Affairs Communication Framework
I. Fasilitas Pelatihan
Tatap Muka
- Meeting Room
- 2x Coffee Break
- 1x Lunch
- Modul Pelatihan
- Sertifikat Pelatihan
- Training Kits
- Souvenir
- Dokumentasi
- Laporan kegiatan kepada HR
Online Training
- Modul Pelatihan
- Sertifikat Pelatihan
- Souvenir
- Dokumentasi
- Laporan kegiatan kepada HR
Hubungi Kami Jika Anda Memerlukan Bantuan
Apabila Anda memerlukan informasi mengenai jadwal Public Training, In-House Training, maupun Corporate Training, tim Urways Indonesia siap membantu.
Kami juga dapat menyesuaikan materi berdasarkan industri, isu kebijakan, karakteristik stakeholder, kebutuhan pemerintah, tantangan reputasi, serta kompetensi yang ingin dikembangkan.
WhatsApp: 0819-1534-6688
Email: urwaysindonesia@gmail.com










Ulasan
Belum ada ulasan.