Social License to Operate
Kode: CC-L04
Durasi: 2 Hari | 12–14 Jam Pembelajaran
Lokasi: Jakarta / Tangerang / Online Training
Level: Mastery
Tatap Muka: Rp6.750.000/peserta
Online Training: Rp4.500.000/peserta
Fokus Program: Social acceptance, trust, legitimacy, community expectations, dan relationship risk
Practical Output: Social License Assessment Matrix
A. Mengapa Mengikuti Pelatihan Ini?
Operasional perusahaan membutuhkan penerimaan dari masyarakat dan pemangku kepentingan di sekitar wilayah kegiatan. Penerimaan tersebut berkembang melalui kepercayaan, legitimasi, kualitas hubungan, dan kemampuan perusahaan merespons harapan komunitas.
Program ini membantu peserta memahami faktor yang membentuk Social License to Operate. Peserta menganalisis tingkat penerimaan sosial dan mengidentifikasi faktor yang memengaruhi kepercayaan komunitas.
Selanjutnya, peserta memetakan community expectations dan potensi relationship risk. Peserta juga mempelajari cara menghubungkan hasil penilaian dengan strategi komunikasi dan pengelolaan hubungan.
Pada akhir program, peserta menyusun Social License Assessment Matrix. Perangkat tersebut membantu organisasi membaca kondisi hubungan sosial dan menentukan area yang membutuhkan perhatian strategis.
B. Siapa yang Harus Mengikuti?
Program ini sesuai bagi profesional yang menangani hubungan komunitas, komunikasi perusahaan, keberlanjutan, dan pengelolaan pemangku kepentingan.
- Corporate Communication Manager
- Corporate Affairs Manager
- Community Relations Manager
- Community Engagement Manager
- CSR/TJSL Manager
- Sustainability Manager
- Stakeholder Relations Manager
- Public Relations Manager
- Community Development Manager
- Stakeholder Relations Specialist
- Manajer atau profesional yang menangani hubungan perusahaan dengan komunitas
C. Apa yang Akan Anda Pelajari?
Day 1 — Social Acceptance, Trust & Legitimacy
Module 1 — Social License to Operate Context
Peserta memulai pembelajaran dengan memahami konsep Social License to Operate dalam hubungan perusahaan dan komunitas. Kemudian, peserta menganalisis faktor sosial yang memengaruhi penerimaan terhadap aktivitas perusahaan.
- Memahami konsep Social License to Operate
- Mengidentifikasi faktor pembentuk penerimaan sosial
- Menganalisis hubungan perusahaan dengan komunitas
- Mengidentifikasi ekspektasi pemangku kepentingan
- Menentukan konteks yang memengaruhi penerimaan sosial
Praktik: Social License Context Workshop
Output: Social License Context Matrix
Module 2 — Social Acceptance Assessment
Penerimaan sosial dapat berubah mengikuti pengalaman dan persepsi komunitas. Karena itu, peserta mempelajari cara membaca tingkat penerimaan berdasarkan indikator hubungan yang relevan.
- Mengidentifikasi indikator social acceptance
- Menganalisis persepsi komunitas terhadap perusahaan
- Memetakan faktor pendukung dan penghambat penerimaan
- Mengidentifikasi perubahan tingkat penerimaan
- Menentukan area yang membutuhkan perhatian
Praktik: Social Acceptance Assessment Workshop
Output: Social Acceptance Assessment Matrix
Module 3 — Trust & Relationship Analysis
Kepercayaan memengaruhi kualitas hubungan antara perusahaan dan komunitas. Selanjutnya, peserta menganalisis faktor yang membangun atau mengurangi kepercayaan.
- Mengidentifikasi faktor pembentuk trust
- Menganalisis pengalaman komunitas dalam berinteraksi dengan perusahaan
- Mengevaluasi konsistensi komunikasi dan tindakan
- Mengidentifikasi trust gaps
- Menentukan area penguatan hubungan
Praktik: Trust & Relationship Analysis
Output: Community Trust Assessment
Module 4 — Legitimacy & Community Expectations
Peserta kemudian menganalisis hubungan antara legitimasi perusahaan dan harapan komunitas. Analisis ini membantu peserta memahami alasan masyarakat menerima, mempertanyakan, atau menolak aktivitas perusahaan.
- Memahami konsep social legitimacy
- Mengidentifikasi sumber legitimasi perusahaan
- Memetakan community expectations
- Menganalisis kesesuaian harapan dengan kebijakan perusahaan
- Mengidentifikasi legitimacy gaps
Praktik: Legitimacy & Expectations Workshop
Output: Community Expectations & Legitimacy Matrix
Day 2 — Relationship Risk & Social License Assessment
Module 5 — Community Expectations Management
Harapan komunitas dapat berkembang seiring perubahan sosial dan kondisi operasional. Oleh karena itu, peserta menyusun pendekatan untuk membaca dan mengelola ekspektasi secara lebih terarah.
- Mengidentifikasi community expectations
- Mengelompokkan harapan berdasarkan tingkat kepentingan
- Menganalisis kesenjangan antara harapan dan respons perusahaan
- Menentukan prioritas pengelolaan ekspektasi
- Menyusun pendekatan komunikasi yang relevan
Praktik: Community Expectations Management Workshop
Output: Community Expectations Management Matrix
Module 6 — Relationship Risk Analysis
Hubungan yang tidak terkelola dapat meningkatkan risiko sosial dan komunikasi. Peserta mempelajari cara mengidentifikasi sumber risiko dan menentukan prioritas penanganannya.
- Mengidentifikasi relationship risk
- Menganalisis sumber risiko hubungan
- Menilai tingkat kemungkinan dan dampak
- Mengidentifikasi kelompok yang memiliki risiko hubungan tinggi
- Menentukan prioritas respons
Praktik: Relationship Risk Assessment
Output: Relationship Risk Matrix
Module 7 — Social License Strategy
Selanjutnya, peserta menghubungkan hasil penilaian dengan strategi pengelolaan hubungan. Strategi tersebut membantu perusahaan menentukan area yang perlu diperkuat untuk menjaga penerimaan sosial.
- Mengintegrasikan hasil social acceptance assessment
- Menghubungkan trust dengan strategi hubungan
- Menggunakan community expectations sebagai dasar perencanaan
- Menentukan strategi penguatan legitimasi
- Menetapkan indikator pemantauan hubungan
Praktik: Social License Strategy Workshop
Output: Social License Strategy Framework
Module 8 — Social License Assessment Matrix
Pada tahap akhir, peserta mengintegrasikan seluruh hasil analisis ke dalam Social License Assessment Matrix. Matrix tersebut membantu organisasi membaca kondisi penerimaan sosial secara sistematis.
- Mengintegrasikan social acceptance
- Memasukkan indikator trust
- Menilai tingkat legitimacy
- Memetakan community expectations
- Mengintegrasikan relationship risk
- Menentukan relationship priority
- Menetapkan review points
Praktik: Social License Assessment Workshop
Output: Social License Assessment Matrix
D. Outcome Pelatihan
Setelah mengikuti program, peserta mampu:
- Memahami faktor yang membentuk Social License to Operate
- Menganalisis tingkat social acceptance
- Mengidentifikasi faktor pembentuk trust
- Menganalisis social legitimacy
- Memetakan community expectations
- Mengidentifikasi relationship risk
- Menentukan prioritas pengelolaan hubungan
- Menyusun strategi untuk memperkuat penerimaan sosial
- Mengembangkan Social License Assessment Matrix
E. Durasi Pelatihan
2 Hari | 12–14 Jam Pembelajaran
Hari pertama berfokus pada social acceptance, trust, dan legitimacy. Peserta menganalisis kondisi hubungan serta ekspektasi komunitas.
Selanjutnya, hari kedua membahas pengelolaan ekspektasi dan analisis risiko hubungan. Peserta kemudian menyusun strategi dan mengintegrasikan hasilnya ke dalam Social License Assessment Matrix.
Peserta mengembangkan practical output melalui studi kasus, latihan analisis, simulasi, dan workshop.
F. Format Pelatihan
Tatap Muka
Pelatihan tersedia di Jakarta dan Tangerang. Peserta mengikuti case study, diskusi, assessment workshop, simulasi, dan presentasi hasil kerja.
Online Training
Pelatihan berlangsung secara live melalui platform konferensi daring. Peserta tetap mengikuti diskusi, latihan individual, group exercise, simulasi, dan presentasi.
In-House Training
Perusahaan dapat meminta penyelenggaraan in-house training di lokasi lain. Tim Urways Indonesia dapat menyesuaikan materi dengan industri, wilayah operasional, karakter komunitas, dan kebutuhan organisasi.
G. Metode Pelatihan dan Evaluasi
Metode Pelatihan
- Interactive Discussion
- Case Study
- Assessment Workshop
- Individual Exercise
- Group Exercise
- Simulation
- Peer Review
- Presentation
Program menggunakan pendekatan learning by doing. Porsi praktik mencapai sekitar 60–70% dari keseluruhan pembelajaran.
Evaluasi
Peserta menunjukkan penguasaan materi melalui analisis kasus dan latihan penilaian. Selanjutnya, peserta menyusun Social License Assessment Matrix dan mempresentasikan hasil kerja.
Evaluasi mencakup:
- Analisis social license case
- Social Acceptance Assessment
- Trust & Relationship Analysis
- Community Expectations Exercise
- Relationship Risk Assessment
- Social License Strategy Workshop
- Social License Assessment Matrix
- Presentasi hasil kerja
- Peer Review
- Penilaian practical output
H. Apa yang Akan Anda Dapatkan?
Peserta memperoleh perangkat kerja yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan organisasi.
- Social License Context Matrix
- Social Acceptance Assessment Matrix
- Community Trust Assessment
- Community Expectations & Legitimacy Matrix
- Community Expectations Management Matrix
- Relationship Risk Matrix
- Social License Strategy Framework
- Social License Assessment Matrix
I. Fasilitas Pelatihan
Tatap Muka
- Meeting Room
- 2x Coffee Break
- 1x Lunch
- Modul Pelatihan
- Sertifikat Pelatihan
- Training Kits
- Souvenir
- Dokumentasi
- Laporan kegiatan kepada HR
Online Training
- Modul Pelatihan
- Sertifikat Pelatihan
- Souvenir
- Dokumentasi
- Laporan kegiatan kepada HR
Hubungi Kami Jika Anda Memerlukan Bantuan
Memerlukan informasi mengenai jadwal pelatihan atau in-house training? Tim Urways Indonesia siap membantu memberikan informasi sesuai kebutuhan organisasi.
Anda juga dapat meminta penyesuaian materi berdasarkan industri dan wilayah operasional. Penyesuaian dapat mencakup karakter komunitas, tingkat penerimaan sosial, ekspektasi masyarakat, risiko hubungan, dan kebutuhan komunikasi.
WhatsApp: 0819-1534-6688
Email: urwaysindonesia@gmail.com










Ulasan
Belum ada ulasan.