, ,

Crisis Recovery Communication

Rentang harga: Rp4,000,000.00 hingga Rp6,500,000.00

Pelatihan Internal Communications Strategy untuk meningkatkan kemampuan menyusun strategi komunikasi internal, employee engagement, leadership communication, change communications, dan pengukuran efektivitas komunikasi.

Guaranteed Safe Checkout

Crisis Recovery Communication

Kode: CC-C09
Durasi: 2 Hari | 12–14 Jam Pembelajaran
Lokasi: Jakarta / Tangerang / Online Training
Level: Advanced
Tatap Muka: Rp6.500.000/peserta
Online Training: Rp4.000.000/peserta

A. Mengapa Mengikuti Pelatihan Ini?

Krisis dapat mereda secara operasional. Namun, perusahaan tetap perlu memulihkan kepercayaan stakeholder dan menjaga hubungan dengan pihak yang terdampak.

Karena itu, perusahaan membutuhkan Crisis Recovery Communication yang terarah. Tim komunikasi perlu menjelaskan perkembangan tindakan perbaikan secara konsisten. Tim juga perlu merespons kekhawatiran stakeholder berdasarkan kondisi terbaru.

Selain itu, fase pemulihan membutuhkan prioritas komunikasi yang jelas. Peserta akan mempelajari cara menilai kondisi komunikasi pascakrisis. Selanjutnya, peserta memetakan stakeholder dan menentukan kebutuhan komunikasinya.

Program ini juga membahas Trust Rebuilding Communication dan Stakeholder Reassurance. Peserta kemudian menyusun recovery message, action plan, dan evaluation framework. Dengan demikian, peserta dapat membangun Crisis Recovery Action Plan yang relevan dengan kebutuhan organisasi.

B. Siapa yang Harus Mengikuti?

Program Crisis Recovery Training ini sesuai bagi profesional yang menangani komunikasi pascakrisis. Program ini juga relevan bagi profesional yang bertanggung jawab memulihkan hubungan dengan stakeholder.

  • Corporate Communication Manager
  • Corporate Affairs Manager
  • Corporate Secretary
  • Crisis Communication Manager
  • Public Relations Manager
  • Reputation Manager
  • Stakeholder Relations Manager
  • Manager atau profesional yang menangani proses pemulihan pascakrisis

C. Apa yang Akan Anda Pelajari?

Day 1 — Recovery Assessment, Trust Rebuilding & Stakeholder Communication

Module 1 — Post-Crisis Communication Assessment

Peserta memulai program dengan menilai kondisi komunikasi setelah krisis. Selanjutnya, peserta mengidentifikasi perubahan persepsi dan isu yang masih memengaruhi kepercayaan.

  • Menilai kondisi komunikasi setelah fase krisis
  • Mengidentifikasi perubahan persepsi stakeholder
  • Memetakan isu yang masih memengaruhi kepercayaan
  • Menentukan kebutuhan komunikasi selama masa pemulihan

Praktik: Post-Crisis Assessment Workshop
Output: Crisis Recovery Communication Assessment

Module 2 — Stakeholder Recovery Mapping

Setelah melakukan assessment, peserta memetakan stakeholder yang terdampak. Kemudian, peserta menentukan prioritas berdasarkan dampak, perhatian, dan kebutuhan informasi.

  • Mengidentifikasi stakeholder yang terdampak krisis
  • Memetakan tingkat dampak, perhatian, dan kebutuhan informasi
  • Menentukan prioritas stakeholder dalam fase pemulihan
  • Menetapkan kebutuhan komunikasi setiap kelompok stakeholder

Praktik: Stakeholder Recovery Mapping Workshop
Output: Stakeholder Recovery Priority Matrix

Module 3 — Trust Rebuilding Communication

Selanjutnya, peserta mempelajari faktor yang memengaruhi pemulihan kepercayaan. Peserta juga menghubungkan komunikasi dengan tindakan perbaikan organisasi.

  • Mengidentifikasi faktor yang memengaruhi pemulihan kepercayaan
  • Menentukan bukti dan perkembangan yang perlu dikomunikasikan
  • Menyusun pendekatan komunikasi sesuai tingkat kepercayaan stakeholder
  • Menghubungkan komunikasi dengan tindakan perbaikan organisasi

Praktik: Trust Rebuilding Case Exercise
Output: Trust Recovery Communication Framework

Module 4 — Recovery Message Strategy

Setelah memahami kondisi stakeholder, peserta menyusun strategi pesan pemulihan. Peserta kemudian menyesuaikan pesan dengan perkembangan penanganan dan kebutuhan stakeholder.

  • Menentukan tujuan pesan pada fase pemulihan
  • Menyusun key message berdasarkan perkembangan penanganan
  • Mengomunikasikan tindakan korektif dan komitmen perbaikan
  • Menyesuaikan pesan dengan kebutuhan stakeholder

Praktik: Recovery Message Workshop
Output: Crisis Recovery Message Framework


Day 2 — Recovery Action, Stakeholder Reassurance & Evaluation

Module 5 — Stakeholder Reassurance Strategy

Pada hari kedua, peserta mengembangkan strategi untuk memulihkan keyakinan stakeholder. Selanjutnya, peserta menentukan touchpoints, frekuensi, dan momentum komunikasi.

  • Menentukan bentuk komunikasi untuk memulihkan keyakinan stakeholder
  • Menyusun communication touchpoints
  • Menentukan frekuensi dan momentum komunikasi
  • Mengatur komunikasi sesuai tingkat sensitivitas stakeholder

Praktik: Stakeholder Reassurance Simulation
Output: Stakeholder Reassurance Plan

Module 6 — Recovery Communication Action Planning

Berikutnya, peserta menerjemahkan strategi pemulihan menjadi aktivitas komunikasi. Peserta juga menghubungkan setiap aktivitas dengan tindakan pemulihan organisasi.

  • Menerjemahkan strategi pemulihan menjadi aktivitas komunikasi
  • Menentukan timeline, PIC, kanal, dan milestone
  • Menghubungkan aktivitas komunikasi dengan tindakan pemulihan organisasi
  • Menentukan prioritas implementasi

Praktik: Recovery Action Planning Workshop
Output: Crisis Recovery Communication Action Plan

Module 7 — Recovery Progress Communication

Selanjutnya, peserta menyusun mekanisme komunikasi perkembangan pemulihan. Peserta perlu menjaga konsistensi informasi ketika organisasi menjalankan tindakan perbaikan.

  • Menentukan informasi perkembangan yang perlu disampaikan
  • Menyusun mekanisme pembaruan kepada stakeholder
  • Mengelola perubahan informasi selama fase pemulihan
  • Menentukan koordinasi internal sebelum menyampaikan informasi

Praktik: Recovery Progress Simulation
Output: Recovery Progress Communication Matrix

Module 8 — Recovery Evaluation & Reputation Restoration

Terakhir, peserta mengevaluasi efektivitas komunikasi pemulihan. Kemudian, peserta menentukan tindakan lanjutan untuk memperkuat hubungan dan reputasi.

  • Menentukan indikator keberhasilan komunikasi pemulihan
  • Mengevaluasi perubahan persepsi dan tingkat kepercayaan
  • Mengidentifikasi kesenjangan hasil pemulihan
  • Menentukan tindakan lanjutan untuk memperkuat hubungan dan reputasi

Praktik: Recovery Review Workshop
Output: Crisis Recovery Evaluation & Improvement Plan

D. Outcome Pelatihan

Setelah mengikuti program, peserta mampu:

  • Menganalisis kondisi komunikasi setelah krisis
  • Memetakan stakeholder berdasarkan dampak dan kebutuhan pemulihan
  • Mengidentifikasi faktor yang memengaruhi pemulihan kepercayaan
  • Menyusun pesan dan pendekatan komunikasi pascakrisis
  • Merancang komunikasi perkembangan tindakan pemulihan
  • Menentukan timeline, PIC, kanal, dan prioritas implementasi
  • Mengukur perkembangan komunikasi pemulihan
  • Menyusun Crisis Recovery Action Plan
  • Mengevaluasi efektivitas strategi komunikasi pemulihan

E. Durasi Pelatihan

2 Hari | 12–14 Jam Pembelajaran

Hari pertama berfokus pada post-crisis assessment, stakeholder recovery mapping, trust rebuilding, dan recovery message strategy. Peserta membangun dasar analisis sebelum menyusun strategi komunikasi pemulihan.

Selanjutnya, hari kedua berfokus pada stakeholder reassurance, recovery action planning, progress communication, dan evaluasi. Peserta mengintegrasikan seluruh hasil pembelajaran ke dalam Crisis Recovery Action Plan.

F. Format Pelatihan

Tatap Muka

Pelatihan tersedia di Jakarta dan Tangerang. Peserta mengikuti case study, recovery workshop, stakeholder mapping, simulasi, dan presentasi hasil kerja.

Online Training

Pelatihan berlangsung secara live melalui platform konferensi daring. Peserta tetap mengikuti assessment exercise, message workshop, simulasi, dan penyusunan recovery action plan.

In-House Training

Untuk in-house training atau kota lainnya, silakan hubungi tim Urways Indonesia. Tim dapat menyesuaikan materi berdasarkan jenis krisis dan karakteristik industri.

Selain itu, penyesuaian dapat mencakup kelompok stakeholder, kondisi reputasi, serta kebutuhan organisasi. Dengan pendekatan tersebut, peserta dapat mengembangkan recovery strategy yang sesuai dengan konteks perusahaan.

G. Metode Pelatihan dan Evaluasi

Metode Pelatihan

  • Interactive Discussion
  • Case Study
  • Recovery Workshop
  • Stakeholder Mapping
  • Simulation
  • Individual Exercise
  • Group Exercise
  • Peer Review

Program menggunakan pendekatan learning by doing. Karena itu, peserta memperoleh porsi praktik sekitar 60–70% selama pelatihan.

Evaluasi

Peserta mengikuti beberapa bentuk evaluasi selama program. Setiap latihan menguji kemampuan peserta dalam menganalisis situasi dan menyusun perangkat komunikasi pemulihan.

Evaluasi mencakup:

  • Post-Crisis Assessment Exercise
  • Stakeholder Recovery Mapping
  • Recovery Message Workshop
  • Stakeholder Reassurance Simulation
  • Recovery Action Planning
  • Presentasi hasil kerja
  • Peer Review
  • Penilaian practical output

H. Apa yang Akan Anda Dapatkan?

Peserta memperoleh perangkat kerja yang dapat dikembangkan untuk kebutuhan organisasi.

  • Crisis Recovery Communication Assessment
  • Stakeholder Recovery Priority Matrix
  • Trust Recovery Communication Framework
  • Crisis Recovery Message Framework
  • Stakeholder Reassurance Plan
  • Crisis Recovery Communication Action Plan
  • Recovery Progress Communication Matrix
  • Crisis Recovery Evaluation & Improvement Plan

I. Batasan dan Diferensiasi Program

Program Crisis Recovery Communication secara khusus membahas fase setelah krisis. Karena itu, program memiliki fokus yang berbeda dari beberapa program komunikasi krisis lainnya.

Crisis Response & Crisis Spokesperson Skills

Program tersebut berfokus pada komunikasi ketika krisis berlangsung. Materinya mencakup respons awal, media interview, key message, bridging, dan pertanyaan sulit.

Sementara itu, Crisis Recovery Communication berfokus pada pemulihan setelah fase krisis. Peserta mempelajari trust rebuilding, stakeholder reassurance, recovery messaging, progress communication, dan recovery evaluation.

Reputational Risk Management

Program tersebut berfokus pada identifikasi, penilaian, mitigasi, dan monitoring risiko reputasi. Fokusnya berada pada pengelolaan risiko sebelum atau ketika risiko berkembang.

Sebaliknya, Crisis Recovery Communication membantu peserta mengelola komunikasi setelah krisis. Peserta berfokus pada pemulihan kepercayaan, hubungan stakeholder, dan reputasi.

Corporate Reputation Management

Program Corporate Reputation Management memiliki cakupan yang lebih luas. Program tersebut membahas pengelolaan reputasi secara berkelanjutan.

Adapun Crisis Recovery Communication membatasi pembahasan pada fase recovery. Fokus tersebut membantu peserta mengembangkan komunikasi yang sesuai dengan kebutuhan pascakrisis.

J. Fasilitas Pelatihan

Tatap Muka

  • Meeting Room
  • 2x Coffee Break
  • 1x Lunch
  • Modul Pelatihan
  • Sertifikat Pelatihan
  • Training Kits
  • Souvenir
  • Dokumentasi
  • Laporan kegiatan kepada HR

Online Training

  • Modul Pelatihan
  • Sertifikat Pelatihan
  • Souvenir
  • Dokumentasi
  • Laporan kegiatan kepada HR

Hubungi Kami Jika Anda Memerlukan Bantuan

Memerlukan informasi mengenai Crisis Recovery Communication Training? Tim Urways Indonesia siap membantu Anda.

Anda dapat menghubungi kami untuk informasi Public Training, In-House Training, maupun Corporate Training. Selain itu, tim dapat membantu menyesuaikan program dengan kebutuhan organisasi.

Penyesuaian dapat mencakup industri, jenis krisis, kondisi pascakrisis, karakteristik stakeholder, dan kompetensi yang ingin dikembangkan.

WhatsApp: 0819-1534-6688
Email: urwaysindonesia@gmail.com

LOKASI

JAKARTA, TANGERANG, ONLINE

TANGGAL

31 Agustus–1 September, 28 September–29 September, 26 Oktober–27 Oktober, 30 November–1 Desember

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Crisis Recovery Communication”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *