Table Manners and Business Dining Etiquette

Rentang harga: Rp4,000,000 hingga Rp6,250,000

Jamuan bisnis menjadi salah satu ruang interaksi profesional yang mempertemukan perusahaan dengan klien, mitra, investor, pimpinan, maupun stakeholder lainnya. Dalam situasi tersebut, cara seseorang membawa diri di meja makan ikut membentuk persepsi mengenai profesionalitas, perhatian terhadap orang lain, dan kesiapan mewakili organisasi.

Karena itu, kemampuan table manners perlu dipahami sebagai bagian dari kompetensi profesional. Kesalahan dalam menggunakan peralatan makan, memilih hidangan, mengikuti alur jamuan, berkomunikasi di meja makan, atau menangani situasi yang tidak terduga dapat mengurangi kenyamanan interaksi bisnis.

Pelatihan ini memberikan pemahaman praktis mengenai etika makan dalam konteks bisnis. Peserta mempelajari persiapan business dining, table setting, penggunaan alat makan, perilaku di meja makan, komunikasi, networking, hingga penanganan situasi yang sulit. Selanjutnya, peserta mempraktikkan seluruh materi melalui simulasi dan role play sehingga mampu menerapkannya dalam berbagai agenda bisnis.

Table Manners and Business Dining Etiquette

Level: Basic–Intermediate
Durasi: 2 Hari | 12–14 Jam Pembelajaran
Format: Public Training, In-House Training, dan Online Training
Fokus: Table Manners, Business Dining Etiquette, Business Etiquette, Professional Conduct, dan Business Networking

Mengapa Mengikuti Pelatihan Ini

Jamuan bisnis menjadi salah satu ruang interaksi profesional yang mempertemukan perusahaan dengan klien, mitra, investor, pimpinan, maupun stakeholder lainnya. Dalam situasi tersebut, cara seseorang membawa diri di meja makan ikut membentuk persepsi mengenai profesionalitas, perhatian terhadap orang lain, dan kesiapan mewakili organisasi.

Karena itu, kemampuan table manners perlu dipahami sebagai bagian dari kompetensi profesional. Kesalahan dalam menggunakan peralatan makan, memilih hidangan, mengikuti alur jamuan, berkomunikasi di meja makan, atau menangani situasi yang tidak terduga dapat mengurangi kenyamanan interaksi bisnis.

Pelatihan ini memberikan pemahaman praktis mengenai etika makan dalam konteks bisnis. Peserta mempelajari persiapan business dining, table setting, penggunaan alat makan, perilaku di meja makan, komunikasi, networking, hingga penanganan situasi yang sulit. Selanjutnya, peserta mempraktikkan seluruh materi melalui simulasi dan role play sehingga mampu menerapkannya dalam berbagai agenda bisnis.

Sasaran dan Tujuan Pelatihan

Pelatihan ini ditujukan bagi profesional yang sering mengikuti atau mewakili perusahaan dalam jamuan bisnis, terutama:

  • Manager dan Department Head.
  • Corporate Secretary.
  • Corporate Communication dan Public Relations.
  • Sales dan Marketing.
  • Business Development.
  • Account Manager.
  • Customer Relations.
  • Human Resources.
  • Executive Assistant dan Personal Assistant.
  • Profesional yang berinteraksi dengan klien, mitra, dan stakeholder.

Setelah mengikuti pelatihan, peserta mampu:

  1. Memahami fungsi business dining dalam hubungan profesional.
  2. Menerapkan prinsip dasar table manners.
  3. Mengenali jenis table setting dan fungsi peralatan makan.
  4. Menggunakan peralatan makan dengan tepat.
  5. Memahami urutan dan etika dalam jamuan bisnis.
  6. Memilih hidangan secara tepat dalam konteks profesional.
  7. Menjaga komunikasi dan perilaku selama makan bersama.
  8. Membangun business networking secara natural di meja makan.
  9. Menghadapi situasi tidak terduga dengan tetap profesional.
  10. Menerapkan standar business dining etiquette ketika mewakili perusahaan.

Materi Pelatihan

Hari 1 — Fundamental Table Manners

Sesi 1. Business Dining dan Professional Etiquette

Pelatihan dimulai dengan memahami posisi business dining dalam hubungan profesional. Peserta mempelajari bagaimana jamuan makan dapat menjadi ruang untuk membangun relasi, memperkuat kepercayaan, dan membuka peluang kerja sama.

Selanjutnya, peserta memahami perbedaan antara makan dalam konteks personal dan agenda bisnis. Pemahaman tersebut membantu peserta menyesuaikan perilaku, komunikasi, serta perhatian terhadap orang lain selama jamuan.

Materi:

  • Konsep business dining.
  • Fungsi jamuan dalam hubungan bisnis.
  • Business dining etiquette.
  • Professional conduct.
  • Peran sebagai host dan guest.
  • Business hospitality.
  • Etika terhadap klien dan stakeholder.
  • Dining etiquette awareness.

Praktik:
Diskusi dan simulasi situasi business dining.

Output:
Business Dining Etiquette Checklist.

Sesi 2. Table Setting dan Dining Utensils

Setelah memahami konteks jamuan, peserta mengenali struktur meja makan dan fungsi berbagai peralatan. Peserta belajar membaca table setting agar dapat menggunakan peralatan dengan percaya diri.

Kemudian, peserta mempraktikkan penggunaan alat makan berdasarkan jenis hidangan. Dengan latihan tersebut, peserta dapat mengurangi keraguan ketika menghadapi formal dining maupun business dining.

Materi:

  • Table setting.
  • Formal table setting.
  • Casual table setting.
  • Fungsi cutlery.
  • Gelas dan glassware.
  • Napkin.
  • Plate setting.
  • Posisi peralatan makan.
  • Urutan penggunaan cutlery.

Praktik:
Simulasi membaca table setting dan penggunaan dining utensils.

Output:
Table Setting & Dining Utensils Guide.

Sesi 3. Dining Sequence dan Table Manners

Etika makan mengikuti sejumlah kebiasaan yang membantu menjaga kenyamanan semua pihak. Karena itu, peserta mempelajari perilaku sejak duduk, menggunakan napkin, menerima hidangan, hingga menyelesaikan jamuan.

Selanjutnya, peserta mempraktikkan setiap tahapan secara langsung. Pendekatan ini membantu peserta membangun kebiasaan yang lebih natural ketika berada dalam situasi makan formal.

Materi:

  • Cara memasuki ruang makan.
  • Posisi duduk.
  • Penggunaan napkin.
  • Cara menggunakan cutlery.
  • Cara makan dan mengunyah.
  • Pacing dalam makan.
  • Cara meminta bantuan.
  • Cara berhenti sementara.
  • Cara menyelesaikan hidangan.
  • Etika meninggalkan meja.

Praktik:
Role play dan simulasi formal dining.

Output:
Table Manners Practical Checklist.

Sesi 4. Food Selection dan Dining Conversation

Pemilihan makanan juga dapat memengaruhi kelancaran jamuan. Oleh sebab itu, peserta mempelajari cara memilih hidangan dengan mempertimbangkan situasi, waktu, kebutuhan acara, dan kenyamanan seluruh peserta.

Selain itu, peserta berlatih membangun percakapan yang relevan selama makan. Dengan demikian, agenda makan tetap menjadi ruang interaksi bisnis yang nyaman tanpa mengganggu suasana jamuan.

Materi:

  • Food selection etiquette.
  • Memahami menu.
  • Special dietary considerations.
  • Hidangan yang praktis untuk business dining.
  • Dining conversation.
  • Topik percakapan.
  • Conversation boundaries.
  • Active listening.
  • Menghindari percakapan sensitif.

Praktik:
Simulasi memilih menu dan membangun dining conversation.

Output:
Business Dining Conversation Guide.

Hari 2 — Business Dining Practice dan Networking

Sesi 5. Host and Guest Etiquette

Dalam jamuan bisnis, peran host dan guest memiliki tanggung jawab yang berbeda. Karena itu, peserta mempelajari cara menerima undangan, mengatur tempat duduk, memperkenalkan tamu, serta menjaga kenyamanan selama acara.

Selanjutnya, peserta mempraktikkan skenario sebagai host dan guest. Latihan ini membantu peserta memahami bagaimana menjaga suasana profesional tanpa membuat interaksi terasa kaku.

Materi:

  • Host etiquette.
  • Guest etiquette.
  • Konfirmasi undangan.
  • Ketepatan waktu.
  • Seating arrangement.
  • Perkenalan tamu.
  • Ordering etiquette.
  • Mengelola kebutuhan tamu.
  • Bill etiquette.
  • Gratuity etiquette.

Praktik:
Simulasi sebagai host dan guest dalam business dining.

Output:
Host & Guest Etiquette Checklist.

Sesi 6. Business Conversation dan Networking

Jamuan bisnis memberikan kesempatan untuk membangun hubungan di luar ruang rapat. Karena itu, peserta mempelajari cara membuka percakapan, menemukan topik yang relevan, dan menjaga alur interaksi.

Kemudian, peserta berlatih melakukan networking secara natural. Fokus latihan terletak pada kualitas hubungan dan kemampuan mendengarkan, sehingga percakapan tidak berubah menjadi promosi yang terlalu agresif.

Materi:

  • Business conversation.
  • Small talk.
  • Networking skills.
  • Relationship building.
  • Active listening.
  • Questioning techniques.
  • Conversation flow.
  • Professional introduction.
  • Follow-up conversation.

Praktik:
Role play business networking selama jamuan makan.

Output:
Business Networking Conversation Plan.

Sesi 7. Difficult Dining Situations

Situasi tidak terduga dapat muncul dalam jamuan bisnis. Karena itu, peserta mempelajari cara merespons kesalahan pesanan, makanan yang tidak sesuai, keterlambatan, perilaku tamu lain, maupun situasi yang membutuhkan bantuan staf restoran.

Selanjutnya, peserta melakukan simulasi untuk menentukan respons yang tetap sopan dan profesional. Dengan pendekatan tersebut, peserta dapat menjaga kualitas hubungan meskipun menghadapi situasi yang kurang nyaman.

Materi:

  • Difficult dining situations.
  • Kesalahan pesanan.
  • Makanan yang tidak sesuai.
  • Keterlambatan layanan.
  • Tumpahan makanan dan minuman.
  • Gangguan dari tamu lain.
  • Complaint etiquette.
  • Professional response.
  • Menjaga kenyamanan seluruh tamu.

Praktik:
Simulasi berbagai situasi sulit selama business dining.

Output:
Dining Situation Response Guide.

Sesi 8. Business Dining Simulation dan Professional Dining Standards

Pada sesi terakhir, peserta mengintegrasikan seluruh keterampilan dalam simulasi jamuan bisnis. Peserta menjalankan peran sebagai host maupun guest, mulai dari kedatangan, seating, pemilihan menu, percakapan, hingga penutupan jamuan.

Selanjutnya, fasilitator memberikan feedback terhadap perilaku, komunikasi, dan penerapan etika peserta. Berdasarkan evaluasi tersebut, peserta menyusun standar personal untuk meningkatkan kesiapan menghadapi agenda business dining berikutnya.

Materi:

  • Business dining simulation.
  • Professional dining standards.
  • Host and guest interaction.
  • Dining communication.
  • Networking practice.
  • Professional conduct.
  • Self-evaluation.
  • Personal improvement plan.

Praktik:
Simulasi lengkap business dining dan professional feedback.

Output:
Personal Business Dining Standards & Action Plan.

Metode Pelatihan

Pelatihan menggunakan komposisi 40% konsep dan 60% praktik. Pendekatan ini memungkinkan peserta memahami prinsip etika sekaligus membangun kebiasaan melalui pengalaman langsung.

Pada tahap awal, fasilitator menggunakan interactive presentation, demonstrasi, diskusi, dan analisis situasi. Selanjutnya, peserta mengikuti workshop, simulasi table setting, role play, business networking exercise, dan praktik business dining.

Metode pembelajaran meliputi:

  • Interactive presentation.
  • Demonstrasi.
  • Table setting practice.
  • Diskusi kelompok.
  • Studi kasus.
  • Workshop.
  • Role play.
  • Simulasi business dining.
  • Networking exercise.
  • Feedback session.
  • Evaluasi praktik.

Outcome Pelatihan

Pada akhir pelatihan, peserta mampu menerapkan table manners dan business dining etiquette secara percaya diri dalam berbagai agenda profesional. Peserta juga mampu menjaga komunikasi, perilaku, dan representasi perusahaan selama jamuan bisnis.

Peserta menghasilkan perangkat kerja yang dapat digunakan setelah pelatihan, yaitu:

  • Business Dining Etiquette Checklist.
  • Table Setting & Dining Utensils Guide.
  • Table Manners Practical Checklist.
  • Business Dining Conversation Guide.
  • Host & Guest Etiquette Checklist.
  • Business Networking Conversation Plan.
  • Dining Situation Response Guide.
  • Personal Business Dining Standards & Action Plan.
LOKASI

TANGERANG, JAKARTA, ONLINE

TANGGAL

22–23 September, 20–21 Oktober, 17–18 November, 22–23 Desember

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Table Manners and Business Dining Etiquette”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *